Donald Trump terpilih jadi presiden AS: Obama beri selamat dan undang ke Gedung Putih

Donald Trump menang dalam pemilihan presiden Amerika Serikat, mengalahkan Hillary Clinton dalam perhitungan suara yang ketat.

Liputan langsung

  1. Pilpres AS di Jakarta

    Pusat Kebudayaan AS diJakarta, @america, menggelar simulasi pemungutan suara sembari memantau perkembangan pengumpulan hasil Pilpres 2016 ini. "Orang-orang sudah mulai berdatangan, namun mungkin masih terlalu pagi, jadi kegiatannya masih sekadar periapan dan foto-foto," kata watawan BBC Indonesia Mehulika Sitepu. 

    pilpres AS

    Sumber gambar, BBC Indonesia

  2. Perkembangan penembakan di California

    Polisi  di kota  Azusa California mengatakan ada sebuah "situasi aktif yang sedang berlangsung" di sebuah rumah di dekat TPS  yang melibatkan seorang "perempuan bersenjata" yang membawa senjata semi otomatis. 

    Satu orang tewas dan dua lainnya terluka. 

    Polisi mengatakan terlalu dini untuk menentukan apa motovasi pelaku penembakan, tetapi mereka yakin bahwa insiden itu terkonsentrasi di permukinan di bagian Timur Los Angeles. 

    Penembakan California

    Sumber gambar, AP

    Keterangan gambar, Polisi ditembaki ketika akan mengepung tersangka pelaku penembakan
  3. Proyeksi terakhir ABC News - tujuh untuk Clinton, dua untuk Trump

    ABC News memprediksikan kemenangan Clinton di New Jersey, di distrik Columbia, Massachusetts, Maryland, Delaware, Illinois dan Rhode Island.

    Trump diperkirakan menang di Mississippi dan Oklahoma. 

  4. Antara Pilpres AS dan sepakbola Indonesia

    Seorang pengguna media sosial mengeluhkan liputan terhadap Pemilihan Presiden AS yang gegap gempita, namun tak memberikan perhatian pada pertandingan sepak bola persahabatan Indonesia lawan Vietnam di hanoi -yang berakhir dengan kekalahan 2-3, kekalahan pertama Indonesia sesudah dicabutnya sanksi FIFA.

  5. Optimisme di 'markas' Hillary Clinton

    Kaum Demokrat berdatangan ke markas Hillary Clinton di New York, hanya dua blok dari Trump Tower, markas Donald Trump. Ada optimisme, ada juga rasa was-was.

  6. South Carolina dukung Trump

    Sebelumnya diperkirakan, bahwa South Carolina, yang telah memilih calon dari Partai Republik selama sembilan pemilu, mungkin bisa menjadi sebuah kejutan, tetapi itu tak terjadi. 

    ABC News sekarang memproyeksikan negara bagian itu akan mendukung Donald Trump.

  7. Pemungutan suara diperpanjang di North Carolina

    Negara bagian North Carolina yang menjadi 'tempat pertarungan'  penting bagi dua capres memperpanjang masa pemungutan suara di delapan TPS di wilayah Durham setelah adanya masalah pada sistem pemungutan suara elektronik. 

    Wilayah ini merupakan basis partai Demokrat yang dihuni oleh sebagian besar populasi Afrika-Amerika yang secara tradisional mendukung partai ini. 

    Sebelumnya, Partai Republik di North Carolina menyampaikan  pernyataan bahwa mereka "tidak melihat bukti-bukti yang dapat membenarkan perpanjangan waktu pemungutan suara" karena "gangguan (hanya berlangsung) singkat".

  8. Bursa saham Singapura menatap layar

    Cuitan wartawan BBC, Karishma Vaswani dari bursa saham Singapura:  Para pialang di @ig_singapore terpaku ke layar masing-masing, menyaksikan hasil-hasil (pemilihan) yang mulai muncul. Masih beberapa jam sebelum hasil pasti. 

  9. Trump diperkirakan menang di West Virginia

    ABC News memprediksikan Donald Trump akan menang di negara bagian West Virginia. 

    West Virginia memenangkan capres dari Partai Republik sejak 2000, dan pada pemilihan tahun 2012 pemilih partai tersebut meningkat di bagian Timur negara bagian yang terletak di kawasan pengunungan Appalachian itu.

    ABC News memproyeksikan pebisnis dari New York itu akan meraup suara di negara bagian yang merupakan produsen batu bara itu. 

    Pada saat ini, pemungutan suara telah selesai si Ohio dan sebagian besar North Carolina.

    North Carolina secara resmi masih membuka delapan TPS di dekat kota Durham. 

  10. 'Satu orang dipastikan tewas' dalam penembakan di wilayah Los Angeles

    Polisi di California telah menyatakan mereka “menemukan korban tembakan beruntun” setelah mendapatkan laporan adanya penembakan di kota Azusa di wilayah Los Angeles.

    Departemen Polisi Azusa mengatakan petugas polisi yang tiba di lokasi kejadian ditembaki dan sejumlah polisi lain kemudian membalas tembakan tersebut.

    Satu orang dipastikan tewas dalam peristiwa tersebut, jelas polisi, dan “semua petugas polisi yang semula ditembaki sekarang dalam kondisi aman dan telah diselamatkan.”

    Penembakan dilaporkan terjadi di dekat sebuah Tempat Pemilihan Suara TPS tetapi sejauh ini tidak ada informasi  peristiwa itu berkaitan dengan politik. 

  11. Pebisnis Indonesia harapkan kemenangan Clinton

    Ini urusan pilihan rakyat Amerika Serikat. Namun posisi negeri itu sebagai kekuatan utama politik dan ekonomi dunia membuat pemilihan ini jadi perhatian dunia. Masyarakat internasional memiliki harapannya sendiri-sendiri. 

    Di Indonesia, para pelaku pasar lebih mengharapkan Hillary Clinton yang terpilih. karena dianggap lebih kredibel dan lebih dapat dapat diprediksi dibanding Donald Trump. Bahkan, diyakini, indeks saham dunia akan naik jika kandidat dari partai demokrat itu yang memenangkan pemilihan presiden AS, kata Direktur Utama Ciptadana Sekuritas, Ferry Tanjadi Jakarta. Lebih jauh, bisa Anda simak:

    JSX

    Sumber gambar, Reuters

  12. Pemilih ‘telah memutuskan capres pilihannya sebulan lalu’

    Meskipun adanya spekulasi mengenai tingginya angka pemilih yang belum menentukan pilihan, analisis dari data penghitungan nasional sementara dari  Edison Research, menunjukkan hanya sedikit jumlah pemilih yang masih belum menentukan pilihan mereka di awal November, seperti diberitakan Wall Street Journal.

    Data itu menunjukkan 12% pemilih telah menentukan pilihannya pada pekan lalu, termasuk 7% yang memastikan capres pilihannya pada beberapa hari lalu.

    Sekitar 60% telah menentukan pilihan mereka pada akhir Agustus dan satu diantara empat orang telah memutuskan capres pilihannya pada September dan Oktober.

  13. Hasil-hasil sementara

    Hasil-hasil sementara mulai bisa diperkirakan.

    ABC News memproyeksikan hasil-hasil ini. 

    Kentucky diperkirakan memilih Trump. Negara bagian andalan Partai Republik ini tidak pernah memilih calon Demokrat setiap kali calon mereka berasal dari selatan, seperti  Jimmy Carter tahun 1976 dan Bill Clinton pada tahun 1992.

    Vermont diproyeksikan memilih Clinton. Pada tahun 2012 Obama menang 66% di negara bagian yang sangat condong ke Demokrat ini.

    Indiana diproyeksikan memilih Trump. Negara bagian ini meruapakn kubu Partai Republik, kendati pada tahun 2008 Obama menang tipis di sini.  

    Pada pukul 19:00 EST (07:00 WIB) TPS-TPS di Georgia, South Carolina dan Virginia akan ditutup, kendati jika ada yang masih mengantri, pemilih tetap bisa menggunakan suaranya. 

    first result
  14. Selamat pagi, selamat bergabung kembali

    Selamat pagi, selamat bergabung kembali di laporan langsung Pemilihan Presiden AS. Anda dipandu oleh Ging Ginanjar dan Sri Lestari.  

  15. Terima kasih

    Terima kasih sudah mengikuti laporan langsung pemungutan suara pilpres AS. 

    Silakan bergabung lagi di live page berikutnya, hari Rabu pagi WIB.

    Pilpres AS

    Sumber gambar, Getty Images

  16. Sistem pemilu AS: the winner takes all

    Pemilihan presiden AS menggunakan sistem yang disebut electoral college yang pada intinya adalah sekelompok orang yang memilih pemenang. 

    Jumlahnya 538 dan untuk menjadi presiden seorang calon harus mendapatkan setidaknya 270.

    Setiap negara bagian punya jumlah 'elector' yang didasarkan pada populasi. Ketika seseorang mencoblos, sebenarnya yang mereka pilih adalah elector ini. Elector ini sudah diketahui posisinya, apakah akan memilih Clinton atau Trump.

    Yang menarik adalah, di hampir semua negara bagian (Kecuali Nebraska dan Maine), berlaku prinsip the winners takes all yaitu pemenang akan mendapatkan semua jumlah elector di negara bagian tersebut.

    Misalnya, pemenang di New York akan mendapatkan 29 electoral votes.

    Untuk mendapatkan 270, hasil di negara-negara bagian yang berpotensi dimenangkan baik oleh Demokrat atau Republik, biasa disebut swing state, sering kali menjadi penentu hasil pilpres.

    Pilpres AS 2016

    Sumber gambar, Reuters

  17. Media Rusia soroti sistem politik AS

    Pantauan BBC Monitoring menunjukkan berbagai stasiun TV di Rusia lebih banyak menyoroti sistem politik AS, bukan platform yang diusung Clinton dan Trump.

    "Demokrasi, yang banyak dipromosikan Amerika ke negara-negara lain di dunia, kadang menggunakan cara-cara yang kasar. Demokrasi ini tidak ada sama sekali," kata Channel One TV, stasiun TV milik pemerintah.

    Pejabat Kremlin yang bertanggung jawab atas propaganda pemerintah, Dmitry Kiselev (foto), menyerang Clinton, namun tak banyak hal positif yang ia angkat terkait Trump.

    Semua saluran TV utama di Rusia menggambarkan kampanye sebagai 'yang paling kotor dalam sejarah AS'.

    Mereka juga menyatakan bahwa sistem pemilu di AS memiliki banyak kelemahan.

    "Kadang calon yang mendapat dukungan paling banyak tidak keluar sebagai pemenang," kata Channel One.

    Kiselev mengatakan siapa pun yang menang akan menjadi 'presiden yang lemah'.

    TV Rusia

    Sumber gambar, Rossiya 1 TV

  18. Perkiraan Five-thirty-eight positif untuk Clinton

    Situs analisa statistik yang dijalankan Nate Silver, yang terkenal memprediksikan hasil Pemilihan Presiden AS di semua 50 negara bagian pada 2012, memposting perkiraan lewat Twitter, dengan memberikan Hillary Clinton peluang 71,6% menang.

    Perkiraan ini meningkat dari 65% yang dikeluarkan pada hari Minggu.

    Sementara itu jajak pendapat BBC menunjukkan perkiraan 48% untuk Nyonya Clinton dan Trump 44%.    

  19. Clinton dan Trump di mata pengamat

    Profesor Robert W Hefner dari Universitas Boston berpendapat bahwa baik Donald Trump maupun Hillary Clinton tidak sepopuler yang diharapkan sebagian besar masyarakat.

    Wawancara oleh wartawan BBC Indonesia, Liston Siregar

    Keterangan audio,Dua calon presiden AS, Hillary Clinton dan Donald Trump dianggap mengecewakan
  20. AS menentukan penghuni baru Gedung Putih

    Pemenang pemilihan presiden 2016 akan menggantikan Barack Obama di Gedung Putih, gedung yang menjadi kantor dan kediaman resmi presiden AS.

    Presiden Obama sudah menjabat dua periode setelah pertama kali terpilih pada 2008.

    Gedung Putih

    Sumber gambar, Getty Images