
Personel polisi Arab Saudi melakukan pemeriksaan terhadap pengendara mobil.
Kepala Polisi Syariat Arab Saudi menjanjikan pedoman baru bagi angkatan kepolisian untuk mencegah tindakan berlebihan oleh anggotanya yang sempat menyulut penentangan massal baru-baru ini.
Abdul-Latif al-Sheikh mengatakan juga polisi syariat tidak akan menangkap lagi pria yang tidak didampingi keluarga memasuki pusat pertokoan karena menjadi pihak yang dicurigai berada di kawasan itu.
Selain itu wewenang polisi syariat lain yang akan dipangkas adalah tidak boleh melakukan penangkapan, penyelidikan, dan merazia rumah-rumah.
Pedoman baru disusun atas perintah pihak berwenang Arab Saudi agar anggota polisi syariat tidak memaksakan interpretasi pribadi mengenai peraturan berdasarkan ajaran Islam.
Seperti dilaporkan beberapa media, Abdul-Latif al-Sheikh dikutip mengatakan bahwa sebagian wewenang polisi syariat akan dilimpahkan kepada kepolisian reguler atau institusi kehakiman.
Abdul-Latif al-Sheikh mengaku memang ada sejumlah keluhan terkait tingkah laku bawahannya.
Pengawasan
Langkah tersebut diambil menyusul berbagai insiden termasuk memerintahkan kepada seorang perempuan untuk meningggalkan mal karena perempuan tersebut bersolek dan mempunyai andil dalam menyebabkan kecelakaan fatal setelah satu keluarga menolak menurunkan volume radio.
Polisi syariat mengawasi larangan kaum perempuan berkumpul dengan pria yang bukan muhrimnya.
Mereka melakukan patroli di tempat-tempat umum untuk memastikan perempuan mengenakan pakaian yang pantas.
Polisi syariat juga bertugas memastikan warga pria pergi ke masjid untuk sembahyang Jumat.






