Tsunami Selat Sunda: Korban tewas 430 orang, Krakatau jadi 'siaga', hujan abu di beberapa tempat

Hingga Kamis (27/12), sudah 430 orang tewas. Sementara gunung Krakatau terus meletus dan statusnya ditingkatkan jadi 'siaga.' Di beberapa tempat sudah turun hujan abu.

Liputan langsung

  1. 'Tiga kali benturan, kita pasrah... Dan akhirnya mereka keluar dari puing-puing'

    Saat kejadian, suasana pantai terasa normal saja. Normal, tidak ada hujan, dan tenang, kata warga kampung Kosambi, Kelurahan Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten

    "Namun tiba-tiba terdengar bunyi berbagai benturan dari arah laut," kata Rudi Herdiansyah, yang saat itu sedang menjaga warungnya di Pantai Anyer.

    Tsunami meluluh-lantakkan seluruh warungnya. Dan Rudi terseret air bah.

    Rudi

    Sumber gambar, BBC News Indonesia

    Keterangan gambar, Rudi pernah mengikuti pelatihan menghadapi bencana.

    Namun setelah beberapa saat, "Alhamdulillah, Allah masih ngasih selamat ke saya. Saya bisa keluar dari puing-puing warung," ujar Rudi kepada Rivan Dwiastono dari BBC News Indonesia.

    Rudi sebetulnya pernah mengikuti latihan evakuasi bencana yang digelar oleh Basarnas. Tapi menurut Rudi, tak ada peringatan apapun sebelum bencana menerjang.

    Tetapi setidaknya, pelatihan membuatnya sigap.

    "Makanya pas kejadian ini saya ngumpet di dalam ruangan, di bangku, supaya selamat," lanjutnya.

    Warung

    Sumber gambar, BBC Indonesia

    Keterangan gambar, Warung milik Rudi yang luluh lantak diterjang tsunami.

    Setelah tsunami reda, dan ia dan keluarganya mengais barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari warung yang buka 24 jam tersebut.

    Rudi mengatakan ia dan keluarganya akan mengungsi ke rumah sanak saudara mereka di Cipacung, Serang, hingga ada kepastian situasi sudah tidak berbahaya.

  2. Panglima TNI: Infrastruktur jalan dan jembatan 'tidak ada yang putus'

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dalam konferensi pers, mengatakan bahwa dari ketinggian 800 kaki, terlihat kerusakan yang terjadi di hotel dan restoran.

    "(Di) Tanjung Lesung juga nampak sekali terlihat yang terdampak tsunami, kiri kanan, rumah-rumah hancur," kata Hadi Tjahjanto,

    Petugas mengawasi operator alat berat membersihkan tumpukan sampah yang porak poranda menutupi jalan setelah diterjang tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018).

    Sumber gambar, ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    Keterangan gambar, Petugas mengawasi operator alat berat membersihkan tumpukan sampah yang porak poranda menutupi jalan setelah diterjang tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018).

    Meski begitu, infrastruktur jalan dan jembatan di Carita, Labuan, sampai Tanjung Lesung tidak ada yang rusak atau putus.

    "Di Anyer dan Tanjung Lesung sudah banyak tim evakuasi dari TNI, Polri, dari PMI sedang membersihkan rumah terdampak tsunami. Dari apa yang terjadi, dari bibir pantai (air) masuk tidak terlalu jauh, sampai 200-250 meter. Pohon-pohon perdu roboh, di sepanjang pantai pun tidak banyak penduduk, dari Anyer-Tanjung Lesung," ujar Panglima TNI.

  3. Mengapa bisa simpang siur?, Hening Parlan, Mantan Sekjen Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI)

    Informasi bencana tsunami yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 21.27 di Kabupaten Pandeglang, Lampung Selatan dan Serang mengalami kesimpangsiuran.

    Ketika muncul laporan tentang terjadinya tsunami di Selat Sunda, dua pihak berwenang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan 'bantahan', melalui pernyataan dan cuitan di Twitter.

    Disebutkan, itu bukan tsunami melainkan 'gelombang pasang', terkait juga dengan bulan purnama.

    Namun mereka kemudian mereka meralatnya.

    Juru bicara BNPB Purwo Nugroho membuat koreksi melalui cuitan di twitter dan menghapus siaran pers yang menyatakan tidak ada tsunami, 'agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.' Sementara twitter resmi BMKG juga menghapus cuitan sebelumnya dan membuat cuitan baru yang menyebut bahwa benar terjadi tsunami, namun tidak dipicu oleh gempa bumi.

    Lalu ada pula pernyataan PVBG yang meragukan bahwa naiknya air laut dan menjadi tsunami itu karena letusan gunung anak Krakatau.

    Kampung Kosambi

    Sumber gambar, BBC News Indonesia

    Keterangan gambar, Kerusakan di Kampung Kosambi 1, Kelurahan Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Serang, Banten, sebagaimana disaksikan wartawan BBC News Indonesia.

    Informasi tiga lembaga ini menimbulkan kebingungan masyarakat. Kesimpangsiuran informasi ini menambah kepanikan ketika korban semakin banyak. Publik tentu saja terus bertanya: kalau bukan karena gempa lalu apa, kalau bukan gubung lalu apa, jadi apa yang sesesungguhnya terjadi,apakah akan terjadi peristiwa susulan, dan bagaimana antisipasinya.

    Oleh karena itu, informasi tentang hal itu ada baiknya diberikan secara bersama-sama, antar lintas lembaga yang berwenang. Hal ini akan membuat masyarakat lebih mudah mencerna serta mendapatkan kepastian informasi sebagai acuan, agar pada akhirnya masyarakat mendapatkan ketenangan atas informasi dan langkah - langkah penyelamatan, penanganan dan kesiap-siagaan selanjutnya.

  4. Bagaimana letusan kecil Anak Krakatau bisa memicu tsunami?

    Dalam konferensi pers, juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa Gunung Anak Krakatau melakukan banyak aktivitas letusan sejak Mei lalu dan terjadi setiap hari.

    "Periode pada November, Oktober, September, letusannya lebih besar daripada yang kemarin, kemarin cukup kecil yang terjadi. Pada 5 November ada letusan besar, tapi tidak memicu tsunami. Badan Geologi masih menganalisis kenapa letusan kecil itu memicu tsunami," kata Sutopo.

    Nantinya, data-data letusan Gunung Anak Krakatau itu akan bisa diakses oleh masyarakat.

    Anak Krakatau

    Sumber gambar, Getty Images

    Letusan Gunung Anak Krakatau, menurut Sutopo, adalah bagian dari proses alami karena gunung tersebut masih dalam fase pertumbuhan. Setiap tahunnya, gunung tersebut bertambah tinggi 4-6 meter.

    Gunung itu juga terus meletus dari waktu ke waktu dan kondisinya aman dalam radius 2km.

    "Tapi mengapa letusan yang tidak terlalu besar dibanding Oktober dan November, tapi bisa memicu tsunami dalam laut? Ini masih dilakukan penelitian," kata Sutopo.

  5. Jumlah tewas kini mencapai 168 tewas, 745 luka, puluhan hilang

    Angka korban terus saja bertambah.

    Juru bicara BNPB, Sutopo Puwo Nugroho menyebut, kini dalam catatan mereka, korban tewas sudah mencapai 168 orang, sementara korban luka 745 orang dan puluhan hilang.

  6. Seventeen Band: Basis dan manajer tewas, sebagian pemain dan kru belum ditemukan, Mereka meminta agar video yang menunjukkan band itu diterjang tsunami, tidak dipublikasikan

    Rekaman video band Seventeen yang diterjang tsunami saat tampil di acara Perusahaan Listrik Negara di Tanjung Lesung, menjadi viral di media sosial.

    Video itu menunjukkan, band itu penuh semangat menghibur publik, ketika mendadak layar belakang panggung jebol oleh terjangan tsunami, disertai jerit dan teriakan, dan panggung bersama orang-orang di atasnya lenyap.

    Pernyataan resmi yang dikeluarkan manajemen tersebut menyatakan bahwa pemain bass mereka, M Awal Purbani, dan road manager Oki Wijaya, meninggal dunia dalam bencana tersebut. Salah satu cuitan yang mengunggah video itu sudah disebar lebih dari 4.000 kali.

    Band Seventeen

    Sumber gambar, Media sosial

    Keterangan gambar, Acara hiburan keluarga PLN, saat lagu kedua Seventeen, sebelum tsunami menerjang.

    Namun dalam pernyataan resminya, Seventeen Band "meminta agar teman-teman tidak menyebarkan foto-foto dari lokasi."

    "Kejadian berlangsung saat baru lagu kedua Seventeen menghibur penonton. Air pasang naik ke permukaan dan menyeret seluruh orang yang ada di lokasi. Sayangnya saat arusnya surut anggota kami ada yang bisa menyelamatkan diri sementara sebagian tidak menemukan tempat berpegangan. Posisi panggung tepat membelakangi laut," menurut pernyataan itu lagi.

    Sampai sekarang mereka masih belum bisa menemukan gitaris Herman Sikumbang, drummer Andi Windu Darmawan, kru Ujang, serta istri dari vokalis Ifan atau Riefian Fajarsyah, Dylan Sahara.

    Sementara itu, komedian Heriyanto atau Aa Jimmy yang juga hadir dalam acara PLN itu dilaporkan meninggal dunia akibat tsunami.

    Hentikan Instagram pesan
    Izinkan konten Instagram?

    Artikel ini memuat konten yang disediakan Instagram. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca Instagram kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

    Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal

    Lompati Instagram pesan

  7. Peringatan tsunami susulan, warga panik dan pasien diungsikan

    Tanda peringatan tsunami berbunyi memperingatkan kemungkinan tejadinya tsunami susulan di Pandeglang, mengakibatkan kepanikan, lapor KompasTV.

    Gambar di saluran televisi itu menunjukkan, banyak warga berlarian atau berusaha meloloskan diri dengan kendaraan.

    Pasien di RS Tarakan dan puskesmas, menurut KompasTV lagi, diungsikan ke tempat yang lebih tinggi.

    Namun kemudian peringatan itu dicabut, dan situasi kembali tenang.

  8. Saksi mata: Ada dua gelombang yang menerjang, Oystein Lund Andersen, fotografer Norwegia, kepada BBC News

    Saya saat itu sedang berada di pantai Anyer, Jawa Barat. Saya sendirian, keluarga saya tidur di kamar.

    Saya mencoba memotret gunung Krakatau yang terus meletus.

    Sebelumnya di malam hari, terjadi aktivitas erupsi yang cukup berat. Tapi sesaat sebelum ombak menghantam pantai, tidak ada aktivitas sama sekali.

    Di luar sana hanya kegelapan. Tiba-tiba saja saya lihat gelombang itu datang, dan saya harus berlari.

    tsunami

    Sumber gambar, Oystein Lund Andersen

    Keterangan gambar, Situasi di Pantai Anyer di malam sesudah tsunami menerjang.

    Ada dua gelombang yang datang. Gelombang pertama tidak terlalu kuat - saya masih bisa berlari menjauhinya. Saya berlari langsung ke hotel, dan di sana istri dan putra saya masih sedang tidur. Saya membangunkan mereka ... dan saya mendengar gelombang besar datang.

    Saya melihat keluar jendela ketika gelombang kedua menghantam. Dan gelombang itu jauh lebih besar. Ombak melintasi hotel. Mobil terdorong keluar dari jalanan.

    Kami dan orang-orang lain di hotel langsung menuju hutan yang bearada di lokasi yang lebih tinggi, tak jauh dari hotel. Dan kami masih berada di atas bukit hingga sekarang.

  9. Korban meningkat jadi 62 orang tewas, 584 luka, 20 hilang

    Seperti dicemaskan, jumlah korban tewas terus meningkat.

    Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut, data sementara mencatat korban tewas setidaknya 62 orang, sementara korban luka-luka 584 orang, dan yang hilang 20 orang.

    Selain itu, 430 unit rumah rusak berat, 9sembilan hotel rusak berat dan 10 kapal rusak berat.

    "Dan data ini akan terus bergerak naik. Artinya data korban jiwa dan kerusakan ekonomi akan bertambah mengingat belum semua wilayah dapat di data dan saat ini petugas masih melakukan pendataan," kata Sutopo.

    "Daerah yang terdampak parah adalah kabupaten Pandeglang, yaitu kawasan wisata dan pemukiman sepanjang pantai dari Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Oleh karena itu sedang disiapkan survei pemetaan dengan menggunakan pesawat terbang yang dilakukan oleh TNI," katanya dalam sebuah pernyataan.

  10. Tiga wilayah paling parah terdampak

    Tsunami menghantam dua sisi Selat Sunda, baik di sisi Pulau Jawa maupun Sumatera.

    Menurut juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, tiga wilayah yang paling parah terdampak adalah Kabupaten Padenglang, Serang (keduanya di Banten, pulau Jawa) dan Lampung Selatan (di Pulau Sumatera).

    Di Kabupaten Serang, yang paling terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita.

    Di Kabupaten Pandeglang daerah yang terdampak terdapat di Kecamatan Carita, Panimbang dan Sumur.

  11. Krakatau

    Sumber gambar, Getty Images

    Keterangan gambar, Anak Krakatau, dalam letusan sebelumnya.
  12. Tsunami atau gelombang pasang biasa?, Mulanya adalah kesimpang-siuran

    Pada Sabtu (22/12) pukul 21.30 WIB, air laut mendadak naik hingga ketinggian satu meter, menerjang bibir pantai dan bangunan di sekitar pantai.

    Pada mulanya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, hal itu adalah gelombang air pasang sebagai dampak dari fenomena bulan purnama, kendati beberapa media sudah menyebutnya sebagai tsunami.

    Namun kemudian Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meralatnya, dan menyebut bahwa tsunami telah terjadi dan menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda.

    "Sensor Cigeulis (CGJI) mencatat adanya aktivitas seismik," kata Dwikora, kendati berdasarkan rekaman seismik sebelumnya dan laporan masyarakat, peristiwa ini tidak disebabkan oleh aktivitas gempa bumi tektonik.

    Dwikora menambahkan tsunami kemungkinan terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Pada saat bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama. Jadi ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang.