Pantauan BBC Monitoring menunjukkan berbagai stasiun TV di Rusia lebih banyak menyoroti sistem politik AS, bukan platform yang diusung Clinton dan Trump.
"Demokrasi, yang banyak dipromosikan Amerika ke negara-negara lain di dunia, kadang menggunakan cara-cara yang kasar. Demokrasi ini tidak ada sama sekali," kata Channel One TV, stasiun TV milik pemerintah.
Pejabat Kremlin yang bertanggung jawab atas propaganda pemerintah, Dmitry Kiselev (foto), menyerang Clinton, namun tak banyak hal positif yang ia angkat terkait Trump.
Semua saluran TV utama di Rusia menggambarkan kampanye sebagai 'yang paling kotor dalam sejarah AS'.
Mereka juga menyatakan bahwa sistem pemilu di AS memiliki banyak kelemahan.
"Kadang calon yang mendapat dukungan paling banyak tidak keluar sebagai pemenang," kata Channel One.
Kiselev mengatakan siapa pun yang menang akan menjadi 'presiden yang lemah'.