You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.

Take me to the main website

Demonstrasi 4 November: Terjadi bentrok dan ada tembakan gas air mata

Ribuan orang terlibat dalam aksi unjuk rasa menuntut penyelesaian hukum kasus tudingan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, banyak toko tutup.

Liputan langsung

Mohamad Susilo

  1. Mobil polisi yang berada di seputar Istana Merdeka dibakar massa

    Sejumlah mobil yang dibakar massa termasuk satu mobil polisi, menurut Tempo. 

    Sementara pantauan Detikcom, dua truk Brimob yang diparkir di depan Istana Merdeka terbakar dan api membumbung tinggi.  

  2. Panglima TNI mencoba menenangkan massa

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta massa yang ada di depan istana agar tenang dan menenangkan diri.

    Melalui pengeras suara, Nurmantyo mengatakan, "Saya meminta massa aksi untuk tetap tenang," lapor Detikcom.

    Ia menggunakan pengeras suara dari kantornya di Jl Medan Merdeka Barat.

    Seruan dikeluarkan setelah pecah kerusuhan di depan istana.

  3. Kapolri Tito Karnavian: 'Saya minta semua dihentikan ... keluarga menunggu di rumah!'

    Kapolri Jendral Tito Karnavian menyerukan semua pihak berhenti di tengah bentrokan yang terjadi antara polisi dan demonstran. 

    "Saya minta semua dihentikan, keluarga kita menunggu di rumah," kata Kapolri. 

    Tetapi walaupun Kapolri Tito Karnavian memerintahkan jajarannya menghentikan tembakan, polisi terus mengambil tindakan, menurut pantauan Tempo.

  4. Bentrok antara peserta demo dan polisi

    Pada sekitar pukul 20.00 WIB terjadi bentrok antara massa pendemo dan aparat kepolisian, di depan Istana Merdeka, menurut pantauan Detikcom.

    Dua kendaraan polisi yang diparkir di lokasi ini dibakar massa. Polisi kemudian menembakkan gas air mata. 

    Dari arah massa, ada lemparan batu dan potongan bambu, kata wartawan Detikcom.

  5. Pasukan tambahan dari TNI menuju Istana Merdeka

  6. Peserta demo 'ingin duduki DPR'

    Wartawan BBC Oki Budhi melaporkan bahwa ada sekelompok peserta demo yang ingin menduduki gedung DPR di Senayan.

  7. Bentrok polisi dan demonstran, serta mobil terbakar

    Massa menendangi tameng pagar betis polisi di depan Istana Negara dengan kelompok beratribut HMI yang masih bertahan.

    Suasana menjadi ricuh karena "mereka terus menyerang polisi bertameng," menurut pantauan Detikcom. 

    Sementara itu, menurut pantauan Kompas, ada beberapa mobil terbakar di Jalan Merdeka Barat. Belum jelas, mobil milik siapa yang terbakar.

  8. Ambulans menuju lokasi 'tembakan gas air mata'

    Tak lama setelah terdengar 'tembakan gas air mata' di sekitar istana, sejumlah ambulans menuju lokasi.  Bentrokan sempat terjadi antara polisi dan pendemo. 

  9. Polisi bersiaga di seputar Monas

  10. Momen saat terjadi tembakan gas air mata

    Inilah saat-saat terjadi tembakan gas air mata di sekitar istana, Jakarta, pada demo anti-Ahok.

  11. Terdengar 'tembakan gas air mata'

    Bunyi tembakan terdengar di sekitar istana, tempat massa yang masih berkumpul, menurut wartawan BBC Christine Franciska dan Mehulika Sitepu.

    "Ibu-ibu diminta mundur dan yang laki-laki memakai odol di seputar mata (untuk menghindari efek gas air mata)," kata Mehulika.

  12. Sebagian polisi beranjak...

    Sebagian polisi telah beranjak dari daerah di seputar pengunjuk rasa, termasuk dari Kepolisian Daerah Riau, seperti di foto ini.

    Polisi mengerahkan sekitar 18.000 personel termasuk dari luar Jakarta.

    Ribuan polisi disebar di 27 titik rawan termasuk di Istana Negara, Silang Monas, Balai Kota, Patung Kuda, DPR, sejumlah mall dan Bandara Soekarno-Hatta.

    Salah satu langkah yang dilakukan polisi untuk menenangkan massa yang sempat memanas adalah dengan membaca nama-nama Allah, asmaul husna dan memohon pengampunan dari Allah, istigfar.

  13. Orasi sambil makan di kompleks Monas

    Hingga sekitar pukul 19.00 WIB masih ada orasi di seputar kompleks Monas, tepatnya di lokasi yang oleh warga Jakarta biasa disebut patung kuda.

    Mereka berorasi, duduk-duduk, dan makan jajanan.

    "Kalo ada yang provokasi, tangkap, kita kasih ke polisi," kata mereka. 

  14. Jusuf Kalla: 'Kita akan tegakkan hukum yang tegas dan cepat'

    Pertemuan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan perwakilan peserta demo berakhir dengan kesepakatan bahwa proses penyelidikan polisi atas kasus dugaan penistaan oleh Ahok akan dilangsungkan secara cepat.

    "Kita akan tegakkan hukum yang tegas dan cepat," kata Kalla.

    Menurut Kalla, polisi akan menyelesaikan dalam waktu dua minggu.

  15. Peserta demo beranjak pulang

    Setelah mengikuti aksi sejak siang, sebagian peserta meninggalkan lokasi demonstrasi hari Jumat (04/11). Penyelenggara demonstrasi mengatakan aksi sampai sekitar pukul 18.00 WIB.

  16. Lantunan 'asmaul-husna' dan istigfar polisi di hadapan pendemo

    Dalam menghadapi para pendemo, polisi melantunkan asmaul husna, atau nama-nama Allah dan istigfar atau memohon ampunan Allah, guna mendinginkan situasi.

    Dengan cara ini, para demonstran yang sempat memanas terdiam.

    Polisi dan pendemo dipisahkan pagar pembatas dan demonstran tidak diizinkan melewati pagar di kawasan Istana Merdeka.

  17. Massa Rizieq Shihab: Buka, buka, buka

    Ketua Umum Front Pembela Islam Rizieq Shihab meminta bertemu Presiden Joko Widodo di komplek istana.

    Permintaan ini diiringi sorak-sorai massa yang berteriak "buka, buka, buka" dengan maksud barikade dibuka.

    Perwakilan peserta demonstrasi telah diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

  18. Posting Buni Yani di Facebook yang memicu kemarahan

    Buni Yani, seorang pria yang mengaku mantan wartawan dan saat ini dosen di perguruan tinggi di Jakarta, memposting di akun Facebooknya video "yang telah diedit" terkait pernyataan Ahok soal surat Al-Maidah 51 di Kepulauan Seribu akhir September lalu. 

    Buni Yani mengakui salah transkrip pidato Ahok itu namun tak mau disebut kambing hitam demo 4 November.

    "Itu bagaimana mereka belajar ilmu komunikasi lah. Efek media kayak bagaimana, karena ada banyak demo, kok saya yang dikambinghitamkan," kata Buni Yani kepada detikcom. 

    Di video itu, Ahok tidak menyebutkan 'dibohongi Surat Al Maidah', namun 'dibohongi pakai Surat Al Maidah'

    Namun di akun Facebooknya, Buni Yani menulis caption potongan video pidato Ahok dengan kalimat 'dibohongi Surat Al-Maidah'. 

    Banyak yang tersulut atas postingan yang banyak disebar melalui media sosial.  

  19. 'Menjaga Kebhinekaan dan Toleransi"

    Organisasi mahasiswa Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Tionghoa mengadakan jumpa pers mengangkat perlunya "Menjaga Kebhinekaan dan Toleransi dalam kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara".

    Organisasi yang menyelenggarakan konferensi pers ini adalah:

    1. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

    2. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)

    3. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI)

    4. Kesatuan Mahasiswa Hindu Darma Indonesia (KMHDI)

    5. Generasi Muda Indonesia Tionghoa (GEMA INTI)

    6. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)

  20. Wapres Jusuf Kalla 'akan temui' perwakilan pendemo

    Wakil Presiden Jusuf Kalla dilaporkan akan menerima perwakilan pendemo. 

    Menko Polhukam Wiranto kepada para wartawan mengatakan, "Pak Wapres (Jusuf Kalla) siap untuk bertemu."

    Tadinya perwakilan pendemo menegaskan hanya mau bertemu Presiden Joko Widodo.