You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.

Take me to the main website

Pendukung Prabowo-Gibran rayakan hasil hitung cepat

Hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei menunjukkan Prabowo Subianto unggul jauh dari pesaingnya, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Liputan langsung

  1. Profil Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, presiden dan wakil presiden yang ‘bertekad membebaskan Indonesia dari kemiskinan dan kelaparan’

  2. Akhir dari laporan langsung

    Ini adalah akhir dari laporan langsung kami di hari pemungutan suara Pemilu 2024. Terima kasih telah bersama kami sepanjang hari ini.

    Untuk mendapatkan perkembangan terbaru tentang Pemilu 2024, Anda dapat mengakses laman utama BBC News Indonesia dan halaman topik Pemilu 2024 ini.

    Sementara itu, halaman hitung cepat ini juga akan terus diperbarui - kini juga menampilkan penghitungan suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum.

  3. Sumarsih: 'Ya, enggak apa-apa, aksi Kamisan akan tetap berjalan'

      • Penulis, Amahl Azwar
      • Peranan, Melaporkan dari Jakarta

    Kami menghubungi Maria Catarina Sumarsih, ibu dari Bernardinus Realino Norma Irmawan alias Wawan, yang meninggal pada peristiwa Tragedi Semanggi 1998, di sela-sela pidato Prabowo Subianto yang mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2024.

    Sejak 18 Januari 2007, Sumarsih dan sejumlah keluarga korban pelanggaran HAM berat masa lalu melakukan aksi Kamisan di depan Istana Presiden, Jakarta.

    Aksi ini bertujuan menuntut pemerintah menyelesaikan kasus-kasus HAM yang belum tuntas.

    Sumarsih menegaskan Aksi Kamisan akan tetap berlangsung sekalipun Prabowo - yang selama ini disebut-sebut terlibat - menjadi presiden.

    "Besok [Kamis, 15/02] tetap Aksi Kamisan. Itu rutin. Saya memberitahukan ke Polda itu sebulan sekali termasuk besok, mulainya dari jam 3 sampai jam 5," ujar Sumarsih kepada BBC News Indonesia.

    Ketika dimintai tanggapan mengenai terpilihnya Prabowo sebagai presiden, Sumarsih berkata: "Ya enggak apa-apa".

    "Saya sih enggak mempersalahkan siapa pun yang menjadi presiden. Kalau masalah sulitnya [penuntasan kasus] kan sudah lama. Sulit dan berbelit-belit," imbuhnya.

    "Dalam Aksi Kamisan itu kami menyuarakan masalah kemanusiaan dan untuk mewartakan kebenaran dan keadilan saja. Kami tidak mengait-ngaitkan dengan masalah politik dan pemilu."

  4. Prabowo-Gibran: ‘Yakin satu putaran, tapi tidak boleh euforia’.

      • Penulis, Silvano Hajid
      • Peranan, Melaporkan dari Istora Senayan, Jakarta

    Sudah 30 menit Prabowo-Gibran tiba di Istora Senayan, selama itulah Prabowo menyebut sejumlah nama dalam pidatonya.

    Teriakan paling keras dari para pendukung Prabowo-Gibran, ketika nama Titiek Soeharto disebut. Titiek adalah mantan istri, juga putri mantan presiden Suharto.

    Ucapan terima kasih juga berkali-kali disebut oleh Prabowo, terutama ketika ia membahas tentang hasil hitung cepat.

    “Semua lembaga survei termasuk lembaga yang berada di tiap-tiap paslon lain menunjukkan angka-angka yang memang paslon Prabowo-Gibran menang sekali putaran,” kata Prabowo dalam pidatonya.

    Namun, Prabowo juga mengingatkan kepada pendukungnya agar tidak jumawa terhadap hasil tersebut.

    “Walaupun kita harus beryukur kita tidak boleh sombong, jumawa. Tidak boleh euforia, tetap rendah hati. Kemenangan ini harus jadi kemenangan untuk seluruh rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

    Prabowo juga menyebut nama-nama presiden Indonesia, termasuk Presiden Megawati Soekarnoputri. Dia menyebut, Presiden Megawati luar biasa.

    Di tengah-tengah pidatonya, terselip pula ungkapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo.

    “Presiden Joko Widodo, saya sangat kenal. Beliau adalah pekerja yang sangat, sangat keras, tidak ada capeknya, menteri-menteri ikut kewalahan ikut beliau,” dia berkata, disambut riuh rendah pendukungnya.

    Tak lama setelah menyelesaikan pidato, Prabowo dan Gibran meninggalkan lokasi bersama.

  5. Rumah pemenangan Ganjar-Mahfud sepi

      • Penulis, Hanna Samosir
      • Peranan, Melaporkan dari Jakarta

    Sementara itu, rumah pemenangan Ganjar-Mahfud yang berada di Menteng, Jakarta Pusat terlihat sepi setelah hasil hitung cepat menunjukkan keunggulan Prabowo-Gibran.

    Saat saya tiba di lokasi pukul 19.00 WIB, hanya terlihat sejumlah wartawan yang duduk di halaman depan rumah pemenangan.

    Ganjar, menurut mereka, sudah meninggalkan rumah pemenangan itu sekitar pukul 16.45 WIB. Capres nomor urut 03 itu sempat mengatakan kepada awak media bahwa ia akan pulang — meski tak secara detail menyebutkan pulang ke mana.

    "Dari tadi memang enggak terlalu ramai, sih. Ganjar pergi, cuma bilang mau pulang. Sampai sekarang, enggak tahu dia di mana,” kata seorang wartawan.

    Sementara itu, situasi di kantor Dewan Pimpinan Pusat PDIP juga sepi. Pada pukul 19.30 WIB, hanya terlihat sejumlah wartawan di lobi dan teras gedung itu.

  6. Relawan Anies-Muhaimin deklarasikan kemenangan tandingan

      • Penulis, Muhammad Irham
      • Peranan, Melaporkan dari Jakarta

    Di Markas Pemenangan Amin di bilangan Jakarta Pusat, suasana riuh rendah - meski jauh lebih sepi bila dibandingkan dengan perayaan di Istora Senayan.

    "Lawan, lawan, lawan dan menang! Lawan yang curang sekarang juga…” teriak puluhan relawan Amin di atas panggung.

    Deklarasi ini merupakan reaksi balasan dari kubu Prabowo-Gibran yang sejauh ini berada di puncak hasil hitung cepat.

    "Kita yang sudah menang," kata seorang relawan di atas panggung.

    Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dilaporkan berada di tempat itu pada sore tadi, namun meninggalkan lokasi setelah hari beranjak malam.

    Adel berada di antara mereka. Relawan Amin yang datang dari Bogor, Jawa Barat, ini mengatakan tidak terima dengan hasil hitung cepat.

    "Hasil (suara) yang saya terima dari lapangan itu sangat jauh," kata perempuan 36 tahun ini.

    Adel menambahkan "kalau menemukan ketidakadilan kita harus melawan". Ia menyatakan siap turun ke jalan untuk berunjuk rasa tergantung dari arahan di lingkungan elit Amin.

    "Siap sekali (untuk demo) Karena itu kan suara kita yang dicurangi," tambahnya.

    Relawan lainnya, Zainal Yasin mengaku ragu dengan hasil hitung cepat.

    "Itu belum pasti," katanya. Ia memilih untuk menunggu hasil dari KPU.

  7. Terbaru, Pernyataan Prabowo Subianto di Istora Senayan, Prabowo optimistis dirinya menang satu putaran

    Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah tiba di Istora Senayan pada Rabu (14/02) malam.

    Di podium, keduanya menyapa pendukungnya yang menjejali Istora Senayan - termasuk sejumlah pejabat dari delapan partai dalam Koalisi Indonesia Maju yang menyokong pencalonannya dalam Pilpres 2024 – dan memberikan pernyataannya.

  8. Pendukung Anies-Muhaimin: 'Lawan yang curang sekarang juga'

    "Lawan, lawan, lawan dan menang! Lawan yang curang sekarang juga," teriak puluhan relawan Amin di markas pemenangan Anies-Muhaimin di Jakarta Pusat, Rabu (14/02) malam.

    Mereka mengindikasikan adanya kecurangan dalam pemilu setelah hasil hitung cepat beredar di banyak media.

    "Jangan takut Bapa, Mama," ujar salah seorang pendukung. "Perjuangan kita jangan berakhir di sini."

  9. Sementara itu, hasil hitung cepat per 19.45 WIB

  10. Terbaru, Prabowo Subianto ucapkan terima kasih pada koalisi

    Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah tiba di Istora Senayan, Jakarta. Keduanya mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna merah-biru.

    Dalam pidatonya di hadapan ribuan pendukung yang bersorak-sorai, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada tokoh-tokoh politik dalam koalisi pendukungnya.

    Saat ini, tim BBC News Indonesia berada di Istora Senayan. Laporan selengkapnya akan segera kami beritakan.

  11. Pemilih pemula: Kisah Joni Kala, si bocah penyelamat merah putih di perbatasan

    Mungkin masih dalam ingatan kita kisa viral bocah SMP Negeri SIlawan di Belu, Atambua, NTT pada 2018 yang memanjat tiang bendera untuk menyelamatkan bendera Merah Putih yang putus tali saat upacara pengibaran HUT RI ke-73 di Perbatasan Motaain 2018 lalu.

    Kala itu Joni yang masih duduk di bangku kelas satu SMP negeri Silawan menjadi bahan pembicaraan semua orang karena aksinya yang memukau memanjat tiang bendera dengan tingg 12 meter.

    Nama lengkapnya Yohanes Ande Kala, sekarang Ia berumur 19 tahun, saat ini Ia duduk di bangku SMA Negeri Atambua kelas 3 IPA.

    Joni sapaan akrabnya terdaftar sebagai peserta pemilih tetap di TPS 006 Halimuti Desa Silawan.

    Ada harapan-harapan yang Ia lontarkan sebagai seorang pemuda yang tinggal di perbatasan, baik bagi para pemimpin di Indonesia yang terpilih juga untuk Presiden yang terpilih.

    Laporan Anato Moreira dari Atambua

  12. Sepuluh petugas KPPS meninggal dunia

      • Penulis, Quin Pasaribu
      • Peranan, Melaporkan dari Jakarta

    Petugas Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia bertambah menjadi sepuluh orang pada Rabu (14/02) malam.

    Korban bernama Ertus, seorang anggota KPPS yang bertugas di Kampung Burunggop, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan diduga meninggal karena kelelahan.

    Menurut Kapolres Boven Digoel, AKBP I Komang Budhiarta, Ertus meninggal pada Senin (12/02) usai melakukan pendistribusian logistik Pemilu 2024.

    Di Kabupaten Bangli, Bali petugas KPPS bernama I Made Karmawan meninggal di aliran Tukad Cangkir di bawah jembatan pada Senin (12/02) pagi atau dua hari jelang pencoblosan.

    Kesedihan juga menggelayuti keluarga Muhammad Riski, petugas KPPS di Desa Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, Aceh Riski diduga meninggal karena kelelahan karena sebelumnya dia bertugas di tempat pemungutan suara.

    Adapun di Pidie, Aceh petugas KPPS yang meninggal bertambah satu orang. Sehingga total menjadi tiga.

    Korban atas nama Murliana, petugas KPPS di Gamong Beutong. Ia disebut meninggal dalam kecelakaan lalu lintas saat menjalankan tugas persiapan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

  13. Pendukung Prabowo-Gibran padati Istora Senayan

    Wartawan BBC News Indonesia Silvano Hajid dan Dwiki Marta saat ini berada di Istora Senayan, Jakarta, di mana pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berkumpul untuk merayakan hasil hitung cepat.

  14. Kisah 'lady ojol' yang beralih profesi jadi pengawas TPS

      • Penulis, Viriya Singgih
      • Peranan, Melaporkan dari Jakarta

    Sejak kemarin, Sry Hartaty menggantungkan jaket ojolnya dan menggantinya dengan jaket pengawas TPS.

    Sry, yang sehari-hari biasa bekerja sebagai pengendara ojek daring untuk Grab dan Shopee, seharian ini bertugas di TPS 20 di Cipinang, Jakarta Timur.

    Ia tidak sendiri. Beberapa rekannya sesama "lady ojol" yang tergabung dalam Divisi Srikandi di Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, hari ini juga beralih profesi jadi petugas pemilu.

    "Ada yang jadi ketua KPPS, anggota KPPS, saksi. Memang pada aktif di lingkungannya," kata Sry.

    Sry menjajal pekerjaan ojek daring sejak 2019. Sejak itu, ia tak bisa berhenti. Pagi hingga sore ia biasanya mengantar penumpang atau barang. Sore ke malam ia lanjutkan dengan menjual jasa setrika pakaian tetangga.

    Ini kali kedua ia jadi pengawas TPS, setelah yang pertama saat pemilu presiden dan legislatif serentak 2019. Menurutnya, ini pekerjaan penting untuk memastikan proses pemilu berjalan jujur dan adil, tanpa kecurangan.

    Nantinya, siapa pun yang menang, Sry berharap pemimpin baru dapat meningkatkan taraf hidup ojol, khususnya dengan menaikkan tarif.

    Ia juga berharap ada kebijakan yang membuat perusahaan lebih memihak ke ojol, tidak hanya membela kepentingan pelanggan.

    Ke depannya, ia juga berharap pelanggan tidak membeda-bedakan antara ojol laki-laki dan perempuan.

    "Kadang-kadang ada yang malas kalau dapat ojol perempuan. Harusnya mah sama aja semua."

  15. ‘Lemas dan nggak nyaman’: Reaksi pendukung Ganjar-Mahfud

      • Penulis, Muhammad Irham
      • Peranan, Melaporkan dari Jakarta

    Nurma, warga Jakarta yang memilih Ganjar-Mahfud dalam Pilpres 2024, mengaku "lemas dan nggak nyaman" ketika mengetahui hasil hitung cepat yang mengindikasikan kemenangan Prabowo-Gibran dalam satu putaran.

    "Dari tadi siang mau nggapa-ngapain nggak nyaman. Secara fisik kita tuh bereaksi terhadap kemenangan yang tidak diharapkan, walaupun secara logis sudah melihat ada kemenangan 02 sudah dari setahun lalu. Sekarang sukup syok," kata Nurma kepada BBC News Indonesia, Rabu (14/02).

    Ia mengaku tak berhenti bertanya-tanya: Kok bisa? Apa yang salah?

    Dengan kemenangan Prabowo-Gibran, Nurma mengaku khawatir dengan kebebasan berpendapat dalam lima tahun ke depan. Ditambah lagi, dirinya bekerja di lembaga filantropi dan pernah bekerja di NGO yang perhatian terhadap isu HAM serta kebebasan berekspresi.

    "Kami menyadari potensi risiko challange (tantangan) yang ada di lima tahun ke depan dengan melihat juga track record pemerintahan lima tahun ke belakang di mana, calon presiden 02 salah satu menterinya," kata Nurma.

    Ia juga sedang mempertimbangkan untuk pindah pekerjaan yang disebut memiliki peluang "lebih stabil dan aman".

    Terkejut dengan hasil hitung cepat

    Sementara itu, Yearry Padji, pemilih capres nomor urut 01 Anies-Muhaimin juga terkejut dengan hasil hitung cepat. Meskipun, kata dia, kemenangan capres 02 "sudah bisa diprediksi".

    "Tapi nggak nyangka keunggulannya bisa membungkus pilpres ini dalam satu putaran," katanya.

    Ia berharap ketika hasil hitung cepat ini terkonfirmasi dengan hasil hitung manual yang memenangkan Prabowo-Gibran, keduanya tetap menjaga stabilitas ekonomi, termasuk kebebasan berpendapat.

    "Siapa pun presidennya itu yang harus dijalankan," kata Yearry.

  16. Bertemu tiga penyintas Tragedi 1965 saat Indonesia memilih presiden baru

  17. Gibran Rakabuming Raka: 'Dibikin santai aja', Gibran tanggapi hasil sementara hitung cepat

    Calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, enggan menanggapi hasil hitung cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga seperti Litbang Kompas kendati dirinya dan calon presiden Prabowo Subianto dinyatakan unggul jauh.

    "Ya ini kan masih penghitungan ya. Kita tunggu aja sampai selesai. Santai," ujar Gibran saat dicegat para wartawan di bandara Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (14/02) seperti dilansir KompasTV.

    Gibran mengelak ketika didesak tentang hasil quick count. Ketika salah satu wartawan mengatakan hasilnya ada yang menunjukkan 59%, dia hanya berkata: "Kata siapa?"

    Gibran mengaku tidak ingin "mendahului" hasil resmi KPU dengan mengomentari kemenangan.

    "Tunggu saja nanti. Jangan mendahului dulu," ujarnya sebelum meminta para wartawan mengizinkannya mengejar pesawat.

  18. 'Bersorak untuk Pak Gemoy' - Istora Senayan dipenuhi 'biru muda'

      • Penulis, Silvano Hajid
      • Peranan, Melaporkan dari Istora Senayan, Jakarta

    Para pendukung capres-cawapres Prabowo-Gibran sudah datang di Istora Senayan sejak pagi setelah mereka menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024.

    Nining Susanti, 35 tahun, bersama suami dan kedua anaknya datang dari Condet, Jakarta Timur. Nining sengaja datang untuk merayakan hasil hitung cepat. “Saya datang dari pagi, berharap Pak Prabowo memenuhi janji untuk makan siang gratis buat anak-anak saya,” jelas Nining.

    Hal senada juga diutarakan Sri Haryati. Ibu satu anak itu mendukung Prabowo-Gibran karena program ‘makan siang gratis’ yang berkali-kali disampaikan Prabowo-Gibran baik dalam kampanye maupun debat.

    “Ke sini mau merayakan kemenangan kita karena survei menunjukkan kemenangan itu, ini pesta untuk kita semua,” ungkap Sri.

    Menjelang pukul 18.00 WIB, bangku penonton di dalam Istora Senayan sudah hampir penuh oleh pendukung Prabowo-Gibran.

    Sambil menunggu capres-cawapres yang mereka dukung tiba, seorang mantan atlet tenis nasional, Irawati Moerid, yang memberi dukungan kepada Prabowo dalam tiga kali masa pilpres menyebut, “Kali ini, sudah pasti menang!”

    Irawati juga mengenang masa mudanya ketika masuk ke dalam ruangan yang kini menjadi area selebrasi untuk Prabowo-Gibran.

    “Dahulu saya bersorak untuk pertandingan di sini, sekarang bersorak untuk Pak Gemoy,” tutup Irawati.

  19. Sirekap tidak bisa diakses

      • Penulis, Viriya Singgih
      • Peranan, Melaporkan dari Jakarta

    Sore ini saya mampir ke Kelurahan Cipinang, Jakarta Timur, untuk melihat proses penghitungan di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).

    Pukul 15.00 WIB, saya memutuskan duduk beristirahat di TPS 20. Selewat kira-kira setengah jam, Pahrurozi, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS tersebut, bersuara lantang: "Sirekap down ya!"

    Mengetahui kehadiran saya sebagai wartawan di sana, Pahrurozi menghampiri saya dan mengatakan, "Berarti ini bukan salah kami, karena ini memang down."

    Saya lantas mengobrol lebih lanjut dengannya. Ia bilang, grup WhatsApp petugas KPPS sudah ramai sejak kira-kira pukul 14.00 WIB.

    Banyak yang bertanya sembari mengirim tangkapan layar yang menunjukkan situs Sirekap tidak bisa diakses.

    Hingga 17.30 WIB, belum ada satu pun petugas dalam grup itu yang bisa memberi jawaban. Isi grup masih didominasi kebingungan.

    Setelah berdiskusi dengan sesama petugas di lapangan, Pahrurozi bilang ia dan timnya akan fokus menghitung suara secara manual saja selama belum ada kejelasan langkah mitigasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    Jelang magrib, KPPS di TPS 20 sudah selesai menghitung perolehan suara presiden dan wakil presiden serta DPR RI. Jumlah perhitungan yang tercatat di formulir C Hasil, seharusnya segera difoto dengan aplikasi Sirekap, sehingga angka-angkanya bisa diproses dan dikirim ke pusat data KPU.

    Saya tanya, bagaimana bila Sirekap tetap tak bisa diakses hingga perhitungan suara selesai sepenuhnya?

    "Kita kasih satu jam buat nunggu arahan dari KPU. Kalau enggak ada kejelasan juga, saya ke kelurahan buat diskusi. Kalau tetap enggak jelas, kita kirim saja kotak suara dan formulir fisiknya semua ke kecamatan tanpa menunggu Sirekap jalan," kata Pahrurozi.

    "Kasihan anak-anak ini semuanya juga capek."

  20. Menanti reaksi kubu 01 dan 03 - Analisis

      • Penulis, Mada Sukmajati
      • Peranan, Pakar politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM)

    Kalau hitungan hasil cepat sementara ini tidak ada perubahan yang signifikan maka Pilpres 2024 hanya akan berlangsung satu putaran. Itu artinya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka hampir pasti didapuk sebagai capres-cawapres terpilih.

    Namun hasil Pilpres ini tak lepas dari unsur kekuasaan yang telah mengkooptasi mekanisme kepemiluan.

    Karena sudah pasti tidak hanya ada keterlibatan Jokowi secara individu, tapi bagaimana operasi kekuasaan yang dilakukan oleh lingkaran Jokowi untuk menyiapkan infrastruktur pemenangan yang solid.

    Seperti penyiapan 20 pejabat gubernur yang juga kebanyakan digunakan sebagai infrastruktur kemenangan.

    Tapi yang juga menjadi pertanyaan dari hasil pemilu ini apakah kubu 01 dan 03 akan konsisten dengan argumentasi mereka bahwa proses pemilu 2024 ini memang legitimate ataukah ini produk dari desain pemilu yang didesain curang.

    Karena pilihan kubu 01 dan 03 ada dua: apakah menerima hasil pemilu yang selama ini dianggap curang atau tidak menerima dengan melakukan perlawanan secara politik dan konstitusional.

    Kalau melawan secara konstitusional, satu-satunya jalan yang bisa ditempuh kubu 01 dan 03 adalah melakukan proses persidangan sengeka pemilu di Mahkamah Konstitusi.

    Tetapi kalau mereka tidak mau menggugat ke MK, maka mereka punya opsi agak ekstrem yakni melakukan penolakan secara terbuka terhadap hasil pemilu dengan keyakinan pemilu dianggap curang.