'Tiga kali benturan, kita pasrah... Dan akhirnya mereka keluar dari puing-puing'
Saat kejadian, suasana pantai terasa normal saja. Normal, tidak ada hujan, dan tenang, kata warga kampung Kosambi, Kelurahan Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten
"Namun tiba-tiba terdengar bunyi berbagai benturan dari arah laut," kata Rudi Herdiansyah, yang saat itu sedang menjaga warungnya di Pantai Anyer.
Tsunami meluluh-lantakkan seluruh warungnya. Dan Rudi terseret air bah.

Sumber gambar, BBC News Indonesia
Namun setelah beberapa saat, "Alhamdulillah, Allah masih ngasih selamat ke saya. Saya bisa keluar dari puing-puing warung," ujar Rudi kepada Rivan Dwiastono dari BBC News Indonesia.
Rudi sebetulnya pernah mengikuti latihan evakuasi bencana yang digelar oleh Basarnas. Tapi menurut Rudi, tak ada peringatan apapun sebelum bencana menerjang.
Tetapi setidaknya, pelatihan membuatnya sigap.
"Makanya pas kejadian ini saya ngumpet di dalam ruangan, di bangku, supaya selamat," lanjutnya.

Sumber gambar, BBC Indonesia
Setelah tsunami reda, dan ia dan keluarganya mengais barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari warung yang buka 24 jam tersebut.
Rudi mengatakan ia dan keluarganya akan mengungsi ke rumah sanak saudara mereka di Cipacung, Serang, hingga ada kepastian situasi sudah tidak berbahaya.






