Top skor Piala Dunia 2026: Mbappe raih Sepatu Emas dan jadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang masa

    • Penulis, Andy Cryer
    • Peranan, Jurnalis Senior BBC Sport
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 4 menit

Kylian Mbappe dipastikan meraih predikat pencetak gol terbanyak alias Sepatu Emas pada Piala Dunia 2026.

Kepastian itu diperoleh setelah Lionel Messi gagal mencetak gol tambahan pada babak semifinal dan final. Pada pertandingan final, Messi dan rekan-rekannya dikalahkan Spanyol dengan skor 0-1.

Adapun dua gol Kylian Mbappe dalam kekalahan Prancis 4-6 dari Inggris pada perebutan posisi ketiga menambah total perolehannya menjadi 10 gol—unggul dua gol atas Lionel Messi.

Mbappe praktis menjadi pemain pertama yang memenangkan penghargaan Sepatu Emas sebanyak dua kali.

Sejumlah pengamat sepak bola menduga khalayak dunia menyaksikan sesuatu yang istimewa ketika para pemain terbaik dunia memecahkan rekor di panggung terbesar olahraga ini.

Rekor gol terbanyak Piala Dunia sepanjang masa

Selain meraih Sepatu Emas pada Piala Dunia 2026, Mbappe menyegel predikat pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang masa.

Saat Piala Dunia 2026 dimulai, rekor Miroslav Klose masih bertahan. Pemain Jerman itu memegang predikat tersebut dengan 16 gol.

Namun, pada akhir Piala Dunia 2026, Mbappe memecahkan rekor itu dengan 22 gol, unggul satu gol atas Messi.

Baca juga:

Pada Piala 2026, Mbappe menyumbangkan dua gol ke gawang Senegal dan dua gol ke gawang Irak pada babak grup. Pada babak 32 besar, dia membantu Prancis menyingkirkan Swedia dengan mencetak dua gol.

Pada babak 16 besar, dia mencatatkan satu gol ke gawang Paraguay. Kemudian, satu gol ke gawang Maroko pada babak perempat final.

Dua gol terakhir dia jaringkan ke gawang Inggris pada perebutan posisi tiga.

Messi saat ini mengoleksi 21 gol dari enam gelaran Piala Dunia.

Pada fase grup Piala Dunia 2026, dia mencetak enam gol, yaitu ketika Argentina menghadapi Austria (dua gol), Aljazair (tiga gol), dan Yordania (satu gol).

Pada babak 32 besar, Messi menyumbang satu gol saat Argentina melawan Tanjung Verde.

Kemudian, Messi menambah satu gol pada babak 16 besar.

Haaland memeroleh tujuh gol. Pemain Manchester City itu mencetak empat gol pada babak grup saat Norwegia menghadapi Irak (dua gol) dan Senegal (dua gol).

Pada babak 32 besar, Haaland menceploskan satu gol ke gawang Pantai Gading.

Pada babak 16 besar, Haaland menumbangkan Brasil dengan memborong dua gol.

Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, mungkin tidak mengejutkan, menyanjung Haaland.

"Dia adalah penyerang terbaik – dia tidak bermain untuk Prancis atau Argentina, dia mencetak gol untuk Norwegia," katanya.

"Lebih mudah memenangkan Sepatu Emas ketika Anda bermain untuk Prancis dan Argentina, tetapi kami akan mencoba memberi Erling lebih banyak pertandingan, dan lebih banyak dukungan juga di pertandingan berikutnya. Jadi dia sedang on fire dan saya sangat senang untuknya bahwa dia bisa mencetak gol di panggung terbesar."

Selain Haaland, Jude Bellingham (Inggris) juga memeroleh tujuh gol.

Adapun Harry Kane (Inggris) dan Ousmane Dembele (Prancis) sama-sama mengoleksi enam gol.

Rekor Piala Dunia 1958 masih bertahan

Rekor Just Fontaine dari Prancis pada Piala Dunia 1958 masih bertahan. Saat itu, dia mencetak 13 gol dalam satu turnamen.

Hanya tiga pemain—Fontaine, Gerd Muller untuk Jerman pada 1970, dan Sandor Kocsis dari Hungaria pada 1954—yang pernah mencetak gol hingga dua digit dalam satu Piala Dunia.

Baca juga:

Mantan bek Prancis, Gael Clichy, mengatakan kepada BBC Sport: "Kylian Mbappe adalah bagian dari generasi yang memiliki faktor tanpa rasa takut.

"Saya ingat ketika saya memulai, kami harus menghormati generasi yang lebih tua saat kami masuk. Kami juga tidak berupaya mempermalukan para senior.

"Generasi ini, mereka punya rasa hormat, tetapi dengan cara berbeda. Jangan bicara tentang usia, bicara tentang performa."

Soal persaingan meraih Sepatu Emas, Mbappe berkata: "Itu bukan sesuatu yang saya pikirkan sekarang".

"Leo selalu mencetak gol. Dia selalu melakukannya dan akan selalu begitu.

"Jika saya mulai memperhatikannya, saya akan merasa harus melakukan lebih. Jadi saya tidak melihat apa yang dia lakukan. Saya hanya memikirkan membantu tim saya. Dengan membantu tim, saya mencetak gol dan mendekati level tersebut."