Gol kedua Siroch Chatthong bawa Thailand unggul 2-0
Baru dua menit babak kedua berlangsung, jala gawang Indonesia kembali bergetar. Siroch Chatthong mencetak gol kedua untuk Thailand di menit ke 47.
You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Indonesia kalah agregat 2-3, setelah dalam final laga kedua kalah dari 0-2, Thailand juara kelima kalinya dan Indonesia kalah di final kelima kalinya
Baru dua menit babak kedua berlangsung, jala gawang Indonesia kembali bergetar. Siroch Chatthong mencetak gol kedua untuk Thailand di menit ke 47.
Thailand lebih mendominasi pertandingan di 45 menit pertama. Dangda dan kawan-kawan menciptakan empat tendangan ke gawang Indonesia, dan membuahkan satu gol. Sementara Indonesia hanya dua kali melancarkan tembakan ke gawang Thailand, lewat serangan balik.
Thailand juga unggul dalam penguasaan bola di babak pertama, dengan 70% sementara Indonesia 30%. Mampukah Indonesia mengubah keadaan di babak kedua?
Penguasaan bola dan pennciptaan peluang di seluruh 45 menit babak pertama menunjukkan dominasi total Thailand. Sesekali Indoensia merebut bola dan mengalirkannya ke kawasan Thailand -dengan terburu-buru. Tetapi dalam sekejap bola kembali bisa di mana saja di lapangan, namun bukan di kaki para pemain berkostum merah. Kita bisa mengendus gol bisa sewaktu waktu terjadi. Dan kebobolan satu gol, dri kenyataan permainan di lapangan, adalah keberuntungan Indonesia: mereka tak kebobolan lebih banyak.
Dengan kemenangan 1-0, sudah cukup bagi Thailand untuk mengukirkan nama di Piala AFF 2016. Karena kendati angka keseluruhan 2-2, mereka unggul agresifitas, mencetak gol di kandang lawan.
Tapi kalau pendekatan permainan tak berubah tim asuhan Alfred terancam kebobolan lebih banyak lagi.
Babak pertama usai, Thailand memimpin 1-0 lewat gol Siroch Chatthong di menit ke 37. Jika Indonesia tidak bisa mengubah skor, skuad Garuda akan gagal kembali mengangkat Piala AFF, karena kalah agregat.
Alfred riedl tampak menggeleng-gelengkan kepalanya. Sejak gol Thailand, Indonesia tak tampak bangkit dari situasi tertekan. dan malah seperti makin terbenam: bola masih terus jadi mainan orang-orang negeri Siam berbaju biru itu.
Memasuki 15 menit terakhir babak pertama. Indonesia masih berada dalam tekanan tim Thailand. Penguasaan bola Indonesia 32% sementara Thailand 68%.
Tak bisa dibayangkan Indonesia bisa terus bertahan seperti itu.
Dan betul saja, di menit ke 38, umpan dari sayap kanan gawang Indonesia ke mulut gawang dihalau Fachrudin. Namun bola justru membentur Siroch Chattong yang lalu berbelok arah langsung ke gawang yang tak bisa dijangkau kiper Kurnia Meida.
Jika keadaan seperti ini, Thailand akan juara.
Fachruddin gagal menghalau bola, yang menggelincir ke kaki Tristan Do tak jauh dari kotak penalti. Kalau saja Tristan Do lebh tenang dan bola tak melambung, Indonesia akan dalam kesulitan besar.
Hingga menit ke 19, Indonesia telah melakukan tujuh kali pelanggaran, sementara Thailand tiga kali
Eit: kutukan komentator: begitu dikatakan suatu hal, maka terjadi hal lain. Bartu saja ditanyakan kapan Indonesia menyerang, Garuda Merah Putih menggebrak dengan serangan balik. Namun tendangan Zulham Zamrun, masih melebar di sisi gawang Thailand.
Memasuki setengah jam -ingatkah Anda kapan Indonesia terakhir menyerang -atau mungkin: kapan Indonesia akan menyerang untuk pertama kalinya?
Penyerang Thailand, Dangda, menembus pertahanan Indonesia di menit ke 23, masuk ke area kotak penalti, namun berhasil dihalau.
Didesak sejak menit pertama, Indonesia sejauh ini hanya bisa bertahan. Sejauh ini timnas Indonesia bisa menggagalkan serangan yang datang tanpa henti. Tetapi setelah beberapa sentuhan, bola selalu kembali dikuasai tim Gajah Perang.
Kartu kuning pertama, untuk bek Indonesia Beny Wahyudi, usai melakukan pelanggaran di sisi kanan gawang Indonesia.
Bek Indonesia, Abduh Lestaluhu nyaris diganjar kartu kuning di menit ke 11.
Menit 8: Para mein berbaju biru di mana-mana. Bola selalu mereka kuasai,. Dan dari suatu serbuan dari sayap kiri, bola muntah ke sekitar kotak penalti, disambut bintang Thailand Teerasil Danda, yang tendangan volleynya melambung di atas mistar. Indonesia menarik nafas lega,