Big Little Lies 2: Akankah bisa mengikuti kesuksesan musim pertamanya?

Big Little Lies

Sumber gambar, HBO/Big Little Lies

    • Penulis, Caryn James
    • Peranan, BBC Culture
  • Telah diterbitkan

Serial yang musim keduanya dibintangi oleh Meryl Streep ini "masih menggabungkan melodrama opera sabun dengan tema yang berat tanpa menjadi eksploitatif atau menggurui," kata Caryn James.

Artikel ini mengandung spoiler untuk musim pertama dan awal dari musim kedua Big Little Lies

Bukan kejahatannya yang menjadi masalah — tapi upaya menutupinya. Ungkapan ini, yang berawal dari era Watergate dan terus muncul dalam politik kontemporer, bisa menjadi slogan yang sempurna untuk musim kedua Big Little Lies.

Di akhir musim pertama, sebuah pembunuhan menjadi rahasia yang menghantui dan mengguncang para karakter utamanya.

Serial yang cerdas tentang lima perempuan di kota pinggir pantai Monterey yang indah masih menggabungkan melodrama opera sabun dengan tema berat seperti pemerkosaan dan kekerasan domestik, tanpa menjadi ekploitatif atau menggurui.

Di seri terbaru ini, ada bonus: Meryl Streep. Dia bergabung dengan Nicole Kidman, seorang istri (dan janda) yang mengalami kekerasan, Celeste, Reese Witherspoon sebagai Madeline yang suka mengendalikan situasi, dan Laura Dern, sebagai Renata, sosok perempuan pebisnis yang berpusat pada dirinya sendiri.

Streep langsung memberikan sentuhan khasnya pada serial ini sebagai Mary Louise, yang datang ke Monterey dan menyelidiki penyebab sebenarnya kematian anak laki-lakinya, Perry (Alexander Skarsgård).

Dia benar-benar ingin mencari tahu apa yang diketahui oleh para penonton di musim pertama, bahwa Perry tak hanya menyiksa istrinya, Celeste, tapi dia juga memerkosa Jane (Shailene Woodley) dan menjadi ayah anaknya.

Saat Perry memukul Celeste di acara penggalangan dana di sekolah anak-anak mereka, perempuan lain berupaya melindungi Celeste, tapi Bonnie (Zoe Kravitz) — yang menikahi mantan suami Maddie, salah satu elemen opera sabun di serial ini — yang mendorongnya dari tangga sampai mati.

Di awal musim kedua, Bonnie mengalami gangguan stres pasca-trauma, Celeste khawatir dua anak laki-lakinya mewarisi kepribadian kasar ayah mereka, dan semua perempuan di sini berupaya meyakinkan semua orang bahwa Perry jatuh secara tak sengaja. Mary Louise tak percaya.

Penampilan Streep di sini benar-benar memikat dan lentur. Dengan kacamata berbingkai kawat dan rambut bob, Mary Louise punya suara yang lembut tapi menyimpan sifat galaknya, dan ketenangan yang bisa tiba-tiba meletup menjadi kemarahan yang liar.

Dia adalah perwujudan nenek pasif-agresif. Kesedihannya jelas terlihat, tapi tak berarti dia adalah orang yang baik.

Meryl Streep bergabung dengan para bintang serial ini memberikan penampilan yang "terkesan camp".

Sumber gambar, HBO

Keterangan gambar, Meryl Streep bergabung dengan para bintang serial ini memberikan penampilan yang "terkesan camp".

Musim kedua serial ini tak bisa mengulangi kejutan di musim pertama, tapi menggantikannya dengan gaya yang komikal dan baru.

Beberapa adegan paling tajam di episode-episode awal terjadi antara Streep dan Witherspoon. "Kamu sangat pendek," kata Mary Louise pada Maddie dengan suara yang liris. "Saya tidak bermaksud jelek. Tapi mungkin iya. Saya merasa orang pendek tak bisa dipercaya."

Seperti banyak hal di Big Little Lies, penampilan Streep terkesan camp. Salah satu keunggulan serial ini adalah cara karakter dan aktrisnya berpindah-pindah dari sangat realistis sampai tampil berlebihan, dan ini memunculkan percampuran yang menarik.

Karakter paling realistis di sini adalah Celeste. Dalam musim ini, seperti musim sebelumnya, Kidman memberikan penampilan paling hidupnya (dan ini besar maknanya).

Big Little Lies tidak menggampangkan kekerasan domestik, tapi tak seperti kebanyakan serial lain, serial ini juga tidak ragu menampilkan perasaan kompleks Celeste akan suaminya, yang masih terus ada setelah kematiannya yang diyakini Celeste pantas terjadi pada si suami.

Celeste jujur mengakui bahwa kekerasan yang dilakukan Perry terhadapnya sering berakhir pada seks yang dia setujui dan nikmati. Celeste masih merindukan Perry tapi dia juga lega bahwa suaminya tak lagi ada.

Di sisi lain, karakter yang paling berlebihan adalah Renata, yang begitu merasa penting sampai-sampai dia menerobos sekerumunan anak-anak kecil. Dern memainkan Renata untuk memberi jeda kelucuan, tapi juga bisa membawa karakter ini membumi jika dibutuhkan.

Kisah Bonnie dan Jane juga jauh lebih menarik daripada kehadiran mereka di layar. Karakter Jane yang sudah membosankan kini punya pacar yang lebih membosankan lagi, yang bekerja di akuarium bersamanya.

Karena karakter Perry kini hanya muncul di adegan kilas balik, tak ada lagi karakter pria yang digambarkan dengan kaya seperti sebelumnya. Adam Scott yang berperan sebagai Ed mungkin yang karakternya digambarkan paling lengkap.

Sebagai suami Maddie yang lembut tapi menjadi semakin marah, kesabarannya terhadap rahasia-rahasia dan kebohongan Maddie punya batasnya. Tapi tentu saja, serial ini adalah tentang matriarki, penuh dengan ibu dan anak, dan kini, tema ibu mertua.

Minimnya kejutan di musim kedua digantikan dengan komedi yang baru.

Sumber gambar, HBO

Keterangan gambar, Minimnya kejutan di musim kedua digantikan dengan komedi yang baru.

Dalam dua episode ke depan, identitas pemerkosa Jane terungkap ke orang-orang yang sebelumnya tak pernah tahu tentang itu. Masalah uang dan hukum pun muncul. "Saya tidak akan menjadi kaya ya?" kata Renata dengan takut. Sementara itu, seorang detektif yang curiga pun tetap mengamati semua orang.

Seperti musim sebelumnya, serial ini ditulis oleh David E Kelley berdasarkan karakter dari novel Liane Moriarty.

Musim pertama disutradarai oleh Jean-Marc Vallée, tapi kini Andrea Arnold, sutradara berani akan drama-drama seperti Fish Tank dan American Honey, yang menjadi sutradara.

Jika televisi masih dianggap sebagai medium penulis, maka serial inilah buktinya.

Tak ada jejak Arnold di sini, dan Anda bertanya-tanya, kenapa harus menyewa seorang sutradara dengan gaya khasnya jika dia hanya akan bermain mengikuti aturan. Tapi tetap saja dia bermain dengan indah.

Anda bisa membaca versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris di Big Little Lies series 2 review di laman BBC Culture