Tips memilih hadiah yang tepat bagi orang terdekat menurut peneliti

belanja

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Haruskah Anda merogoh kocek dalam-dalam untuk menunjukkan seberapa besar Anda peduli pada seseorang?
    • Penulis, Tiffanie Wen
    • Peranan, BBC Worklife
  • Telah diterbitkan

Penelitian menunjukkan bahwa memberikan hadiah yang buruk justru dapat mengganggu hubungan. Jadi bagaimana Anda bisa memilih hadiah yang tepat?

Ini adalah waktu untuk memeriksa daftar hadiah yang akan Anda berikan.

Buat daftar siapa yang harus diberi hadiah, berapa banyak uang yang akan dibelanjakan dan, yang paling penting, apa yang harus Anda beli.

Di Inggris, rata-rata rumah tangga menghabiskan sekitar £500 (Rp 9,2 juta) untuk membeli hadiah selama musim liburan, menyamai orang Amerika yang menghabiskan sekitar $650 (Rp 9,1 juta)

Dan meskipun memberi hadiah dapat membuat pemberi merasa bahagia, mengomunikasikan perasaan Anda kepada penerima dan bahkan memperkuat hubungan, berhati-hatilah. Salah memberi hadiah dapat memberi efek sebaliknya.

"Memilih hadiah yang salah bisa jadi berisiko untuk hubungan, karena Anda bisa dianggap tak punya kesamaan dengan orang yang Anda beri hadiah," kata Elizabeth Dunn, profesor psikologi di University of British Columbia di Kanada yang juga seorang penulis.

Penelitiannya juga menunjukkan bahwa hadiah yang tidak diinginkan terkadang dapat berdampak negatif pada persepsi penerima tentang potensi hubungan di masa depan.

Tentu Anda tidak ingin hadiah malah menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan. Lalu bagaimana cara memilih hadiah yang akan disukai penerima? Psikolog mungkin punya jawabannya.

Tak harus mahal

Haruskah merogoh kocek dalam-dalam untuk menunjukkan seberapa besar Anda peduli pada seseorang?

Penelitian menunjukkan bahwa membelanjakan lebih banyak uang tidak selalu menjamin hadiah yang diberikan diterima dengan baik.

hadiah

Sumber gambar, Getty Images

Satu penelitian menemukan bahwa semakin mahal sebuah hadiah, semakin besar harapan sang pemberi untuk dihargai si penerima.

Tetapi sementara pemberi berpikir pengeluaran lebih menunjukkan lebih banyak perhatian, penerima hadiah tidak terlalu memperhatikan itu.

"Tampaknya cukup intuitif bahwa jika Anda menghabiskan lebih banyak, Anda akan mendapatkan hadiah yang lebih baik di masa depan. Ternyata tidak ada bukti bahwa penerima akan peka terhadap harga barang yang mereka terima," kata Jeff Galak, seorang profesor pemasaran di Carnegie Mellon Tepper School of Business di kota Pittsburgh, AS.

Jeff Galak, yang mempelajari perilaku konsumen dan pengambilan keputusan, mengakui bahwa suatu hadiah memang harus punya harga minimal tertentu karena kebiasaan yang ada atau kepantasan.

Tapi begitu biaya itu sudah terpenuhi, "harga yang lebih mahal tidak berpengaruh", katanya.

Kado itu sendiri adalah yang terpenting.

Pikirkan jangka panjang

Galak mengatakan bahwa trik untuk memberikan hadiah yang baik adalah dengan memikirkan jangka panjang bagaimana hadiah itu akan berdampak pada penerima. Konsep ini ditemukannya dan rekannya, Julian Givi dan Elanor William, sebagai tema umum dalam studi tentang pemberian hadiah.

"Ketika seseorang memberi hadiah, mereka berusaha untuk melihat senyum di wajah penerima, tepat pada saat itu juga," kata Galak.

Pada Black Friday, bisnis ritel memberikan diskon besar selama 24 jam.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, 'Trik untuk memberikan hadiah yang baik adalah dengan memikirkan jangka panjang bagaimana hadiah itu akan berdampak pada penerima.'

"Padahal, yang diperhatikan penerima adalah nilai apa yang akan mereka peroleh untuk waktu yang lebih lama."

Dengan kata lain, mungkin tidak menarik melihat teman atau anggota keluarga menerima hadiah berupa langganan streaming film.

Tetapi penerima mungkin benar-benar menyukainya, karena itu adalah hadiah yang dapat ia dinikmati dari waktu ke waktu.

Lupakan keunikan

Galak juga menyarankan untuk tidak fokus mencari dan memberikan hadiah-hadiah unik.

Terkadang sesuatu yang diinginkan banyak orang atau benda yang sangat tidak unik yang sudah dimiliki banyak orang lain, adalah barang yang diinginkan oleh orang yang akan kita beri hadiah.

Satu studi menunjukkan bahwa kita cenderung fokus pada sifat dan kepribadian unik penerima saat kita berbelanja kado untuk mereka.

Konsumen berebut membeli barang-barang yang didiskon besar pada Black Friday.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Terkadang sesuatu yang diinginkan banyak orang atau sudah dimiliki banyak orang lain, adalah barang yang diinginkan oleh orang yang akan kita beri hadiah.

Tetapi hal ini membuat kita mengabaikan aspek lain dari keinginan dan kebutuhan mereka.

Kita juga sering membeli hadiah yang berbeda untuk masing-masing orang, padahal mungkin saja mereka menginginkan barang serupa atau tidak pernah membandingkan hadiah yang mereka dapat dengan orang lain.

Orang sering keliru ketika merasa mereka perlu melakukan diversifikasi hadiah, menurut Galak.

Anda mungkin juga menghindari membeli sesuatu yang sudah Anda miliki karena tidak mau memiliki barang yang sama dengan orang lain.

Teman Anda menyukai celana olahraga Anda? Jangan menghindar untuk membelikannya celana yang sama hanya karena Anda ingin tampil unik.

Beli berdasarkan minat bersama

Untuk memberikan hadiah yang baik, profesor psikologi Dunn menyarankan untuk memulai dengan sesuatu yang sama-sama disukai oleh Anda dan si penerima hadiah sukai.

Dia mengatakan alih-alih menggunakan preferensi Anda sendiri dan menyesuaikannya dengan penerima, fokuslah pada apa yang Anda sukai bersama.

"Orang-orang lebih bisa memilih sesuatu untuk diri mereka sendiri," katanya, "jadi jika Anda dan penerima kado menyukai suatu hal yang sama, belilah itu sebagai hadiah karena kemungkinan ia akan menyukainya."

hadiah

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Untuk hadiah yang lebih baik, belilah sesuatu yang dapat memberi pengalaman baru bagi penerima hadiah- misalnya, tiket konser atau paket kelas memasak.

Untuk hadiah yang lebih baik, belilah sesuatu yang dapat memberi pengalaman baru bagi penerima hadiah. Misalnya, tiket konser atau kelas memasak.

Penelitian juga menunjukkan bahwa hadiah berupa pengalaman dapat mendekatkan Anda dan penerima.

Tanyakan apa yang mereka inginkan

Jika Anda tidak memiliki kesamaan, Dunn merekomendasikan untuk bertanya kepada calon penerima hadiah, barang apakah yang mereka inginkan.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa orang lebih menghargai hadiah yang mereka minta daripada yang tidak mereka inginkan.

"Orang-orang ingin menjadi kreatif dan mengejutkan penerima," kata Dunn, "tetapi hadiah yang lebih baik adalah apa pun yang diinginkan penerima".

hadiah

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Jika Anda tidak memiliki kesamaan, Dunn merekomendasikan Anda untuk bertanya kepada orang yang akan Anda beri hadiah, barang apakah yang mereka inginkan.

Galak setuju bahwa cara paling sederhana untuk membuat seseorang bahagia adalah menanyakan apa yang mereka inginkan.

Ini bukan jawaban yang disukai kebanyakan orang, katanya, karena banyak yang berpikir hadiah yang baik seharusnya menjadi 'kejutan'. Meskipun sains telah membantah hal ini.

"Menanyakan kepada seseorang apa yang mereka inginkan dianggap tabu. Dan itu memalukan," katanya.

"Semua akan lebih baik jika kita memberi orang apa yang mereka inginkan."

Jangan terlalu dipikirkan

Pada akhirnya, jangan terlalu khawatir tentang pemberian hadiah: sangat jarang seseorang memberi hadiah yang benar-benar buruk.

Kecuali ada sesuatu yang sangat tidak pantas, penerima akan merasakan tingkat penghargaan tertentu.

Galak mengatakan bahwa selama penelitiannya ia telah bertanya kepada ribuan peserta tentang hadiah yang telah mereka terima, dan ia jarang mendengar ada yang bicara tentang hadiah yang buruk.

Dan bahkan jika Anda memberikan hadiah yang dianggap buruk, maksud Anda menjadi lebih penting.

Itu terjadi karena ketika seseorang memberikan hadiah yang buruk, penerima akan berpikir mengapa pemberi memilih barang itu.

"Ketika seseorang melakukan sesuatu yang membingungkan dan perlu dijelaskan, seperti memberikan hadiah yang buruk, itu adalah saat Anda berpikir tentang apa yang ada di pikiran orang lain," kata Nicholas Epley, seorang profesor di University of Chicago Booth School of Business yang mempelajari bagaimana kita mengambil perspektif orang lain dan membuat penilaian.

Penelitiannya menunjukkan bahwa jika penerima hadiah merasa setidaknya Anda menghabiskan banyak waktu untuk menentukan pilihan, mereka akan menghargai upaya yang Anda lakukan.

Dan bahkan jika Anda tidak mendapatkan hadiah dengan benar, Anda tetap akan merasa senang.

"Ketika pemberi hadiah memikirkan hadiah untuk orang lain secara serius, mereka merasa lebih dekat dengan penerima hadiah. Bahkan jika penerima tidak merasakan itu," kata Epley.

bbc

Anda bisa membaca versi bahasa Inggris dari artikel ini,The science behind giving good giftsdi laman BBC Worklife.