Sementara itu di Rumah Lembang...
Inilah sejumlah alasan warga Cililitan Jakarta Timur yang datang ke markas Ahok-Djarot.
You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Berdasarkan hasil penghitungan cepat Pilkada DKI Jakarta, Ahok-Djarot unggul dan akan melangkah ke putaran kedua bersama Anies-Sandi. Sementara Agus Yudhoyono, yang berpasangan dengan Sylvi, menyatakan menerima kekalahan dengan lapang dada.
Inilah sejumlah alasan warga Cililitan Jakarta Timur yang datang ke markas Ahok-Djarot.
Hitung cepat LSI Denny JA hampir rampung. Ahok unggul dikisaran 43%, Anies 40%, dan Agus 16,8%.
Setelah menyatakan bahwa di semua lembaga survey, Anies-Sandi, menang, tim pemenangan berjoget, seperti dilaporkan wartawan BBC, Rafki Hidayat.
Wakil ketua tim pemenangan Anies-Sandi mengklaim, data sudah hampir masuk 100%, dan Anies Sandi paling unggul.
Ketika ditanya banyak lembaga survei yang menyebut Anies di posisi kedua, Taufik bersikeras, "Apapun lembaga surveinya kami menang."
Dia mengklaim timnya menemukan kecurangan.
"Contohnya ada anggota DPRD memalukan, memaksakan kehendak untuk mencoblos di Cempaka Putih. Ini jadi sorotan kami. Di putaran kedua tak boleh terjadi."
Rumah Lembang diliputi suasana pesta.
Orang-orang dalam baju kotak-kotak memenuhi markas pemenangan Ahok-Djarot. Riuh rendah,
Dibuka Djarot, Ahok disambut gegap gempita.
"Kami berterima kasih pada semuanya: para relawan, partai-partai pendukung, dan semua pihak," katanya membuka sambutan.
"Tiga empat bulan lalu ada lembaga survei yang mengatakan Ahok Djarot bisa paling buncit posisinya, paling-paling 10 persen.Ternyata sementara ini kita memimpin sebagai nomor satu."
"Yang jelas perjuangan belum selesai. Dan perjuangan tim Ahok-Djarot tak akan pernah padam.
"Kita bersyukur bahwa kami dipercaya warga Jakarta, bahwa kami mampu mengadministrasi keadilan sosial bagi seluruh warga DKI."
"Kita tak tahu, apakah kita akan mencapai 50 persen lebih. Kita tunggu saja."
"Semua ingin kita menang satu putaran. Tapi dengan begini pun kita pantas bersyukur: kita masih yang dipercaya oleh paling banyak warga."
Penghitungan suara juga tengah dilakukan di Pekanbaru, Riau setelah pemungutan suara berjalan lancar, menurut Dardanela dari Radio Bharabas, mitra radio BBC Indonesia.
Aparat kepolisian dan Satpoll menjaga sejumlah TPS.
Data yang masuk di beberapa hitung cepat sudah masuk lebih dari 80%. Ahok masih unggul dengan kisaran 40-44%. Anies di kisaran 39%-41%, dan Agus di kisaran 16%-18%.
Beberapa daerah di Pati tergenang banjir, khususnya daerah yang dilalui Sungai Juana. Akibatnya, KPU Pati perlu mendistribusikan kotak suara dengan menggunakan kapal karet, menurut Erna Yasmin dari Pas FM Pati, mitra radio BBC Indonesia.
Bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Pati hanya diikuti calon tunggal dan penghitungan suara tengah dilakukan.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi salah satu lokasi TPS di Pati yang terkena banjir. .
Kami kembali melakukan Facebook Live dari Rumah Lembang. Maaf karena sinyal yang kurang baik.
Memantau Pilkada Banten tampaknya lebih menegangkan dibanding Pilkada Jakarta.
Wartawan BBC Mehulika Sitepu dan Oki Budhi memantau suasana di Rumah Lembang, markas pemenangan Ahok-Djarot. Sementara ini, sejumlah orang membahas soal adanya kecurangan yang terjadi di sejumlah TPS.
Tim pemenangan Ahok-Djarot menggelar konferensi pers menekankan bahwa hasil hitung cepat bukanlah hasil final dan masih akan menunggu hasil resmi KPU. Mereka mengatakan ditemukan sejumlah kecurangan.
Cuitan mantan Wakil Presiden Boediono soal pilkada kali ini.
Juru bicara Partai Demokrat, Dede Yusuf, beberapa waktu lalu tiba di Markas Pemenangan Agus-Sylvie, di Wisma Proklamasi, yang suasananya tak terlalu ceria.
Dede menampik, bahwa Agus-Sylvi terpental di putaran pertama. Ia mengatakan hasil penghitungan cepat masih naik-turun. "Kita masih pantau terus sembari kita serahkan kepada Allah."
Suasana Wisma Proklamasi lebih sepi dari satu jam lalu. Udin, salah satu simpatisan Partai Demokrat, menepis dugaan bahwa para pendukung AHY mulai meninggalkan lokasi. "Kita tidak mau pergi karena siapa tahu perolehan suara mas Agus naik. Kita ikutin aja penghitungan suara KPU. Kalau para pendukung mas Agus dipanggil, semua juga dateng. Ini belum ada instruksi aja dari koordinator wilayah," kata Udin, yang sepanjang pembicaraan berwajah muram.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hassan, mengaku tidak tahu hasil penghitungan cepat Pilkada DKI Jakarta. "Justru saya ke sini ingin tahu." Sementara itu televisi yang menyiarkan proses penghitungan cepat, sudah dimatikan.
Data yang masuk dalam sejumlah hitung cepat sudah masuk lebih dari 50%. Ahok masih unggul di hitung cepat versi LSI, Cyrus, SMRC, Polmark, juga Kompas dan Indikator Politik.