UEFA hingga pemimpin Inggris dan Prancis tolak European Super League: Apakah Liga Super Eropa itu akan menguntungkan penggemar sepakbola di seluruh dunia?

Cristiano Ronaldo (left) and Lionel Messi in action during the group stages of the 2020/21 Uefa Champions League

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi saat beraksi di Liga Champions Eropa 2020/21. Turnamen bergengsi ini terancam disaingi oleh Liga Super Eropa bentukan 12 klub elit.
    • Penulis, Fernando Duarte
    • Peranan, BBC World Service
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 4 menit

Pengumuman oleh 12 klub elit sepakbola Eropa untuk membentuk turnamen tersendiri telah memicu kontroversi di benua itu.

Para penggemar, mantan pemain dan kepala pemerintahan seperti Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, telah mengkritik rencana yang diumumkan Sabtu (17/04) lalu tersebut.

Reaksi negatif sejauh ini paling keras terdengar, namun prospek bentrokan yang lebih sering antara beberapa tim yang paling banyak diikuti di dunia, belum tentu menjadi berita buruk bagi sebagian orang, terutama penggemar internasional yang berbasis di luar Eropa.

Di bawah proposal "Liga Super" Eropa yang baru (dikenal sebagai ESL) para klub pendiri - Arsenal Inggris, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United dan Tottenham, Atletico Madrid dari Spanyol, Barcelona dan Real Madrid, serta AC Milan , Inter Milan dan Juventus dari Italia- akan hadir secara permanen di turnamen itu.

Graphic showing the 12 teams that have signed up for the new European Super League

Hal itu tidak terjadi pada turnamen klub elit Eropa saat ini, Liga Champions UEFA, di mana posisi akhir di liga nasional masing-masing negara menentukan tempat klub di kompetisi ini.

Pertandingan lebih menarik di TV

Dengan demikian, 12 klub yang memiliki basis penggemar global terbesar, akan menjadi unggulan dalam permainan yang disiarkan televisi.

Penggemar berat di Afrika, Amerika Selatan, dan Asia pasti tak sabar dengan itu, bukan?

Egyptian fans watch the 2019 UEFA Champions League final on a Cairo street

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, 12 klub Eropa yang membentuk liga super memiliki basis penggemar terbesar di dunia

Belum tentu.

Memang benar bahwa penggemar non-Eropa telah menyatakan kepuasannya di media sosial dan forum internet tentang prospek klub-klub besar dalam pertandingan yang seru secara teratur di TV atau perangkat portabel mereka.

Tapi ada juga reaksi negatif yang lebih mirip dengan rekan-rekan penggemar di Eropa, termasuk tuduhan keserakahan dari klub-klub besar, yang akan menerima jumlah uang yang jauh lebih besar dari kompetisi baru ketimbang dari Liga Champions UEFA.

Diperkirakan "Liga Super" dapat meningkatkan pendapatan TV lebih dari $4,8 miliar, atau sekitar Rp69,7 triliun setahun, dua kali lipat jumlah yang dihasilkan dalam turnamen saat ini.

Cuitan dari penggemar sepakbola di Brasil, Julie Ciccarini, mengatakan turnamen baru ini "memalukan dan tercela."

Hentikan X pesan, 1
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 1

"Langkah memalukan dan tercela dari klub-klub ini," ujar Julie Ciccarini, seorang pendukung Arsenal asal Brasil yang tinggal di Australia, kepada BBC.

Via Twitter, Mushfiq Salehin, seorang penggemar klub Spanyol Real Madrid yang berasal dari Bangladesh, mengatakan "sepakbola Eropa menjual jiwanya demi uang".

Hentikan X pesan, 2
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 2

Namun jika dilihat lebih dalam lagi, ada banyak penggemar bola internasional yang tertarik dengan ide akan liga super baru.

'Turnamen yang lebih besar... hiburan yang lebih baik'

Penggemar sepakbola asal Nigeria, Jhon, mengatakan kepada BBC via Twitter bahwa ia tertarik melihat klub favoritnya Chelsea semakin sering bertanding melawan klub-klub top Eropa.

Ia menyebut fakta bahwa klub yang berbasis di London tersebut akan melawan jawara Spanyol Real Madrid dalam semifinal Liga Champions UEFA adalah pertemuan pertama mereka dalam kompetisi Eropa selama 20 tahun terakhir.

"'Super Liga' akan memungkinkan hal ini terjadi tiap tahun dan itu hanya salah satu contoh. Semakin besar ternamennya, semakin baik hiburannya," tuturnya.

Hentikan X pesan, 3
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 3

Charles Oyeshomo, penggemar Liverpor yang berasal dari Lagos, Nigeria, juga mendukung pembentukan turnamen baru ini.

"Saya mendukung 'Liga Super' Eropa karena kualitas dan standar sepakbola menurun belakangan ini, kira-kira dalam lima hingga enam tahun terakhir," katanya kepada BBC.

Oyeshomo sangat kritis terhadap asosiasi sepakbola seperti UEFA dan FIFA dan yakin liga yang memisahkan diri itu akan mendorong mereka untuk mengambil tindakan yang lebih tegas dalam masalah yang lebih luas.

"UEFA dan FIFA telah memonopoli permainan selama beberapa dekade terakhir. Hal ini mengakibatkan banyak skandal."

"ESL juga akan membuat mereka duduk dan menangani masalah dengan lebih baik. Misalnya, rasisme dan masalah VAR yang tidak ditangani secara proaktif," tambahnya.

Penggemar muda tampaknya lebih mendukung turnamen baru

Dalam sebuah survey yang ditujukan pada penggemar sepakbola Inggris pada Desember 2020, BBC menemukan bahwa kendati mayoritas penggemar di semua umur menentang pembentukan liga lintas batas ini, kebanyakan penggemar muda justru mendukungnya.

Sebanyak 48% orang berusia dibawah 55 tahun berkata mereka senang dengan rencana pembentukan Liga Super Eropa.

Itu kontras dengan suara 10% penggemar sepakbola berusia di atas 55 tahun yang menolaknya.

Tahap awal

Liga Super Eropa ini yang jelas bakal menemui sejumlah hambatan berat.

Tidak semua klub besar Eropa yang mendukung liga super baru itu. Klub-klub raksasa dari liga Jerman dan Prancis, termasuk Bayern Munich dan Paris Saint-Germain, sejauh ini menolak untuk bergabung.

Bayern Munich supporters

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, German clubs, including the mighty Bayern Munich, have so far refused to join the European Super League - and so have French sides

Regulator sepakbola Eropa, UEFA, telah mengancam para pesepakbola yang akan berlaga di Liga Super Eropa untuk tidak boleh lagi "memperkuat tim nasional masing-masing" di sejumlah kompetisi termasuk Piala Dunia - walaupun larangan itu masih butuh keputusan akhir dari badan sepakbola dunia FIFA.

Larangan itu pada akhirnya menimbulkan polemik, lantaran banyak bintang sepakbola dunia kini memperkuat "12 klub yang membangkang itu."

Tidak jelas juga apakah turnamen baru ini menyebabkan para fans harus merogoh kocek lebih banyak untuk menontonnya, karena belum ada detail soal penjualan hak siar pertandingan di televisi.

Di Brasil, contohnya, pertandingan-pertandingan Liga Champions UEFA disiarkan secara gratis lewat Facebook musim ini dan juga bisa menontonnya secara cuma-cuma di televisi pada musim 2021/22 mendatang.

Pertanyaannya, apakah format baru Liga Champions dari UEFA nantinya akan sama dengan "Liga Super?"