You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Serangan bom Surabaya dan ancaman Presiden Joko Widodo tentang Perppu
Menanggapi rangkaian serangan bom di Surabaya dan Sidoarjo -yang menewaskan 25 orang- Presiden Joko Widodo meminta DPR dan kementrian terkait segera menyelesaikan revisi UU Tindak Pidana Teroris.
Liputan langsung
Terbaru, Jokowi: Tindakan teroris ini biadab, dan akan ditumpas sampai ke akarnya
"Tindakan teroris ini sungguh biadab dan di luar kemanusiaan. Korbannya warga masyarakat, anak-anak, perempuan, anggota kepolisian," kata Jokowi dalam pernyataan kepada wartawan, sesaat sebelum masuk RS Bhayangkara, menemui para korban luka.
"Bahkan pelaku menggunakan dua anak berumur sekitar 10 tahun untuk (melancarkan serangan) bom bunuh diri," tambahnya.
"Terorisme adalah kejahatan kemanusiaan yang tak ada hubungannya dengan agama apa pun, dan merupakan musuh dari agama mana pun."
"Tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan duka cita kita atas jatuhnya korban."
"Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan pelaku, dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya."
"Seluruh aparat negara tak akan membiarkan tindakan pengecut itu."
Tiba di Surabaya, Presiden Jokowi langsung ke RS dan gereja sasaran bom
Setiba di Surabaya sekitar pukul 15.45 WIB, Presiden Joko Widodo langsung meninjau gereja yang jadi sasaran serangan. Yang pertama didatanginya adalah Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan.
Presiden juga mengunjungi para korban luka di RS Dr Soetomo, sbeleum kemudian menuju RS Bhayangkara.
Jokowi didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menko Polhukam Wiranto, Kepala BIN Budi Gunawan dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Sebelum ini, perempuan pembom bunuh diri baru calon: khususnya Dian Yuli
Belum jelas, siapa perempuan pengebom bunuh diri dalam salah satu dari tiga serangan gereja Surabaya. Sebelum ini, Dian Yulia Novita adalah perempuan pertama di Indonesia yang mengambil peran sebagai pelaku langsung untuk suatu rencana serangan bom bunuh diri.
Namun ia gagal melancarkan niatnya melakukan pengeboman ke istrana presiden, karena plot mereka terbongkar terlebih dahulu.
Bulan Desember lalu ia ditangkap di rumah kosnya di Bekasi, dengan dengan bom seberat tiga kilogram yang disebutkan oleh pengadilan, disiapkan untuk serangan ke Istana Negara yang direncanakan berlangsung keesokan harinya.
Tahun lalu, ada empat perempuan dari 44 terdakwa terkait terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Timur,
BIN dan pengamat yakin, pelaku rangkaian teror ini adalah JAD
Berbagai pihak meyakini bahwa teror bom di tiga gereja di Jawa Timur dilakukan oleh kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD).
Lebih buruk lagi, JAD diperkirakan akan terus brusaha mengulangi aksi serupa, kata pengamat. Hal itu terkait kerusuhan di Mako Brimob oleh 155 napi terorisme, Selasa lalu.
“Saya yakin sekali akan terjadi aksi-aksi serupa karena serangan yang disebarkan oleh para napi teroris di Mako Brimob itu sampai sekarang belum dicabut dan sampai hari ini belum ada pernyataan dari Aman Abdurrahman sebagai imam dari kelompok JAD untuk menghentikan serangan-serangan tersebut,” ujar pengamat terorisme Al Chaidar kepada BBC Indonesia, Minggu (13/05).
Menurut Al Chaidar sesudah kerusuhan di Mako Brimbob, ada seruan kepada seluruh anggota jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) melalui media sosial dan jaringan komunikasi interpersonal. Mereka diperintahkan untuk melakukan serangan di mana pun mereka berada dengan kemampuan apa pun.
Sejumlah orang kemudian menyambut seruan ini, baik secara personal, seperti dilakukan beberapa orang yang melakukan aksi penusukan, maupun secara lebih terencana seperti serangan bom tigfa gereja di Surabaya.
Badan Intelijen Nasional (BIN) pun meyakini bahwa kelompok JAD berada di balik aksi teror di beberapa gereja di Surabaya itu. Seperti dikatakan Direktur Komunikasi BIN, Wawan Purwanto.
“Target utamanya tetap otoritas keamanan. Tapi kita bisa sebut bahwa (serangan gereja) ini adalah target alternatif ketika target utamanya tak berhasil,” ujar Wawan seperti dikutip dari Reuters.
Departemen Luar Negeri AS memasukkan JAD sebagai organisasi teroris yang telah berhasil menarik ratusan simpatisan untuk berjuang membela negara Islam (IS) di Suriah.
Gubernur Jawa Timur: Jangan takut terorisme
Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyerukan masyarakat untuk tidak takut terhadap terorisme dan justru harus berani melawannya, "karena terorisme merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara."
Soekarwo menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi lokasi pengeboman bunuh diri di gereja Jl. Arjuna Surabaya dan juga di TKP Ngagel dan Diponegoro.
“POLRI dan TNI sebagai kekuatan inti bersama-sama masyarakat akan melakukannya,” ujar Soekarwo. Ia mengatakan pihaknya akan memperkuat pengamanan di semua tempat. Langkah sama juga dilakukan untuk deteksi dini dengan memperkuat jaringan mulai dari perangkat desa.
Polri: Masih diselidiki, kaitan serangan Surabaya dengan rusuh Mako Brimob
Kepala Penmas Polri, M Iqbal, tiba di Polda Surabaya menjelang kedatangan rombongan presiden.
"Polisi masih menyelidiki apa ada kaitan serangan-serangan ini dengan peristiwa di Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob,"katanya.
"Saat ini masih dilakukan sterilisasi di tiga gereja lokasi serangan. Ada bagian-bagian yang diduga bekas bom, dan sudah dibersihkan. Jadi sudah aman."
Polisi juga trus melakukan identidikasi korban.
Tragedi ini juga membuat prihatin Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kota Surabaya. Ewaldus Bole, Ketua Presidium PMKRI Kota Surabaya, menyampaikan sikap PMKRI Surabaya, khususnya terganggunya rasa aman masyarakat.
Ditambahkan Ewaldus, sampai saat ini mereka juga masih mencari dan memastikan adanya anggota PMKRI Surabaya yang menjadi korban.
"Kami mendapat informasi, ada rekan kami yang rencananya ikut mengisi paduan suara untuk misa hari ini di gereja Santa Maria," terang Ewaldus.
Disampaikannya pula, bahwa anggota PMKRI Surabaya akan ikut membantu membersihkan gereja dan melakukan pengamanan pasca kejadian ini.
Terbaru, Presiden Joko Widodo tiba di Surabaya
Peristiwa terkait teror keempat setelah rusuh Mako Brimob
Serangan bom berantai di Surabaya merupakan peristiwa terkait teror keempat setelah terjadinya pemberontakan atau kerusuhan di Mako Brimob oleh 155 napi terorisme, Selasa (8/5) lalu yang menewaskan lima polisi.
Dua hari setelah berakhirnya pemberontakan para napi itu, terjadi penikaman terhadap anggota satuan intel Brimob, Bripka Marhum Frence, 41 tahun, oleh Tendi Sumarno, 23 tahun. Bripka Marhum Frence tewas di rumah sakit, sementara Tendi Sumarno tewas ditembak anggota Brimob lain.
Keesokan harinya, juga di sekitar Mako Brimob, ditangkap dua perempuan belia Dita Siska Millenia, 18 tahun, dan Siska Nur Azizah, 21 tahun, yang dicurigai hendak melakukan aksi penusukan terhadap petugas.
.
Lalu pada Minggu dini hari, empat orang terduga teroris tewas ditemba di terminal Pasir Hayam, Cianjur yang menurut polisi dikarenakan meeka malawan ketika hendak ditangkap. Keempat orang itu menurut polisi didga melakukan latihan fisik untuk melancarkan serangan kepada para petugas di berbagai pos polisi, termasuk ke Mako Brimob.
Dan beberapa jam setelah itu, terjadi serangan di tiga gereja Surabaya
Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri bertolak ke Surabaya
Presiden Joko Widodo bertolak ke Surabaya untuk meninjau dari dekat lokasi serangan om di tiga gereja. Ia Didampingi Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Partikno, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Menteri Agama Lukman Saifuddin.
Bangkitnya sel-sel tidur jelang Ramadhan: Apa kaitannya dengan rusuh Mako Brimob?
Jubir Polri, Setyo Wasisto mengatakan, perkembangan terbaru menunjukkan bangkitnya sel-sel tidur kelompok teroris.
Hal ini sudah disinggung sebelumnya oleh pengamat terorisme Stanislaus Riyanta dalam artikelnya di BBC News Indonesia .
Menyusul peristiwa di Surabaya, Riyanta mengatakan kepada BBC News Indonesia, bahwa serangan tiga gereja ini ada kaitannya dengan kerusuhan 155 napi terorisme di Mako Brimob bebrapa hari lalu. Dalam kerusuhan itu sebagian napi trorisme melakukan pembunuhan brutal terhadap lima polisi, dan menyiarkannya lewat media sosial.
"Itu menunjukkan bahwa ada kebutuhan bagi mereka untuk melakukan propaganda tentang aksi mereka yang penuh kekerasan itu. Propaganda ini dapat dinilai sebagai ajakan untuk mengikuti apa yang mereka lakukan.
Dan dampak yang bisa terjadi dari propaganda ini adalah bangkitnya sel-sel tidur teroris."
Simak lebih jauh:
Jubir Polri: Empat terduga teroris ditangkap di Cianjur
Dalam prkembangan lain, empat terduga teroris tewas 'dalam baku tembak' di Terminal Pasir Hayam, Cianjur, pukul 02:00, beberapa jam sebelum serangan bom di Surabaya.
"Berdasarkan informasi inteljen, polisi mebgikuti sebuah mobil merah sejak Sukabumi. namun di sekitar Cianjur mereka tahu diikuti. Lalu melarikan diri dengan masuk terminal Pasir Hayam, Cianjur," kata jubir Polri Irjen Setyo Wasisto.
"Dalam pengejaran, mereka mencoba melawan, dengan antara lain mengacungkan senjata. Polisi melakukan tindakan terukur, dan keempatnya tertembak mati," lanjutnya.
Disebutkan, mereka diduga melakukan latihan-latihan militer, antara lain menggunakan panah yang dilengkapi bom. "Jadi kalau sudah dilesatkan, mengenai sadsara, bom di ekor anak panah itu akan meledak," kata Setyo Wasisto.
Mereka, katanya, diduga berencana melancarkan serangan ke sejiumlah pos polisi di Jakarta, Banten dan Jawa Barat, antara lain ke Mako Brimob, tempat berlangsungnya kerusuhan napi terorisme yang menewaskan lima polisi,
Mereka adalah anggota Jemaah Ansyaru Daulah (JAD), katanya pula.
"Mereka merupakan sel-sel tidur yang bangkit menjelang Ramadhan dan Lebaran,' papar Setyo Wasisto pula.
Apakah ini serangan bom bunuh diri pertama dengan pembom perempuan?
Diduga salah satu dari tiga serangan adalah perempuan. Ini serangan pertama oleh pembpom perempuan. namun mungkin tidak terlalu mengejutkan, karena sebelumnya sudah ada perempuan yang dikirim untk melakukan serangan, namun digagalkan polisi. Namanya Dian Yuli Novi. Silakan disimak lagi:
Pelaku salah satu serangan, 'perempuan yang membawa anak'
Wakapolrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Benny Pramono menyatakan, pelaku bom bunuh diri di salah-satu gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/05) itu, diduga seorang ibu yang membawa dua anaknya.
"Ibu dan dua anaknya yang berupaya masuk ruang kebaktian ini sempat dihalau oleh seorang sekuriti di pintu masuk GKI jalan Diponegoro, Surabaya, sebelum kemudian (ketiganya) meledakkan diri di halaman gereja," katanya. Lebih jauh simak:
NU mengutuk serangan teror itu, NU juga menyerukan warga untuk tidak berspekulasi yang memperkerauh suasana.
Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menyatakan mengutuk keras serangan bom yang terjadi beberapa hari setelah kerusuhan napi terorisme di Mako Brimob.
"Rangkaian kejadian itu menunjukkan bahwa radikalisme, apalagi yang mengatasnamakan agama, sungguh sangat memprihatinkan dan mengiris hati kita semua" tulis pernyataan PB NU.
Disebutkan, mereka "mengecam dan mengutuk keras segala tindakan terorisme, apapun motif dan latar belakangnya. Segala macan tindakan menggunakan kekerasan, apalagi yang mengatasnamakan agama dengan cara menebarkan teror, kebencian, dan kekerasan bukanlah ciri ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Islam mengutuk segala bentuk kekerasan. Bahkan tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan.
PB NU juga menyampaikan duka cita bagi para korban dan keluarga, dan "mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut secara cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut"
Disebutkan, "gerakan terorisme sudah semakin sedemikian merajalela, maka diperlukan penanganan khusus yang lebih intensif dari pelbagai pihak, utamanya negara melalui keamanan."
Mereka juga menyrukan solidaritas kemanusiaan dan meminta kepada semua pihak untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini.
Pernyataan itu ditandatangani Ketua PB NU Said Aqil Siroj dan Sekjen Helmy Faishal Zaini.
"Jangan sebarkan foto-foto korban'
Sejak pagi hari di media sosial dan grup-grup WhatsApp beredar berbagai foto dan video korban serangan bom, dalam kondisi mengerikan. Dengan luka dan lumuran darah.
Beberapa kalangan menyesalkannya.
Jubir Polda Jatim, Kombes Frans Barung menyerukan para pengguna media sosial untuk tidak berbagai foto-foto dan cideo itu.
"Tolong dijaga perasaan para korban dan keluarganya. Jadi mohon dhentikan poenyebaran foto-foto dan video itu," kata Frans Barung di hadapan para wartawan di sekitar Gereja St. Maria.
Berbagai pihak lain juga mengeluarkan serupa.
Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) juga menekankan, bahwa penyebaran rekaman dan foto itu juga menebar ketakutan, yang merupakan 'sesuatu yang mrupakan tujuan para teroris," kata PGI dalam pernyataan saat jumpa pers di Jakarta.