You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.

Take me to the main website

Pilkada Jakarta: Sesudah Agus menerima kekalahan

Berdasarkan hasil penghitungan cepat Pilkada DKI Jakarta, Ahok-Djarot unggul dan akan melangkah ke putaran kedua bersama Anies-Sandi. Sementara Agus Yudhoyono, yang berpasangan dengan Sylvi, menyatakan menerima kekalahan dengan lapang dada.

Liputan langsung

  1. Kaki sakit, tapi tetap datang ke TPS

    Wiwin berkata Pilkada kali ini lebih ramai dan antusiasme pemilih juga lebih tinggi. Termasuk dirinya yang berjalan terpincang-pincang karena sakit kaki namun tetap berusaha datang ke TPS. Dia berharap agar "Jakarta lebih aman" dengan gubernur yang baru. 

  2. #Eh...

  3. Pilkada Aceh: 'Aman'

    Rahmad, anggota kepolisian dari Bandar Raya, adalah satu dari dua petugas kepolisian yang menjaga lima TPS di Desa Mibo, kota Banda Aceh. "Saya sudah berjaga sejak pukul 07.30 WIB. Insya Allah semuanya aman," ujar pria asli Banda Aceh ini.

  4. Pilkada Banten: langsung dari Serua

    Pegiat Perkumpulan untuk Pemilu & Demokrasi Titi Anggraini yang juga warga Banten berbagi pengalaman mencoblos.   

  5. Musisi elektro Amerika, Steve Aoki, ikut 'nimbrung' pilkada Jakarta. 

  6. Agus Harimurti: Antasari, SBY, warga Jakarta

    Datang ke TPS bersama istrinya, Anissa Pohan, yang kali ini mengenakan jilbab, Agus Harimurti Yudhoyono disambut puluhan wartawan yang menyambutnya dengan pertanyaan terkait gonjang-ganjing ayahnya, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, dengan bekas Ketua KPK Antasasri Azhar, beberapa belas jam sebelumnya.

    Itu urusan antara SBY dengan Antasari Azhar, yang mestinya tak ada pengaruhnya untuk elektabilitasnya di Pilkada ini, katanya.

    "Pak SBY menggunakan hak nya sebagai warga negara untuk mengklarifikasi segala sesuatu yang sifatnya fitnah," kata Agus.

    "Masyarakat Jakarta semakin cerdas, semakin memiliki hati."  

    "Saya hanya ingin perjuangan yang telah saya mulai, mudah-mudahan hasilnya terbaik untuk saya pribadi, untuk keluarga besar juga untuk warga Jakarta yang menginginkan perubahan yang menitipkan harapan mereka ke Agus-Sylvi." 

    Seusai mencoblos, sebagian warga dan awak media bisa menikmati makan siang (atau sarapan?) yang disediakan Annisa Pohan -istri Agus, untuk 200 orang

  7. Pemilih muda yang antusias

    Vincent (paling kiri) datang mencoblos bersama teman-temannya di TPS 55, tepat di sebelah TPS 54, tempat Ahok mencoblos. "Tahun ini ramai sekali, mungkin karena calon-calonnya bagus-bagus. Dan mereka kompetitif juga."

    Dia mengaku antusias mencoblos, meskipun ini bukan pertama kali. "Tapi yang jelas Jakarta sekarang udah bersih, enggak begitu macet dan enggak banjir. Jadi inginnya tetap pertahankan pemimpin yang begitu," ujarnya

  8. Setelah hari ini berakhir...

    Cuitan Alissa Wahid tentang kehidupan setelah pilkada. Yang musuhan di Facebook apa bisa kembali berkawan? Hmmm....

  9. Pilkada Papua Barat: Untuk pasar dan kerukunan beragama

    Asni Rusdianawati, warga keturunan Makasar yang lahir dan besar di Manokwari berharap gubernur baru Papua Barat lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur terutama pasar yang cocok bagi mama-mama Papua, dia juga berharap kerukunan beragama di Papua Barat dapat terjaga dan semakin baik lagi, terlebih semua calon wakil gubernur beragama Islam.

  10. JK: Ayo datang ke TPS

  11. Coblos pecinya, Ahok menang, dan coblos satu aja

    Sejumlah tagar dipakai oleh masing-masing pendukung paslon. Pendukung Anies menggunakan #SayaCoblosPecinya3, pendukung Ahok berteriak #AhokMenang, dan pendukung Agus mencuit #CoblosSatuAja. 

    Anda termasuk satu, dua, atau tiga?

  12. Ahok serukan warga untuk ramai-ramai mencoblos

    Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggunakan hak pilihnya di TPS 54 Pluit, bersama istrinya, Veronica, dan anaknya, Sean. Mereka mendapat nomor urut 141, 142, dan 143.

    Usai mencoblos, Ahok menyalami sejumlah warga, dan bercakap-cakap, sebelum kemudian berbicara kepada puluhan wartawan yang sejak pagi buta menungguinya, berjaga di TPS dengan berbagai perlengkapan berat -dan ringan juga. 

    Corong-corong mikrofon, perekam digital pesawat seluler berperekam, dan lensa-lensa kamera disodorkan. Namun Ahok, yang tampak lelah walau santai, hanya menyampaikan seruan bagi rakyat Jakarta.

    "Saya berharap warga DKI bisa berbondong-bondong memberikan suara. Kalau tidak dapat surat undangan, tinggal bawa KTP dan KK," katanya.

    "Kalau ditemukan ada yang palsu, KTP yang janggal itu dilaporkan," Ahok mengacu pada sejumlah laporan tentang KTP-KTP palsu yang disebut-sebut bahkan dikirim dari Kamboja, dan dirancang untuk digunakan warga Cina guna memenangkannya. 

    Ketika ditanya prediksinya tentang Pilkada ini, Ahok tak menjawab. Ia hanya mengatakan bahwa nanti sore akan ada jumpa pers di Rumah Lembang.

  13. Pilkada Aceh: Soal syariah Islam dan lapangan kerja

    Meutia Safitri dan Nur Fajriah, adalah warga Gampong Mibo, kota Banda Aceh. Mereka yang berusia 21 dan 18 tahun, tengah duduk santai setelah memberikan suara di TPS 4. "Saya mau agar Syariah Islam di Aceh tidak hanya dikenakan untuk masyarakat bawah," ungkap Nur Fajriah, yang mahasiswa di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

    "Selama ini," lanjutnya," orang-orang dari kalangan atas tidak tersentuh Syariah." "Harusnya lebih adil," tambahnya. 

    Sementara, Meutia Safitri mengharapkan pemimpin yang terpilih memperhatikan masalah lapangan pekerjaan. "Sekarang kan susah cari pekerjaan," akunya. 

  14. Satu putaran atau dua? Ahok enggan menjawab

  15. Ahok selesai mencoblos

  16. Masih ada bagi-bagi uang: dari ratusan ribu hingga yang Rp10.000

    Belum lama dimunculkan pertanyaan apakah kegairahan relawan di Pilkada bisa mengikis politik uang yang selama ini jadi borok dalam demokrasi kita, muncul laporan-laporan tentang masih berlangsungnya bagi-bagi uang di beberapa TPS, dengan embel-embel pesan untuk memilih calon tertentu.

    Di media sosial beredar foto-foto yang menunjukkan uang dan amplop berlogo calon. Atau bingkisan dengan dus berlogo calon. Kami tak bisa memuatnya, karena belum bisa memverifikasinya.

    Di beberapa TPS di Banten ada laporan tentang pemberian amplop berisi uang dengan pesan memilih calon tertentu, dengan jumlah uang yang sebenarnya begitu kecilnya.

    "Jumlahnya cuma Rp30.000! Dan itu dengan asumsi, pemilih di keluarga saya ada tiga orang!," kata seorang pemilih yang tak bisa disebutkan namanya. 

    "Ini praktik kotor, sekaligus menghinakan," katanya, setengah marah, setengah lucu.

    Sang pemilih ini menyebutkan, di setiap pemilihan apa pun, memang mereka selalu diberi amplop, padahal dia dan keluarganya tak tergolong  jenis orang yang membutuhkannya.

    "Sepertinya sudah otomastis saja, mereka bagi-bagi uang. Tak melihat-lihat lagi orang yang dibagi,"katanya.

    Namun situasi di keluarganya membuat mereka memutuskan untuk tak melaporkannya.

  17. Jokowi ajak Anda ikut mencoblos