You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.

Take me to the main website

Liputan Perang Suriah, dari tembakan rudal hingga sidang darurat DK PBB

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memuji serangan udara atas Suriah sebagai 'dilaksanakan sempurna' sementara Presiden Suriah, Bashar al-Assad, menuduh Barat kehilangan kredibilitas.

Liputan langsung

  1. Rusia kutuk serangan: 'AS tak punya dasar moral'

    Melalui twitter, Duta Besar Rusia di Amerika, Anatoly Antonov, menyatakan bahwa, "Lagi: kami diancam. Kami peringatkan bahwa tindakan semacam itu tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa konsekuensi," katanya.

    "Seluruh tanggung jawab akan dipikul oleh Washington, London dan Paris," tegasnya.

    "Penghinaan terhadap Presiden Rusia tak dapat dibenarkan dan tak dapat diterima. Amerika Serikat, pemilik persenjatan kimia terbesar di dunia, tak punya landasan moral untuk menuding negara lain," tambah Antonov dalam cuitan itu.

  2. PM Inggris dan Presiden Prancis kukuhkan keterlibatan militer mereka

    Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengukuhkan keterlibatan militer mereka dalam serangan itu.

    PM May mengatakan, "tidak ada alternatif praktis selain penggunaan kekuatan (militer)".

    Namun dia juga mengatakan serangan itu dilancarkan bukan dengan maksud melakukan "perubahan rezim".

    Sementara Presiden Macron mengatakan, dia memerintahkan serangan itu karena 'puluhan orang, termasuk perempuan dan anak-anak dibantai dengan senjata kimia".

    "Garis merah itu sudah diterabas," katanya.

  3. Donald Trump tunjuk hidung Rusia dan Iran

    Dalam pidatonya, Trump juga secara khusus menunjuk Rusia dan Iran, dua negara sekutu Suriah.

    "Rusia harus memutuskan sendiri apakah akan terus menempuh jalan gelap itu atau bergabung dengan negaraa-negara yang beradab sebagai kekuatan untuk stabiitas dan perdamaian. Semoga suatu waktu kita akan berjalan seiring bersama Rusia, dan bahkan mungkin Iran, tetapi mungkin tidak." Kata Donald Trump.

    "Negara macam apa yang ingin dikaitkan dengan pembunuhan masal terhadap orang-orang -lelaki, perempuan, anak-anak, taka bersalah?"

    "Negara-negara di dunia ini bisa dinilai dari sahabat yang mereka pilih. Tak ada negara yang bisa berhasil dalam jangka panjang, dengan mempromosikan negara yang jahat, tiran yang brutal, dan diktator pembunuh," kata Trump.

    Ia menyatakan, serangan-serangan rudal ini akan terus berlangsung sepanjang Suriah masih memiiki kemampuan serangan kimia.

    "Kami siap untuk melanjutkan (serangan) ini sampai rezim Suriah berhenti menggunakan zat-zat kimia terlarang," kata Trump.

  4. Trump perintahkan serangan ke Suriah

    Amerika Serikat, Inggris dan Prancis mengatakan mereka telah meluncurkan serangan rudal ke berbagai fasilitas pemerintah Suriah sebagai pembalasan atas dugaan serangan kimia di kota Douma Sabtu pekan lalu.

    Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah memerintahkan serangan "terhadap sasaran-sasaran yang terkait dengan kemampuan senjata kimia" pemerintah Suriah.Berbagai ledakan dilaporkan terjadi di sekitar Damaskus, ibu kota Suriah.

    Pemerintah Suriah bersikeras bahwa mereka tidak pernah menggunakan senjata kimia, dan Rusia menuding bahwa peristiwa di Douma itu sekadar dikarang-karang untuk jadi alasan serangan.

    Laman ini terus diperbaharui dari waktu ke waktu.