Belgia singkirkan AS, Balogun tetap diturunkan – Ada apa di balik kontroversi kartu merah Balogun yang dibatalkan FIFA?

Folarin Balogun, Piala Dunia 2026, Belgia, AS, FIFA, Trump

Sumber gambar, Jamie Squire/Getty Images

Keterangan gambar, Folarin Balogun (kanan) menjadi pemain utama AS saat menghadapi Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (07/07) pagi WIB di Seattle, Washington, AS.
    • Penulis, Dale Johnson
    • Peranan, Koresponden sepakbola
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 8 menit

Keputusan membatalkan kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab dan memantik kritik dari berbagai organisasi, termasuk UEFA.

Balogun, yang sebelumnya diusir keluar lapangan saat AS menang di babak 32 besar atas Bosnia-Herzegovina, diturunkan sebagai pemain inti saat AS menghadapi Belgia di babak 16 besar, Selasa (07/07) pagi WIB.

Laga itu sendiri dimenangkan Belgia dengan skor akhir 4-1.

Di sisi lain, UEFA, atau Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa, mengkritik keras keputusan mengejutkan FIFA yang tidak memberlakukan sanksi larangan bertanding otomatis bagi Folarin Balogun.

Pihak UEFA bahkan menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang "belum pernah terjadi sebelumnya, tidak masuk akal, dan tidak dapat dibenarkan."

UEFA, menyatakan bahwa intervensi yang berujung pada pembatalan sanksi larangan bertanding di sebuah turnamen telah "melewati batas".

Dari 188 kartu merah yang pernah dikeluarkan sepanjang sejarah Piala Dunia, tercatat hanya ada satu pemain lain yang lolos dari hukuman serupa.

Pemain tersebut adalah bintang Brasil, Garrincha, pada Piala Dunia 1962. Namun, insiden itu terjadi sebelum aturan sanksi otomatis diberlakukan dan kental dengan dugaan intervensi politik.

Sementara itu, mitra media BBC di Amerika Serikat, CBS News, telah mengonfirmasi bahwa pemulihan status Balogun terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino pada hari Kamis (02/07) untuk membahas sanksi tersebut.

Folarin Balogun, Piala Dunia 2026, Belgia, AS, FIFA, Trump

Sumber gambar, David Ramos/Getty Images

Keterangan gambar, Kiper Belgia, Thibaut Courtois (kanan) menghalau bola saat menghadapi pemain AS, Folarin Balogun (20) dalam laga babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 di Seattle Stadium, Seattle, Washington, AS, Selasa (07/07) pagi WIB.

Baca juga:

Pada hari Minggu (05/07), Presiden Trump menyampaikan terima kasih kepada FIFA karena telah "membatalkan ketidakadilan yang besar".

Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) dalam pernyataan resminya mengaku "terkejut" karena Balogun lolos dari hukuman.

Reaksi keras juga datang dari Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot, pada hari Senin.

"Jika sebuah panggilan telepon benar-benar menjadi alasan di balik keputusan yang tidak masuk akal ini, maka hal itu merupakan pelanggaran nyata terhadap aturan paling mendasar dalam sepak bola dan olahraga," ujarnya.

Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, yang digantikan oleh Infantino pada 2016 setelah skandal korupsi, turut menuangkan kritiknya melalui akun X. Ia menulis bahwa "sepak bola tidak boleh menjadi arena permainan bagi kekuasaan politik".

Folarin Balogun, Piala Dunia 2026, Belgia, AS, FIFA, Trump

Sumber gambar, Robbie Jay Barratt - AMA/Getty Images

Keterangan gambar, Folarin Balogun saat menghadapi Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Seattle, AS.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

UEFA menegaskan bahwa sanksi larangan bertanding otomatis dalam satu pertandingan "bukanlah pilihan opsional" melainkan "prinsip yang tertanam kuat dalam regulasi".

"Ketika kepastian hukum tidak lagi dijamin oleh pihak yang seharusnya menjaganya, maka integritas permainan sedang dipertaruhkan dan kredibilitas kompetisi pun runtuh," demikan pernyataan resmi UEFA.

"Selain itu, keputusan semacam ini menciptakan preseden dalam turnamen yang sedang berjalan, di mana situasi serupa nantinya harus diperlakukan sama, yang akhirnya justru merugikan kompetisi itu sendiri. Kami menyatakan kekecewaan mendalam atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak masuk akal, dan tidak dapat dibenarkan ini."

Komisioner Olahraga Uni Eropa, Glenn Micallef, menegaskan bahwa keputusan dalam dunia olahraga "merupakan wewenang badan olahraga, bukan politisi".

"Mempengaruhi keputusan olahraga akan merusak otonomi olahraga itu sendiri," tulis Micallef di akun X miliknya. "Fokus kita seharusnya tertuju pada tantangan tata kelola nyata yang dihadapi dunia olahraga, termasuk politisasi olahraga untuk kepentingan tertentu."

Ketegangan ini semakin memperuncing hubungan UEFA dan FIFA yang memang telah berselisih terkait sejumlah keputusan dalam beberapa bulan terakhir.

Sebagai bentuk respons lain, setelah wasit asal Somalia, Omar Artan, ditolak masuk ke Amerika Serikat untuk memimpin laga di Piala Dunia, UEFA langsung mengundangnya untuk memimpin pertandingan Piala Super Eropa antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa pada 12 Agustus mendatang.

Folarin Balogun, Piala Dunia 2026, Belgia, AS, FIFA, Trump

Sumber gambar, Robbie Jay Barratt - AMA/Getty Images

Keterangan gambar, Balogun (depan, kiri) diturunkan saat AS menghadapi Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (07/07) pagi WIB.

Tak ada penjelasan dari FIFA

Sejauh ini, FIFA belum memberikan alasan atau penjelasan apa pun.

Ada satu pertanyaan utama yang kini ditanyakan banyak orang. Bagaimana bisa?

Berdasarkan kode disiplin FIFA, Balogun seharusnya menerima larangan bermain "setidaknya dua pertandingan karena pelanggaran berat".

Faktanya, peraturan Piala Dunia tidak mengizinkan tim untuk mengajukan banding terhadap kartu merah.

Pernyataan FIFA tidak memberikan alasan atau penjelasan mengenai penangguhan hukuman Balogun. Mereka hanya mengutip "pasal 27 kode disiplin FIFA".

Pasal 27 mengizinkan FIFA "untuk menangguhkan pelaksanaan tindakan disipliner secara penuh atau sebagian".

Ini adalah peraturan yang sangat luas yang memungkinkan FIFA untuk secara efektif membuat keputusan apa pun yang diinginkannya tanpa harus memenuhi kriteria lain.

Pasal 27 belum pernah digunakan sebelumnya di Piala Dunia.

Folarin Balogun, Piala Dunia 2026, Belgia, AS, FIFA, Trump

Sumber gambar, Robbie Jay Barratt - AMA/Getty Images

Keterangan gambar, Folarin Balogun saat menghadapi Belgia di babak 16 besar.

Selain itu, penangguhan hukuman Balogun hanya untuk satu pertandingan, bukan dua sebagaimana diatur dalam kode disiplin. Hal ini pun belum dijelaskan oleh FIFA hingga artikel ini diturunkan.

BBC Sport telah menanyakan mengapa ini terjadi, namun hanya diarahkan pada penangguhan hukuman Cristiano Ronaldo sebelum turnamen ini.

Berdasarkan kode disiplin FIFA, Ronaldo seharusnya menerima larangan bermain tiga pertandingan karena menyikut Dara O'Shea saat Portugal kalah 0-2 dari Republik Irlandia di babak kualifikasi pada bulan November.

Dia menjalani satu pertandingan di laga kualifikasi terakhir melawan Armenia - namun dua pertandingan tersisa dari hukuman tersebut ditangguhkan.

Akan tetapi, kartu merah Ronaldo diterima di babak kualifikasi, bukan di tengah Piala Dunia.

Folarin Balogun, Piala Dunia 2026, Belgia, AS, FIFA, Trump

Sumber gambar, Allen J. Schaben / Los Angeles Times via Getty Images

Keterangan gambar, Folarin Balogun duel dengan pemain Belgia Nathan Ngoy di laga babak 16.

'Di mana akhirnya?'

Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengatakan ada kekacauan total atas proses disipliner di Piala Dunia setelah keputusan Balogun.

Dengan Jarell Quansah yang dikartu merah dalam kemenangan 3-2 Inggris atas Meksiko, Tuchel ditanya apakah dia akan mengajukan permohonan kepada FIFA untuk membatalkan larangan bermain sang bek sebelum pertandingan perempat final hari Sabtu (11/07) melawan Norwegia.

"Di mana ini bermula dan di mana ini berakhir sekarang?" kata Tuchel. "Bisakah kita membatalkannya atau tidak membatalkannya? Apa yang sedang terjadi?

"Di mana harus menarik garis batasnya adalah pertanyaan yang saya tanyakan. Saya tidak punya jawaban untuk itu.

"Apakah kita mengajukan banding jika kartu kuning bukan kartu kuning? Apakah kita menganggap itu bukan kartu merah atau siapa yang menganggapnya demikian? Di mana ini bermula dan di mana ini berakhir? Itu pertanyaan saya. Saya tidak punya jawaban."

Baik Balogun maupun Quansah dikartu merah menyusul peninjauan asisten wasit video (VAR).

Tuchel percaya bahwa intervensi tersebut telah menciptakan ketidakpastian atas peraturan yang ada.

"Saya pikir pertama-tama, untuk memperjelas, bahwa itu [Balogun] bukan kartu merah," kata Tuchel.

"Tapi VAR terlibat dan jelas tiga orang dari VAR dan wasit yang memeriksanya kemudian berpendapat bahwa itu adalah kartu merah, jadi keputusan telah dibuat.

"Siapa yang membatalkan keputusan ini dan kapan serta atas dasar apa? Dan seberapa jauh hal ini berjalan sekarang? Ini aneh bagi saya. Kami hanya ingin memiliki konsistensi dalam keputusan.

"Jadi, apakah kartu kuning kami setelah menit pertama terhadap Declan Rice... sekarang bisa kita perdebatkan tanpa henti. Saya pikir itu bukan kartu kuning. Apakah kita bisa mendapatkan ini kembali?

"Apakah Prancis mendapatkan kembali kartu kuning untuk [Michael] Olise yang sebenarnya bukan kartu kuning? Di mana ini berakhir? Di mana ini berhenti?

"Saya tidak tahu peraturannya. Saya orang yang salah untuk ditanya. Saya akan menunggu dan melihat apa yang akan terjadi."

Thomas Tuchel

Sumber gambar, JOSE MENDEZ/EPA/Shutterstock

Keterangan gambar, Thomas Tuchel, pelatih kepala tim nasional Inggris, bereaksi selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Meksiko dan Inggris di Mexico City, Meksiko, 5 Juli 2026.

Berbicara pada konferensi pers pada hari Minggu (05/07), pelatih kepala Belgia Rudi Garcia juga mengomentari isu ini.

"Saya tidak tahu bahwa [di] Piala Dunia Fifa tanggal 5 Juli sekarang menjadi 1 April, dan itu adalah April Mop. Kami tidak membela tim nasional atau federasi, kami membela sepak bola," katanya.

Perselisihan kartu merah ini sekarang menjadi masalah hukum, bukan masalah olahraga, demikian disampaikan badan pengatur sepak bola Belgia kepada BBC.

Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) diperkirakan akan merilis pernyataan lebih lanjut dalam beberapa jam ke depan.

The Athletic melaporkan bahwa Belgia telah diberikan hak untuk mengajukan banding, sebuah langkah tak biasa lainnya di mana calon lawan di masa depan diizinkan untuk terlibat dalam kasus disipliner.

Laporan itu menambahkan bahwa FA Belgia memiliki waktu hingga pukul 13:00 BST untuk mengajukan argumennya, tetapi tidak ada lini masa untuk pengambilan keputusan, sementara pertandingan akan dimulai 12 jam kemudian.

Jika Fifa tetap berpegang pada keputusannya, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah membentuk divisi ad hoc untuk menyidangkan penyelesaian banding yang cepat dan independen terhadap keputusan-keputusan di turnamen tersebut.

'Sepak bola tidak boleh menjadi taman bermain bagi kekuasaan politik'

Blatter, bersama mantan presiden Uefa Michel Platini, tahun lalu dibebaskan dari tuduhan korupsi terkait dugaan penipuan di FIFA.

Pria asal Swiss tersebut secara teratur mengkritik keputusan-keputusan yang diambil selama masa kepresidenan Infantino.

"Kartu merah tidak dibatalkan oleh panggilan telepon politik," tulis Blatter di X pada Senin (06/07) pagi.

"Kartu merah dibatalkan oleh peraturan, bukti, dan badan independen.

"Jika seorang Presiden AS melakukan intervensi kepada presiden FIFA — dan seorang pemain tiba-tiba dibebaskan sebelum pertandingan sistem gugur Piala Dunia — pertanyaan ini tidak bisa dihindari: Quo vadis [ke mana kamu pergi], FIFA?

"Sepak bola tidak boleh menjadi taman bermain bagi kekuasaan politik."

Quansah merupakan pemain ke-13 yang dikartu merah pada Piala Dunia 2026.

Gianni Infantino.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Gianni Infantino telah menjabat sebagai presiden FIFA sejak 2016.

Bek Bayer Leverkusen tersebut mengenai tulang kering Jesus Gallardo dari Meksiko dengan posisi kaki tinggi menyusul tekel meluncur pada menit ke-54.

Balogun dikartu merah setelah kakinya mendarat di pergelangan kaki Tarik Muharemovic dari Bosnia, yang menyebabkannya tertekuk.

12 pemain lainnya, selain Balogun, telah menjalani hukuman larangan bertanding setidaknya untuk pertandingan Piala Dunia berikutnya yang diikuti negara mereka.

Fifa memberlakukan sebuah klausul dalam kode disiplinernya yang memungkinkan badan tersebut untuk "menangguhkan penerapan tindakan disipliner secara penuh atau sebagian".

Hal ini bertentangan dengan regulasi turnamen, yang menyatakan bahwa jika seorang pemain menerima kartu merah "mereka secara otomatis akan dilarang bertanding pada pertandingan tim berikutnya".

Tuchel pertanyakan intervensi VAR atas kartu merah Quansah

Laporan-laporan menunjukkan bahwa AS mempertanyakan penggunaan tayangan ulang lambat (slow-motion) dalam peninjauan VAR.

BBC Sport telah diberitahu bahwa protokol VAR telah diikuti dengan benar.

Tuchel menyoroti proses VAR dalam pembelaannya terhadap Quansah.

"Dalam pertandingan itu, insiden ini bahkan tidak dianggap sebagai pelanggaran, jadi wasit jelas juga berpikir bahwa itu adalah tekel yang keras tetapi dia merasa tidak apa-apa untuk membiarkan permainan berlanjut," kata Tuchel.

"VAR datang, membuat keputusan dan kemudian, seperti biasa, saya hanya melihat gambar diam di layar. Anda tidak bisa mengambil keputusan berdasarkan gambar diam dalam sebuah pertandingan sepak bola. Itu sangat tidak mungkin.

"Dan mereka melakukannya, tentu saja, merugikan kami, jadi Jarell sangat kecewa, tentu saja.

"Ini mengecewakan dan menjadi kemunduran hari ini karena kami bermain bagus dalam pertandingan. Bagi saya, tidak cukup bagi VAR untuk membatalkan keputusan tersebut, seperti halnya penalti. Tapi oke, begitulah adanya."