Enam petugas Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) di sejumlah daerah dilaporkan meninggal jelang hari pemungutan suara Pemilu 2024.
Di Pidie, Aceh, tercatat dua petugas meninggal dunia, Ketua KPPS di Desa Mane, Yusrizal, dan anggota KPPS di Desa Barieh, Abdurrahman. Keduanya diduga meninggal karena kelelahan — mereka sempat mengaku pusing saat menandatangani dan mempersiapkan kertas undangan pemilih.
Di Medan, Sumatra Utara, seorang petugas KPPS meninggal pada Selasa (13/02). Firmanto yang merupakan Ketua KPPS di TPS 6 Kelurahan Batubara diduga meninggal akibat terkena serangan jantung.
Petugas KPPS di Magetan, Jawa Timur, yakni Rita Setyaningsih dilaporkan meninggal pada Senin (12/02). Ibu tiga anak ini sempat mengikuti serangkaian kegiatan persiapan pemungutan suara selama tiga hari berturut-turut sejak Jumat (09/02) sampai Minggu (11/02).
Pada Minggu malam, perempuan 41 tahun ini mengeluhkan pusing, tangan kanan kaku dan tangan kiri lemas. Ia lantas dilarikan ke UGD, namun pada Senin pagi Rita dinyatakan meninggal.
Adapun di Sukabumi, Jawa Barat, petugas KPPS di Kecamatan Cubeureum, bernama Hendra Lesmana dinyatakan meninggal pada Sabtu (10/02). Ketua KPU Kota Sukabumi mengatakan tidak mengetahui pasti penyebab kematian Hendra.
Di Wonosobo, Jawa Tengah, Ketua KPPS di TPS 11 yaitu Wahyu Jatmiko, 43 tahun, meninggal saat mempersiapkan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Saat sedang mempersiapkan TPS, korban disebut tiba-tiba jatuh pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong.
Pada pemilu sebelumnya, ratusan anggota KPPS meninggal dunia setelah penyelenggaraan pemungutan suara. Pada Oktober 2020, Ketua KPU yang menjabat kala itu, Arief Budiman, menyebut secara keseluruhan ada 894 petugas KPPU yang meninggal dunia, sedangkan 5.175 petugas mengalami sakit.