Korban meninggal bertambah menjadi setidaknya 373 orang, 128 hilang
Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah korban meninggal akibat tsunami Selat Sunda bertambah menjadi 373 orang.
Data ini berdasarkan informasi dari tim SAR gabungan yang pada hari Senin (24/12) melakukan penyisiran, evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban.
"Hingga Senin pukul 17.00 WIB, tercatat 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi," kata Sutopo dalam keterangan tertulis kepada media.
Sutopo menjelaskan jumlah korban dan daerah yang terdampak paling parah kerusakannya adalah daerah pesisir di Kabupaten Pandenglang. Di daerah ini merupakan kawasan wisata pantai dengan fasilitas hotel dan vila.
"Apalagi saat kejadian tsunami, itu adalah libur panjang sehingga banyak wisatawan menginap di hotel dan penginapan. Tidak adanya peringatan dini tsunami juga menyebabkan jatuh korban yang cukup banyak karena masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk evakuasi," kata Sutopo.
Untuk pengungsi, sudah berkurang dari 11.453 orang menjadi 5.361 karena mereka kembali ke rumah.
Sutopo mengatakan penanganan darurat terus dilanjutkan dengan fokus pada evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, penanganan korban luka-luka di tim medis, pelayanan pengungsi, perbaikan darurat sarana dan prasarana umum.