You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.

Take me to the main website

Pendukung Prabowo-Gibran rayakan hasil hitung cepat

Hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei menunjukkan Prabowo Subianto unggul jauh dari pesaingnya, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Liputan langsung

  1. Ringkasan laporan langsung

    Sepanjang pagi ini, tim BBC News Indonesia yang berada di berbagai kota di Indonesia telah mengirimkan laporannya.

    Hari ini, lebih dari 277 juta warga Indonesia akan mendapatkan jawaban, siapa presiden dan wakil presiden yang pada Oktober nanti menggantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

    Seluruh kandidat capres-cawapres telah memberikan suaranya - Anies Baswedan di Jakarta, Prabowo Subianto di Hambalang, Ganjar Pranowo di Semarang, Muhaimin Iskandar di Jakarta, Gibran Rakabumin Raka di Solo, dan Mahfud MD di Yogyakarta.

    Presiden Joko Widodo, didampingi Ibu Negara Iriana, juga telah menyoblos di Jakarta.

  2. Kisah dari desa di perbatasan Indonesia-Timor Leste, Antusiasme warga eks-Timor Timur menyoblos di TPS

    Sering dijuluki sebagai "serambi" Indonesia yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, Desa Silawan di Belu, Atambua tak ketinggalan ambil bagian dalam Pemilu 2024.

    Salah satunya di TPS 006 yang terletak di Desa Silawan, Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Mayoritas penduduk di wilayah ini bermigrasi pada 1999 dari Balibo, Timor-Timur - kini menjadi negara Timor Leste ketika memisahkan diri dari Indonesia.

    Titik lokasi TPS 006 ini berada tidak kurang lebih 100 meter garis perbatasan dan kalau diukur dari “Papan Batas” yang di tanaman ke arah kebelakang maka hanya berjarak sekitar 25 30 meter dengan Timor Leste.

    Dengan jumlah DPT sebanyak 262 orang, mereka sangat antusias mengambil bagian penyelengaraan pemilu.

    Dusun ini berbatasan dengan Timor Leste hanya dengan sungai kecil Untuk ke ketahui penduduk Eks Timor-Timur yang menduduki wilayah dusun Manumuti ini masih punya hubungan kekeluargaan yang erat dengan masyarakat Timor Leste di Balibo.

    Mereka sudah menjadi warga negara Indonesia dan mempunyai hak yang sama dengan warga lokal lainnya untuk mengikuti Pemilu.

    Laporan Anato Moreira dari Atambua

  3. Suara dari pemilih pemula di Jakarta

      • Penulis, Tri Wahyuni
      • Peranan, Melaporkan dari Jakarta

    Pemilu 2024 menjadi pemilu pertama buat Stiven Sagala, pelajar berusia 19 tahun. Tidak seperti kebanyakan orang yang bisa mencoblos di sekitar lingkungan rumahnya, Stiven dan keluarga harus menempuh jarak 12 kilometer lebih untuk menggunakan hak suaranya.

    Dari Rusun Nagrak di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, saya mengikuti Stiven dan ibunya menuju TPS 098 di Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok. Untuk sampai di sana, kami harus naik angkot Jak Lingko tiga kali dengan waktu tempuh hampir satu jam.

    Cuaca hujan dan banyak bagian jalan yang tergenang tidak mengurungkan niat Stiven untuk menyoblos. “Hujan begini doang,” ujarnya.

    Sebagai warga gusuran, Stiven dan keluarga harus mencoblos di tempat tinggalnya yang sebelumnya, yaitu Kampung Muara Bahari di dekat Jakarta International Stadium (JIS) - sesuai alamat yang tertera di KTP.

    Stiven bilang, ini salah satu momen yang dia tunggu ketika sudah mendapatkan KTP karena dia bisa “berkontribusi untuk memilih pemimpin”.

    Siswa kelas 3 SMA itu mengaku memilih pemimpin dengan melihat program-programnya. Selain mencari informasi sendiri di internet, dia juga “menyerap dan mengolah informasi” dari lingkungan sekitarnya, seperti teman-temannya yang “lebih melek politik”.

    “Pertimbangan memilihnya lihat programnya yang berpengaruh untuk saya dan menguntungkan lingkungan sekitar saya. Lihat rekam jejaknya mereka juga. Baik-baik semua programnya, tergantung lihatnya dari sudut pandang mana,” kata Stiven.

    Dia berharap pemimpin yang terpilih bisa menepati janji-janjinya.

    “Lima puluh persen janjinya ditepati saja sudah bagus.”

    Dalam Pemilu 2024, generasi muda berusia usia 22-30 tahun akan mendominasi pemilih secara nasional, dengan porsi 56%, atau sekitar 114 juta. Separuh dari mereka merupakan pemilih pemula.

  4. Penyintas '65: "Saya sudah putus asa dengan negara"

      • Penulis, Abraham Utama
      • Peranan, Melaporkan dari Jakarta

    Penyintas Tragedi 1965, Lukas Tumiso, menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara yang berada di kawasan Jakarta Pusat, tak jauh dari tempat tinggalnya di Panti Waluyo Sejati Abadi.

    Tumiso kini berusia 84 tahun. Ingatannya tidak sekuat beberapa tahun lalu ketika dia rutin menjadi pemberitaan tatkala kelompok masyarakat sipil dan pemerintah getol membahas Tragedi 1965, termasuk melalui sebuah simposium nasional tahun 2016.

    "Saya selalu nyoblos," kata Tumiso dalam tutur kata yang terbata-bata. Ia sulit berkomunikasi sejak jatuh pada suatu hari di tahun 2022.

    Tumiso dipenjara di Pulau Buru, Kepulauan Maluku dalam rangkaian gejolak Peristiwa 1965. Sebelumnya dia pernah dijebloskan ke Penjara Kali Sosok Surabaya dan Penjara Nusakambangan Cilacap. Dia dipenjara tanpa proses peradilan. Orde Baru menuduh bahwa Tumiso adalah anggota Partai Komunis Indonesia. Tuduhan itu selalu dibantah Tumiso.

    Selama bertahun-tahun, Tumiso selalu menyebut dirinya tak berkaitan dengan PKI. Saat ditangkap militer dan sebelum dibuang ke Pulau Buru, Tumiso bekerja sebagai seorang guru. Pada saat yang sama dia aktif di Persatuan Guru Republik Indonesia dan tercatat sebagai mahasiswa Universitas Res Republica Surabaya. Di sana, Tumiso berkegiatan di Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia.

    Sejak 2004, Tumiso tinggal di Panti Waluyo Sejati Abadi. Panti yang menampung para penyintas Tragedi 1965 itu menempati bangunan yang dibeli dan dihibahkan oleh mendiang Taufik Kiemas, bekas legislator, politikus, dan suami Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Panti itu diresmikan oleh Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, tahun 2004.

    Presiden Jokowi telah mengakui, pada Desember 2022, bahwa Tragedi 1965 merupakan kasus pelanggaran HAM berat. Jokowi, atas nama negara, membuat pengakuan dan menyatakan penyesalan atas tragedi tersebut.

    Namun beberapa penyintas Tragedi 1965 yang BBC jumpai menyebut pengakuan dan penyesalan negara itu belum diikuti dengan pemulihan nama baik, kompensasi, maupun sejumlah hak lain yang mereka pantas diterima korban pelanggaran HAM berat.

  5. Minimnya faskes dan akses bagi penyandang disabilitas

      • Penulis, Amahl Azwar
      • Peranan, Melaporkan dari Depok, Jawa Barat

    Kita kembali ke keluarga Hamid dan Mareti, pasangan tuna netra yang menyoblos di Depok, Jawa Barat.

    Sebelum Mareti dipanggil petugas KPPS, saya sempat duduk dan berbincang dengannya.

    Kepada saya, perempuan berusia 47 tahun ini menuturkan dirinya mulai menjadi tuna netra sejak usia 7 tahun.

    Puluhan tahun menjadi tuna netra, menurutnya, layanan kesehatan menjadi yang paling penting untuk diperhatikan.

    Dia mengaku kadang masih harus mengantri faskes sekalipun sudah diberi surat rujukan sebagai penyandang disabilitas.

    "Kalau kita kondisinya tidak terlalu nge-drop sih gak papa nunggu mengantre. Tapi kalau lagi sakit bukannya malah semakin nge-drop?"

    Farida Nurdina, 17 tahun, yang mendampingi kedua orang tuanya yang tuna netra, mengaku masih banyak petugas kesehatan yang tidak mengerti tentang disabilitas.

    "Pernah saya dilarang masuk ke ruangan lalu saya bilang: 'Tapi kan Ibu saya tuna netra.' Lalu mereka tanya "Tuna netra itu apa? Oh, gak bisa ngeliat?," ujar Dina, panggilan akrabnya.

    Dina pun berharap siapa pun presiden terpilih akan bisa lebih memperhatikan penyandang disabilitas.

  6. Seperti apa pelaksanaan pemungutan suara di luar negeri?

    Pemungutan suara Pemilu 2024 di luar negeri dilakukan sebelum tanggal 14 Februari, BBC News Indonesia menghimpun kesaksian WNI yang menggunakan hak pilihnya dari berbagai negara dalam artikel ini.

  7. Pemilih disabilitas memberikan suara di Kota Padang

    Pemilih disabilitas memberikan suara mereka di Kota Padang yang dilaksanakan pada Rabu 14 Februari 2024.

    Salah seorang pemilih disabilitas, Saiful Anwar (17), menyalurkan suaranya di TPS 07, Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

    Remaja pengidap down syndrome itu datang ke TPS bersama pendampingnya yang membantu untuk melakukan pemilihan.

    "Iya, (ini baru pertama kali saya memilih)," katanya saat diwawancarai wartawan Halbert Caniago yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

    Pendamping Saiful, Zukri, mengatakan bahwa ia mendampingi beberapa orang remaja penyandang disabilitas down syndrome di dua TPS di Kelurahan Kalumbuk.

    Ia mengatakan, tugasnya sebagai pendamping hanya membawa penyandang disabilitas ke bilik suara dan membukakan surat suara yang diberikan oleh KPPS.

    "Setelah itu, kami membiarkan mereka yang mencoblos. Karena untuk pilihan ini kan tidak boleh ada intimidasi," lanjutnya.

  8. Profil tiga kandidat calon presiden

    Apakah Anda sudah menggunakan hak pilih hari ini?

    Tonton video profil ketiga calon presiden untuk membantu Anda menetapkan pilihan.

  9. Suara dari ibu korban peristiwa Tragedi Semanggi I tahun 1998

      • Penulis, Muhammad Irham
      • Peranan, Melaporkan dari Jakarta

    Maria Catarina Sumarsih, hadir dengan busana serba hitam di TPS 103 di bilangan Jakarta Barat.

    Orang tua korban dari peristiwa Tragedi Semanggi I ini ikut menyalurkan hak suaranya di Pemilu 2024. Pada 13 November 1998, Sumarsih kehilangan putranya, Bernardinus Realino Norma Irmawan alias Wawan - yang saat itu merupakan mahasiswa Universitas Atmajaya.

    "Karena masa depan kita selama lima tahun di tangan mereka yang kita pilih," kata Sumarsih saat ditemui di TPS dekat kediamannya, Rabu (14/02).

    Sementara itu, adik Wawan, Irma Normaningsih, juga ikut menyalurkan suaranya di TPS yang sama. "Karena hak pilih, jadi memang harus memberikan suara. Tapi tidak ada yang menarik untuk dipilih," katanya.

    Alasan lain Irma tetap menyalurkan suaranya untuk mencegah surat suaranya disalahgunakan pihak-pihak tertentu.

    Irma mengaku tidak bisa berharap banyak dari kandidat capres dalam pemilu kali ini bisa menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu.

    Sejak 18 Januari 2007, Sumarsih dan sejumlah keluarga korban pelanggaran HAM berat masa lalu melakukan aksi Kamisan di depan Istana Presiden, Jakarta.

    Aksi ini bertujuan menuntut pemerintah menyelesaikan kasus-kasus HAM yang belum terselesaikan.

    "Mengikuti beberapa kali pemilu ini sudah seperti kebal. Suara korban selalu dimanfaatkan di awal utk menarik simpati masyarakat," kata Irma.

    Sejak reformasi, Sumarsih, perempuan 71 tahun ini mengaku selalu mengikuti pencoblosan pada pemilu-pemilu sebelumnya. Hanya dua pemilu yang tidak dia ikuti yaitu pada 1999 dan 2004 dengan alasan "belum siap" dan lokasi TPS yang berbeda dari anggota keluarga lainnya.

  10. TPS unik: Dari wayang hingga Valentine

    Layaknya sebuah pesta, sejumlah Tempat Pemungutan Suara dihias dengan cantik dan unik untuk menyambut para pemilih dalam "pesta rakyat" Pemilu 2024.

    Berikut adalah sebagian gambar yang kami kumpulkan.

  11. Pemungutan suara menggunakan sistem noken di Papua

      • Penulis, Raja Eben Lumbanrau
      • Peranan, Melaporkan dari Papua

    Dari Papua, pemungutan suara dengan sistem noken masih berlangsung.

    Noken, yang juga secara harafiah merupakan nama tas anyaman dari serat kulit kayu, memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Papua.

    Meski tak diketahui secara pasti sejak kapan sistem noken digunakan dalam memilih perangkat negara, sejumlah ahli meyakini sistem ini sudah dipakai oleh pemerintah Indonesia pada tahun 70-an.

    Berikut adalah foto-foto di TPS Kampung Konan, Distrik Muliama, Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang diambil oleh Jurnalis BBC Indonesia, Anindita Pradana.

  12. Apakah Golput melanggar hukum?

    Singkatnya, tidak. Namun KPU mengingatkan bahwa seruan ajakan golput masuk ke dalam pelanggaran pidana pemilu menurut Pasal 55 UU Pemilu yang berbunyi:

    "Setiap orang yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada Pemilih supaya tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih Peserta Pemilu tertentu atau menggunakan hak pilihnya dengan cara tertentu sehingga surat suaranya tidak sah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah)."

    Namun, Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) berpandangan ancaman pidana yang tertera dalam pasal ditujukan pada seseorang yang menggerakkan orang lain untuk golput pada hari pemilihan dengan cara menjanjikan sesuatu berupa uang atau materi.

    Lebih jauh soal ketentuan golput, baca di sini.

  13. Antusiasme tinggi warga Padang ikut pemilu

    Antusiasme warga Kota Padang, Sumatra Barat, untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu kali ini cukup tinggi. Mereka berbondong-bondong ke TPS untuk memilih presiden dan anggota legislatif baru.

    Pantuan pada Rabu (14/02) pagi, banyak TPS di Kecamatan Padang Timur, Kuranji, Nanggalo terlihat ramai dikunjungi oleh warga.

    Padang, pada Pemilu 2019 lalu, merupakan salah satu daerah dengan basis pendukung kuat untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

    Seperti apa hasil suara warga Sumatra Barat untuk pemilu tahun ini? Ikuti laporannya dalam reportase langsung BBC News Indonesia.

    Laporan Halbert Chaniago dari Padang

  14. 'Layanan terhadap kami perlu diperbaiki', Harapan pasangan tuna netra dalam Pemilu 2024

      • Penulis, Amahl Azwar
      • Peranan, Melaporkan dari Depok, Jawa Barat

    Pukul 7.30 pagi ini saya dan jurnalis video Ivan Batara bertandang ke rumah pasangan tuna netra Hamid dan Mareti untuk mendokumentasikan pengalaman mereka menggunakan hak pilih di TPS.

    Hamid, pria berusia 47 tahun ini sehari-hari bekerja sebagai guru musik di SLB Lebak Bulus sejak tahun 2003. Sementara istrinya adalah ibu rumah tangga.

    Bersama putri mereka, Farida Nurdina,17 tahun, mereka mendatangi TPS di komplek perumahannya, Villa Gading Emas di Depok, Jawa Barat.

    Kendati mengaku deg-degan, Hamid merasa penting untuk memilih. Baginya, pelayanan terhadap orang dengan disabilitas termasuk tuna netra penting untuk diperhatikan.

    "Siapa pun presidennya adalah pemimpin baru karena pemimpin sebelumnya tidak bisa ikut lagi," ungkap Hamid.

    "Layanan terhadap kami untuk kehidupan sehari-hari perlu diperbaiki."

  15. Harapan pemilih pemula dari Atambua

    Dari Atambua, Nusa Tenggara Timur, para pemilih mulai berdatangan setelah pulang dari gereja untuk melaksanakan misa Rabu Abu.

    Daimond Nahak, yang berusia 17 tahun, menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya dalam pemilu kali ini.

    “Saya sangat penasaran karena ini pertama bagi saya dan saya mendapat kesempatan untuk bisa memilih pemimpin negara. Penasaran karena saya sendiri belum dan juga ingin tahu apa yang akan terjadi ketika berada dalam bilik suara," kata Daimond sebelum melakukan pencoblosan.

    Daimond datang bersama ibunya di TPS 16 SKD Wehor Halwen-Atambua, yang berdekatan dengan perbatasan Indonesia-Timor Leste.

    “Harapan saya semoga para pemimpin yang terpilih bisa membangun bangsa dan negara tanpa Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN),” ungkap Daimond, ketika ditanya harapannya tentang presiden baru yang akan terpilih dalam Pilpres kali ini.

    Laporan oleh Anato Moreira dari Atambua

  16. Dalam gambar - Banjir di Demak di hari pemilu

    Seperti yang telah kami beritakan sebelumnya, pemilihan umum yang sedianya dilaksanakan hari ini harus ditunda karena ratusan TPS di Demak terendam banjir.

    Berikut sejumlah gambar dari kontributor BBC News Indonesia di Demak, Jawa Tengah:

    Laporan Furqon Ulya Himawan dari Demak, Jawa Tengah.

  17. Capres Prabowo Subianto mencoblos di Hambalang

    Sekitar pukul 09.00 WIB, capres nomor urut dua Prabowo Subianto menyalurkan suaranya di TPS 33, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

    Usai mencoblos, Prabowo memberikan keterangan kepada wartawan. Dia mengucapkan terima kasih kepada petugas di TPS di mana dia menyalurkan suaranya.

    Dia juga mengharap proses pemilu kali ini berjalan lancar, Dan, "kita tunggu hasilnya," ujar Prabowo.

  18. Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menyoblos di Gambir, Jakpus

    Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana menggunakan hak pilihnya di TPS 10 di Gambir, Jakarta Pusat, sekitar pukul 08.45 WIB.

    Jokowi mengenakan kemeja putih dan celana hitam. TPS 10 terletak di pelataran Kantor Lembaga Administrai Negara.

    Usai menyoblos, Jokowi dan Ibu Negara memamerkan jari tangannya yang sudah bertinta. Di hadapan wartawan, Presiden mengatakan Pemilu 2024 merupakan pesta demokrasi.

    "Kita harap Pemilu 2024 bisa menjadi pesta rakyat yang berlangsung jujur, adil dan aman," kata Jokowi.

    Tentang dugaan kecurangan, Jokowi mengatakan, masyarakat bisa melaporkannya ke Bawaslu. "Jika ada [kecurangan], bisa mengugat ke MK," ujar Jokowi.

  19. Pemilu di lintas batas Indonesia-Timor Leste, Hujan dan dan Rabu Abu tunda pemungutan suara di Belu, Atambua

    Pemungutan suara di Belu, Atambua, Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan dengan Timor Leste tertunda karena hujan yang tak kunjung henti dan sebagian besar warga – yang mayoritas beragama Katolik – memilih untuk ke gereja terlebih dulu.

    Hajatan demokrasi kali ini bertepatan dengan Rabu Abu, salah satu perayaan menjelang Paskah bagi umat Katolik.

    Pada pukul 08.14 WITA, TPS 15,16,17 dan 18 di Desa Kabuna Haliwen-Atambua, terpantau masih sepi dan para pemilih belum berdatangan.

    “Keterlambatan ini dikarenakan faktor cuaca, hujan yang sudah berlangsung beberapa hari terakhir dan masyarakat masih memilih untuk misa pagi di gereja, karena pesta demokrasi hari ini juga bertepatan dengan perayaan Hari Rabu Abu bagi Umat katolik,” kata Januari Nona Alo, salah satu pemilih yang ditemui di TPS 16 di Haliwen, Atambua.

    Laporan oleh Anato Moreira dari Atambua

  20. Profil Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, capres-cawapres yang mengusung 'gerakan perubahan'