Bagaimana rasanya memotret Kate Winslet, Scarlett Johansson, Julia Roberts, Meryl Streep hingga Samuel L. Jackson

Sumber gambar, Andy Gotts
Karier fotografi Andy Gotts dimulai 30 tahun yang lalu ketika, sebagai mahasiswa, dia membujuk Stephen Fry berpose untuknya.
Sejak saat itu dia banyak memotret sejumlah nama besar di industri hiburan.
Di sini, dia mengenang beberapa bintang film yang dia abadikan dengan kameranya.
- Covid-19: Fotografer abadikan senyuman dan kegetiran di unit perawatan pasien virus corona
- Virus corona dan lockdown: Kisah fotografer yang menemukan keintiman dengan para tetangganya saat pandemi Covid-19
- Novelis, penyair, fotografer dan aktor yang tutup usia pada 2019: Toni Morrison, Robert Frank, Agnès Varda hingga Karl Lagerfeld

Paul Newman

Sumber gambar, Andy Gotts

Salah satu peristiwa penting dalam karier saya adalah menghabiskan waktu bersama aktor legendaris Paul Newman. Dia adalah seorang pria yang sopan, baik, cerdas, dan senyumannya selalu mengandung makna.
Saya belum pernah menampilkan foto ini kepada khalayak sebelumnya.
Alasan mengapa saya menyimpan karya ini selama bertahun-tahun untuk diri sendiri karena foto itu diambil pada saat Paul memberi saya nama panggilan One Shot Gotts.
Dia tidak akan percaya ada fotografer yang bisa mengambil foto dengan begitu cepat. Jadi ketika saya berteriak, "Tuan Newman, kami punya satu."
Dia pun membalasnya dengan senyum lebar.
"Gotts, reputasimu benar-benar hebat, kau benar-benar lelaki sekali potret. Hei, kau adalah One Shot Gotts," tuturnya menjuluki Andy.

Kylie Minogue

Sumber gambar, Andy Gotts

Saya sudah Kylie Minogue sejak dia bermain dalam drama televisi Neighbours dan dia selalu tampak menyenangkan dan ceria.
Ia selalu tepat waktu dan penuh energi.
Ketika pemotretan dimulai, tidak butuh banyak arahan karena dia mulai menari dan berputar, lalu di sesi terakhir dia menundukkan kepalanya dan mengibaskan rambutnya ke belakang seperti iklan sampo.

Samuel L Jackson

Sumber gambar, Andy Gotts

Foto ini diambil di Beverly Hills dan Sam, panggilan Samuel L. Jackson, datang mengenakan kaos berwarna oranye dipadu senada dengan celana pendek Bermuda dan topi bisbol.
Kami berbincang dengan seru sehingga saya bisa menjalin kedekatan dengannya.
Saat saya menyiapkan lampu kamera, Sam membawa tasnya ke kamar mandi dan berganti pakaian. Lalu Mr Cool (julukan untuk Samuel) itu sudah berdiri dan mengenakan baju serba hitam.
Proses pengambilan foto sangat menyenangkan dan inilah hasilnya.

Meryl Streep

Sumber gambar, Andy Gotts

Saya memotret Meryl di Hotel Soho, London, ketika dia menggelar jumpa pers untuk filmnya The Iron Lady dan melayani banyak wawancara sepanjang hari, namun dengan ramah dia meluangkan waktu untuk saya.
Saya ingin menampilkan unsur pencahayaan serta suasana yang kuat dalam bidikan saya, jadi saya bermain dengan cahaya yang memancar langsung di atas kepala Meryl guna memberikan lebih banyak nuansa ikonik.
Tiba-tiba pintu terbuka lebar lalu masuklah Streep, dia adalah sosok yang hangat dan ramah, dan dia ingin sekali difoto oleh saya. Perias wajah berjalan di belakangnya lalu menyapa saya dan pergi ke sudut ruangan yang sepi.
Kami mulai memotret dan seperti biasa saya mulai dengan pencahayaan lembut, untuk memudahkan sesi pemotretan.
Suasana pemotretan berlangsung dengan penuh canda. Saya kemudian beralih ke pencahayaan yang lebih dramatis, tak berapa lama terdengar suara memecah ruangan.
"Streep tidak pernah terlihat begitu menyala di foto-foto sebelumnya."
Rupanya sang perias wajah kurang setuju dengan pencahayaan di atas kepala Meryl.
Saya lihat sebetulnya cahaya tersebut sangat bagus, namun sejenak saya hentikan pemotretan sambil bertanya kepada perias wajahnya apa dia bisa keluar dulu mencari orang yang bisa memberi saran lain tentang pencahayaan.
Setelah perias wajahnya keluar ruangan, saya mulai memotret dengan lampu kilat yang saya sukai, sembari cekikikan tertawa seperti anak sekolah yang nakal.
Ketika perias wajahnya kembali ke ruangan, saya dan Meryl sudah merampungkan pemotretan dan pulang. Hingga kini saya bertahan dengan teknik pencahayaan yang saya pilih dan terkadang masih tersenyum sendiri mengenang bagaimana saya bisa mewujudkannya.

Tony Curtis

Sumber gambar, Andy Gotts

Kala itu saya merencanakan perjalanan ke Los Angeles, jadi saya mengirim pesan kepada Tony mengatakan saya berada di West Coast.
Yang mengejutkan, dia membalas pesan dengan menyebut jika saya pergi ke Vegas, saya bisa memotret dia di rumahnya. Saya sangat senang dan benar-benar menghitung hari sebelum saya terbang ke AS.
Sehari sebelum saya pergi, ponsel saya berdering dan saya melihat nomornya.
Saya menjawabnya dengan berat hati ketika dia membatalkan pemotretan, namun dengan suara yang tenang dan rendah hati dia berujar:
"Andy, saya tahu kau akan datang untuk memotret saya besok dan saya sudah melihat karya-karyamu yang luar biasa. Mood saya kurang bagus saat ini, tapi apakah saya bisa memintamu melakukan sesuatu? Bisakah kamu membuat saya terlihat seperti ikon sekali lagi? "
Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk mendapat gagasan bendera Amerika karena saya tahu julukan dia adalah American Prince atau Pangeran Amerika.
Namun pertemuan saya dengan Tony merupakan peristiwa terpenting dalam karier saya, karena dia bukan saja sebagai salah satu ikon saya, tetapi dia juga seorang pria yang baik.
Tony meninggal beberapa hari kemudian dan ini akan menjadi potret terakhir darinya.

Morgan Freeman

Sumber gambar, Andy Gotts

Saya memotret Morgan Freeman saat dia syuting film Batman Begins di London. Saya sudah siap dan menunggu di pintu masuk yang megah, dan tidak kecewa ketika sosok legenda film bertinggi 187 cm itu memasuki ruangan.
Morgan biasanya dipotret dengan cara yang sangat ikonik, terlihat bak orang suci sehingga saya menginginkan sesuatu yang sedikit berbeda.
Saya bertanya bagaimana dia menghibur cucu-cucunya ketika berkumpul dan dia menjawab bahwa dia menarik-narik wajahnya agar terlihat konyol untuk membuat mereka tertawa.
Saya menyarankan agar kami bermain-main dengan gaya foto"paspor", dan dia senang.

Clint Eastwood

Sumber gambar, Andy Gotts

Saya tidak pernah merencanakan seperti apa potret-potret yang saya inginkan, tetapi saya selalu memakai perasaan tentang jenis foto yang ingin saya abadikan
Dengan Clint itu cukup mudah. Setiap kali saya mendengar namanya, saya membayangkan matanya yang menyipit serta bibirnya yang menipis, gaya itu biasanya terlihat sebelum menarik pistol dari sarungnya atau meninju.
Inilah wajah yang saya inginkan.
Saya saya sedang bersiap dengan pemotretan, Clint memainkan lagu-lagu jazz dengan pianonya dengan penuh semangat.
Ketika saya sudah siap, dia datang ke arah cahaya yang sudah saya siakan dan menunjukkan sosoknya yang hangat, tenang serta wajahnya yang menawan. Ini bukan yang saya inginkan.
Lantas saya pun berteriak: "Saya mencari Dirty Harry, bukan Kakek Walton."
Clint terbahak, namun sejurus kemudian dia menyipitkan matanya dan inilah hasilnya.


Sumber gambar, Andy Gotts
Dan inilah foto yang telah mengawali semuanya, Stephen Fry pada tahun 1990, diambil ketika dia mengunjungi Norfolk College of Arts and Technology tempat Gotts belajar.
Berikut adalah beberapa bintang lain yang telah difoto oleh Andy Gotts:

Sumber gambar, Andy Gotts


Sumber gambar, Andy Gotts


Sumber gambar, Andy Gotts


Sumber gambar, Andy Gotts


Sumber gambar, Andy Gotts

Anda bisa melihat lebih banyak lagi karya-karya Andy Gotts di laman website dan Instagrama miliknya.






























