You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Pimpinan DPR disebut menerima perwakilan mahasiswa yang demo di depan gedung parlemen – Apa yang dituntut para demonstran?
Ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jakarta, antara lain mahasiswa Universitas Trisakti, menggelar demonstrasi pada Jumat (19/06) sore. Mereka mendatangi depan gedung DPR dan beberapa lokasi lainnya. Diberitakan perwakilan mahasiswa diterima pimpinan DPR untuk berdialog pada Jumat petang.
Sampai pukul 18.25 WIB, BBC News Indonesia belum mendapat konfirmasi dari perwakilan mahasiswa atas laporan yang menyebut tentang pertemuan tersebut.
Sebelumnya para mahasiswa dilaporkan bakal menolak ajakan dialog oleh pimpinan DPR.
Tanggapan ini merespons beberapa pemberitaan yang menyebut bahwa pimpinan DPR mengklaim akan menggelar dialog dengan perwakilan mahasiswa.
Namun pada Jumat (19/06) petang, laporan-laporan media menyebut bahwa pimpinan DPR sedang menerima perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi pada Jumat di depan gedung DPR.
Seperti dilaporkan Kompas.com, pertemuan itu berlangsung di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara 1. Disebutkan ada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa.
Dilaporkan mereka didampingi oleh Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rano Alfath dan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Nazaruddin Dek Gam.
Sementara, demikian Kompas.com, mahasiswa yang hadir berasal dari kampus dan organisasi berbeda, yakni perwakilan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana dan Universitas Esa Unggul.
BBC News Indonesia sampai sejauh ini belum mendapat klarifikasi tentang siapa saja perwakilan mahasiswa yang diterima pimpinan DPR.
"Nanti kita ketemu dulu, kita dengarkan aspirasinya," kata Saan Mustopa saat hendak masuk ke ruang pertemuan.
Media diperkenankan masuk ke ruang pertemuan beberapa saat untuk mengambil dokumentasi, sebelumnya pertemuan di mulai.
Setelah itu, seperti dilaporkan Kompas.com, awak media diminta meninggalkan ruangan untuk menunggu sesi konferensi pers, karena pertemuan akan berlangsung secara tertutup.
Sementara, menjelang pukul 18.00 WIB, sebagian pengunjukrasa di depan gedung DPR mulai meninggalkan lokasi.
Seperti dilaporkan wartawan BBC News Indonesia Riana A Ibrahim dan videografer Dwiki Marta, rombongan mahasiswa Universitas Trisakti masih bertahan di depan gedung DPR.
Dalam orasinya, mahasiswa Universitas Trisakti menyuarakan 'Tritura' atau Tiga Tuntutan Rakyat.
Mereka menuntut pemerintahan Prabowo memulihkan ekonomi dan politik nasional, berantas inkompetensi pejabat negara, hingga mengembalikan supremasi sipil.
Selain mahasiswa Trisakti, demo kali ini juga digelar mahasiswa dari Universitas Esa Unggul, Universitas Dian Nusantara, serta Universitas Mercu Buana,
Demonstrasi ini juga digelar oleh Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia, serta Gabungan Mahasiswa dan Pemuda Nusantara.
Mereka turun di lima lokasi di Jakarta.
Di depan gedung DPR, sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (19/06), mahasiswa mulai berdatangan.
Mereka membawa berbagai poster dan bergantian berorasi.
Dalam aksinya, mahasiswa Universitas Trisakti menyuarakan 'Tritura' atau Tiga Tuntutan Rakyat.
Mereka menuntut pemerintahan Prabowo memulihkan ekonomi dan politik nasional, berantas inkompetensi pejabat negara, hingga mengembalikan supremasi sipil.
"Kita turun ke jalan karena rakyat resah... ada persoalan ekonomi, pemicunya kenaikan harga BBM non subsidi, tanpa kemampuan pemerintah menyediakan BBM subsidi. Dan ini berdampak pada kenaikan harga bahan pokok, sehingga kami hari ini terpanggil," kata Dhenny Ribowo, Presiden Mahasiswa Univ Trisakti, di sela-sela unjuk rasa di depan gedung DPR, Jumat (19/06) sore.
Di hadapan massa, seorang orator dari Trisakti juga menuntut agar pemerintahan Prabowo menghentikan apa yang disebutnya sebagai "militerisme di Papua".
"Orang Papua tidak butuh militer! ... Jangan merusak masa depan kami! Jangan rampas hak-hak kami!" Teriaknya.
Mahasiswa Trisakti lainnya, Intan, mengaku terlibat dalam unjuk rasa, karena merasa terpanggil atas keresahan di masyarakat.
Dia menilai pemerintah "kurang mendengarkan keresahan di masyarakat."
"Saya wajib ikut demo hari ini, karena kalau bukan mahasiswa, siapa lagi [yang menyuarakan keresahan masyarakat]," ujar Intan kepada BBC News Indonesia.
Di depan gedung DPR, mahasiswa Trisakti membaur bersama massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan kelompok mahasiswa lainnya.
Hingga pukul 16.43 WIB, mereka berorasi secara bergantian.
Di sebelah massa mahasiswa Universitas Trisakti, hadir pula demonstran dari Universitas Mercu Buana.
Sebelum menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR, rombongan mahasiswa Trisakti meninggalkan kampusnya sekitar pukul 14.30 WIB.
Mereka konvoi menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat.
Para mahasiswa Trisakti itu mengenakan jaket almamater biru tua. Mereka membawa spanduk, bendera, serta poster.
Lokasi lain yang menjadi sasaran unjuk rasa mahasiswa, antara lain, kawasan Patung Kuda-Monas; Bundaran Hotel Indonesia (HI); Tugu Tani, Gambir; dan kawasan depan Kementerian Keuangan.
Demonstrasi ini berlangsung sejak Jumat pagi.
Keterangan resmi polisi menyebutkan mereka menurunkan 4.263 anggota polisi untuk mengamankan unjuk rasa mahasiswa.
Artikel ini akan diperbarui secara berkala.