Manila perbanyak sopir bus perempuan

Bus di Manila
Keterangan gambar, Sopir perempuan diyakini akan mengurangi kecelakaan di jam-jam sibuk Manila
    • Penulis, Kate McGeown
    • Peranan, BBC News, Manilla
  • Telah diterbitkan

Pemerintah Manila akan memperbanyak sopir angkutan umum perempuan karena menurut penelitian mereka tidak agresif, jarang mabuk dan sadar akan keselamatan.

Bahkan pemerintah daerah berjanji memberikan insentif bagi kaum perempuan yang memilih karir yang biasanya dipegang kaum laki-laki.

Pada jam-jam sibuk kota Manila, lalu lintas merangkak seperti siput.

Sopir bus, sopir taksi dan pemilik kendaraan pribadi semakin frustrasi dengan kondisi di jalanan ini sehingga tidak jarang terjadi kecelakaan.

Penanggung jawab keselamatan lalu lintas kota Manila, Francis Tolentino yakin bahwa dengan lebih banyak merekrut perempuan pengemudi bus maka kecelakaan akan berkurang.

"Kami telah mempelajari bahwa sopir perempuan mengendarai kendaraan dengan hati-hati. Rasio kecelakaan fatal sopir pria-wanita perbandingannya 4-1. Jadi jika kita memiliki lebih banyak sopir perempuan di Metro Manila, jalanan lebih aman melihat kondisi kemacetan yang parah di sini," katanya.

Kaum perempuan sejak dulu bisa melamar jadi sopir juga namun hanya sedikit yang mengajukan diri.

Dalam budaya di Filipina, sopir hanya pekerjaan untuk kaum pria.

Insentif

Namun sekarang ditawarkan iming-iming khusus bagi pelamar perempuan.

Bagi mereka akan ada latihan gratis dan mereka akan dikecualikan dari pelarangan menjalankan kendaraan umum pada hari-hari tertentu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

Namun tidak semua orang senang akan rencana itu.

Seorang uskup perempuan mengatakan wanita tidak terlalu kuat untuk pekerjaan itu tetapi Tolentino tidak setuju dengan pendapat tersebut.

"Warga Filipina telah membuktikan mereka mampu menghadapi tantangan besar. Kita memiliki pilot pesawat jet komersial perempuan. Kita juga memiliki wanita berprestasi lainnya. Meski pun ada penentangan namun saya kira reaksi dari masyarakat umum adalah menerima gagasan itu," ujar Tolentino.

Perekrutan sopir ini baru saja dimulai namun sudah puluhan yang mengajukan diri. Apakah sopir pria senang atau tidak, lalu lintas di Manila akan mendapatkan sentuhan kaum perempuan.