You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.

Take me to the main website

Ahok akui kekalahan setelah Anies nyatakan kemenangan

Anies Baswedan mengumumkan kemenangan dalam Pilkada 2017, sesudah hasil hitung cepat berbagai lembaga survei yang sudah mencapai 90% menunjukkan keunggulannya.

Liputan langsung

  1. "Maaf, maaf, saya tadi keluar beli cemilan.", Laporan: Heyder Affan di Benhil

    Sebagian peserta Tamasya Al-Maidah sempat "memprotes" tidak adanya saksi dari cagub Anies-Sandiaga di TPS 7 di Benhil, Jakarta Pusat. Mereka menghubungi BBC Indonesia tentang laporan tersebut dan meminta tolong untuk menanyakan kebenaran informasi itu. 

    "Tolong ditanyakan, pak.." Para peserta Tamasya Al-Maidah ini memperoleh informasi dari seseorang yang berada di dekat TPS. Mereka sendiri tidak berani mendekati TPS tersebut. Dua anggota TNI dan polisi terlihat berjaga di depan TPS. 

    Belakangan diperoleh keterangan saksi tersebut sedang membeli makanan di mini market. "Maaf, maaf, saya tadi keluar beli cemilan," kata saksi itu seraya membawa makanan dalam plastik. Ahmad Romeli, peserta Tamasya Al-Maidah dari Samarinda, pihaknya menanyakan kebenaran informasi agar tidak ada kesalahpaham. "Jadi itu yang bisa kami lakukan," kata Romeli.

  2. Adu mulut di Petamburan

    Ada ketegangan terjadi di Petamburan ketika warga mengusir ketua Panitia Pemungutan Suara. Belum jelas permasalahannya, Rafki Hidayat akan melaporkan lebih lanjut.

  3. Peserta tamasya Al-Maidah dari luar Jakarta, Laporan: Heyder Affan di Benhil

  4. Sandiaga Uno lari pagi sambil keliling TPS

  5. Warga Tionghoa 'tidak merasa terintimidasi', Laporan: Mehulika Sitepu di Pluit

    Sejumlah warga keturunan Tionghoa mengaku tidak merasa terintimidasi meski suasana Pilkada DKI Jakarta tahap dua yang memanas. 

    Rudi Irmawan, warga Pantai Mutiara, Pluit berkata pilkada kali ini merupakan "pemilihan kepala daerah rasa presiden. Heboh sekali." 

    Hal serupa diutarakan Tojuay. Menurutnya Pilkada tahun ini sangat 'ramai'. "Ramai isu, ramai yang pro yang kontra, banyak provokator sepertinya." Meski begitu Tojuay berkata dia tidak mendapat intimidasi SARA. 

    Betatapun, Rudi berkata dia tetap waspada dengan situasi saat ini. "Saya percayakan ke aparat kepolisian mereka tidak akan tinggal diam kalau warganya terintimidasi. Saya percaya ke Kapolri juga", kata Rudi.

    "Politik itu kan kejam. Akan ada hujaman dalam bentuk fisik atau pola pikir. Tapi saya merasa nyaman-nyaman saja meski keturunan Tionghoa. Sejauh ini kan mereka hanya menyerukan saja belum bertindak atau aksi tertentu. Ormas-ormas yang demo itu, yang tidak nyaman bukan orang Tionghoa saja, orang yang kena macet karena demo juga pasti tidak nyaman", tambahnya. "Was-was sih ada tapi sejauh ini masih aman-aman saja."

  6. Media asing soroti Pilkada Jakarta, 'Pemilihan yang sangat menegangkan'

  7. Rizieq: Demokrasi tak larang orang pilih yang seagama, Laporan: Rafki Hidayat dari Petamburan

    Sekitar pukul 8:15 WIB, Ketua Front Pembela Islam datang ke TPS 17, Petamburan, untuk melakukan pencoblosan. Dia diiringi sejumlah lelaki berpakaian putih dan bersorban. 

    Tidak sampai 10 detik menunggu, dia sudah diminta untuk memberikan suara, melewati orang lain yang telah mengantri lebih dulu. "Mohamad Rizieq, silahkan," kata petugas TPS. 

    Rizieq pun maju berdiri, diiringi teriakan "Allahu Akbar, Allahu Akbar. Pasti menang." Sayup-sayup di belakang saya terdengar suara seorang Ibu-ibu, "wah, bercahaya sekali ya mukanya (Rizieq)." 

    Usai pencoblosan, kepada wartawan Rizieq menyatakan, "Jika pemilu berjalan jujur dan adil, InsyaAllah akan baik. Kalau ada yang curang, itu bisa mencetus persoalan." 

    FPI adalah salah satu pendukung gerakan Tamasya Al Maidah. Ketika ditanya wartawan, apakah dukungan tersebut dan aksi-aksi FPI sebelumnya berkompromi dan merusak demokrasi, Rizieq terdengar agak berang, bernada lebih tinggi. 

    "Demokrasi tidak melarang siapapun untuk memilih pemimpin yang seagama dengannya." 

    "Nggak ada yang salah dengan demokrasi. Orang Kristen memilih orang Kristen. Muslim memilih Muslim."

    Rizieq pun pergi berlalu, diiringi Takbir pengikutnya.

  8. Rizieq Shihab akan mencoblos di parkir Gereja, Laporan: Rafki Hidayat di Petamburan

    Ketua Front Pembela Islam, Rizieq Shihab akan mencoblos di TPS yang berlokasi di lapangan parkir Gereja Bethel, Petamburan. 

    Lokasi TPS 17 ini dipindahkan dari lokasi sebelumnya di jalan Petamburan III, "karena sempit, dan orang-orang kemarin waktu pencoblosan pertama berpikiran rusuh, padahal nggak," kata Kiki, salah satu petugas TPS Jalan Petamburan III adalah lokasi markas FPI. 

    Dari masjid terdekat, lewat pengeras suara terdengar himbauan "bagi para jamaah, muslimin dan muslimat untuk segera memilih, karena waktunya cuma sampai jam 1 siang." 

    Pada pilkada DKI Jakarta Tahap 1, 15 Februari lalu, Paslon nomor urut 2, Ahok-Djarot lah yang menjadi pemuncak di TPS tempat Rizieq memilih ini. Setelah dihitung 5 kali, Ahok-Djarot tetap unggul dengan 279 suara. Sementara Anies-Sandi 212 suara. 

  9. Bertamasya Al-Maidah ke Jakarta..., Laporan: Heyder Affan di Benhil

  10. TPS 47 Cilandak: Pencoblosan terlambat, Laporan: Jerome Wirawan

    Pencoblosan pasangan calon gubernur DKI Jakarta di TPS 47 Cilandak Barat berlangsung tenang. Tampak di antara para pemilih, wajah-wajah tetangga yang saling mengenal satu sama lain. "Tidak ada orang tak dikenal yang mencoblos di lingkungan kami," ujar Budi, salah seorang petugas.

    Namun, proses pencoblosan dikeluhkan warga karena baru berlangsung pukul 08.00 WIB lantaran para petugas masih harus menghitung kertas suara untuk memastikan jumlahnya

    "Iya nih, lama banget. Seharusnya kan jam 07.00 sudah bisa dimulai," kata Yasti, salah seorang pemilih.

  11. Tamasya Al-Maidah: "Kami pendukung Anies-Sandiaga", Laporan: Heyder Affan dari Benhil

    Sekitar 30 orang yang mengaku peserta tamasya Al Maidah mulai berdatangan di TPS 1, 2 dan 3 di wilayah Benhil, Jakarta Pusat. Sebagian mereka berasal dari Cirebon, Bandung dan Solo. 

    Mereka mengaku tiba di Jakarta pada Selasa (18/04) malam. "Kami tidur di Masjid Almakmur Tanah Abang," kata Andi Mulya, yang mengaku dari Cirebon. 

    Andi berdalih, ia dan kawan-kawannya datang ke TPS Pilkada Jakarta untuk mengawasi jalannya pencoblosan suara. "Kita akan mengawasi sampai selesai. Kita tidak mau ada kecurangan seperti putaran pertama," katanya, tanpa menjelaskan kecurangan-kecurangan dimaksud.

    Andi mengenakan penutup kepala, baju panjang warna putih, serta memelihara jenggot. "Kami pendukung Anies-Sandiaga. Di dalam ajaran Islam, tidak boleh memilih calon non-Muslim," tegas Andi. 

     Andi dkk terlihat berdiri di luar TPS. "Enggak boleh kita masuk ke dalam," Andi menekankan.

  12. Pencoblosan sudah dimulai..., dan Twitter mulai riuh ber-pilkada

  13. Relawan Ahok juga mengawal, Laporan: Heyder Affan dari Benhil

    Di sekitar TPS 1, 2 dan 3 di kawasan Benhil, Jakarta Pusat, hadir pula belasan orang yang mengaku sebagai relawan pendukung calon Gubernur Ahok-Djarot. 

    Mereka menyatakan akan mengawasi jalannya pencoblosan dan penghitungan suara. "Kita lakukan penjagaan, karena dengar-dengar ada ancaman intimidasi," kata koordinatornya, Iwan Kusnandar alias Acong kepada BBC Indonesia. 

    Iwan dan rombongannya mengenakan kemeja kotak-kotak. Mereka berdiri di luar TPS. "Kami memang menjaga di luar," tambah Iwan.

  14. Seruan dari sebuah mesjid

    Bangun tidur, dan tiba-tiba terdengar pengumuman dari masjid dekat kos, lapor Rafki Hidayat. 

    "Hari ini adalah babak final pemilihan gubernur DKI Jakarta. Jangan golput. Untuk Jakarta yang seiman, beriman dan bermartabat. TPS dibuka dari pukul 7 pagi sampai 1 siang."

  15. Satu TNI dan satu polisi, Laporan: Sri Lestari dari Cilandak

    Ketegangan cukup terasa. Pengamanan TPS pada Pilkada DKI putaran kedua ini jauh berbeda dibanding biasanya, karena tiap satu TPS dijaga oleh satu personil polisi dan satu TNI. 

    Selain itu ada juga personil polri dan TNI yang berkeliling ke tiap-tiap TPS. "Kami berkeliling TPS untuk memantau situasi keamanan, dan sejauh ini masih kondusif, " kata Kapolsek Cilandak Sujanto. 

    Para 'jamaah' dari 'Tamasya Almaidah' sejauh ini tak tampak di TPS 28 Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak.

  16. Terbaru, Ahok mencoblos: Tidak perlu takut, Laporan: Oki Budhi di Penjaringan

    Berbeda dengan saat memberikan suaranya di putaran pertama, kali ini Ahok tidak mengenakan pakaian kotak-kotak, identitas kampanye mereka. Ia kali ini mengenakan pakaian bernada putih.

    Ditemani isterinya, Veronica, dan anaknya Sean, yang juga memberikan suara, Ahok hanya berada di TPS 54 selama sekitar 10 menit. 

    Ahok sudah melakukan menggunakan hak suaranya di TPS 54, Penjaringan, pukul 7.50 WIB. Ahok berkata warga Jakarta harus menggunakan hak suaranya. "Warga DKI harus menyalurkan suaranya karena masa depan DKI ada di tangan Anda, tidak perlu takut Polri sudah menjamin keamanan." 

  17. Sandiaga Uno, pagi ini...

  18. Subuh di Istiqlal: "Kita tidak boleh punya pemimpin yang menista Islam", Laporan: Rebecca Henschke di Istiqlal

    Selagi matahari muncul, umat Muslim keluar dari Masjid Istiqlal usai salat subuh. Bus-bus yang parkir berderet, datang untuk menjemput dan menurunkan mereka di sejumlah TPS. 

    Putri, 15 tahun, dan kawan-kawannya berfoto sebentar di depan masjid. Mereka datang dari Sulawesi Selatan. "Kita tidak boleh punya pemimpin yang menista Islam, itu saja," katanya. 

    Mereka ke sini untuk menyaksikan pilkada yang mendominasi pemberitaan televisi dalam beberapa bulan terakhir. 

    Ahrul juga datang dari Gresik bersama 40 orang lainnya. "Kami ke sini tidak untuk menekan orang, kami hanya ingin melihat, kami penasaran," katanya. "Ini ibukota, jadi apa yang terjadi di sini penting untuk seluruh negara."

  19. Takbir di TPS, Laporan: Heyder Affan di Benhil

    Sejumlah orang yang mengatasnamakan Tim 10 Rumah Juang berada di sekitar TPS 2 di Kelurahan Benhil, Kecamatan Tanah Abang, lapor Heyder Affan. 

    Mereka mengaku akan mengawasi jalannya pemungutan suara. "Kami di sini untuk mengawasi, karena siapa tahu ada kecurangan," kata seorang koordinator Aries Munandar.

    Saat Aries melakukan pengecekan anggotanya, terdengar teriakan takbir. "Takbir! Allahu Akbar," ujar salah-seorang anggotanya. Sebagian mereka mengenakan kopiah hitam, dan hampir seluruhnya mengenakan kaos warna putih. 

    Pemungutan suara di TPS 1, 2 dan 3 sudah dimulai sekitar pukul 07.00 WIB.

  20. Di media sosial...