You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.

Take me to the main website

Debat panas rebut kursi Jakarta: Agus, Ahok, Anies siapa unggul?

Topik dalam debat pertama ini adalah sosial ekonomi, lingkungan dan transportasi, serta pendidikan. Siapa yang lebih unggul?

Liputan langsung

  1. Anies untuk Sylvi: "Jawaban menarik tapi tidak nyambung"

    Anies menanyakan pada pasangan Agus-Sylvi, bagaimana cara mengoptimalkan tim pengawasan orang asing agar warga Jakarta tidak kalah dibandingkan dengan warga dari luar Jakarta?

    Sylvi menjawab soal pemberdayaan masyarakat lewat modal bantuan unit bergulir, yaitu Rp50 juta/unit usaha, terutama saat melihat warga Muara Kamal, Jakarta Utara dan kerang hijau yang bisa jadi usaha. 

    Menurut Anies, "Jawaban ibu Sylvi menarik, tapi nggak nyambung. Ibu Sylvi ada di birokrasi, harusnya tahu ini semua, ibu bagian dari pemerintahan." 

    Dia akan mengembalikan peran pengawasan pada RT/RW agar memastikan orang-orang asing punya dokumen lengkap. 

    Sylvi menjawab lagi bahwa sebagai mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dia sudah tahu bahwa dokumen-dokumen kependudukan paling penting untuk diawasi, dan menunjukkan kartu Satu Jakarta yang mencatat data-data kependudukan.

  2. Komentar di Facebook BBC Indonesia

    Maskur Maskur Moga yang menang adalah yang terbaik buat rakyat Jakarta dan segera terpilih gubernur yang bagus. 

    Yessi S Tanjung Semuanya bagus niatnya,,,agar Jakarta lebih maju.

  3. Analisa: Anies-Sandi tolak reklamasi Teluk Jakarta

    KLAIM: Anies dan Sandi dengan tegas menolak reklamasi Teluk Jakarta dan merjanji akan menghentikannya. 

    ANALISA: Tidak mudah menghentikan reklamasi karena reklamasi sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat dan keputusannya ada di Bappenas, kata Walhi Jakarta. "Dengan cara apa menghentikannya dan seperti apa kajian hukum dan kebijakannya?" kata Puput TD Putra, Direktur Walhi Jakarta. 

    Oktober lalu, pihak pengembang dan Pemda DKI menang upaya banding atas putusan tentang reklamasi Pulau G. Maka kelanjutan reklamasi Pulau G terbuka lagi.  

  4. Anies: 5.000 tiket terusan ke mana saja

    Pertanyaan dari Ahok-Djarot: Membenahi transportasi Jakarta harus berfokus transportasi berbasis rel, dan membatasi mobil-mobil masuk ke Jakarta. Bagaimana logikanya moratorium mobil mewah tidak boleh masuk? Apa solusi ini bisa memecahkan persoalan?

    Program untuk moratorium mobil mewah menjadi salah satu program Anies-Sandi mengurangi kepadatan kendaraan. Sandiaga mengatakan program ini diharapkan bisa memberikan "efek kejut". 

    "Trans Jakarta kapasitas meningkat tapi penumpang naiknya hanya 6%. Jika orang dengan mobil Rp3 miliar juga naik kendaraan umum efeknya luar biasa, pejabat dan selebriti naik kendaraan umum. Mengubah pola pikir, kelas menengah ikut kendaraan umum. Leading by example."

    Anies menambahkan rute transportasi di Jakarta juga harus diubah, dan menjanjikan tiket transportasi Rp5.000 ke mana saja, dan gratis bagi pelajar sekolah.  

  5. Ahok dan pertanyaan Jakarta Unfair Agus

    Agus Harimurti mengingatkan Ahok tentang apa yang diungkap di film dokumenter Jakarta Unfair. Bahwa pembangunan yang dilakukannya membuat banyak warga menderita dan menangis.

    Ahok tak menjawab apakah ia menonton film karya Dhandy Laksono itu.

    Ia mengatakan, pasangan nomor satu hanya datang ke satu dua lokasi.

    "Kami tidak pernah menggusur yang bukan di aliran sungai. Kami mengurangi dua per tiga lokasi banjir. Dulu banjir dua tiga minggu, sekarang cuma beberapa jam. Akibat La Nina, banyak kota tenggelam, Jakarta tidak. 

    Masih ada 400 titik lebih, yang masih terendam banjir ketika hujan. Itu karena rusun yang kami bangun belum siap, sehingga belum dilakukan 'pemindahan.' 

    Sylvi mempertanyakan bagaimana bisa warga Bukit Duri memenangkan gugatan atas penggusuran. Ahok tak menjawab langsung. Ia menyindir Sylvi yang pernah berkata kepada warga Krukut, bahwa yang dilakukan bukan penggusuran melainkan penataan. 

  6. Sesi keempat

    Para Paslon dipersilakan saling mengajukan pertanyaan bebas, selama tidak melenceng dari tema. Kesempatan pertama diberikan pada Paslon 1, Agus-Sylvi. Pertanyaannya kepada Paslon 2 Ahok-Djarot ialah: Bagaimana perasaan Bapak sebagai pemimpin sekaligus pengambil kebijakan melihat kondisi warga yang semakin sulit?

  7. Ahok akan tetap menggusur?

    Djarot:

    "Jakarta ibu kota RI. Warganya tak boleh tinggal di bantaran-bantaran kali, di kolong-kolong jembatan, yang setiap saat bisa kebanjiran. Sungguh tak manusiawi jika berpuluh tahun membiarkan warga tinggal di bantaran kali dan kolong jembatan sepeti itu. Karenanya kami menyediakan rusun yang layak huni, seluas 36m2. Dengan juga disubsidi kehidupannya. Pendidikannya kita tanggung, kesehatannya ditanggung, transportasi ditanggung, biaya hidupnya dibantu. Subsidi untuk bahan kebutuhan pokok. Karenanya tak heran kalau Indeks Pembanguan Manusia, paling tinggi se-Indonesia. 

    Kami juga sekaligus menormalisasi sungai. Kami memberikan aspek legal pada mereka yang sebelumnya tak memiliki aspek legal.

    Di rusun-rusun itu juga disediakan mesjid, tempat bermain, sehingga generasi baru tumbuh dengan baik."

    Ahok

    "Seolah-olah kami ini tak suka orang miskin, benci orang miskin. 

    Tadi pasangan nomor satu mengatakan akan memberikan Rp400 ribu per bulan. Itu terlalu kecil. Karena untuk anak SMA saja kami menyediakan Rp600.000. Jadi kalau orang miskin punya tiga anak SMA, dia dapat Rp1,8 juta per bulan. Dan kalau masuk perguruan tinggi negeri dapat Rp18 juta per tahun. Namun tidak dalam bentuk tunai, melainkan sistem kartu gesek, yang bisa dimonitor penggunaannya, hanya untuk mereka.

    Dan mereka berhak membeli daging sapi Rp35.000/kilo. Ayam Rp10.000. Supaya gizinya baik. Naik bis tidak bayar, perawatan kesehatan tidak bayar.

    Orang hidup di pinggiran sungai, walaupun sudah puluhan tahun, ya salah. Mereka tak usah dihukum, tapi dipindahkan ke tempat yang layak.

    Saya kira jauh lebih tidak manusiawi mengajari rakyat yang sudah salah, dibenarkan hanya untuk membenarkan pilkada. Ini berbahaya. Kita harus mendidik dalam membantu."

  8. "Mana kampung deret?"

  9. Sylviana mendapat giliran bicara

    Setelah para kandidat lain bergantian bicara antara kandidat cagub dan cawagub, baru kali ini kandidat cawagub Sylviana Murni berbicara. Dia menegaskan lagi pernyataan Agus Yudhoyono yang ingin membangun tanpa menggusur Jakarta. Menurut Sylvi, saat mengunjungi warga yang tinggal di rumah susun mempertanyakan kenapa mereka masih harus menyewa, setelah penggusuran, dan terusir setelah tidak bisa membayar. 

    "On-site upgrading adalah membangun Jakarta tanpa harus menggusur. Komitmen pemerintah Jakarta yang harus dibenahi. Bagaimana rasanya ketika kita jadi mereka, kenapa pula kita harus terus-menerus membuat mereka jadi luka hatinya," kata Sylviana.  

  10. Agus akan "membangun Jakarta tanpa menggusur"

    "Dengan tegas, saya mengatakan, kami akan membangun, menata Jakarta tanpa menggusur. Kenapa? Terbukti penggusuran hanya akan meningkatkan kemiskinan," kata Agus. 

    Kemiskinan kota, katanya, meningkat secara tajam karena masyarakat kehilangan mata pencahariannya. "Dari sebelumnya warga bekerja mencari nafkah, berinteraksi dengan tetangga, tercabut puluhan kilometer, tanpa memperhitungkan bagaimana selanjutnya nasib mereka, anak-anak mereka bagaimana, mereka masih menangis ketika digusur tanpa dikompensasi," kata Agus.  Menurutnya, "ada banyak cara lain mempercantik Jakarta tanpa harus melukai hati", sehingga Agus menjadikan pembangunan kota tanpa penggusuran sebagai komitmennya.  

  11. Anies: Penataan ulang bukan dikosongkan

    Pasangan nomor urut tiga mencontohkan Bukit Duri yang menang di PTUN. "Ketika berhadapan dengan kekuasaan kuat tumpul, yang miskin lemah, prosedur dilanggar," kata Anies. 

    "(Kami) tidak akan menghilangkan orang miskin tapi menghilangkan kemiskinan. Penataan ulang, bukan dikosongkan. Kita akan musyawarah, memperhatikan haknya." 

  12. Agus: "Tidak ada program bagi-bagi uang"

    Agus Yudhoyono menjawab tudingan dari pasangan Ahok-Djarot soal program bantuan langsung tunai dari Agus. Menurut Agus, "Kalau ada pemimpin yang ingin membantu rakyatnya berdasarkan Konstitusi, membantu rakyat miskin, (lalu) dianggap membodohi, saya pikir itu tidak punya hati."

    Agus menyatakan bahwa Konstitusi sudah mengatakan, "bantulah mereka yang sangat sulit sekali hidupnya, di sinilah keterpanggilan kami untuk membantu mereka, ingat sementara." Agus mengklaim bahwa biaya bantuan tersebut "sangat terukur", yaitu Rp400 ribu sebulan atau Rp5 juta setahun. Dan jika dikalikan dengan 128 ribu keluarga, jumlahnya mencapai Rp650 miliar. "Tidak ada apa-apanya dibanding Rp70 triliun, tidak ada program bagi-bagi uang," ujar Agus. 

    "Bagaimana memegang kail kalau untuk ambil ikannya pun tidak bisa, ini masalah kemanusiaan. Jangan membiarkan masyarakat mati kelaparan karena pemimpinnya tidak peduli," tambahnya.

    Agus juga mengatakan bahwa program semacam ini tidak unik di Indonesia. Brasil, India, dan AS, memiliki skema yang sama dengan nama direct cash transfer atau food subsidy. 

    "Apapun namanya, ada intervensi dari pemerintah terhadap mereka yang hidupnya sangat sulit yang untuk makan sehari-hari pun tidak menentu," kata Agus.

  13. Sesi ketiga

    Di babak ketiga, Ira Koesno mengatakan bahwa program penertiban kawasan kumuh, normalisasi sungai, penanggulangan banjir di Jakarta menghadapi kendala berupa masyarakat yang tidak mau digusur. Masyarakat yang dipindahkan ke rusun pun banyak yang terlambat membayar uang sewa.

    Pertanyaannya, apakah jika terpilih para paslon akan melakukan penggusuran? Apakah program pemindahan ke rumah susun akan dilakukan?

  14. Ahok: Tak setuju Bantuan Langsung Tunai

    Kami akui, GINI rasio (rasio ketimpangan) di DKI lebih tinggi. Namun Ketika kami masuk 2013, rasio DKI dengan nasional tinggi sekali. Angka pengangguran dulu 8%, sekarang 6%. Sementara nasional turun dari 5 koma menjadi 5 persen saja. 

    Kami melaksanakan enam program: 

    Jaminan kesehatan: tanggungan semesta. Siapa pun bisa masuk ke rumah sakit kelas tiga.

    Jaminan sekolah: sampai kuliah disediakan 18 juta untuk yang masuk penerguran tinggi negeri.

    Perumahan, hanya 5.000-15.000 per hari biaya sewanya.

    Transportasi: yang penghasilannya minimum, tinggal di rumah susun, tak bayar transport. dan kami menambah 55 trayek baru.

    Sembako: harga beras stabil, kendati harga cabe masih bermasalah sekarang.

    Menawarkan modal usaha dengan pola bagi hasil. Yang kerja dapat 80%, 20% untuk kami yang nantinya ditaruh di koperasi.

    Kami tak setuju pada Bantuan Langsung Tunai, karena tidak mendidik. Seperti orang tua, yang mendidik yang rajin mendapatkan sesuatu, yang tidak rajin tidak mendapatkan.

  15. #Debat1PilkadaDKI

    Tagar di Twitter dalam debat calon gubernur DKI Jakarta.

    #Debat1PilkadaDKI dicuitkan sekitar 11.000 kali

  16. Agus menjelaskan lagi soal program-program bantuan dananya

    Angka kemiskinan di Jakarta masih besar, "ada 360.000 atau 128.000 keluarga yang tergolong miskin dan kurang mampu". Data inilah yang membuat Agus-Sylvi menawarkan program bantuan langsung sementara.

    "Ingat, sementara. Ini artinya memberi bantuan, meyakinkan keluarga miskin dapat makan. Kami bergerilya ke lapangan, menemukan keluarga yang makan pun masih sulit," kata Agus.  Tidak hanya mereka diberi bantuan sementara, tapi Agus-Sylvi juga ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan. Skema bantuan dana bergulir, Agus menambahkan, akan berupa modal usaha tanpa bunga yang tepat sasaran, dengan pendampingan sehingga harapannya dapat mengembangkan UMKM dan bisa mengurangi pengangguran selama 5 tahun ke depan.

    Soal infrastruktur, Agus mendorong program rumah rakyat "untuk mengatasi backlog 300.000 perumahan di Jakarta" dan harapannya proyek ini akan menyerap tenaga kerja. Selain itu ada 114 item unit usaha yang bergulir sebagai efek gelombang dari program-program tersebut. 

    Dengan lapangan pekerjaan yang semakin terbuka, diharapkan warga akan memiliki daya beli yang baik dan akan menurunkan ketimpangan. 

  17. Anies-Sandi soal ketimpangan sosial dan kemiskinan

    "Pasangan satu beri ikan dan pasangan kedua memberi kailnya. Kita sediakan kolamnya. Di sini penting, jika apa artinya ikan dan kail jika kolamnya habis," kata Anies. 

    Dia mengutamakan pesan positif, bukan memberantas kemiskinan, tapi berfokus pada kesejahteraan. 

    "Programnya agar Anda menjahit di kampung, tapi ordernya dari perusahaan besar. Bukan saja pengentasan kemiskinan, kesejahteraan bergerak."

  18. Terbaru, Sesi kedua

    Masuk dalam babak baru, Ira Koesno membahas soal rasio ketimpangan kaya dan miskin di Indonesia salah satu tertinggi. Pertanyaannya: jelaskan langkah yang Anda ambil?

  19. Juru bicara Agus-Sylvi

    Juru bicara Agus-Sylvi mencuit bahwa kandidatnya memberi "Pemaparan yg lengkap dan terukur".