Donald Trump terpilih jadi presiden AS: Obama beri selamat dan undang ke Gedung Putih

Donald Trump menang dalam pemilihan presiden Amerika Serikat, mengalahkan Hillary Clinton dalam perhitungan suara yang ketat.

Liputan langsung

  1. Kicauan Ulil soal presiden perempuan

  2. Clinton sudah ketahuan, Trump sangat tak diketahui

    Wartawan BBC Karishma Vaswani mengatakan, bagi para pelaku pasar Asia, Clinton sudah diketahui arahnya. Namun Donald Trump benar-benar belum dikenal dan tak bisa diduga, memicu ketidak-pastian terkait misalnya tariff yang ingin ia terapkan pada impor dari Cina. Hal ini mengkhawatirkan para investor Asia.

  3. Saham di pasar Asia berjatuhan

    Saham-saham Asia berjatuhan setelah hasil sementara penghitungan suara presiden AS menunjukkan kemenangan Donald Trump semakin dekat.

    Semua pasar bursa utama di kawasan tersebut kini lebih rendah, dan uang mengalir ke saham-saham safe haven, emas dan mata uang termasuk yen.

    Sementara itu Peso Meksiko berada di posisi terendah pada dolar. Selengkapnya simak di sini Pasar Asia jatuh akibat ketatnya persaingan pilpres AS

  4. Donald Trump dan politikus Indonesia

    Kicauan-kicauan lucu mengomentari keunggulan Trump dalam perhitungan suara. Anda ingat momen ini?

  5. Bagaimana hubungan AS-Indonesia jika Donald Trump menang ?

    Jika Hillary Clinton terpilih sebagai presiden, kebijakan luar negeri Amerika Serikat kemungkinan tak mengalami perubahan, sedangkan Donald Trump mungkin tak akan mewujudkan jargon-jargon kerasnya.

    Pendapat itu disampaikan oleh Direktur Pusat Kajian Wilayah Amerika di Universitas Indonesia, Suzie Sudarman dan anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon. Simak selengkapnya di sini

  6. Trump menyaksikan penghitungan suara

  7. Imam Shamsi Ali: bukan soal umat Islam, kekhawatirannya.

    Shamsi ALi

    Shamsi Ali, imam masjid New York:

    Hasil sementara ini hasil pemilihan mengejutkan banyak sekali, termasuk komentator media.

    Bagi kami insya Allah kekhawatiran itu ada. Tapi tetap percaya bahwa Amerika solid dengan institusi demokrasi dan konstitusinya. Hubungan kami (umat Islam) dengan segmen masyarakat Amerika lainnya juga solid. Jadi tdk perlu "over worried" -cemas berlebihan. Kekhawatiran utama saya bukan pada komunitas Muslim. Tapi kemungkinan Amerika akan banyak terisolasi dari dunia internasional, khususnya dunia Islam. Dan ini dampaknya sangat buruk bagi Amerika sendiri.

  8. 'Trump jadi presiden AS' masuk dalam daftar '10 risiko tertinggi dunia'

    trump

    Sumber gambar, AFP

    Beberapa bulan lalu Economist Intelligence Unit (EIU) mengeluarkan kajian yang menyebut bahwa kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden Amerika Serikat merupakan salah satu 10 risiko tertinggi yang dihadapi dunia.

    Divisi riset dan analisa majalah the Economist itu memperingatkan bahwa keberadaan Trump pada kursi presiden AS bisa berdampak pada situasi keamanan dan politik dunia.

    Pada skala risiko 1 hingga 25, naiknya Trump sebagai presiden AS dikategorikan 12. Berdasarkan angka tersebut, Trump menduduki peringkat enam dalam 10 risiko tertinggi.

  9. Tim Clinton menunggu hasil di negara bagian kunci

    Perolehan suara Clinton merayap di Michigan, tetapi kemenangan di sana tidak akan berarti jika dia kalah di Wisconsin, Arizona dan New Hampshire

  10. Pengalaman di kampanye Trump

    Simon Rowntree mengungkapkan, dia berada di sebuah kampanye Trump di Manhattan, dan mendengar "... ribuan orang meneriakkan yel-yel: Kami benci Muslim, Kami benci kulit hitam, kami inginkan kembali negeri besar kami," Menjijikan," cuitnya. 

  11. Clinton cuma tinggal punya satu jalur, Trump masih banyak jalur

    Clinton akan memenangkan Michigan, namun itu bisa tak ada gunanya jika ia tak memenangkan sejumlah negara bagian kunci lain, yang tampak tak terlalu cerah prospeknya: Wisconsin, Pennsylvania, Michigan, Arizona and New Hampshire.

    Menurut pakar politik AS, Norm Ornstein dalam percakapan dengan BBC, Clinton hanya tinggal punya satu jalur untuk memenangkan pemilihan preisden ini, sementara Trump masih punya banyak jalur kemenangan. 

  12. Kemungkinan Trump menang mengerikan bagi Asia

    Tessa Wong

    BBC News, Singapura

    Perkiraan yang nyata dari kemungkinan Trump menjadi presiden AS menimbulkan kekhawatiran yang besar di kalangan para pelaku pasar.  Pasar saham India yang baru saja dibuka memperlihatkan penurunan indeks harga saham 3,7%.  Seluruh pasar saham seperti Australia, Jepang, Hong Kong, Shanghai dan Korea Selatan juga anjlok. dan dana segar mengalir ke dalam investasi saham yang aman, emas dan nilai tukar.  

  13. Dollar turun lagi

  14. Yenny Wahid membandingkan keunggulan Trump dengan aksi 4 November

    Dalam cuitannya, Yenny Wahid mengatakan bahwa Brexit, Trump dan dalam konteks Indonesia, (demonstrasi raksasa 4 November) 411, menunjukkan bahwa orang mengambil pilihan secara emosional dan tidak rasional. Lalu mereka kelak akan menyesalinya. 

  15. Muslim AS ramai mencoblos, tapi Trump tampak tak terbendung

    Kaum Muslim dan keturunan Hispanik AS yang cemas pada pernyataan-pernyataan Donald Trump, ramai-ramai mencoblos. Namun keikut-sertaan kaum kulit hitam di TPS jauh menurun dibanding saat Barack Obama jadi calon, tahun 2008 dan 2012 lalu,

  16. Situs imigrasi Kanada tak dapat diakses

    Situs departemen kewarganegaraan dan imigrasi Kanada tak dapat diakses, seperti ditemukan oleh pengguna Twitter. 

    Orang-orang yang berupaya mengakses situs tersebut menemui kesulitan, pada pukul 22.30 waktu setempat. 

    Sebelum malam pemilihan, banyak selebriti dan pengguna media sosial yang mengklaim jika Trump menang, mereka akan pindah ke utara. 

    Tetapi Business Insider masih memiliki panduan yang membantu orang yang inging 'melarikan diri' ke wilayah utara. 

  17. Clinton menang di dua negara bagian, Trump satu negara bagian

    Hasil dari ABC News 

    Untuk Clinton:

    California, yang merupakan wilayah pendukung partai Republik  dari 1968-88, dan telah memilih calon dari Demokrat sejak 1992.

    Hawaii merupakan daerah pendukung Demokrat yang kuat, yang hanya memiliki calon dari Republik dua kali sejak menjadi bagian dari Amerika Serikat pada  1959.

    Untuk Trump:

    Idaho  merupakan wilayah basis kuat Republik. Pada 2012 Mitt Romney menang dengan selisih 32 poin. 

  18. Orang tertarik pada perubahan

    jakarta pilpres

    Sumber gambar, BBC Indonesia

    Dua warga AS di Jakarta mengungkapkan kecemasannya tentang perkembangan baru, bahwa ternyata Trump unggul dan kemungkinan akan jadi presiden AS.

    Kelsey Roggensack mengatakan, 

    "Saya khawatir atas reaksinya terhadap kebijakan healthcare Obama. Saya tidak senang lihat hasil saat ini. Jika dia (Trump) menang, berat sekali. Saya tidak pernah membayangkan dia akan menang sampai saat ini. Saya sangat takut kalau hasilnya seperti itu."

    Michael Miller mengatakan: "Ini akan ditentukan oleh negara-negara bagian kunci seperti Wisconsin dan Michigan, tempat asal saya. Saya tidak akan senang jika negara ini jatuh ke dia (Trump). AS akan berada di kondisi jauh lebih buruk dibanding jika Hillary yang memerintah. Saya expat yang tinggal di Indonesia. Jadi akan sulit untuk membela kebijakan publiknya jika dia melakukan apa yang dia kampanyekan. Saya tegang, saya memikirkan apa yang akan terjadi pada AS."  

  19. Kubu Clinton coba tetap optimis

    Clinton HQ

    Sumber gambar, Reuters

    "Kami optimis tentang Pennsylvania dan Michigan dan saya kira New Hampshire juga akan kami menangkan. Ditambah dengan New Hampshire atau Nevada yang tetap menjadi jalur untuk memenangkan 270 (electoral vote)," kata seorang staff senior Hillary Clinton kepada Wall Street Journal. 

    Betapa pun, sebagian pendukung Clinton mulai menjajaki skenario tentang apa yang akan dilakukan jika 'kemungkinan terburuk' yang terjadi.