You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.

Take me to the main website

Pilkada Jakarta: Debat terakhir Ahok dan Anies antiklimaks?

Debat ini menjadi pertaruhan terakhir bagi Anies dan Ahok untuk memperebutkan kursi gubernur Jakarta.

Liputan langsung

  1. Terbaru,

    Segmen saling memberi pertanyaan antar paslon dimulai. Ira Koesno meminta komitmen penonton untuk tetap fokus pada konten debat. Dimulai dari Djarot yang bertanya pada Sandi. 

  2. Reklamasi: hentikan atau jalan terus?

    TANYA: Apakah kami, nelayan diakui atau tidak? Apakah kedua cagub akan memperhatikan kehidupan nelayan. Kenapa reklamasi diutamakan sementara nelayan diabaikan? Apakah reklamasi bisa dihentikan?  

    ANIES: Reklamasi memberikan dampak buruk bagi nelayan, dan lingkungan. Reklamasi akan membuat banjir jadi bagian dari keseharian, aliran dari 13 sungai yang mengalir ke Jakarta, di Teluk Jakarta, berhadapan dengan reklamasi. 

    Sandi menambahkan mereka tegas menolak dan menghentikan reklamasi sejak putaran pertama pilkada karena "tidak terbuka dan tidak berkeadilan pada masyarakat".  

    AHOK: Pantai Mutiara mengajukan izin pemukiman mewah, kami tolak. Karena kami ingin membangun berbagai fasilitas untuk nelayan. Seperti tambatan untuk perahu dan lainnya. Untuk Muara Angke, kami membangun rumah untuk nelayan, dan restoran apung. Nelayan pun akan berhak tinggal di tanah reklamasi, karena 50 persen tanah reklamasi milik Pemda DKI.

  3. Penderitaan rumah susun: Perbaiki desain versus rumah DP 0%

    TANYA: Penggusuran dan relokasi ke rumah susun bukan hanya menyiksa finansial tapi juga mental. Rusun yang sering bocor, beban biaya, sebulan terus-menerus, kalau terpilih, apa bapak tega untuk terus-menerus membiarkan kami seperti ini?  - dari perwakilan yang digusur ke rusun akibat penertiban pinggir kali Ciliwung. 

    ANIES: Menurut Anies, dia bertemu dengan orang-orang yang menyatakan bahwa "penderitaan dimulai dari masuk rumah susun" sehingga konsep mereka adalah menata kampung. Gubernur menurutnya harus ikut merasakan penderitaan rakyatnya. 

    Anies menyebut soal program perumahan dengan DP nol rupiah di lokasi-lokasi yang kampungnya sempit, maka mereka akan memberi akses pada pembiayaan, "bukan pemindahan ke tempat jauh, diberi akses ke rumah di situ". 

    AHOK: Beberapa rusun dengan kontraktor yang maling, bisa seperti itu. Rusun itu tidak bayar. Itu cuma kontribusi untuk pemeliharaan lingkungan. Itu pun kami subsidi 80%. 

    Kami akui ada kesalahan desain masa lalu yang harus kami perbaiki. Sekarang kami akan membongkar pagar, rumah susun, agar mobil dan pengguna lalu lintas bisa menggunakan jasa layanan dan usaha penghuni rumah susun. Dulu memang ada kesalahan desain. Kami mohon maaf, dan kami akan memperbaiki.

  4. Jakarta pernah dinobatkan sebagai kota termacet sedunia

    Dalam debat Pilkada DKI Jakrata terakhir, salah satu hal yang dibicarakan adalah transportasi.

    Pada tahun 2015, Jakarta pernah dinobatkan sebagai kota termacet di dunia.

  5. Transportasi: E-Tiket versus Ok OTrip

    TANYA: Apa bisa ongkos transportasi publik digratiskan untuk warga miskin?

    ANIES: Dengan Oke Otrip, Anies ingin semua moda transportasi tersambungkan, dari mikrobis, MRT, BRT, LRT, bus, sampai tiket kapal dari Kepulauan Seribu langsung terintegrasi dengan jaringan transportasi dalam kota. 

    Selain itu, dia ingin melakukan integrasi dengan penyedia jasa online dan mengajak operator di tingkat bawah yang menurutnya selama ini tidak pernah diajak berkonsultasi, kini akan dilibatkan termasuk dalam konsultasi rute. 

    AHOK: Sejak dua tahun lalu memaksa warga Jakarta meggunakan E-Tiket. Dengan begitu warga bisa pergi ke mana pun dengan sistem itu. 

    Kami sebenarnya sudah menggratiskan naik bis, jika penghasilan Anda UMP. Para marbot, anak-anak, sekarang gratis. Tinggal mendaftarkan diri. Juga bagi yang disable, dengan kursi roda, tinggal menelpon. Kami kirim kendaraan untuk membawa ke angkutan umum. 

  6. Edukasi arus kas versus Oke Oce

    TANYA: Komunitas UMKM menyatakan selalu ada masalah permodalan. Kredit Usaha Rakyat sulit didapat karena bank tetap minta agunan, kira-kira terobosan apa untuk membantu komunitas UMKM?

    AHOK: Mendorong pengusaha kecil untuk memasukkan uang penghasilan ke rekening bank untuk mempelajari arus kas usaha. UMKM yang meminta kredit kadang, menurut Ahok, tidak punya catatan arus kas. 

    Pemprov DKI, kata Ahok, memiliki Rp1 triliun per tahun untuk permodalan UMKM, namun hanya bisa menyalurkan Rp300 miliar. Ahok juga menyatakan bahwa di RPTRA ada pasar yang bisa digunakan UMKM dengan metode bagi hasil dengan pemprov dengan perbandingan 80:20. 

    ANIES: Dengan 15 tahun pengalaman di dunia usaha, saya tahu ada tiga persoalan pengusaha UMKM. Pertama lahan usaha. Kedua pemasaran. Ketiga Permodalan. Program yang kami tawarkan untuk mengatasinya Oke OCE. Kami antara lain  membangun OK OCE Mart, sebagai jaringan apra pengusaha kecilsebagai solusi pemasaran. 

    Tentang permodalan. Saya mengerti pengusaha dipersulit mendapat permodalan. OK OCE memberikan kredit khusus untuk perempuan, dengan pendampingan dan mentoring. 

  7. Terbaru,

    Sesi pertanyaan dari komunitas dimulai. 

  8. Djarot: Ketuk pintu, dan ruang terbuka ramah anak

    Tanya: Untuk melindungi kesehatan warga Jakarta, belum ada program yang menangani sumber penyakit. Ada satu juta warga belum berjamban dan ada 70% tempat yang melarang perda dilarang merokok. Terobosan kebijakan apa yang dilakukan, bukan hanya kuratif, tapi juga akar masalahnya?

    Jawab: Program kami, 'ketuk pintu, layani dengan hati.' Pertama, para petugas Puskesmas dikerahkan mengecek kesehatan masyarakat rentan dengan mendatangi mereka. Kedua, membangun sanitasi melalui program bedah rumah. 

    Ketiga, mengefektifkan PKK dan Dasawisma untuk masyarakat yang rentan penyakit menular. 

    Kami juga membangun Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di setiap wilayah. Dan setiap RT/RW akan dibangun RPTRA, khususnya untuk yang padat penduduk.

  9. Sandi mengajak "Kita harus mulai rajin berolahraga"

    Tanya: Untuk melindungi kesehatan warga Jakarta, belum ada program yang menangani sumber penyakit. Ada satu juta warga belum berjamban dan ada 70% tempat yang melarang perda dilarang merokok. Terobosan kebijakan apa yang dilakukan, bukan hanya kuratif, tapi juga akar masalahnya?

    Jawab: Anies-Sandi berencana merekrut tenaga medis yang akan berkeliling di kampung-kampung untuk memastikan bukan hanya warga sehat, tapi lingkungan sehat. 

    "Tidak boleh di Jakarta ada anak kelaparan," kata Anies. "Bila ini kita kerjakan maka aspek pengobatan yang sering muncul dari problem kepadatan luar biasa bisa kita cegah."

    Sementara itu, Sandi menambahkan agar kita sudah harus "mulai rajin berolahraga" sambil membawa poster kecil dengan gambar seorang Ibu Dahlia yang mempromosikan pola hidup makan sehat. 

  10. Kepentingan perempuan dibela oleh Ahok dan Anies?

    "Yang menarik dari Pilkada Jakarta adalah, jumlah pemilih perempuan lebih banyak dari pemilih pria. Jadi nanti kita lihat, bagaimana para calon berbicara tentang kepentingan perempuan," kata Dian Kartika Sari, Ketua Koalisi Perempuan Indonesia. 

    "Yang mengecewakan, dari aspek kebangsaan dan etika berdemokrasi, sangat buruk. Karena sebagian dari pendukung calon, menggunakan SARA untuk menjatuhkan lawan politik." 

  11. 'Pertempuran' terakhir

  12. Anies akan 'negosiasi dan merangkul DPRD'

    Tanya: Bagaimana jika DPRD tidak setuju dengan anggaran APBD yang diajukan?

    Jawab: Anies mengatakan bahwa yang menjadi masalah adalah bagaimana pemimpin "merangkul, mendekati DPRD dengan hormat" sambil menjaga transparansi anggaran yang disampaikan pada publik. 

    "Yang penting adalah saling menghormati dalam bernegosiasi," kata Anies soal interaksinya dengan DPRD. 

  13. Ahok 'pernah dijegal tahun 2015'

    Tanya: Bagaimana jika DPRD tidak setuju dengan anggaran APBD yang diajukan?

    Jawab: Kami pernah mengalami sendiri tahun 2015. Ketika DPRD menolak memberi persetujuan atas anggaran. Kami mencari solusi. Namun kita tak suudzon pada semua anggota DPRD. Banyak anggota dewan yang baik , tapi memang ada oknum yang punya kepentingan.

    Kita menjelaskan bahwa tak mungkin kita belanja yang tak berguna untuk masyarakat. Dulu orang sakit hanya bisa tinggal di rumah karena hanya diganti 10%. Sekarang mereka bisa berobat. Juga anak-anak, bisa sekolah, karena mendapat subsidi 2,7 juta per tahun. Ini karena penghematan-penghematan."

  14. 'Waktunya kok gak jalan?'

    "Ini waktunya kok enggak jalan," kata Ahok. 

    "Lanjut saja Pak," kata Ira Koesno ketika segmen pertama dimulai. 

  15. Facebook Live Debat Pilkada

    Facebook Live dari akun resmi Prabowo Subianto, untuk Anda yang mungkin tak bisa menyaksikan lewat televisi. 

  16. Masalah teknis pilkada "tidak akan terjadi lagi"

    Dalam pidatonya, Ketua KPUD DKI Sumarno menegaskan bahwa mereka sudah melakukan penyempurnaan daftar pemilih dan peningkatan kapasitas penyelenggara di tingkat bawah atau TPS. 

    Posko-posko di 267 kelurahan juga memungkinkan masyarakat mengkonfirmasi dirinya untuk bisa ikut dalam pilkada DKI Jakarta. Alhasil, ada penambahan jumlah pemilih dari yang sebelumnya tidak terdaftar dan pengurangan dari yang tidak lagi memenuhi syarat. 

    Menurut Sumarno, masalah teknis yang terjadi di lapangan sebelum ini di mana masyarakat tak bisa memilih, "tidak akan terjadi (kesalahan) lagi". 

  17. Terbaru, Perwakilan komunitas yang ikut hadir dalam debat

    Menurut moderator Ira Koesno, pertanyaan yang harus dijawab oleh para calon malam ini tak hanya berasal dari para pakar, melainkan juga dari perwakilan komunitas. Beberapa komunitas yang hadir termasuk komunitas UMKM, masyarakat transportasi, perwakilan dari permukiman dan rumah susun, komunitas nelayan, serta komunitas pendidikan dan warga difabel. Mereka turut hadir dan dikenalkan oleh Ira Koesno. 

  18. Terbaru, Para pakar penyusun pertanyaan

    Moderator Ira Koesno memperkenalkan beberapa pakar yang menyusun pertanyaan dalam debat terakhir malam ini. Mereka adalah, Siti Zuhro (pengamat politik),  Priyono Cipto (ekonom), Enny Sri Hartati (ekonom), Gungun Heryanto (ahli komunikasi politik), Meuthia Ganie (sosiolog), Yayat Supriyatna (ahli tata kota) dan Imam Prasodjo (sosiolog).

  19. Para pendukung nomor tiga ber-Ok Oce