Jurnalis BBC Indonesia kembali raih penghargaan dari Kemlu melalui liputan 'pengantin pesanan China'

Sumber gambar, BBC News Indonesia
Jurnalis BBC News Indonesia, Abraham Utama, mendapatkan penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award 2020 dari Kementerian Luar Negeri, Jumat (18/12).
Penghargaan serupa sebelumnya pernah diberikan kepada dua wartawan BBC Indonesia lainnya, Rohmatin Bonasir dan Jerome Wirawan.
Merujuk keterangan Kemlu, penghargaan ini diberikan kepada 22 orang dan lembaga yang dianggap turut berkontribusi membantu upaya perlindungan warga Indonesia di luar negeri selama tahun 2020. Abraham mendapat penghargaan untuk kategori jurnalis/media massa.
"Penetapan Abraham Utama sebagai penerima Hassan Wirajuda Award didasarkan pada kontribusinya lewat karya-karya jurnalistik untuk turut mendukung tugas perlindungan WNI di luar negeri," demikian pernyataan tertulis Kemlu.
Liputan Abraham yang disorot Kemlu adalah seri tulisan mengenai kasus 'pengantin pesanan' di Kalimantan Barat.
Liputan itu memaparkan bagaimana puluhan perempuan asal provinsi tersebut bersedia menikahi laki-laki asal China demi sejumlah uang. Namun begitu tiba di China, sebagian dari mereka kemudian mengaku mengalami kekerasan fisik bahkan seksual.
Abraham bertemu langsung dengan para mantan 'pengantin pesanan' di sejumlah daerah di Kalbar dan juga berkorespondensi dengan beberapa perempuan yang kini berusaha pulang dari China.
Seri liputan ini juga tayang bentuk video yang diproduksi oleh ilustrator serta video jurnalis BBC, yakni Davies Surya dan Anindita Pradana.
Sambutan Menlu Retno
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam kata sambutannya di seremoni penyerahan penghargaan ini, mengatakan bahwa upaya perlindungan WNI di luar negeri selama pandemi Covid-19 menghadapi beragam tantangan.
Meski situasi sulit, klaim Retno, tidak ada perwakilan Kemlu yang absen menangani WNI yang terkepung kasus Covid-19.
"Staf kami membagikan setengah juta paket sembako. Bertaruh nyawa masuk ke zona merah untuk memberikan bantuan kepada WNI," kata Retno.

Sumber gambar, BBC News Indonesia
Retno juga menyebut bahwa para diplomat Kemlu selama pandemi telah membuka akses pemulangan WNI di luar negeri, dari para pelaut hingga pelajar Indonesia di Wuhan.
Terkait isu repatriasi ini, dalam pemberitaan Abraham Utama pada awal pandemi, terungkap bahwa belasan pekerja migran tak berdokumen Indonesia di Wuhan tidak termasuk dalam rombongan WNI yang dipulangkan.
Dalam tulisan berjudul Sejumlah TKI ilegal terisolasi di Wuhan, beberapa pekerja migran itu mengungkapkan harapannya agar bisa turut dipulangkan ke Indonesia: 'Semoga ada keajaiban boleh ikut pulang bareng-bareng'.
Pemenang lain dalam kategori jurnalis dan media di penghargaan ini adalah Sonya Hellen Sinombor, wartawan Harian Kompas.
Di kategori lain, anugerah perlindungan WNI diberikan, antara lain kepada Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun; Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi; dan Duta Besar RI untuk India, Sidharto Reza Suryodipuro.






























