You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Nirvana: Pria muda yang tampil dalam sampul album 'Nevermind' kalah dalam gugatan pornografi anak
- Penulis, Mark Savage
- Peranan, Reporter musik BBC
- Telah diterbitkan
Seorang hakim di Amerika Serikat menolak gugatan terakhir seorang pria terhadap Nirvana atas sampul album ikonik pada 1991 yang menampilkannya saat masih bayi dalam keadaan telanjang.
Spencer Elden, 31, mengatakan foto di album itu menunjukkan pelecehan seksual anak.
Namun hakim mengatakan terlalu terlambat untuk diklaim bahwa ia dieksploitasi.
Elden tidak lagi memiliki langkah hukum karena ia tidak dapat mengajukan gugatan kembali. Tetapi tim legalnya mengatakan kepada media AS, ia akan mengajukan banding.
Gugatan berpusat pada foto Elden yang tengah berenang dalam keadaan telanjang ke arah uang kertas dolar.
Elden mengatakan ia tidak dapat memberikan persetujuan foto itu digunakan dan meminta ganti rugi sebesar US$150.000.
Tergugat termasuk juru foto Kirk Weddle dan juga mantan anggota Nirvana, Dave Grohl dan Krist Novoselic, serta Courtney Love, istri mendiang penyanyi Kurt Cobain.
Elden mengajukan gugatan pada 2021, dan menyatakan ia masih berhak mengajukan gugatan atas foto itu.
Baca juga:
Ia mengatakan fotonya saat masih bayi menyebabkan dirinya mengalami "gangguan emosi secara ekstrem dan permanen". Dia juga mengaku kehilangan pendapatan dan "kenikmatan hidup".
Gugatan itu ditolak dan diajukan kembali pada Januari lalu.
Dalam jawaban atas gugatan terakhir, hakim di Los Angeles menyatakan Elden mengajukan gugatan jauh melampaui batas waktu 10
Pada Januari lalu, Nirvana balas mengajukan permohonan untuk menggugurkan tuntutan Elden yang disebut tidak berdasar.
"Klaim Elden bahwa foto pada sampul album Nevermind adalah 'pornografi anak' tidak serius," kata pengacara yang mewakili anggota band Nirvana, Dave Grohl dan Krist Novoselic; janda mendiang Kurt Cobain, Courtney Love; serta Kirk Weddle, fotografer sampul album Nevermind.
Menurut pengacara itu, jika teori Elden dibenarkan, semua orang yang memiliki kaset dan CD Nevermind bisa dianggap bersalah memiliki materi pornografi anak.
Lagipula, lanjut pengacara tersebut, Elden tampaknya menikmati popularitas sebagai "bayi Nirvana".
"Dia telah dibayar menirukan foto itu, dalam banyak kesempatan; dia menato judul album…pada dadanya; dia telah tampil dalam acara bincang memakai baju renang berwarna sama dengan warna kulit; dia telah menandatangani sampul album untuk dijual di eBay; dan dia menggunakan kemunculannya [di sampul album] untuk mencoba menggoda perempuan."
Pada sampul album berjudul Nevermind, Elden yang saat itu berusia empat bulan, tampak menyelam di dalam kolam tanpa pakaian. Di depannya terdapat selembar uang dolar yang digantung dengan tali pancing.
Elden mengeklaim bahwa orangtuanya tidak pernah menandatangani dokumen untuk mengizinkan Nirvana menggunakan fotonya.
Elden menuduh foto telanjangnya saat bayi merupakan pornografi anak.
"Foto itu memperlihatkan bagian tubuh intim Spencer Elden dan menunjukkan alat kelaminnya sejak bayi hingga saat ini," begitu bunyi dokumen hukum yang diajukan pihaknya di California, Amerika Serikat.
Foto bayi non-seksual umumnya tidak dianggap sebagai pornografi anak di bawah hukum AS.
Namun kuasa hukum Elden, Robert Lewis, berpendapat bahwa uang dolar yang ditempelkan di atas foto asli kliennya membuat Elden yang saat itu di bawah umur tampak "seperti pekerja seks".
Dokumen itu juga menuduh Nirvana tidak menepati janji untuk menutupi alat kelamin Elden dalam foto itu dengan stiker.
"Identitas asli dan namanya selamanya akan terikat dengan eksploitasi seksual komersial yang dia alami sebagai anak di bawah umur, yang telah didistribusikan dan dijual ke seluruh dunia sejak dia masih bayi hingga saat ini," begitu klaim Elden dalam gugatannya.
Elden mengklaim telah terdampak dan akan terus merasakan dampak buruk dari sampul foto itu seumur hidup.
Imbas buruk itu, kata dia, berupa tekanan emosional yang ekstrem dan permanen, hambatan perkembangan diri dan kemajuan pendidikan serta keharusan menjalani perawatan medis dan psikologis.
Elden meminta ganti rugi setidaknya US$150.000 atau sekitar Rp2,1 miliar dari setiap dari setiap 15 orang yang dia gugat.
Orang-orang yang digugatnya antara lain mantan anggota Nirvana, yaitu Dave Grohl dan Krist Novoselic. Dia juga memasukkan sejumlah pengelola rumah-rumah vokalis Nirvana Kurt Cobain dalam daftar tergugat. Cobain meninggal tahun 1994.
Tergugat lain dalam dokumen itu adalah eks istri Cobain, Courtney Love serta dan fotografer Kirk Weddle.
Elden tercatat telah tiga kali membuat reka ulang sampul album Nevermind saat dia remaja dan dewasa. Itu dilakukannya untuk menandai peringatan peluncuran album Nevermind yang ke- 10, 20 dan 25.
Dalam foto-foto itu dia selalu mengenakan celana renang.
Namun, ia terkadang mengungkapkan hal yang saling bertentangan terkait pemotretan itu. Pada tahun 2016, dia berkata kepada majalah Time bahwa dia "sedikit kesal" tentang ketenarannya saat dia tumbuh dewasa.
"Saat saya baru saja terbangun saya sudah menjadi bagian dari proyek besar ini," katanya. "Ini cukup sulit. Anda merasa seperti terkenal untuk hal yang tidak nyata," ujar Elden saat itu.
"Sulit untuk tidak marah ketika mendengar berapa banyak uang yang dihasilkan dalam proyek itu.
"Ketika saya pergi ke pertandingan bisbol, saya memikirkannya, 'Astaga, semua orang di pertandingan bisbol ini mungkin telah melihat penis kecil saya,' saya merasa hak asasi saya dilanggar," kata Elden.
Namun dalam wawancara lain, Elden mengungkapkan hal yang lebih positif terhadap sampul album tersebut
"Sampul album itu selalu menjadi hal yang positif dan membuka banyak kesempatan bagi saya," katanya kepada Guardian enam tahun lalu.
"Saya sekarang berusia 23 tahun dan bekerja sebagai seniman. Ini memberi saya kesempatan untuk bekerja dengan Shepard Fairey selama lima tahun, yang merupakan pengalaman yang luar biasa.
"Dia adalah penikmat musik yang hebat. Ketika dia tahu saya adalah bayi dalam sampul album Nirvana, dia menilai itu sangat keren," kata Elden.
Pada tahun 2008, ayah Elden, Rick, menceritakan kisah di balik pemotretan itu kepada jaringan Radio NPR.
Rick berkata, saat itu dia ditawari fotografer Kirk Weddle untuk terlibat pembuatan sampul album tersebut. Weddle yang merupakan kerabatnya menawarkan imbalan sebesar US$200.
"Kami baru saja mengadakan pesta besar di kolam renang dan tidak ada yang tahu apa yang sedang terjadi!"
Rick dan keluarganya dengan cepat melupakan pemotretan Elden. Tiga bulan kemudian, mereka melihat sampul album Nevermind di dinding Tower Records di Los Angeles.
Dua bulan setelah itu, merujuk artikel NPR, "Geffen Records mengirimkan Spencer Elden yang berusia 1 tahun sebuah album platinum dan sebuah boneka beruang."
Album Nevermind terjual 30 juta kopi di seluruh dunia. Album itu berisi sejumlah lagu yang kemudian meledak seperti Smells Like Teen Spirit, Come As You Are, dan Lithium.
Dalam wawancara kepada GuardianDalam wawancara kepada Guardian pada tahun 2019, Weddle berkata masih berhubungan dengan Elden. Dia mengakui bahwa keduanya berkonflik terkait sampul album itu.
"Dia merasa bahwa semua orang menghasilkan uang darinya, tapi dia tidak mendapatkan bagian," kata Weddle.
"Menurut saya, dia pantas mendapatkan sesuatu. Namun label rekaman adalah pihak yang selalu mendapatkan keuntungan dari proses ini," ujarnya.