You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.

Take me to the main website

Serangan bom Surabaya dan ancaman Presiden Joko Widodo tentang Perppu

Menanggapi rangkaian serangan bom di Surabaya dan Sidoarjo -yang menewaskan 25 orang- Presiden Joko Widodo meminta DPR dan kementrian terkait segera menyelesaikan revisi UU Tindak Pidana Teroris.

Liputan langsung

  1. Pengamat: Serangan ini terkait ISIS, Stanislaus Riyanta - Pengamat terorisme, mahasiswa doktoral bidang Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia

    "Dari model dan karakteristik serangan ini dilakukan oleh organisasi yang berafiliasi dengan ISIS.

    Kasus di Mako Brimob menjadi alarm bagi kebangkitan sel tidur teroris di Indonesia. Dan sekarang mereka sudah bangkit. Sarangan terhadap beberapa tempat ibadah dan dalam waktu bersamaan dilakukan dan direncanakan oleh orang yang terlatih atau kombatan.

    Sasaran aksi teror di Indonesia hanya dua, tempat ibadah dan Polisi. Ini gayanya ISIS dan harus diwaspadai. Saya menduga ini tidak hanya berhenti di sini.

    Tantangan berat bagi Polri untuk menangani ini tapi saya yakin Polri mampu."

  2. "Saya melihat pelaku perempuan..."

    Lia, seorang saksi mata di Gereja Katolik Santa Maria, Lia, mengatakan dirinya hendak menuju gereja Santa Maria saat bom meledak.

    "Sudah dekat di lokasi, sekitar 100 meter, ada kerumunan massa, dan terdengar teriakan "Pulang! Pulang!" Saya sempat lihat prutulan(potongan) daging di sekitar lokasi. Takut, saya putar balik ke rumah," ungkapnya kepada wartawan BBC, Jerome Wirawan.

    Sementara saksi lainnya, seperti dilaporkan Detik.com, mengaku melihat seorang perempuan membawa dua anaknnya yang dilihatnya "meledakkan dirinya di depan halaman" Gereja Katolik Santa Maria di Jalan Ngagel Madya Utara Surabaya .

    "Saya sempat melihat dua orang anak dan ibunya datang membawa dua tas," kata satpam, Antonius kepada wartawan di lokasi, Minggu (13/05).

    Awalnya, menurutnya, petugas menghadang perempuan dewasa tersebut di depan pagar halaman gereja, tetapi ibu itu tetap mencoba masuk. "Tiba-tiba saja ibu itu memeluk petugas," ungkapnya.

    "Tiba-tiba (bom) meledak," ungkap Antonius.

    Dimintai konfirmasi atas kesaksian ini, Jubir Polda Jatim Kombes Frans Barung mengatakan pihaknya belum bisa memastikan karena polisi masih dilakukan identifikasi terhadap delapan korban yang tewas.

  3. Bom meledak di tiga gereja di Surabaya dan korban tewas terus bertambah dari waktu ke waktu. Dalam perkembangan terkahir, polisi menyebut sembilan tewas termasuk penyerang, dan 40 luka.

    Menurut juru bicara Kepolisian daerah jawa Timur, Kombes Frans Barung, bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya.

    Selang sekitar lima menit kemudian bom kedua meledak di gereja Pantekosta di jalan Arjuno, dan tidak lama kemudian bom meledak di gereja GKI di jalan Diponegoro.