Belum lama dimunculkan pertanyaan apakah kegairahan relawan di Pilkada bisa mengikis politik uang yang selama ini jadi borok dalam demokrasi kita, muncul laporan-laporan tentang masih berlangsungnya bagi-bagi uang di beberapa TPS, dengan embel-embel pesan untuk memilih calon tertentu.
Di media sosial beredar foto-foto yang menunjukkan uang dan amplop berlogo calon. Atau bingkisan dengan dus berlogo calon. Kami tak bisa memuatnya, karena belum bisa memverifikasinya.
Di beberapa TPS di Banten ada laporan tentang pemberian amplop berisi uang dengan pesan memilih calon tertentu, dengan jumlah uang yang sebenarnya begitu kecilnya.
"Jumlahnya cuma Rp30.000! Dan itu dengan asumsi, pemilih di keluarga saya ada tiga orang!," kata seorang pemilih yang tak bisa disebutkan namanya.
"Ini praktik kotor, sekaligus menghinakan," katanya, setengah marah, setengah lucu.
Sang pemilih ini menyebutkan, di setiap pemilihan apa pun, memang mereka selalu diberi amplop, padahal dia dan keluarganya tak tergolong jenis orang yang membutuhkannya.
"Sepertinya sudah otomastis saja, mereka bagi-bagi uang. Tak melihat-lihat lagi orang yang dibagi,"katanya.
Namun situasi di keluarganya membuat mereka memutuskan untuk tak melaporkannya.