Dalam keterangan pers pertamanya setelah serangan Barat ke Suriah, PM Theresa May, menyatakan keyakinan bahwa serangan itu berhasil.
Kepada wartawan di London, Sabtu (14/04), ia mengatakan bahwa serangan itu dilancarkan karena rezim di Suriah memperlihatkan 'pola perilaku persisten' dalam penggunaan senjata kimia yang 'harus dihentikan'.
Ketika ditanya kenapa tidak meminta persetujuan dari parlemen Inggris, May menjawab bahwa serangan yang dilakukan adalah tepat dan sudah dibahas dengan negara-negara mitra. "Saya yakin mengambil tindakan yang tepat."
Ditambahkannya bahwa, "Kita sudah mengupayakan semua saluran diplomatik untuk mencapai hal ini (penghentian penggunaan senjata kimia)."
Bagaimanapun PM May mengatakan akan memberi keterangan kepada parlemen, Senin (16/04).
May juga menegaskan bahwa "Ini bukan tentang campur tangan pada perang saudara. Ini tentang perubahan rezim."
Sebelum serangan dilakukan, Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan sudah siap untuk mengerahkan sumber daya ke Suriah.
Militer Inggris memiliki pesawat tempur supersonik Tornado di pangkalan udara tersebut.