GTA 6 akan dirilis hanya dalam format digital — Inikah pertanda berakhirnya era produk fisik gim video?

Sumber gambar, Rockstar Games
- Penulis, Laura Cress
- Peranan, Reporter teknologi
- Telah diterbitkan
- Waktu membaca: 7 menit
Dahulu, permainan gim video selalu dilengkapi dengan berbagai bonus fisik, mulai dari buku panduan, peta, dan manual instruksi. Masa-masa itu kini bisa dibilang telah berlalu.
Namun, hingga sekarang, para pemain biasanya masih bisa mengandalkan produk yang dapat mereka genggam secara fisik, yakni cakram padat alias disc.
Namun, ketika sesi prapesan untuk gim super laris Grand Theft Auto 6 resmi dibuka pada hari Kamis (25/06), pihak pengembang gim, Rockstar, menyatakan bahwa pelanggan yang memilih edisi fisik hanya akan menerima kotak kemasan berisi kode untuk unduhan digital.
Ini bukan pertama kalinya edisi fisik sebuah gim diluncurkan dengan metode seperti ini.
Kendati demikian, ketika kreator dari salah satu gim waralaba terbesar dalam sejarah industri hiburan telah memutuskan untuk mengikuti tren tersebut, apakah ini berarti era produk fisik benar-benar telah berakhir? Dan apa dampaknya terhadap hak kepemilikan gim di era digital ini?
Tak dapat diterima - atau tak dapat dielakkan?
"Reaksi awal saya adalah bingung dan terkejut," kata Ben, seorang pemain gim berusia 24 tahun asal Inggris yang kerap membagikan berita seputar GTA di media sosial melalui akun 'videotech', setelah pengumuman tersebut dirilis.
Dalam sebuah wawancara dengan Variety pada bulan Februari lalu, Strauss Zelnick, Chief Executive Take-Two—perusahaan induk Rockstar—sempat menyatakan bahwa peluncuran dalam format digital saja "bukanlah rencana mereka".
Ben mengatakan bahwa pernyataan tersebut sempat menumbuhkan harapan di kalangan luas bahwa versi disc akan tetap tersedia saat peluncuran—dan alasan ini bukan sekedar untuk alasan sentimental.
"Keuntungan penting dari memiliki cakram fisik adalah Anda bisa meminjamkan gim tersebut kepada teman atau menjualnya kembali di kemudian hari," ujarnya.
Sejumlah peritel daring yang menjual edisi fisik tersebut menyatakan bahwa, layaknya kode gim digital lainnya, kode yang ditawarkan untuk GTA 6 ini hanya berlaku untuk satu kali pakai dan akan hangus setelah ditukarkan.

Sumber gambar, Rockstar Games
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Penjualan digital kini menyumbang sebagian besar pendapatan industri gim, dan toko daring seperti Steam untuk PC serta PlayStation Store telah eksis selama bertahun-tahun.
Kehadiran konsol tanpa penggerak cakram fisik (disc drive) kian mendorong tren ini, menurut Mat Piscatella, direktur senior sekaligus penasihat industri gim video di firma riset pasar Circana.
"Lebih dari separuh total konsol Xbox Series di AS tidak memiliki penggerak fisik, sementara lebih dari seperempat PS5 juga demikian," tulisnya dalam sebuah unggahan.
Oleh karena itu, bagi sebagian pemain gim, kabar bahwa mereka tidak akan bisa memainkan GTA 6 menggunakan cakram fisik tidak terlalu mengejutkan atau mengecewakan.
"Sekarang saya hampir sepenuhnya beralih ke digital, saya mengunduh sebagian besar gim langsung ke konsol saya," kata Alogirlx, seorang kreator konten gaming asal Kanada, kepada siniar What in the World milik BBC.
"Ada atau tidaknya cakram fisik tidak benar-benar mengubah apa pun bagi saya," ujarnya.
Dengan angka penjualan gim fisik yang menyentuh titik terendah sepanjang sejarah, persoalan ini tampaknya bukan lagi sekadar tentang ketiadaan cakram itu sendiri, melainkan tentang apa yang direpresentasikan oleh hilangnya jenis produk tersebut.
Bagi sebagian pihak, kebijakan ini dinilai sebagai langkah lain yang kian menjauhkan konsumen dari pembelian produk fisik, dan justru menggiring mereka untuk membeli lisensi atau hak akses perangkat lunak yang sepenuhnya dikendalikan oleh penerbit maupun pemilik platform.
Ross Scott adalah pendiri Stop Killing Games, sebuah gerakan hak-hak konsumen yang kini kian berkembang.
Kelompok ini tengah mengampanyekan agar para penerbit tetap membiarkan gim daring (online) dapat dimainkan, bahkan setelah mereka memutuskan untuk mematikan peladen (server) utamanya.
Ia mengungkapkan bahwa isu yang dipicu oleh kebijakan kode-dalam-kotak (code-in-a-box) milik Rockstar ini sebenarnya bukan sekadar masalah hilangnya cakram fisik—sebab bagaimanapun, gim daring yang menggunakan cakram fisik tetap tidak akan bisa dimainkan jika server dimatikan.
Sebaliknya, menurut Scott, hal ini berkaitan dengan krisis kepercayaan bahwa penerbit akan terus mempertahankan akses terhadap gim yang telah dibayar oleh konsumen.
"Masalahnya adalah industri ini memiliki reputasi yang sangat buruk dalam hal menonaktifkan gim setelah mereka menghentikan dukungan layanannya. Akibatnya, kepercayaan konsumen terhadap banyak penerbit besar terlanjur runtuh," ujarnya.
"Saya rasa ketiadaan cakram fisik bukanlah inti masalahnya, melainkan sebuah gejala dari praktik yang lebih besar dan sangat merugikan konsumen."
Apa alasan di balik keputusan Rockstar?
BBC telah menghubungi Rockstar untuk meminta rincian lebih lanjut mengenai keputusan perusahaan tersebut, namun pihak pengembang belum memberikan komentar hingga artikel ini diturunkan.
Chris Scullion, wakil pemimpin redaksi Video Games Chronicle, menunjuk pada kasus kebocoran data yang pernah dialami studio tersebut sebelumnya, sebagai salah satu penjelasan yang masuk akal.
Menurutnya, Rockstar kemungkinan ingin memastikan bahwa konten mereka tidak dapat dengan mudah diekstrak dari cakram fisik dan disebarluaskan sebelum tanggal perilisan resmi.
Ia menambahkan bahwa pengerjaan gim tersebut—yang telah mengalami dua kali penundaan—mungkin saja berjalan "sangat mepet dengan tenggat waktu", sehingga para pemain justru berisiko mendapatkan versi usang jika mereka membeli cakram fisik dibandingkan dengan edisi digital.
"Orang yang sinis mungkin juga akan mengatakan bahwa ini hanyalah cara untuk meraup keuntungan lebih besar dari setiap salinan fisik yang terjual," ujarnya.
Kendati demikian, Rockstar bukan satu-satunya perusahaan yang mulai meninggalkan format fisik tradisional untuk gim mereka.
Perusahaan Nintendo juga kian beralih ke distribusi digital dalam beberapa tahun terakhir dengan memperkenalkan Game-Key Cards—yaitu kartrid fisik yang berfungsi sebagai kunci akses untuk mengunduh gim, alih-alih memuat data gim itu sendiri di dalamnya.

Sumber gambar, Alogirlx
Apa respons peritel?
Waralaba GTA merupakan salah satu produk hiburan terbesar dan paling menguntungkan sepanjang sejarah. GTA V telah terjual hampir 230 juta kopi, dan peluncuran sekuelnya diperkirakan akan menjadi peristiwa ekonomi yang sangat besar.
Bahkan, lembaga keuangan Bank of America pun turut memberikan analisis terkait penentuan harganya.
Kendati demikian, pengumuman dari Rockstar ini telah memicu penolakan dari sejumlah peritel independen yang memutuskan untuk tidak menyetok versi kode-dalam-kotak tersebut.
VGP, sebuah peritel daring yang memiliki toko fisik di Toronto, menyatakan bahwa meski mereka menaruh "rasa hormat yang luar biasa" terhadap Rockstar, mereka "berkomitmen untuk menjaga nilai dari kepemilikan gim fisik", sehingga tidak akan menawarkan produk tersebut.
Lootbox Gaming, peritel independen di Delaware, juga menolak untuk menyetoknya. Mereka mengungkapkan bahwa keputusan ini "menunjukkan dengan sangat jelas ke mana arah masa depan perilisan gim AAA [beranggaran besar] pada media fisik."
Sementara itu, PNP Games, peritel daring yang memiliki tiga toko fisik di Winnipeg, telah meluncurkan sebuah petisi yang mendesak Take-Two untuk merilis versi cakram fisik.
Di sisi lain, Piscatella menilai bahwa format kode ini justru "dapat memberikan peluang yang lebih baik bagi peritel, terutama mereka yang tidak menjual gim bekas," mengingat banyaknya jumlah konsol PlayStation 5 dan Xbox saat ini yang tidak dilengkapi dengan penggerak cakram.

Sumber gambar, Rockstar Games
Jika era cakram fisik kian meredup, ada tradisi gaming lain yang turut terancam hilang bersamanya.
Salah satu ciri khas dari peluncuran gim berskala besar seperti GTA adalah tradisi rilis tengah malam.
Dalam momen tersebut, para pemain gim rela mengantre di depan toko, bahkan seringkali hingga berjam-jam, demi menjadi orang pertama yang melangkah masuk dan membawa pulang salinan fisik gim tersebut.
Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah toko-toko ritel akan tetap mempertahankan tradisi tersebut ketika gim ini resmi diluncurkan pada 19 November mendatang untuk PlayStation 5 serta Xbox Series S dan X.
Ben mengungkapkan, bahwa meskipun awalnya ia berencana untuk datang langsung ke acara peluncuran fisik jika agenda tersebut diadakan, kini ia memilih untuk pasrah dan beralih ke versi digital saja.
Namun, ia menambahkan bahwa dirinya tetap berharap para pemain gim yang memutuskan untuk tetap datang ke toko akan disambut dengan sesuatu yang lebih bermakna daripada sekadar selembar kode, andai saja cakram fisik memang ditiadakan.
"Hal paling keren dari membuka kotak gim GTA adalah pengalaman membongkar kemasannya," tulisnya dalam sebuah unggahan.
"Peta dan buku panduannya adalah bagian yang sangat melekat dalam DNA GTA. Bagi saya, GTA IV berhasil menyajikan pengalaman ikonik tersebut dengan sangat sempurna."
"Setidaknya, saya berharap kode digital tersebut nantinya tetap dikemas bersama bonus-bonus ini."
































