Pendukung Prabowo-Gibran rayakan hasil hitung cepat
Hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei menunjukkan Prabowo Subianto unggul jauh dari pesaingnya, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Liputan langsung
Hitung cepat telah dimulai
BBC News Indonesia bekerja sama dengan lembaga survei LSI, Populi, dan Charta Politika untuk menampilkan data hitung cepat Pilpres dan Pileg.
Berikut data per pukul 15.08 WIB.
Pergi ke tautan ini untuk mengetahui angka terbaru.
Informasi artikel
Penulis, Nicky Widadio
Peranan, Melaporkan dari Kalimantan Timur
Saya mengikuti Sarariyah, salah satu warga Desa Bumi Harapan, untuk menyalurkan suaranya di TPS. Desa ini adalah desa terdekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Sarariyah tinggal menunggu waktu hingga rumahnya harus dikosongkan untuk proyek pelebaran jalan.
Di tengah pemilu kali ini, dia mengatakan ada rasa bimbang di hatinya. Sebab, pemilu kali ini bisa jadi merupakan pemilu terakhir Sarariyah di tanah kelahirannya sendiri sebelum tersingkir seperti tetangga-tetangganya yang lain.
Keterangan gambar, Sarariyah, warga Desa Bumi Harapan ketika menyalurkan suaranya di TPS.
Sebagian tetangganya bahkan sudah pindah dari desa itu ke wilayah lain, menjauh dari IKN, karena tidak mampu membeli tanah baru di sekitar area ini yang harganya sudah naik berkali-kali lipat.
Bagi Sarariyah, tugas besar pemerintahan selanjutnya adalah menjamin masyarakat asli yang menghuni IKN tidak tersingkir akibat megaproyek ini. Meski, dia mengaku tidak yakin harapan itu bisa terwujud.
Masih di TPS yang sama, saya juga bertemu dengan Musmulyadi, perantau asal Lampung yang datang ke IKN untuk mengadu nasib.
Keterangan gambar, Musmulyadi, perantau asal Lampung yang datang ke IKN untuk mengadu nasib.
Saat kami berbincang, Musmulyadi sedang menunggu peluang untuk bisa mencoblos meski namanya tidak terdaftar dan akhirnya tidak bisa memilih.
Dia mengatakan ingin memilih presiden yang "memajukan rakyatnya". Keberlanjutan proyek IKN juga menjadi salah satu faktor penting bagi Musmulyadi.
"Di sini banyak sumber pekerjaan. Yang tadinya kita di sana nganggur, di sini kita cepat bekerja," kata Musmulyadi yang berprofesi sebagai kuli bangunan.
Mencoblos di tengah banjir Jakarta
Selain di Demak, Jawa Tengah, banjir juga melanda sebagian wilayah DKI Jakarta. Alhasil, warga memberikan suara mereka di TPS yang dikepung banjir.
Sumber gambar, ANTARA FOTO
Keterangan gambar, Dua petugas memeriksa surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 039 yang terendam banjir di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu (14/2/2024). Banjir setinggi 50 centimeter akibat intensitas hujan tinggi dan luapan Kali Sekretaris tersebut menyebabkan pelaksanaan pencoblosan sempat tertunda di TPS 039 dengan 271 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan TPS 038 dengan 268 DPT.
Sumber gambar, ANTARA FOTO
Keterangan gambar, Sejumlah petugas menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) 039 yang terendam banjir di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu (14/2/2024).
Sumber gambar, ANTARA FOTO
Keterangan gambar, Warga memasukan surat suara Pemilu 2024 ke kotak suara saat banjir yang menggenang di TPS 028 Jelambar, Jakarta Barat, Rabu (14/2/2024).
Anggota KPPS meninggal: 'Mempersiapkan pemilu sampai jam 2'
Keterangan video, Anggota KPPS meninggal: 'Mempersiapkan pemilu sampai jam 2'
Abdurrahman, salah satu anggota KPPS Desa Barih, di Pidie, Aceh, dilaporkan meninggal dunia, diduga akibat kelelahan.
Istrinya, Habibah mengatakan, almarhum suaminya jelang hari pemungutan suara, sangat aktif melakukan kegiatan di balai desa, sebab almarhum terlibat sebagai penyelenggara pemilu di tingkat desadesa atau KPPS.
"Awalnya sehat, kemudian tiba-tiba sakit. Mempersiapkan pemilu hingga pukul dua [pagi]," ujar Habibah,
Hingga Rabu (14/02) siang, terdapat enam orang anggota KPPS yang dilaporkan meninggal dunia di sejumlah daerah, diduga karena kelelahan.
'Sembako langka, kasihan rakyat menjerit', Pemilih di Bandung berharap presiden terpilih mampu sediakan sembako
Seorang ibu rumah tangga di Kota Bandung, Jawa Barat, berharap presiden yang terpilih nanti bisa menyediakan sembako murah. Sebab, sepekan terakhir beras sulit didapat di daerahnya.
"Sebagai ibu rumah tangga, inginnya [presiden yang menjamin] sembako ada, semua murah. Ini [sembako] langka, kasihan rakyat menjerit," ungkap Etty Supriyati, perempuan berusia 67 tahun yang tinggal di Buah Batu, Kota Bandung.
Di toko retail sekitar rumah Etty, beras kosong beberapa hari ke belakang. Kalaupun ada, harganya melonjak dari Rp13.000 per kg menjadi Rp17.000 per kg.
Sumber gambar, Yuli Saputra
Keterangan gambar, Etty Supriyati menunjukkan jari kelingkingnya yang telah dihiasi tinta usai gunakan hak pilih di TPS
Pemerintah Kota Bandung mengakui terjadinya kelangkaan beras di toko retail dan supermarket, namun mereka mengeklaim kelangkaan itu tak terjadi di pasar tradisional.
"Di pasar tradisional stok beras ada, tapi jumlahnya terbatas," kata Kabid Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa.
Menurut Meiwan, hal itu disebabkan dampak El Nino yang membuat gagal panen.
Di artikel ini, guru besar di Institut Pertanian Bogor (IPB) mengakui terjadi penurunan produksi beras saat memasuki El Nino.
Laporan Yuli Saputra dari Bandung
Situs KPU tidak bisa diakses pada hari pemilihan
Informasi artikel
Penulis, Quin Pasaribu
Peranan, Melaporkan dari Jakarta
Sumber gambar, KPU
Laman resmi
Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) dengan alamat domain www.kpu.go.id tidak bisa
diakses sejak pagi pada hari pemungutan suara Pemilu 2024.
Tertera di
halaman utama situs tersebut: "website sedang dalam pemeliharaan".
Situs KPU RI
memuat beragam informasi terkait Pemilu 2024, seperti Daftar Pemilih Tetap
(DPT) online – yang memungkinkan masyarakat bisa mengecek data diri mereka
apakah sudah terdaftar menjadi pemilih di Pemilu 2024.
Kemudian, laman
ini juga memuat daftar calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dan calon
anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Di dalamnya ada
tiga kandidat capres-cawapres beserta visi dan misi masing-masing pasangan
calon yang bertarung di Pilpres.
Humas KPU RI,
Arief Susanto, mengatakan perbaikan situs tersebut dilakukan demi keamanan saat
pemilu sedang berlangsung. Ia menambahkan, situs akan pulih usai perhitungan
selesai.
TPS unik: Petugas KPPS di Pamekasan kenakan pakaian adat
Sumber gambar, Mustofa El Abdy
Pesta demokrasi kali ini diwarnai dengan sejumlah TPS unik, seperti yang terjadi di TPS 016 Desa Konang, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur.
Petugas KPPS yang bertugas menggunakan pakaian adat untuk menarik perhatian pemilih agar datang ke tempat pemungutan suara.
Para petugas perempuan menggunakan pakaian Marlena. Sementara petugas laki-laki menggunakan pakaian Sakera yang merupakan baju adat Madura.
Sumber gambar, Mustofa El Abdy
Ketua KPPS 016 Waqiatul Mabrurah mengatakan penggunaan baju adat Madura untuk menarik perhatian masyarakat.
"Karena kita orang Madura, pakai baju adat Madura," ungkap Waqiatul Mabrurah.
Penggunaan pakaian adat Madura tersebut dibarengi dengan tingkat partisipasi pemilih yang cukup tinggi.
"Jumlah DPT 275, yang hadir 265 orang," imbuh ibu rumah tangga tersebut.
Selain TPS 016, TPS 06 di Desa Konang, Kecamatan Galis Pamekasan juga menggunakan pakaian adat untuk meningkatkan partisipasi pemilih.
Laporan Mustofa El Abdy dari Pamekasan
Pemilih muda dalam Pemilu 2024, Milenial jadi pemilih terbanyak
Seperti yang telah kami beritakan sebelumnya, pemilu tahun ini akan didominasi oleh pemilih muda.
Seperti apa pembagiannya berdasarkan usia?
Pemilih pemula: 'Lima menit, menentukan lima tahun'
Informasi artikel
Penulis, Tri Wahyuni
Peranan, Melaporkan dari Jakarta
Sumber gambar, Tri Wahyuni
Keterangan gambar, Farsya Saffanah, 21 tahun, pertama kali menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024
“Aku antusias, tapi grogi,” kata Farsya Saffanah, 21 tahun, ketika berbicang dengan saya sambil mengantre di TPS 052, Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Tahun ini jadi tahun pertama Farsya menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara, memilih calon presiden dan wakil presiden, anggota legislatif, serta anggota DPD.
Sebelum hari pencoblosan tiba, Farsya aktif mencari informasi dari berbagai sumber. Orang-orang terdekatnya mengajak dia untuk memilih capres-cawapres tertentu, tetapi dia mengatakan tetap memilih berdasarkan “hati nurani”.
Sebagai generasi muda penerus bangsa, Farsya sadar betul masa depan negara ini, salah satunya, ditentukan melalui pemilu. Oleh sebab itu, dia tidak mau menyia-nyiakan hak pilihnya di Pemilu 2024, pemilu pertamanya.
“Katanya kan lima menit di sini menentukan lima tahun ke depan, aku percaya itu,” tegasnya.
Sumber gambar, Tri Wahyuni
Keterangan gambar, Farsya aktif mencari informasi dari berbagai sumber sebelum hari pencoblosan
Sebelum menuju bilik suara, Farsya membuka semua surat suara yang diberikan oleh ketua KPPS.
Mahasiswa jurusan ilmu komunikasi itu tidak ingin salah langkah dalam menjalani pengalaman pertamanya ini karena dia tak mau suaranya dianggap tidak sah.
Siapapun presiden dan wakil presiden yang terpilih nanti, Farsya berharap mereka bisa “membasmi korupsi”.
Apa itu Salam 4 Jari?, Mengapa gerakan ini menargetkan Prabowo-Gibran?
Sumber gambar, John Muhammad
Fenomena Salam 4 Jari yang menyudutkan pasangan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka di media sosial mewarnai Pemilu 2024.
Dalam unggahan terbarunya pada Selasa (13/02) malam, akun @salam4jari di X - dulu bernama Twitter - menyuarakan seruan bersama melawan narasi pemilu satu putaran dan menolak pemilu curang.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal
Lompati X pesan
John Muhammad, aktivis yang memelopori gerakan Salam 4 Jari, mengatakan tujuan di balik gerakan itu adalah mengarahkan para pemilih mengambang yang belum menentukan pilihan agar memilih paslon 01 atau 03 dalam Pilpres 2024.
BBC News Indonesia mengupas tuntas Salam 4 Jari dan alasan kenapa gerakan ini menargetkan Prabowo-Gibran di sini.
'Tidak ada lagi diskriminasi dan semoga demokrasi berjalan baik', Suara kaum minoritas dan marjinal di Aceh
Sumber gambar, Hidayatullah
Keterangan gambar, Filbert Gaynell Ivan, setelah memberikan suara pertamanya pada pemilu tahun 2024.
Kaum minoritas dan marjinal di Aceh berharap pemenang Pemilu 2024 memberikan kebebasan dan kenyamanan dalam beragama, salah satunya adalah pemilih pemula Filbert Gaynell Ivan.
Pemuda berusia 18 ini berharap pemimpin di masa depan bisa membawa Indonesia yang lebih baik - tak hanya memperhatikan satu kelompok
"Kehidupan yang lebih baik, Indonesia yang lebih maju, tidak ada lagi diskriminasi dalam [beragama], dan semoga demokrasi berjalan dengan baik, sehingga banyak kesempatan dan lapangan kerja," harapnya.
Dia adalah salah satu warga Aceh yang menggunakan hak pilihnya di salah satu TPS di Gampong Peunayong, yang mayoritas pemilihnya dari etnis Tionghoa.
Meliani, 34, berharap siapa pun yang terpilih mampu merawat Indonesia menjadi lebih baik, sehiingga tak ada lagi konflik yang berhubungan dengan agama, ras dan etnis.
Laporan Hidayatullah dari Banda Aceh
Apakah hasil survei bisa dipercaya?
Hingga beberapa hari sebelum pemungutan suara, jajak pendapat terakhir dari sejumlah lembaga survei menyebut posisi Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berada di peringkat satu.
Tapi Anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), Hamdi Muluk, mengingatkan angka tersebut tidak mutlak dan masih harus mempertimbangkan margin of error yang ada dalam survei dan kemungkinan terjadinya perubahan sikap pemilih saat hari pemilu.
Guru Besar Psikologi Politik Universitas Indonesia ini mengatakan survei-survei yang terpercaya selalu menggunakan metodologi ilmiah yang tepat untuk pengambilan sampel.
Jika hasil itu jauh beda dari lembaga-lembaga lain, kata Hamdi Muluk, Dewan Etik Persepi akan ambil tindakan.
Kisah pendukung Prabowo yang beralih dukung Anies
Sumber gambar, Halbert Caniago
Keterangan gambar, Sri Hartati mengaku kecewa dengan Prabowo dan mengalihkan dukungannya ke Anies
Sumatra Barat menjadi basis pendukung Prabowo Subianto dalam Pemilu 2019, tapi dalam pemilu kali ini, banyak warga mengalihkan dukungannya ke Anies Baswedan.
"Alasan pertama saya beralih dukungan ke Anies adalah karena saya merasa kecewa dengan keputusan Prabowo yang mau menjadi menterinya Jokowi," kata salah seorang warga Kota Padang, Sri Hartati.
Selain itu, dia juga mengaku kecewa dengan dipilihnya putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai pendamping Prabowo dalam Pilpres 2024.
"Menurut saya, dia tidak pantas menjadi wakil presiden," katanya.
Pengamat politik dari Universitas Andalas, Feri Amsari, mengatakan fenomena beralihnya dukungan warga ke Anies Baswedan karena banyak pendukung Prabowo yang merasa kecewa saat pilihannya bergabung dengan lawan politiknya usai perhelatan Pemilu pada 2019 lalu.
Seperti diketahui, pada tahun 2019 lalu, Sumatera Barat merupakan lumbung suara pasangan Prabowo-Sandiaga Uno dengan kemenangan telak 85,95 persen.
Laporan Halbert Caniago dari Padang
Warga Pulau Rempang antusias nyoblos – ‘Pemerintah lihatlah ini’
Sumber gambar, Yogi Eka Sahputra
Masyarakat Pulau
Rempang antusias mengikuti Pemilu 2024 di Kampung Tua Pasir Panjang, Pulau
Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu, 14 Februari 2024.
Warga Kampung
Pasir Panjang melakukan pemilihan di TPS 009 yang berada di tepi laut. Petugas
KPPS membuat pondok dari kayu-kayu kecil dengan terpal sebagai atapnya.
Warga sudah mulai
antre melakukan pencoblosan sejak pukul 08.00 WIB. Kebanyakan warga yang hadir pada
proses pencoblosan pagi hari merupakan warga yang memilih bertahan di kampung
halaman dan menolak kebijakan relokasi pembangunan Proyek Strategis Nasional
(PSN) Rempang Eco-city.
Ada pula warga
yang sudah pindah ke hunian relokasi sementara yang sengaja kembali ke kampung
halamannya untuk memilih.
Sumber gambar, Yogi Eka Sahputra
Keterangan gambar, Warga Kampung Pasir Panjang melakukan pemilihan di TPS 009 yang berada di tepi laut.
Salah seorang pemilih warga asli Pasir Panjang, Julia (60 tahun), mengatakan, antusiasme masyarakat Rempang memilih menandakan Pulau Rempang ada penghuninya.
"Kita banggalah. Lihat ini ramai, pemerintah lihatlah ini masih ramai penduduk kami di sini," kata Julia kepada wartawan Yogi Eka Sahputra yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.
Ia menegaskan, sampai saat ini mayoritas warga masih bertahan dan menolak direlokasi.
"Pokoknya siapapun pemimpinnya jangan pindahkan kampung kami. Kami akan bertahan di kampung ini, meskipun ada rumah yang dijanjikan," kata Julia saat ditanya harapannya kepada presiden terpilih nanti.
Sumber gambar, Yogi Eka Sahputra
Begitu juga yang
dikatakan Ramli, 53 tahun. Dia memilih presiden yang menurutnya bisa membantu
masyarakat Rempang. "Tentu kami berharap presiden baru, supaya kampung ini
tidak jadi direlokasi," tuturnya.
Beberapa kali
hujan dan angin kencang melanda lokasi TPS 009. Proses pencoblosan sempat
terhenti sampai hujan reda.
Laporan Yogi Eka Sahputra dari Pulau Rempang, Batam.
Ratusan warga yang setuju direlokasi kembali ke Pulau Rempang untuk mencoblos
Sumber gambar, Yogi Eka Sahputra
Ratusan warga
yang sudah pindah ke rumah hunian relokasi sementara di Kota Batam kembali ke
Pasir Panjang, Pulau Rempang, untuk mencoblos. Mereka datang dengan dua bus dan
beberapa mobil pribadi dengan pengawalan aparat kepolisian.
Warga yang sudah
pindah ini sampai di TPS sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka terlihat langsung antre melakukan
pencoblosan.
M Nasir, salah
satu warga yang setuju direlokasi, mengatakan KPU memang merencanakan pemilihan
di rumah relokasi sementara. "Tetapi karena beda dapil, jadi sulit,
akhirnya kami milih disini,"
katanya.
Salah seorang
dari mereka, Siti Arini (31 tahun) berharap, pemerintah mencarikan solusi yang
berarti untuk masyarakat Rempang.
“Alhamdulillah,
kita balik ke sini. Kalau jadi relokasi kami hanya ingin pemerintah berikan
ganti rugi yang pantas kepada kami," katanya.
Laporan dari Yogi Eka Sahputra di Pulau Rempang, Batam.
Gagal nyoblos, pekerja proyek IKN menangis
Informasi artikel
Penulis, Nicky Widadio
Peranan, Melaporkan dari Kalimantan Timur
Kembali ke Penajam Paser Utara, Immanuel, 44, tak kuasa menahan tangis setelah petugas di TPS Bumi Harapan, Ibu Kota Nusantara, mengatakan bahwa dia tidak bisa mencoblos hanya bermodal KTP.
Pekerja proyek asal Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur ini sampai menghubungi keluarganya di kampung halaman untuk mengurus surat ke kantor desa demi bisa memilih.
Tetapi upaya itu tidak ada artinya karena batas waktu pendaftaran untuk pindah memilih telah ditutup pada 7 Februari 2024.
“Sedih karena pemerintah tidak buat program khusus IKN ini untuk memilih,” kata Immanuel.
Immanuel mengatakan sangat ingin bisa memberi suara bagi presiden pilihannya, yang menurutnya “berjiwa muda”.
Banyak teman-temannya sesama pekerja juga tidak bisa memilih.
“Kalau seperti ini kan sia-sia suara kami,” tutur Immanuel.
'Jangan ada lagi penindasan' - suara transpuan di Aceh
Sumber gambar, Hidaytullah
Keterangan gambar, 'Jangan ada lagi penindasan atau kasus tahun 2018 berulang," harap Syerli.
Salah seorang transpuan di Aceh, Syerli, berharap siapa pun yang terpilih menjadi presiden dan anggota legislatif nanti memperhatikan nasib kaum minoritas di Aceh.
Pada 2018 silam, polisi di wilayah Aceh Utara melakukan penangkapan dan penahanan sejumlah waria, memangkas paksa rambut mereka, dan menutup salon tempat mereka bekerja.
Komnas HAM menyebut tindakan itu "merendahkan martabat manusia dan bertentangan dengan peraturan".
Sumber gambar, Hidayatullah
Syerli berharap di bawah kepemimpinan presiden Indonesia yang akan terpilih nanti tak akan ada lagi diskriminasi dan semua orang - termasuk kelompok LGBT - dapat mengespresikan diri dan bekerja.
"Jadi semua golongan bisa hidup bersama dan mencari rezeki, seperti waria tidak hanya salon, tapi juga bisa bekerja yang lain," jelas Syerli.
Laporan Hidayatullah dari Banda Aceh
Enam petugas KPPS meninggal dunia
Informasi artikel
Penulis, Quin Pasaribu
Peranan, Melaporkan dari Jakarta
Sumber gambar, Getty Images
Keterangan gambar, Seorang petugas KPPS bekerja pada malam hari untuk mempersiapkan TPS di Medan, Sumatra Utara.
Enam petugas Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) di sejumlah daerah dilaporkan meninggal jelang hari pemungutan suara Pemilu 2024.
Di Pidie, Aceh, tercatat dua petugas meninggal dunia, Ketua KPPS di Desa Mane, Yusrizal, dan anggota KPPS di Desa Barieh, Abdurrahman. Keduanya diduga meninggal karena kelelahan — mereka sempat mengaku pusing saat menandatangani dan mempersiapkan kertas undangan pemilih.
Di Medan, Sumatra Utara, seorang petugas KPPS meninggal pada Selasa (13/02). Firmanto yang merupakan Ketua KPPS di TPS 6 Kelurahan Batubara diduga meninggal akibat terkena serangan jantung.
Petugas KPPS di Magetan, Jawa Timur, yakni Rita Setyaningsih dilaporkan meninggal pada Senin (12/02). Ibu tiga anak ini sempat mengikuti serangkaian kegiatan persiapan pemungutan suara selama tiga hari berturut-turut sejak Jumat (09/02) sampai Minggu (11/02).
Pada Minggu malam, perempuan 41 tahun ini mengeluhkan pusing, tangan kanan kaku dan tangan kiri lemas. Ia lantas dilarikan ke UGD, namun pada Senin pagi Rita dinyatakan meninggal.
Adapun di Sukabumi, Jawa Barat, petugas KPPS di Kecamatan Cubeureum, bernama Hendra Lesmana dinyatakan meninggal pada Sabtu (10/02). Ketua KPU Kota Sukabumi mengatakan tidak mengetahui pasti penyebab kematian Hendra.
Di Wonosobo, Jawa Tengah, Ketua KPPS di TPS 11 yaitu Wahyu Jatmiko, 43 tahun, meninggal saat mempersiapkan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Saat sedang mempersiapkan TPS, korban disebut tiba-tiba jatuh pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong.
Pada pemilu sebelumnya, ratusan anggota KPPS meninggal dunia setelah penyelenggaraan pemungutan suara. Pada Oktober 2020, Ketua KPU yang menjabat kala itu, Arief Budiman, menyebut secara keseluruhan ada 894 petugas KPPU yang meninggal dunia, sedangkan 5.175 petugas mengalami sakit.
‘Golput aktif’ sumbang jumlah surat suara tak sah?
Angka golput dalam pemilu kali ini akan berada di kisaran 18%-20%, menurut prediksi pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Devi Darmawan.
Nicky Fahrizal, pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), berkata pemilih golput di Indonesia cenderung teredukasi secara politik yang “sangat paham peta politik dan jejak para pasangan calon”.
Perludem mengatakan, berkaca dari Pemilu 2019, surat suara tidak sah bisa jadi karena kebingungan pemilih atau bentuk protes melalui surat suara.
Pemilu di Paniai tersendat faktor keamanan
Sumber gambar, Abeth You
Keterangan gambar, Logistik pemilu yang baru tiba di Distrik Enarotali, Paniai baru tiba pada Rabu (14/02) pagi
Di Distrik Eranotali yang terletak di Paniai, Papua Tengah, distribusi logistik yang terkendala faktor keamanan membuat pemungutan suara di TPS tersendat.
Dari pantauan di lapangan, logistik pemilu untuk distrik Paniai Timur yang baru saja tiba pada Rabut (14/02) pagi langsung dikirimkan ke kantor distrik Paniai Timur untuk selanjutnya dibawa ke balai kampung.
Tepat pukul 11.00 WIT, surat suara tiba di balai kampung Enarotali yang berlokasi di Bapouda dikawal aparat kepolisian bersama masyarakat.
Tampak di sekitar balai kampung Enarotali dijaga oleh aparat kepolisian bersama panitia pengawas distrik.
Sumber gambar, Tangkapan layar video
Keterangan gambar, Sebuah video yang memperlihatkan tindakan pembongkaran ratusan surat suara Pemilu 2024 oleh sekelompok orang di Paniai, Papua Tengah.
Menurut polisi, tindakan itu diduga terkait kemarahan orang-orang yang kecewa karena lokasi pemungutan di lokasi tersebut dipindahkan ke Distrik Aradide.
Imbas dari insiden ini, KPU menunda pelaksanaan pemungutan suara di sebagian wilayah Paniai.