Penggemar BTS ditipu Rp21,5 juta dalam 'ticket war' konser di Indonesia – 'Kalau saja saya bisa lebih tenang'

Sumber gambar, Big Hit Music
- Penulis, Kelly Ng
- Melaporkan dari, Singapore
- Penulis, Sawitree Jang Wongketjai
- Melaporkan dari, Bangkok
- Telah diterbitkan
- Waktu membaca: 7 menit
Ketika Vevee masuk ke situs Ticketmaster pada 9 Juni, ia berharap penantiannya selama bertahun-tahun untuk menonton grup BTS akan segera berakhir.
Seperti jutaan penggemar lainnya, perempuan berusia 26 tahun itu merasa siap menghadapi 'peperangan'. Dia bahkan mengambil cuti kerja untuk memperebutkan tiket konser.
Grup asal Korea Selatan tersebut akan singgah di Jakarta dalam rangka tur dunia. Sebagai penggemar lama, ia tak bisa melewatkannya.
Vevee menunggu berjam-jam, duduk di depan komputer dengan mata terpaku pada nomor antrean.
Ketika gilirannya tiba, ia diberi tahu bahwa tiket sudah habis terjual.
Ketika ada penjualan lanjutan, dia mencoba lagi, dan lagi, tetapi keberuntungannya tidak berubah.
"Rasanya mustahil karena permintaannya benar-benar gila," katanya kepada BBC.
Vevee tak putus asa. Setelah mencari di media sosial X, Vevee menemukan akun yang menjual kembali empat tiket VIP senilai US$1.200 (sekitar Rp21,5 juta). Nilai itu setara dengan dua bulan gajinya di sebuah perusahaan logistik.
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Namun, setelah uang dikirim, akun itu berhenti merespons.
"Sesaat setelah saya mengirim uang, mereka menghilang. Ini mengerikan. Saya sedih banget," kata perempuan berusia 26 tahun itu.
Vevee bukan korban tunggal.
Para penipu dengan licik memanfaatkan animo penggemar BTS, yang menyebut diri mereka Army. Mereka menjadi target empuk karena frustrasi dengan persaingan ketat dalam perburuan tiket.
Kejahatan penipuan di Asia Tenggara ini diperkirakan telah meraup lebih dari US$100.000.
Di Thailand, para anggota parlemen sedang menangani pengaduan dari 126 penggemar BTS yang ditipu oleh tawaran bantuan untuk "mengantre" mendapatkan tiket.
Para penipu juga menyusup ke grup penggemar online, menjanjikan akses eksklusif atau harga lebih murah.
Begitu uang berpindah tangan, mereka menghilang.
Sebagian bahkan menawarkan "surat kuasa"—yang biasanya digunakan untuk menyerahkan pengambilan keputusan hukum kepada orang lain—untuk meyakinkan target bahwa tiket itu asli.
Ini merupakan taktik yang cukup dikenal sehingga pihak berwenang telah mengeluarkan berbagai peringatan.
Namun para penggemar masih tetap menjadi korban.

Sumber gambar, Dokumen pribadi
Tur BTS Arirang, yang dimulai pada April dan berlangsung hingga 2027, akan menjangkau 34 kota.
BTS dan label rekaman mereka, Hybe, diperkirakan akan menghasilkan hampir US$2 miliar yang berasal dari konser, merchandise, lisensi, penjualan album, dan pendapatan streaming, menurut sejumlah analis kepada kantor berita Reuters.
Di seluruh Asia, jumlah orang yang memperebutkan tiket mencapai 15 kali lipat dari ketersediaan tiket.
Pihak penyelenggara masih menambah tanggal konser karena permintaan yang sangat tinggi.
Baru pekan lalu, Jakarta di Indonesia dan Bulacan di Filipina mendapat kabar bahwa setiap kota akan menggelar pertunjukan ketiga.
Ketika tanggal baru diumumkan, Vevee memutuskan untuk "berjuang lagi mendapatkan tiket itu" melalui saluran resmi, tidak seperti sebelumnya ketika panik.
"Saya hampir masuk rapat di kantor dan sangat takut orang lain akan mengambil tiketnya. Saya hanya ingin segera mentransfer uang untuk mengamankannya," katanya.
"Kalau saja saya lebih tenang, mungkin saya akan melihat tanda-tanda bahaya."
Baca juga:
Di Singapura, polisi telah menerima sedikitnya 62 laporan terkait tiket konser BTS sejak 1 Juni, dengan kerugian mencapai lebih dari S$68.000.
Perusahaan e-commerce Carousell telah menangguhkan penjualan kembali tiket di platformnya, dan larangan ini akan berlaku hingga 22 Desember, tanggal pertunjukan terakhir BTS di Singapura.
Pekan lalu, polisi Malaysia menyatakan telah menerima 28 laporan dari individu yang mengaku ditipu saat mencoba mendapatkan tiket.
Pihak berwenang mengatakan mereka sedang mencoba menelusuri "rekening perantara" yang terlibat dalam transaksi tersebut.
Pada tahun-tahun awal, konser BTS sebagian besar diadakan di Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.
Seiring band ini semakin terkenal, dan penggemar dari seluruh dunia bergabung dengan "Army", jadwal mereka meluas ke lebih banyak wilayah di Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Namun tur Arirang World Tour yang sedang berlangsung ini menjadi pertama kalinya band tersebut menggelar beberapa pertunjukan di lima negara Asia Tenggara – Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Harga tiket di kawasan ini berkisar antara US$100 hingga US$300.
Paket termahal mencakup akses ke soundcheck sebelum pertunjukan, kursi premium, dan merchandise BTS.

Sumber gambar, Getty Images
Bagi penggemar BTS seperti Vevee, yang telah mengikuti perjalanan grup ini, menyaksikan tur comeback di negara sendiri adalah hal istimewa.
Vevee mengatakan ia berusia 14 tahun ketika mulai menggemari BTS, sekitar setahun setelah debut mereka pada 2013.
Dia menyukai musiknya, tetapi juga menyukai tujuh anggotanya, yakni RM, Jin, Suga, J-Hope, V, Jimin, dan Jungkook. Menurutnya, mereka "sangat tulus".
Pada 2019, ia terbang ke Bangkok sendirian untuk menonton BTS dalam tur dunia terakhir mereka.
Ia mengatakan itu adalah pertama kalinya bepergian sendirian dan tidak mengenal siapa pun di konser tersebut, tetapi ia mendapat "banyak bantuan" dari sesama penggemar BTS.
"Itu benar-benar pengalaman yang tak terlupakan dan luar biasa."
Tujuh tahun kemudian, ketika mengetahui BTS akan datang ke Jakarta, ia mulai menabung.
"Saya mempersiapkan banyak hal untuk mendapatkan tiket ini, tetapi sebenarnya bukan hanya saya. Setiap Army mempersiapkan diri dengan sangat serius untuk ini."
Menurutnya, beberapa penggemar menyewa komputer di warnet selama seminggu penuh karena tidak berani mengambil risiko tidak mendapatkan tempat pada hari penjualan.
Mereka berharap kecepatan tinggi dapat meningkatkan peluang mereka.
"Di Indonesia, kami tidak hanya berjuang dalam perang tiket," kata Vevee.
"Kami berjuang untuk mendapatkan warnet terbaik dan bahkan untuk menyewa ponsel kelas atas. Ini adalah perang di semua lini."
Dan ketika mereka kalah, mereka merasa putus asa.
Baca juga:
"Sekarang ketika konser di Filipina akhirnya terjadi setelah terasa sangat lama, menyakitkan mengetahui bahwa orang-orang yang menunggu hampir satu dekade mungkin tidak mendapat kesempatan untuk melihat mereka," tulis seorang penggemar Filipina di Threads.
"Sebagian dari kami tidak hanya ingin menghadiri konser. Kami ingin akhirnya melihat tujuh orang yang telah kami dukung selama bertahun-tahun."
Ada juga penggemar yang tidak ingin hanya mengandalkan keberuntungan.
Pekan lalu, Juraluk Kunaruk mengajukan pengaduan di parlemen Thailand atas nama 125 korban, yang masing-masing mentransfer ratusan dolar kepada sebuah akun X beberapa hari sebelum penjualan tiket dibuka.
Akun tersebut menjanjikan bantuan untuk mendapatkan kursi yang bagus.
Namun pada hari penjualan, akun X itu menghilang.

Sumber gambar, Dokumen Juraluk Kunaruk
"Saya telah mengamati akun ini cukup lama... Mereka memiliki banyak ulasan dan pengikut sehingga terlihat dapat dipercaya. Harganya juga masuk akal," kata Juraluk, yang kehilangan 25.000 baht (US$760) untuk paket VIP yang ia kira asli.
Selama dua minggu terakhir, perempuan berusia 23 tahun itu menghabiskan waktu berjam-jam bepergian dari kampung halamannya ke Bangkok untuk bertemu para anggota parlemen.
"Para anggota parlemen telah berjanji akan mendorong hal ini agar kami bisa mendapatkan kembali uang kami. Jadi saya masih berharap," katanya.
Dia juga belum menyerah untuk konser tersebut: "Saya masih ingin pergi karena saya tidak tahu kapan lagi akan mendapat kesempatan untuk melihat mereka."
Hal ini tidak mengejutkan karena penipuan juga pernah terjadi pada konser yang sangat populer sebelumnya, termasuk tur Eras milik Taylor Swift.
Sejumlah penggemar menyerukan agar promotor konser Live Nation dan mitra penjualan tiketnya berbuat lebih banyak untuk mencegah hal ini.
Ticketmaster, anak perusahaan Live Nation yang menangani penjualan tiket tur BTS di banyak negara, mengatakan telah "meningkatkan upaya melawan calo tiket dan bot dengan teknologi AI baru dan aturan yang lebih ketat".
Sebagai contoh, tiket akan diverifikasi dengan alamat email penonton, sementara penggemar yang memegang tiket hasil penjualan kembali bisa ditolak masuk pada hari konser.
Penggemar harus "hanya membeli tiket melalui sumber resmi", kata juru bicara Ticketmaster kepada BBC.
"Situs web artis akan selalu dapat mengarahkan penggemar ke tempat yang benar."
Namun penggemar yang kecewa tampaknya sulit menahan diri dari apa yang terasa seperti kesempatan terakhir.
Baca juga:
Cookie, seorang penggemar di Filipina, beralih ke calo setelah gagal mendapatkan tiket dua kali.
Ia merasa sudah berhati-hati.
"Saya menambahkannya di Facebook, saya memeriksa akunnya, apa yang dipelajari, dari mana asalnya," kata perempuan berusia 30 tahun yang bekerja sebagai staf layanan pelanggan.
Seperti korban lain yang diwawancarai BBC, Cookie menemui jalan buntu setelah membayar.
Penipu memblokirnya di Facebook, dan ia tidak pernah mendapatkan tiket tersebut.

Sumber gambar, Supplied
"Saya merasa malu. Saya bahkan tidak memberi tahu keluarga atau teman terdekat saya tentang apa yang terjadi," kata Cookie.
"Saya tidak ingin dihakimi atau mendengar mereka berkata 'kamu bodoh'. Itu adalah tindakan putus asa karena saya benar-benar ingin berada di sana."
Di Indonesia, Vevee kembali mencoba mendapatkan tiket konser BTS meski tahu itu akan menjadi "pertarungan yang sulit" karena pertunjukan terbaru di Jakarta jatuh pada hari ulang tahun salah satu anggota BTS, yaitu V.
Vevee gagal dalam percobaan pertama pada penjualan pra-pemesanan pada Jumat.
"Sepertinya semua orang benar-benar mengincar pertunjukan terakhir itu."
Tanpa tiket dan dengan air mata, ia menyusun strategi untuk penjualan umum keesokan harinya.
Dia dan teman-temannya berpencar di seluruh Jakarta, dan "masing-masing dari kami mencoba membeli tiket dari lokasi berbeda, menggunakan koneksi internet dan akun yang berbeda".
Dan kali ini, dia berhasil.
Vevee mendapatkan tiketnya.
Reportase tambahan oleh Virma Simonette Rivera di Manila
































