Kisah desa-desa di Spanyol yang dijual karena kehabisan penduduk

    • Penulis, Esther Costa
    • Peranan, BBC Worklife
  • Telah diterbitkan

Kawasan Galicia di Spanyol yang berbatasan dengan Portugal di Semenanjung Iberia terus kehilangan penduduk. Kini ribuan desa yang terbengkalai di wilayah itu dijual ke publik.

Rosy Costoya adalah seorang dokter hewan dan pelaku usaha. Ia juga mengklaim diri sebagai meiga, yang dalam bahasa lokal dapat didefinisikan sebagai tukang sihir, tabib.

Meiga dalam terminilogi lokal juga didapat diartikan sebagai warga desa yang memiliki paling banyak pengetahuan tentang pengobatan lokal.

"Saya datang dari desa kecil dan saya merasa sangat terikat dengan kampung halaman saya," ujar Costoya.

Yang disenangi Galicia dari Galicia adalah pesisir yang belum terjamah manusia dan daerah pedesaannya yang asri. Galicia terletak di pesisir utara Spanyol.

Namun kawasan itu selama beberapa dekade terakhir terus kehilangan penduduk yang tadinya tinggal di pedasaan.

"Ayah saya adalah peternak. Saat kanak-kanak, saya sering menggembalakan ternak bersamanya, melalui desa-desa kecil yang kini kosong," kata Costoya.

Angka kelahiran yang rendah di Spanyol dan populasi yang berusia tua berdampak pada Galicia, termasuk rendahnya infrastruktur pemerintah.

Kini terdapat 3.562 desa yang terbengkalai di Galicia. Angka itu terus melonjak setiap pekan, menurut catatan Badan Statistik Nasional Spanyol (INE).

Atas situasi itu, Costoya bersama suaminya yang kelahiran Inggris, Mark Adkinson, membangun bisnis yang bertujuan menangani persoalan menahun Galicia. Mereka menjual desa-desa beserta isinya ke publik. Tujuan mereka: mengembalikan penduduk ke desa-desa yang kini tertutup.

Menjual sebagian sejarah

Awalnya Costoya bekerja sebagai petani dan peternak. Kemudian pada tahun 2005 dia dan Mark mendirikan perusahaan untuk membeli dan menjual properti pedesaan.

Costoya ingat perjalanan awal dengan kedua putrinya untuk menemukan rumah yang menarik untuk dipasarkan, sebelum teknologi seperti Google Earth menjadi hal lumrah dalam keseharian orang-orang.

Sekarang internet merupakan alat utama mereka untuk menjual rumah dan desa. Karena pasangan ini cukup terkenal, mereka tidak perlu mencari peluang. Para penjuallah yang mendatangi mereka.

Sebagian besar pelanggan mereka berasal dari Inggris, tapi ada pulai dari AS dan bagian lain Spanyol.

Daya jual properti mereka meningkat tahun lalu ketika pemain film Hollywood, Gwyneth Paltrow, memasukkan sebuah desa terbengkalai di dekat Lugo, sebuah kota di Galicia, dalam katalog hadiah Natal ke majalah daring miliknya, Goop.

Namun usaha pasangan itu tak berdiri begitu saja. Bagian tersulit dari menjual seluruh desa, kata Costoya, adalah mengumpulkan semua dokumen hukum.

"Juga sangat penting bagi saya untuk memilih pemilik baru yang tepat. Saya menjual sebagian tanah saya, bagian dari sejarah Galicia," katanya.

Costoya baru-baru ini menjual properti ke pelanggannya yang tinggal di London, yang dia pilih dari 200 kandidat.

"Desa-desa yang ada dalam daftar jual kami memiliki harga yang berbeda, tergantung pada nilai di balik mereka," kata Costoya.

"Kami memiliki beberapa properti di bawah Rp779 juta hingga Rp28 miliar. Itu tergantung pada lokasinya, di mana properti itu, apakah itu dalam reruntuhan."

Costoya, yang kini masih berprofesi sebagai dokter hewan, baru-baru ini menjual satu desa berisi tiga rumah bertanah lapang dan pantai yang dekat kota tepi laut Viveiro seharga Rp4,6 miliar.

Pemilik baru, Serena Evans, suami dan dua putrinya, senang dengan pembelian mereka.

"Kami memiliki sepotong kecil Galicia atas nama kami sendiri. Kami ingin berada di sana, menghabiskan waktu dan menikmatinya," kata pembalap asal Inggris itu.

Saat ini desa-desa lain di Galicia masih menunggu pemilik baru.

"Kami dulu memiliki 30 atau 40 tetangga," kata Benita Felgueira dari O Penso, sebuah desa yang kini juga dijual.

"Situasi ini membuatku sedih, melihat desa seperti ini," ujarnya.

Masalah depopulasi pedesaan terus memicu perdebatan. Sejumlah gerakan publik seperti 'La Espana Vacia' atau 'Spanyol Kosong', berusaha menarik perhatian para politisi.

Presiden regional Galicia, Alberto Nunez Feijoo, menjanjikan insentif untuk mendorong warga Galicia yang bekerja di luar negeri untuk kembali.

Tetapi Rosy Costoya berkata ia optimis ketika datang ke desa-desa yang sepi di Galicia.

"Saat ini, karena internet, Anda dapat hidup dari jarak jauh dan tetap terhubung. Ini adalah momen yang indah untuk mengisi kembali semua desa yang ditinggalkan ini, untuk mengisi kembali Spanyol," tuturnya.

Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris di BBC Worklife, dengan judul Can tiny abandoned towns put Galicia on the map.