You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Dilamar di lapangan sepak bola oleh pasangannya yang mengidap kanker, pesepakbola Australia 'terpana dan menangis'
Rhali Dobson, pesepakbola klub Melbourne City, pekan ini mengumumkan akan pensiun dari dunia sepak bola profesional demi mendukung pasangannnya, Matt, yang menderita kanker otak.
Dalam laga terakhirnya, dia mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-1 timnya atas Perth Glory, Kamis lalu. Tapi kisahnya tak berakhir di situ.
Tatkala pemain berusia 28 tahun itu berlari untuk merayakan gol itu bersama keluarganya di pinggir lapangan, tiba-tiba kekasihnya itu berlutut.
Rupanya Matt melamar Dobson untuk menjadi tunangannya.
Dobson tampak terpana dan kemudian menangis sebelum pasangan itu dikerumuni oleh rekan-rekan satu timnya.
Dia telah melamar Matt dua kali dalam beberapa pekan terakhir hanya agar Matt menertawakannya.
Dalam wawancara sebelumnya, Dobson mengungkapkan dia hanya memberi tahu rekan satu timnya tentang rencananya untuk gantung sepatu pada Rabu.
Baca juga:
"Mereka sangat fenomenal," ujar Dobson
"Saya menjaganya agar cukup tenang, karena saya ingin mereka tetap fokus untuk memastikan kami dapat tampil maksimal hingga akhir musim. Seperti yang kita ketahui, penampilan kami naik-turun.
"Mereka tahu Matt menjalani operasi dan segalanya menjadi luar biasa ketika mereka mengirim pesan kepada kami berdua, dan memastikan bahwa kami tahu bahwa mereka ada di sini untuk kami. Mereka sungguh sempurna."
Tunangan Dobson didiagnosis mengidap kanker enam tahun lalu, setelah mengalami kejang-kejang saat bermain sepak bola.
Dia menjalani operasi untuk kedua kalinya awal bulan ini dan akan menjalani terapi radiasi agresif, sebelum menjadi kemoterapi selama 12 bulan.
"Lima hari setelah operasi otaknya, dia mendorong saya ke sini, ke Melbourne, seraya berkata bahwa saya harus menyelesaikan laga musim ini, bahwa saya harus menyelesaikan tugas yang belum selesai dan hal itu masih normal seperti biasanya," kata Dobson awal pekan ini.
"Lantas kami mendapat kabar dua hari setelah saya kembali ke Melbourne bahwa bagian yang mereka keluarkan - mereka mendapatkan semuanya, luar biasa - waktu itu telah beralih ke tumor otak tingkat tiga.
"[Kabar] ini lebih besar dari olah raga. Dia adalah mutlak segalanya bagiku."