You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.

Take me to the main website

Tsunami Selat Sunda: Korban tewas 430 orang, Krakatau jadi 'siaga', hujan abu di beberapa tempat

Hingga Kamis (27/12), sudah 430 orang tewas. Sementara gunung Krakatau terus meletus dan statusnya ditingkatkan jadi 'siaga.' Di beberapa tempat sudah turun hujan abu.

Liputan langsung

  1. Korban meninggal bertambah menjadi setidaknya 373 orang, 128 hilang

    Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah korban meninggal akibat tsunami Selat Sunda bertambah menjadi 373 orang.

    Data ini berdasarkan informasi dari tim SAR gabungan yang pada hari Senin (24/12) melakukan penyisiran, evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban.

    "Hingga Senin pukul 17.00 WIB, tercatat 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi," kata Sutopo dalam keterangan tertulis kepada media.

    Sutopo menjelaskan jumlah korban dan daerah yang terdampak paling parah kerusakannya adalah daerah pesisir di Kabupaten Pandenglang. Di daerah ini merupakan kawasan wisata pantai dengan fasilitas hotel dan vila.

    "Apalagi saat kejadian tsunami, itu adalah libur panjang sehingga banyak wisatawan menginap di hotel dan penginapan. Tidak adanya peringatan dini tsunami juga menyebabkan jatuh korban yang cukup banyak karena masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk evakuasi," kata Sutopo.

    Untuk pengungsi, sudah berkurang dari 11.453 orang menjadi 5.361 karena mereka kembali ke rumah.

    Sutopo mengatakan penanganan darurat terus dilanjutkan dengan fokus pada evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, penanganan korban luka-luka di tim medis, pelayanan pengungsi, perbaikan darurat sarana dan prasarana umum.

  2. Mengais-ngais yang masih bisa diselamatkan, Rivan Dwiastono, BBC News Indonesia, dari lokasi terdampak tsunami, Banten

    Hari kedua sesudah tsunami menerjang, kecemasan masih menjalar. Namun sejumlah warga juga sudah mulai berani untuk kembali untuk melihat langsung kerusakan yang terjadi pada tempat tinggal dan tempat usaha mereka.

    Di sepanjang jalan dari Pantai Anyer menuju Carita, warga bahu-membahu membersihkan puing dan memungut harta yang masih bisa diselamatkan.

    "Nyari barang-barang apa gitu. Kalau udah nggak layak dipakai, ya udah ngapain (dipungut). Yang penting (bekas) kayunya kita selamatin dulu," tutur Nurhasan, warga Anyer yang rumah sekaligus tempat usahanya habis dibabat ombak, kepada BBC News Indonesia, Senin (24/12).

    Ia mengajak empat saudaranya untuk membantu mencari barang-barang yang bisa dibawa pulang. Malang, tak banyak benda tersisa yang layak dipakai ulang.

    "Nggak tahu, Pak. Bingung juga. Paling ada baju-baju sisa, punya anak, punya saya," ungkap Hasan pasrah.

    "Hancur semua, bahkan kulkas juga mesinnya mah udah ada yang motong tadi pagi, nggak tahu siapa yang ambil. Suasana seperti ini kita 'dimakan' juga. Bahkan celengan juga udah ada yang ngebobok."

    Hasan, istri, dan anaknya, berhasil meloloskan diri dari gulungan tsunami Sabtu (22/12) malam.

    Mereka lari setelah ombak pasang menyentuh rumah mereka. Kini, ia belum punya tahu harus bagaimana. "Nggak bisa ngelihat ke depan dulu, karena kita lagi bingung, Pak, mikirnya ke depan. Ya maunya mah kita bangun lagi, tapi kan kita lihat situasi dulu," imbuh Hasan.

  3. Bagaimana gelombang tsunami bergerak pada Sabtu maut itu?

    Sebuah model menunjukkan perkiraan pergerakan gelombang tsunami sesudah letusan Anak Krakatau itu.

  4. Bagaimana gunung berapi dapat menjadi pemicu tsunami ini?, Jonathan Amos, BBC Sains

    Sudah sejak lama para peneliti mempelajari Anak Krakatau -yang terbentuk di tempat yang sama dengan Gunung Krakatau yang meletus pada tahun 1883.

    Ada pula sebuah kelompok yang memperagakan tentang apa yang akan terjadi jika sisi barat daya gunung api -sisi yang dianggap paling tidak stabil- itu ambruk.

    Gelombang setinggi 10 meter akan menerjang pulau-pulau sekitarnya seperti Sertung, Panjang, dan Rakata dalam waktu kurang dari satu menit, kata tim tersebut.

    Oleh karena gelombang itu menyebar di seluruh Selat Sunda, gelombang itu akan terpecah dan menerpa daratan dengan ketinggian satu sampai tiga meter.

    Skenario tersebut luar biasa, khususnya terkait dengan waktu air masuk ke darat. Pengukur air pasang di Selat Sunda merekam tingginya permukaan air sekitar setengah jam setelah erupsi terakhir Anak Krakatau, sekitar pukul 9 malam pada hari Sabtu. Dalam model yang sudah dibuat, masuknya air itu terjadi dalam jangka waktu yang beberapa menit lebih lama.

  5. Tsunami Selat Sunda: 'Saya buka pintu dan air masuk memenuhi rumah'

    Warga yang bermukim di pesisir Selat Sunda tidak mendapat peringatan saat tsunami menerjang, Sabtu (22/12).

    Yuni, korban selamat tsunami Selat Sunda mengatakan, bencana itu datang begitu saja.

    "Ketika saya buka pintu, air langsung masuk memenuhi rumah," kata dia, mengisahkan pengalamannya.

  6. Yang mencari keluarga di balik reruntuhan, Rivan Diwastono, BBC News Indonesia, dari lokasi terdampak tsunami, Banten

    Bunyi mesin pemecah beton menghantam dinding-dinding yang sudah ambruk di Villa Stephanie, Pantai Carita, Pandeglang, di hari kedua sesudah tsunami meluluh-lantakan kawasan itu.

    Puluhan polisi dan relawan bahu membahu menyingkirkan puing-puing dari reruntuhan bangunan villa di tepi pantai itu.

    "Satu, dua, tiga!" teriak mereka saat bersama-sama menarik potongan besar kerangka atap baja ringan dari atas gundukan villa yang sudah tak berbentuk.

    Mereka tengah mencari korban yang mungkin masih tertimbun reruntuhan. Sudah lebih dari 40 jam sejak tsunami menerjang.

    "Di sini disinyalir masih banyak, ada yang tertimbun, yang meninggal dunia," ungkap AKBP Achmadi, wakil direktur Samapta Polda Banten, kepada BBC News Indonesia, Senin (24/12) siang.

    Kekhawatiran tersebut muncul sebab pada malam terjadinya tsunami, tengah berlangsung acarafamily gatheringKoperasi RSUD Tarakan. Ada 54 orang anggota rombongan wisata koperasi tersebut yang tengah beraktivitas di tepi pantai. Enam belas di antaranya belum ditemukan.

    "Tadi pagi kitaudahdapat empat jenazah yang tertimbun oleh reruntuhan. Makanya sekarang itu lagi kita masih evakuasi," lanjutnya.

  7. Seberapa sering tsunami terjadi di Indonesia?

    Wilayah Indonesia rentan terhadap tsunami karena terletak di Cincin Api, sehingga gempa bumi dan letusan gunung berapi sering terjadi.

    Pada September lalu, lebih dari 2.000 orang meninggal ketika gempa dahsyat menghantam wilayah tengah Pulau Sulawesi yang memicu tsunami di kota pantai Palu dan sekitarnya.

    Pada 26 Desember 2004, serangkaian gelombang besar yang dipicu oleh gempa kuat di Samudera Hindia telah menewaskan sekitar 228.000 orang di 13 negara, yang sebagian besar korbanny adalah warga Aceh.

    Namun demikian, tsunami yang disebabkan oleh aktivitas vulkanik seperti yang terjadi di Selat Sunda jarang terjadi.

  8. Yang tetap meneruskan liburan di tengah horor tsunami, Rivan Dwiastono, BBC News Indonesia, dari lokasi terdampak tsunami, Banten

    Hujan lebat disertai angin kencang melanda Pantai Anyer sejak Minggu dini hari hingga Senin pagi tadi.

    Segelintir tamu hotel tempat kami menginap, menikmati sarapan dengan wajah was-was.

    "Anginnya kencang banget," ujar sang bapak yang duduk bersama istri dan anak-anaknya.

    Angin sepertinya identik dengan situasi yang terjadi saat tsunami menghantam.

    Selain mereka, hanya ada saya dan beberapa wartawan lain serta para staf hotel yang bekerja.

    Tetapi ternyata, ada juga tamu yang tetap memutuskan untuk melanjutkan niat mereka berlibur. Seperti Khaeruman.

    Dia dan keluarganya datang dari Bogor ke Pantai Anyer tepat di malam tsunami menerjang.

    "Saya belum tahu (ada tsunami) tuh, karena saya lagi menyetirwaktu itu," ujar Khaeruman kepada BBC. Dia baru mengetahui mengenai tsunami setelah tiba di Anyer.

    Khaeruman bukannya tak takut, dia juga cemas tsunami kembali menerjang. Keluarganya pun sudah mewanti-wanti. "Tapi orang sini (hotel) memastikan kalau di sini aman, yang kena di sana katanya," ujarnya.

    Khaeruman dan keluarganya pun sepakat untuk meneruskan saja agenda liburan mereka.

    Ini kontras dengan ketakutan yang mencekam kebanyakan warga lokal. Mereka justru ramai-ramai mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi.

    Aminah, misalnya, meski tidak terdampak tsunami Sabtu lalu, tetap memutuskan mengungsi hingga kondisi aman. "Mengungsi saja saya mah ke sini, takut. Takut laut. Kan dekat laut (rumah) saya mah," ungkapnya.

    Aminah dan beberapa tetangganya menginap di posko relawan yang didirikan cukup jauh dari pantai.

    Hari ini proses evakuasi masih akan dilakukan. Puluhan orang belum ditemukan setelah tsunami menghantam pesisir barat Jawa dan Lampung Selatan.

  9. “Awalnya lampu padam dan tiba-tiba ombak menghantam”, bagaimana tsunami menyapu Lampung Selatan

    Ahmad Ridho, seorang wartawan yang kebetulan berada di pesisir pantai di Lampung Selatan saat tsunami menerjang pada Sabtu (22/12) malam merasa beruntung berhasil menyelamatkan diri.

    “Saat itu pas lagi ada kawinan saya denger ada yang teriak 'tsunami! Tsunami!”, saya langsung lari menyelamatkan diri ke daerah dataran tinggi,” ungkapnya ke wartawan BBC News Indonesia Mehulika Sitepu.

    “Laut saat itu tenang, tidak ada ciri-ciri mau kejadian (tsunami). Tiba-tiba saja gelombang besar langsung menghantam. Itu gelombang pasang sekitar 5 meter tingginya, saat kejadian jam 9 malam.”

    Ia berkisah, pula, saat gelombang tsunami menghantam, lampu menjadi padam.

    Saat ini Ridho berada di desa Way Muli, kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan -- desa dengan terdampak tsunami terparah di Lampung.

    Ia menggambarkan bahwa “rumah-rumah yang ada di pesisir pantai rusak parah, rata dengan tanah.”

    Sebagian besar korban adalah orang-orang yang berada sekitar pantai saat kejadian.

    “Saat ini masih dilakukan evakuasi korban, korban luka-luka untuk di bawa ke rumah sakit di Kalianda.”

    “Jalur evakuasi sudah dilalui kendaraan roda empat yang sebelumnya sempat tertutup oleh puing-puing bangunan rumah warga yang rusak . Diturunkan tiga buah alat berat untuk membuat bahu jalan agar bisa dilalui kendaraan-kendaraan yang akan memberikan bantuan. Untuk saat ini bantuan medis sudah stand by," katanya.

    Dia juga memaparkan bahwa saat ini di desa Way Muli, air dan listrik masih padam dan warga sangat membutuhkan air dan makanan siap saji.

  10. Jokowi di lokasi terdampak tsunami: BNPB harus beli alat peringatan dini

    Presiden Joko Widodo mengunjungi sejumlah lokasi terdampak tsunami di sekitar wilayah Banten.

    Dalam jumpa pers singkat di sela-sela kunjungan ini, ia mengungkapkan keprihatinan bahwa tsunami ini menerjang wilayah Selat Sunda tanpa terdeteksi.

    "Ini masih terus dipelajari dan dikaji oleh para ilmuwan, apa penyebabnya," katanya.

    Lepas dari itu, katanya, "ke depan, saya sudah perintahkan juga ke BMKG untuk membeli alat-alat pendeteksi sistem yang bisa memberikan peringatan dini kepada kita semua, kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa secepatnya (menyelamatkan diri).

    Indonesia sejauh ini hanya memiliki sistem peringatan dini yang penyebabnya adalah gempa. Itu pun sejak 2012, kebanyakan tidak berfungsi, karena vandalisme, dan minimnya dana pemeliharaan.

    Adapun sistem peringatan dini untuk tsunami akibat gunung berapi atau peristiwa lain tak terkait gempa, Indonesia belum punya.

  11. Korban terus bertambah: kini 281 tewas, 1016 luka dan 57 hilang

    Seiring sudah mulai terbukanya sejumlah jalur di Lampung Selatan -bagian pulau Sumatera yang terkena Tsunami, jumlah korban terus pula bertambah.

    "Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga (24/12) pukul 07.00 WIB, tercatat 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi," kata juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

    "Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak. Korban dan kerusakan ini terdapat di lima kabupaten terdampak, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran. Jadi wilayah di Provinsi Banten dan Lampung yang berada di Selat Sunda," katanya.

    Pesisir di Kabupaten Pandeglang adalah daerah yang paling banyak jumlah korban dan kerusakannya dibandingkan daerah lain.

    Disebutkannya lagi, jumlah korban masih akan terus bertambah, karena belum tim penyelamat belum mencapai semua kawasan terdampak.

  12. Anak Krakatau kembali meletus, muncul kekhawatiran 'tsunami susulan'

    Warga yang tinggal di kawasan pantai di Selat Sunda diperingatkan untuk menjauh dari pantai, karena dikhawatirkan mungkin ada "tsunami susulan".

    Para pakar memperkirakan, tsunami pada Sabtu (22/12) malam, yang sejauh ini menyebabkan 222 orang meninggal dunia, dipicu oleh longsoran bawah laut, menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

    Gunung ini kembali meletus pada hari Minggu (23/12).

    Seruan kepada warga untuk menjauhi kawasan pantai sebelumnya tercantum dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan oleh BMKG.

  13. BNPB: Tsunami di Selat Sunda adalah 'kejadian langka'

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan tsunami yang menerjang kawasan di ujung barat Jawa dan selatan Sumatera pada Sabtu (22/12) malam adalah kejadian alam yang langka karena tidak didahului oleh gempa bumi.

    Hingga Minggu malam, setidaknya 222 orang meninggal dunia, 28 masih dinyatakan hilang sementara yang mengalami luka-luka 843.

  14. Mencoba menguak misteri tsunami di Selat Sunda

    BNPB sudah mengatakan bahwa tsunami yang dipicu oleh letusan gunung berapi adalah kejadian alam yang sangat langka.

    Jika memang ini disebabkan oleh letusan Anak Krakatau, bagaimana prosesnya?

    Para ahli memperkirakan ketika gunung api meletus, magma panas mendorong dan bisa menggugurkan tanah atu batuan dingin.

    Ahli gunung api Jess Phoenix kepada BBC menjelaskan kejadian ini dapat menyebabkan longsoran yang pada gilirannya mendorong air laut.

    Proses inilah yang diduga menyebabkan tsunami di Selat Sunda.

  15. Deteksi dini tsunami jenis ini, apa dimungkinkan?

    Tsunami kali ini agak unik, bahkan langka, kata juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Ahli tsunami dari Aceh sependapat dengan pandangan tersebut.

    "Karena, berbeda dengan sebagian besar tsunami lain di Indonesia, kasus Selat Sunda ini tidak didahului atau disebabkan gempa," kata Syamsidik, ahli tsunami dari Universitas Syiah Kuala, Aceh.

    Itu sebabnya, muncul kesimpang-siuran pada awalnya.

    Menurut Syamsidik, penyebab tsunami Selat Sunda ini masih menjadi bahan analisis di kalangan ahli tsunami.

    "Apakah karena aliran lahar dari Gunung Anak Krakatau, atau karena runtuhnya dasar laut."

    "Atau aliran massa dari lahar gunung Anak Krakatau itu volumenya cukup besar sehingga mengakibatkan gelombang tsunami.'

    Sistem deteksi dini tsunami Indonesia, menurutnya, tidak berkembang sejak 2012, dan juga lebih berfokus pada yang disebabkan gempa.

    Deteksi dini untuk longsor yang terjadi di laut ini sangat mahal: harus memasang jaringan deteksi kabel bawah laut, padahal laut Indonesia begitu luas.

    Betapa pun, menurutnya, bisa juga Indonesia mengambil prioritas untuk memasang detektor dengan jaringan kabel ini di lokasi tertentu.

    "Yang pertama, di kawasan Selat Sunda ini. Lalu di laut sekitar Padang hingga Mentawai. Serta di laut yang memiliki teluk yang dalam, seperti di Palu."

    Ia mengingatkan, gempa di Palu beberapa waktu lalu, tak akan mengakibatkan tsunami sedahsyat itu, jika tak diikuti oleh longsor laut, akibat rubuhnya tebing laut di sana.

  16. Puing-puing berserakan di tepi jalan

    Tsunami menghancurkan bangunan rumah dan warung di sepanjang jalan di Anyer. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, selain 222 jiwa dipastikan tewas, 843 hilang dan 28 hilang, setidaknya 556 unit rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, serta 60 warung hancur diterjang tsunami pada Sabtu (22/12) malam.

  17. "Saya tertimpa kulkas tapi selamat"

    Rani, pemilik warung di Anyer mengabarkan kondisinya pada kerabat. Dia sempat tertimpa lemari pendingin saat warungnya diterjang tsunami, namun berhasil selamat.

  18. Korban meninggal bertambah menjadi setidaknya 222 orang

    Jumlah korban dan kerusakan akibat tsunami yang menerjang wilayah pantai di Selat Sunda terus bertambah. Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hingga Minggu (23/12) sore, setidaknya 222 orang meninggal dunia, semua warga Indonesia, tak ada korban asing sejauh ini.

    Selain itu 843 orang luka-luka dan 28 orang masih dinyatakan hilang.

    Kerusakan material meliputi 556 rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, 60 warung makan rusak, dan 350 kapal dan perahu rusak.

    Korban dan kerusakan ini mencakup empat kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus.

    Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi, belum semua Puskesmas melaporkan korban, dan belum semua lokasi dapat didata keseluruhan.

  19. Kehancuran sepanjang jalan, Rivan Dwiastono, BBC News Indonesia

    Hampir semua warung, toko, rumah makan, dan minimarket tutup, termasuk pantai-pantai wisata di Anyer.

    Tumpukan puing berserakan di tepi-tepi jalan. Sebagian besar berasal dari bangunan-bangunan semi-permanen berbahan kayu dan bambu yang luluh lantak oleh tsunami.

    Banyak rumah ditinggalkan dalam keadaan lampu masih menyala - kemungkinan dalam keadaan panik saat mereka mengungsi secepatnya untuk menyelamatkan diri.

    Sejumlah ambulans dan mobil aparat juga berlalu lalang.

    Di pelataran kantor polisi, berjejer kantung-kantung jenazah berisi korban yang sudah ditemukan.

  20. Apakah bisa terjadi tsunami susulan?

    Muncul kecemasan akan terjadinya tsunami susulan.

    Terlebih setelah terdengar sirine di sebuah wilayah Pandeglang, yang membuat warga panik berlarian menuju ke ketinggian, menyangka itu peringatan tsunami susulan.

    BMKG menyebut, itu bukan peringatan tsunami, melainkan sirine yang menyala sendiri karena suatu hal yang tak diketahui.

    Tetapi lebih dari itu, kata Rahmat Triyono, tidak ada itu yang namanya tsunami susulan.

    "Mungkin ada gempa susulan, banjir susulan, letusan (gunung berapi) susulan, tapi tidak ada tsuinami susulan," katanya dalam jumpa pers di BMKG, Minggu siang.

    "Tsunami terjadi jika ada gempa besar, longsoran atau letusan gunung api di bawah laut, yang mengakibatkan terjadinya perpindahan air laut dalam jumlah besar," kata Rahmat.

    "Lalu kalau kemudian ada tsunami lagi, artinya ada kejadian lain lagi yang memicunya," dan itu bukan merupakan 'tsunami susulan.'