Serangan bom Surabaya dan ancaman Presiden Joko Widodo tentang Perppu

Menanggapi rangkaian serangan bom di Surabaya dan Sidoarjo -yang menewaskan 25 orang- Presiden Joko Widodo meminta DPR dan kementrian terkait segera menyelesaikan revisi UU Tindak Pidana Teroris.

Liputan langsung

  1. Solidaritas tim dan pemain sepak bola untuk Surabaya

    Di media sosial, ada beberapa tagar yang ramai digunakan menanggapi rangkaian serangan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, seperti #kamitidaktakut, #PrayforSurabaya, dan #SuroboyoWani.

    Menurut catatan Spredfast, beberapa akun yang ramai menggaungkan tagar tersebut, dan kemudian banyak dicuitkan ulang dan disebar, adalah beberapa akun tim serta pemain sepak bola, seperti dari Persib, Persija, akun resmi FC Barcelona versi bahasa Indonesia, serta pemain bola blasteran Belgia-indonesia, Radja Nainggolan.

    Hentikan X pesan, 1
    Izinkan konten X?

    Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

    Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal

    Lompati X pesan, 1

    Hentikan X pesan, 2
    Izinkan konten X?

    Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

    Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal

    Lompati X pesan, 2

    Hentikan X pesan, 3
    Izinkan konten X?

    Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

    Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal

    Lompati X pesan, 3

    Hentikan X pesan, 4
    Izinkan konten X?

    Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

    Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal

    Lompati X pesan, 4

    Hentikan X pesan, 5
    Izinkan konten X?

    Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

    Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal

    Lompati X pesan, 5

  2. Tewas, empat pelaku bom bunuh diri Polrestabes Surabaya, anak yang mereka bawa selamat

    Serangan bom bunuh diri ke Polrestabes Surabaya dilakukan oleh empat orang dengan dua sepeda motor.

    "Keempatnya tewas," kata Jubir Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera.

    Jadi dua sepeda motor yang beriringan menyusul mobil untuk masuk ke kawasan itu, kata Frans Barung, memang pelaku serangan bom.

    Adapun seorang anak kecil yang dihimpit di salah satu sepeda motor, antara pengemudi dan perempuan yang digoncengnya, selamat.

    "Ia dilarikan ke rumah sakit, dan semoga selamat," kata Frans Barung pula.

  3. Polisi perketat penjagaan di sekitar Polrestabes Surabaya

    Polisi menghentikan dan memeriksa warga yang melintas di Jalan Niaga Samping setelah terjadi ledakan di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5). Ledakan terjadi pada Senin (14/5) pagi di depan pos penjagaan pintu masuk Polrestabes Surabaya.

    Polisi memperketat penjagaan di Polrestabes Surabaya

    Sumber gambar, ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    Keterangan gambar, Polisi menghentikan dan memeriksa warga yang melintas di Jalan Niaga Samping setelah terjadi ledakan di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5).
  4. Petugas selamatkan seorang anak dari lokasi ledakan di Mapolrestabes Surabaya

    Surabaya

    Seorang anak diselamatkan dari kobaran api akibat ledakan di polrestabes Surabaya. Tidak jelas, apakah dia anak yang dibawa penyerang. Dalam rekaman CCTV yang menunjukkan saat-saat serangan, tampak seorang lelaki berboncengan dengan seorang perempuan, dan di tengah mereka terdapat seorang anak. Namun tak lama kemudian terjadi ledakan.

    Belum jelas pula, bagaimana nasib para penyerang.

  5. Teror telepon gelap di Gereja Santa Anna, tapi tak ditemukan apa pun

    Seperti biasanya, satu aksi teror menimbulkan berbagai spekulasi dan kabar burung.

    Pada pukul 08.00 WIB, Polsek Duren Sawit menerima telepon bahwa terdapat tas yang mencurigakan di Gereja Santa Anna, JL Laut Arafuru, Duren Sawit, Jakarta Timur. Pengecekan oleh Kapolsek Duren Sawit TH Simatupang dan pengurus gereja tidak menemukan benda yang mencurigakan. Hingga saat ini, masih menunggu tim Gegana untuk melakukan sterilisasi.

  6. Korban serangan bom di Polrestabes Surabaya: Empat polisi dan enam warga sipil terluka

    Sejauh ini menurut polisi, dalam serangan bom di Polrestabes Surabaya, setidaknya 10 orang mengalami luka berat dan ringan.

    "Bahwa korban dari angota kepolisian daerah Jawa Timur, yang sudah kita rujuk ke RS Bhayangkara, empat anggota terluka. Dan dari masyarakat sipil yang sedang di sana untuk memperoleh layanan Polrestabes, enam anggota terluka," kata jubir Polda Jatim Kombes Frans Barung dalam jumpa pers singkat yang tanpa tanya jawab -jumpa pers ke-empat dalam tempo kurang dari dua jam.

    Peta lokasi ledakan Polrestabes Surabaya
  7. Jokowi: Serangan teror itu 'tindakan yang pengecut, tidak bermartabat, dan biadab'

    Presiden Joko Widodo mengutuk serangan terbaru kelompok teroris terhadap Mapolrestabes di Surabaya.

    "Setelah kejadian di tiga lokasi (gereja) di Surabaya kemarin pagi, tadi malam ada satu kejadian lagi di Sidoarjo, dan pagi hari ini terjadi lagi bom bunuh diri di Surabaya lagi, di Poltabes. Ini adalah tindakan pengecut, tindakan yang tidak bermartabat, tindakan yang biadab," katanya.

    "Dan kita akan lawan terorisme. kita akan basmi sampai ke akar-akarnya," tambah Jokowi di Pangkalan Udara Kemayoran, didampingi antara lain Mendagri Tjahjo Kumolo dan Sekab Pramono Anung.

    "Saya perintahkan kepada Kapolri untuk tegas, tidak ada kompromi dalam melakukan tindakan-tindakan di lapangan untuk menghentikan aksi-aksi teroris ini."

    Jokowi

    Sumber gambar, BIRO SEKRETARIAT ISTANA PRESIDEN

  8. Serangan bom Polrestabes dilakukan dengan motor: pria berboncengan dengan perempuan

    Serangan bom di Polrestabes terjadi di luar kawasan markas, "sebelum masuk areal lapangan Polrestabes," kata Jubir Polda Jatim, Kombes Frans Barung saat jumpa pers ketiga dalam tempo kurang dari setengah jam di Polda Jatim.

    "Serangan itu dipastikan dilakukan dengan sepeda motor. Dari rekaman CCTV terlihat, pelakunya adalah lelaki yang membonceng seorang perempuan."

    Rekaman yang beredar menunjukkan peristiwa terjadi ketika sebuah mobil yang sedang menunggu giliran masuk Polrestabes kemudian didahului dua sepeda motor. Ledakan kemudian terjadi.

    Belum jelas, apakah bom dilancarkan satu sepeda motor atau dua-duanya.

  9. Lagi, serangan bom: kali ini terjadi di Polrestabes Surabaya

    Juru Bicara Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung membenarkan adanya ledakan di Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya.

    "Terjadi sebuah serangan dengan bom kendaraan di Polrestabes Surabaya. Ada korban dari anggota polisi, kata Kombes Frans Barung dalam jumpa pers di Polda Surabaya.

    "Namun masih kami selidiki, apakah bom dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Juga tentang korbannya, masih didalami," kata Frans Barung, dlam jumpa pers singkat.

    Ia tak memberikan detil lebih jauh kendati berjanji menyampaikan perkembangan dalam waktu dekat. Sebelumnya dia mengatakan, serangan terjadi pada pukul 08:50 WIB.

  10. 'Sulitnya' menangani orang-orang yang kembali dari Suriah

    Tersangka pelaku yang berasal dari satu keluarga, termasuk istri dan dua anak yang masih kecil, menggarisbawahi sulitnya pemerintah Indonesia menangani orang-orang yang kembali dari Suriah dan Irak, yang berangkat ke sana untuk bergabung dengan ISIS, kata pengamat terorisme, Greg Barton.

    Greg Barton dalam wawancara dengan BBC World TV mengatakan inilah kekhawatiran yang bisa ditimbulkan oleh mereka yang pernah bertempur untuk ISIS.

    Mereka bisa lebih terampil merakit senjata dan juga makin radikal, termasuk perempuan.

    "Ini mengingatkan tak hanya laki-laki yang teradikalisasi, tapi juga perempuan. Perempuan bisa memainkan peran aktif," kata Barton.

    Aparat keamanan berjaga

    Sumber gambar, Getty Images

  11. Serangan bom gereja di Surabaya: Media internasional soroti 'pelaku' dari satu keluarga

    Hampir semua media internasional menyoroti tersangka pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya yang diyakini berasal dari satu keluarga.

    New York Times turun di judul berita 'Keluarga bersama anak-anaknya melancarkan serangan bunuh diri di tiga gereja di Indonesia'.

    Koran Inggris, The Guardian, memilih judul 'Pengeboman gereja di Indonesia: Polisi mengatakan keluarga dan anak mereka berada di balik serangan'.

    Situs berita The Independent menulis, "Keluarga mengirim anak-anak mereka melancarkan serangan bunuh diri mematikan di gereja'.

    Situs berita milik Welt di Jerman mengatakan 'Keluarga Islamis meledakkan gereja'.

    Serangan bom di Surabaya

    Sumber gambar, NYT

  12. TNI-Polri bertekad akan tangkap semua sel JAD dan JAT

    Presiden Jokowi, Tito Karnavian

    Sumber gambar, AFP

    Ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada hari Minggu (13/05) mendorong aparat keamanan di Indonesia meningkatkan kerja sama menangkap semua kelompok dan sel teroris.

    Kapolri Tito Karnavian kepada para wartawan mengatakan Polri, TNI, dan BIN (Badan Intelijen Negara) bergerak guna rapatkan barisan.

    Ke depan, pihaknya akan meminta panglima TNI untuk kirim kekuatan.

    "Polri dan TNI akan gelar operasi bersama. Akan melakukan penangkapan kelompok-kelompok, sel-sel, dari JAD dan JAT (jamaah Ansharut Daulah dan Jamaah Ansharut Tauhid), maupun mereka yang diduga akan melakukan aksi (teror)," kata Tito.

    Para pejabat keamanan mengatakan tersangka pelaku ledakan 'berafiliasi' dengan JAD, kelompok 'yang sudah menyatakan kesetiaan kepada ISIS'.

    Ledakan bom bunuh diri di Surabaya menewaskan setidaknya 13 orang, termasuk enam tersangka pelaku, sementara puluhan lainnya luka-luka.

  13. Tidak ada 'terorisme atas nama agama'.

    Serangan atas tiga gereja di Surabaya merupakan aksi terorisme yang semata-mata untuk mengganggu ketenangan masyarakat, kata Profesor Abdul A'la, salah seorang ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang pernah menjabat sebagai rektor UIN Sunan Ampel, Surabaya.

    "Terorisme itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan ajaran (agama) mana pun, ajaran (agama) apa pun. Kalau mengatasnamakan agama, maka itu sebenarnya agama hanya digunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu."

    Surabaya

    Sumber gambar, Reuters

    Selama ini masyarakat Jawa Timur, menurut Prof Abdul, merupakan masyarakat santri yang memiliki hubungan baik dengan berbagai etnis dan agama. Oleh karena itu ada keyakinan 'kami harus tetap tenang, kami tidak terprovokasi'.

    "Dan bahkan kami akan lebih menunjukkan soliditas, persatuan masyarakat Jawa Timur, khususnya, dan bangsa Indonesia," tegas Prof Abdul.

    Ikuti laporan tentang serangan bom di Surabaya di Siaran BBC Dunia Pagi Ini, pukul 05.00 dan 06.00 WIB yang juga bisa Anda dengarkan langsung lewat Podcast BBC News Indonesia.

  14. 'Ledakan' di rumah susun di Sidoarjo, tiga tewas

    Terjadi 'ledakan' di satu rumah susun di Sidoarjo, pada Minggu (13/05) malam, kata sejumlah media, yang mengutip pejabat kepolisian di Jawa Timur.

    Pantauan media menyebutkan seluruh penghuni telah meninggalkan rumah susun, sementara polisi melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

    Dilaporkan tiga orang tewas dalam kejadian yang digambarkan sebagai tersangka teroris.

    Sidoarjo terletak di selatan kota Surabaya.

    Pada Minggu pagi terjadi serangan terkoordinasi terhadap tiga gereja di Surabaya, menewaskan setidaknya 13 orang, puluhan lainnya luka-luka.

  15. Usut tuntas, perintah Presiden Joko Widodo

    Jokowi

    Sumber gambar, Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo yang langsung melihat tempat kejadian di Surabaya sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya.

    "Saya mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme, memerangi radikalisme, yang bertentangan degan nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi niai-nilai Ketuhanan dan nilai-nilai ke-bhineka-an."

    Dalam keterangan pers di Surabaya, Presiden juga menyatakan bahwa tindakan terorisme itu 'sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan'.

    Pelaku pengeboman atas tiga gereja di Surabaya adalah keluarga pasangan suami istri Dita Supriyanto dan istrinya, Puji Kuswanti.

    Dua anak perempuan mereka yang berusia 12 dan sembilan tahun ikut digendong ibunya saat mengebom salah satu gereja. Sedangkan dua lagi adalah putra mereka yang berusia belasan tahun yang menggunakan sepeda motor saat mengebom gereja kedua.

    Adapun sang ayah melakukan serangan pada gereja ketiga.

    Sedikitnya 13 orang tewas sementara puluhan lainnya cedera akibat serangan bom atas tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/05).

  16. Doa Paus Fransiskus untuk korban Surabaya

    Paus Fransiskus

    Sumber gambar, EPA

    Keterangan gambar, Paus Fransiskus ikut mendoakan korban bom di Surabaya dalam doanya di Vatikan.

    Paus Fransiskus dalam doa hari Minggu (13/05) di Alun--alun Santo Peter, Vatikan, juga mendoakan korban serangan gereja di Surabaya.

    "Saya secara khusus dekat dengan warga Indonesia, khususnya komunitas Kristen di kota Surabaya, yang terpukul keras oleh serangan serius atas tempat beribadah," tuturnya di hadapan massa yang berkumpul.

    "Bersama-sama kita memohon perdamaian kepada Tuhan, untuk menghentikan kekerasan dan bahwa di dalam hati semuanya ada ruangan bukan untuk perasaan kebencian dan kekerasan, namun untuk rekonsilasi dan persaudaraan."

    Sementara itu Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan kepada para wartawan di Surabaya bahwa keluarga pengebom gereja Surabaya baru saja pulang dari Suriah untuk belajar strategi teror.

    "Yang kembali dari Suriah 500,termasuk di antaranya keluarga ini."

    Tito

    Sumber gambar, EPA

    Keterangan gambar, Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) mendampingi Presiden Joko Widodo ke Surabaya.
  17. Anak perempuan umur 12 dan 9 tahun disebut pengebom bunuh diri?, Ging Ginanjar, BBC News Indonesia

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan bahwa serangan atas tiga gereja di Surabaya dilakukan oleh satu keluarga, yang baru kembali dari Suriah untuk bergabung ISIS.

    Sang ayah, Dita Oepriarto -yang disebut sebagai ketua Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur- membawa istri dan empat anak pada Minggu (13/05) pagi itu dengan mobil.

    Pertama ia menurunkan istrinya, Puji Kuswati, dan dua anak perempuan mereka, Fadhila Sari (12 tahun) dan Famela Rizqita (9 tahun) di GKI di kawasan Wonromo. Bom yang dibawa Puji -sambil menggendong Fadhila dan Famela- meledak.

    Lalu Dita melanjutkan perjalanan ke Gereja Santa Maria Tak Bercela, untuk menurunkan dua anak-anak lelaki mereka, Yusuf Fadhil (18 tahun) dan Firman Halim (16 tahun). Dua anak remaja itu lalu berboncengan naik motor dengan bom di gendongan, dan meledak.

    Lalu Dita -sang ayah- masih melanjutkan perjalanan lagi untuk menuntaskan 'misi terakhir' keluarga ke Gereja Pantekosta. Meledaklah bom di sana.

    Inilah serangan bom bunuh diri pertama oleh satu keluarga penuh dengan tiga sasaran, Juga yang pertama pula di indonesia yang melibatkan pelaku perempuan. Dan yang lebih mengejutkan, yang pertama pula yang melibatkan pelaku anak-anak.

    Tapi tunggu dulu: pelaku anak-anak?

    Dari empat anak itu, tiga di antaranya masih di bawah umur: 9, 12, dan 16 tahun.

    Halim yang berumur 16 tahun mungkin sudah lebih 'berkesadaran'' untuk melakukan serangan, dengan bergoncengan bersama kakaknya, kendati dari segi umur dianggap belum cukup mandiri untuk menentukan sebuah pilihan.

    Tetapi dua anak perempuan itu, Fadhila (12 tahun) dan Famela (9 tahun), sama sekali tidak bisa dianggap sudah bisa mengambil keputusan untuk urusan ideologis apalagi yang berhubungan dengan hidup mati.

    Dan beberapa kesaksian memang menyebutkan bahwa sang ibu, Puji Kuswati, menggendong dua anak itu sambil membawa bom, lalu meledakkannya.

    Apakah Fadhila dan Famela adalah pelaku?

    Jelas bukan, tapi keduanya adalah tameng hidup yang dikorbankan ibu dan ayahnya untuk melancarkan serangan bom bunuh diri itu?

    Jadi Fadhila dan Famela adalah korban serangan bom bunuh diri yang dilancarkan ibunya dan dirancang ayahnya.

  18. Masyarakat Surabaya terkejut

    Guru besar Sosiologi Universitas Airlangga, Prof Dr Hotman Siahaan, mengatakan bahwa masyarakat Surabaya terperangah dan terkejut akibat serangan bom ke tiga gereja di Surabaya, Minggu (14/050, yang sedikitnya menewaskan 10 orang.

    "Karena selama ini, Surabaya dan Jawa Timur tidak pernah mengalamai gejolak seperti sesudah peristiwa Mojokerto waktu Natal dulu. Dan selama beberapa tahun terakhir ini kan suasananya sangat kondusif. Jadi tiba-tiba terjadi (rangkaian) bom ini membuat masyarakat panik dan bingung."

    Prof Hotman merujuk pada serangan bom di Mojokerto pada 24 Desember 2000, yang menewaskan Riyanto, pemuda Banser Nahdlatul Ulama (NU) yang ikut mengawa Gereja. Eben Haezer di Mojokerto.

    Surabaya

    Sumber gambar, EPA

    Keterangan gambar, Serangan bom atas tiga gereja di Surabaya menewaskan sedikitnya 11 orang.

    Di sisi lain, Prof Hotman mempertanyakan peran intelijen di Indonesia, "Saya kira ada pertanyaan tentang bagaimana intelijen kita untuk menyikapi ini, mencari penyebabnya. Dan seperti apa monitoring intelijen terhadap gerakan terorisme ini."

    Laporan selengkapnya bisa Anda ikuti di BBC Dunia Pagi Ini, Senin (14/05) Pukul 05.00 dan 06.00 WIB yang juga bisa Anda dengarkan langsung lewat Podcast.

  19. Kapolri: Semua pelaku serangan bom tiga gereja adalah keluarga, Para pembom bunuh diri itu terdiri dari suami yang disebut Ketua JAD JAtim, isteri, dua remaja lelaki, dan dua anak perempuan di bawah umur yang dibawa paksa.

    Pelaku seluruh serangan bom terhadap tiga gereja Surabaya, merupakan keluarga, kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, usai menampingi Presiden Joko Widodo menjeguk para korban yang dirawat di RS Bhayangkara.

    Pelakunya, "diidentifikasi, mereka satu keluarga," kata Tito Karnavian, Minggu (13/5) sore.

    Jokowi Kapolri di Surabaya

    Sumber gambar, Biro Pers Kepresidenan

    Keterangan gambar, Presiden Jokowi, Menkopolhukam Wiranto, Kapolri Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan, Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

    "Kepala keluarganya bernama Dita Fukrianto (ayah), yang merupakan Ketua Jemaah Ansyarut Daulah Jawa Timur," jelas Tito.

    "Dita bersama dengan anaknya mengendarai mobil Avanza (untuk meledakkan Gereja Pantekosta) GPPS Arjuno. Sebelumnya, Dita sudah terlebih dahulu menurunkan istri dan dua anaknya di GKI Wonokromo Diponegoro."

    "Istrinya ini diduga bernama Puji Kuswanti (membawa dua) anak perempuan (mereka) bernama Fadila Sari umur 12 tahun dan Pamela Rizkita umur 9 tahun."

    Ini yang oleh berbagai saksi disebut perempuan yang memaksa masuk kawasan gereja lalu meledakkan diri.

    Ada pun serangan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, pelakunya adalah Yusuf, 18 tahun, dan Alif, 16 tahun, yang mrupakan dua anak laki-laki pasangan Dita Fukrianto dan Pujiati Kuswanti.

    Yusuf dan Ali inilah yang terekam di sebuah kamera pengawas, mengendarai sepeda motor sambil memangku bom yang kemudian masuk gereja dan meledak.

    "Semua adalah serangan bom bunuh diri," Tito memastikan.

  20. Jokowi di Instagram: Kita seluruh bangsa Indonesia, bersatu melawan terorisme.

    Hentikan Instagram pesan
    Izinkan konten Instagram?

    Artikel ini memuat konten yang disediakan Instagram. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca Instagram kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

    Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal

    Lompati Instagram pesan