You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.

Take me to the main website

Demonstrasi 4 November: Terjadi bentrok dan ada tembakan gas air mata

Ribuan orang terlibat dalam aksi unjuk rasa menuntut penyelesaian hukum kasus tudingan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, banyak toko tutup.

Liputan langsung

Mohamad Susilo

  1. Sunyi: Kawasan Petak Sembilan dan Glodok

    Kekhawatiran akan kemungkinan buruk dalam demonstrasi Jumat ini tetap ada, kata wartawan BBC Indonesia Isyana Artharini. 

    Wei Kang di Glodok mengatakan, "Namanya (demo) gitu ya, mau gimana lagi kan? Kita masih belum tahu ya, aman atau enggak, mudah-mudah sih aman aja, buat kami yang berdagang."

    Wartawan Andy Budiman, berkeliling kawasan Jakarta Utara dan Barat. Ia memotret suasana sepi, murung dan cemasn di kawasan-kawasan yang biasanya ramai Seperti di kawasan Petak Sembilan -foto-foto atas. Sementara gambar-gambar di bawah ini adalah situasi kawasan Glodok, difoto oleh Winarto Wongso.

  2. Pasukan berkuda ikut mengamankan demonstrasi hari ini.

  3. Toko-toko di berbagai penjuru kota, sepi

    Pertokoan dan pusat-pusat belanja sepi. Sebagian toko tutup, atau hanya buka setengah hari. Seperti suasana di Glodok -yang biasanya selalu hiruk pikuk. Seperti direkam oleh Dini.

  4. Seruan damai di dunia maya

    Ada berbagai tagar di Twitter tentang unjuk rasa hari ini. Salah satunya adalah #KapolriTangkapAhok yang rajin dicuitkan oleh Felix Siauw dan sejumlah ormas Islam lain telah digunakan lebih dari 9.500 kali. 

    Tapi, hingga saat ini tagar yang paling kuat adalah #AksiDamai411 yang kini telah dikicaukan 37.000 kali. Beberapa tagar lainnya adalah #KamiTidakIkut dan #KitaIndonesia. 

  5. Facebook Live: Massa bergerak menuju Istana

    Wartawan BBC Indonesia Rafki Hidayat dan Oki Budhi berada dipusat aksi di kawasan Masjid Istiqlal. Massa bergerak menuju Istana Negara. Simak suasananya. 

  6. Mengapa ada seruan jangan keluar kantor?

    Sebagaimana biasa, sebagian orang menanggapi ketegangan aksi unjuk rasa 4 November ini dengan santai penuh canda. Salah satu senda gura yang beredar adalah pengumuman ini:

  7. Kapolri: Waspadai aksi disusupi kelompok garis keras

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta para pengunjukrasa mewaspadai kemungkinan disusupi kelompok garis keras. 

    "Kita perlu mewaspadai ada beberapa komponen, yang juga kami antisipasi," kata Tito kepada wartawan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (04/11) siang. 

    Temuan intelijen, menurutnya, ada orang-orang yang menjadi bagian dari kelompok garis geras itu berada di antara pengunjuk rasa. 

     "Ada komponen-komponen garis keras termasuk jaringan-jaringan dulu yang pernah melakukan teror juga itu ada, dari hasil intelijen kita. Karenanya, Kapolri meminta pengunjuk rasa untuk mewaspdai kehadiran mereka. 

  8. Hoax! Polisi belum punya kesimpulan apapun soal kasus Ahok

    Ada kabar di media sosial yang mengatakan bahwa kepolisian sudah memiliki kesimpulan atas kasus Ahok. Pesan itu mengutip Humas Mabes Polri, Boy Rafli Amar. Tetapi dalam akun resminya, Humas Polri mengatakan kutipan itu tidak benar. 

    "Kesimpulan hal tersebut menunggu gelar perkara," kata mereka. 

  9. Pasukan bersih-bersih 'Throw A Hoax'

    Berbagai unjuk rasa selama ini selalu meninggalkan sampah dan merusak tanaman. Sejumlah perempuan dari Gerakan Nasional Penegakan Fatwa MUI mengaku tak mau lagi meninggalkan kesan buruk. 

    Mereka kali ini membawa sejumlah kantong plastik besar, yang digunakan mengumpulkan sampah yang ditinggalkan para pengunjuk rasa. 

    "Aksi kali ini tak akan kotori jalan. Ada 1000 orang turun. Kalau taman diinjak, rusak, ada tim kami pula yang langsung bersihkan," kata Hilda Savitri, dari Lenteng Agung. 

    Tak urung, papan penunjuknya tetap memojokkan Ahok. 

  10. 'Apa yang akan saya lakukan jika agama saya dihina?'

    Aktivis dan drummer band Superman is Dead, Jerinx, mengunggah pesan yang sangat kuat melalui akun Facebook-nya. Unggahan itu kini telah dibagikan lebih dari 11.000 kali. 

    "Apa yang akan saya lakukan jika agama saya dihina? Saya akan diam. Kenapa? Karena saya percaya Tuhan maha kuasa," katanya. 

  11. Presiden bekerja normal: meninjau infrastruktur bandara

    Istana menjadi salah satu pusat tujuan unjuk rasa. Tapi Presiden Joko Widodo bekerja seperti biasa, kata biro pers kepresidenan. 

    "Pagi tadi Presiden menerima beberapa Menteri yakni Mensesneg dan Seskab berkaitan dengan tugas dan pekerjaan. Kemudian Presiden melakukan kunjungan ke bandara Soekarno Hatta dalam rangka meninjau perkembangan pembangunan infrastruktur transportasi, terutama progress pembangunan kereta bandara."

  12. Salat di tengah jalan

    Sejumlah peserta aksi melaksanakan salat Jumat di jalan dan trotoar di kawasan Medan Merdeka Timur, Jakarta. Rafki Hidayat dan Oki Budhi melaporkan. 

  13. 'Macet'

    Situasi terkini Jalan Medan Merdeka Timur seperti dilaporkan wartawan kami di lapangan. Macet parah karena sejumlah masa melaksanakan salat di tengah jalan.

  14. Ahok dan Al-Maidah

    Ini adalah kutipan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang dipermasalahkan oleh massa pengunjuk rasa. Video lengkapnya bisa Anda simak di sini.

  15. Hoax! Kedubes Turki bantah dukung demo

    Duta Besar Turki di Indonesia, Mehmet Kadri Şander Gürbüz membantah kabar yang mengatakan bahwa mereka mendukung unjuk rasa anti Ahok pada 4 November ini. 

    Kabar pertama dihembuskan antara lain melalui cuitan @SetioDarmadi pada 3 November, yang memajang foto sejumlah pejabat Turki di Istiqlal bersalaman dengan sejumlah calon pendemo. Di situ dituliskan ucapan terima kasih pada Presiden Turki Racip Teyyep Erdogan "atas dukungannya pada Aksi Bela Quran besok. Kami akan memastikan bahwa (gubernur Jakarta) @basuki_btp akan mendapat hukumannya dengan segera."

    Namun dalam klarifikasi Jumat (4/11) pagi, Dubes Turki Mehmet Kadri Şander Gürbüz serta merta membantah. Dalam bantahan di situs Kedubes Turki disebutkan, "Wakil menteri pertahanan Republik Turki, Şuay Alpay yang sedang berada di Jakarta untuk (pameran industri pertahanan) IndoDefence mengunjungi Monas dan Masjid Istiqlal dari luar kemarin, sebagai bagian dari perjalanan melihat-lihat kota."

    Warga yang melihat bendera Turki pada mobil dinasnya lalu mengambil foto bersamanya.

    Mereka menyatakan perjalanan keliling kota (Wakil Menhan) kemarin tak ada hubungannya dengan demonstrasi yang berlangsung hari ini. 

    Republik Turki tak punya niat untuk turut campur dama urusan domestik Republik Indonesia, yang memiliki hubungan sangat baik dengan kami di segala tingkat, ujar pernyataan tersebut.