Sedikitnya 11 orang tewas dalam serangan bom di Somalia

Kelompok militan al-Shabab di kawasan pinggiran Mogadishu.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kelompok militan al-Shabab sudah mengancam akan melakukan perang gerilya.
Telah diterbitkan

Sedikitnya 11 orang tewas dan 30 lainnya luka berat akibat serangan bom di sebuah pasar di kota Baidoa, Somalia.

Gubernur di kawasan itu, Abdifitah Mohamed Gesey, menjelaskan kepada BBC bahwa sebagian korban adalah anak-anak dan perempuan.

Para saksi mata mengatakan bom meledak setelah pasukan Somalia masuk ke dalam pasar namun sebagian besar korban jiwa dan luka adalah penduduk sipil.

Seorang saksi mata mengatakan melihat beberapa jenazah perempuan tergeletak di antara korban jiwa.

"Saya melihat beberapa jenazah, sedikitnya sembilan dan sebagian besar adalah perempuan. Ledakan terjadi ketika orang sedang berbelanja," kata Adan Hassan kepada kantor berita Reuters.

Kota Baidoa sebelumnya dikuasai oleh kelompok militan al-Shabab yang mendapat dukungan dari al-Qaeda namun berhasil direbut kembali oleh pasukan pemerintah Somalia -dengan bantuan pasukan Ethiopia- pada Februari tahun ini.

Serangan bom di Baidoa merupakan yang terbesar sejak kota tersebut direbut oleh pasukan pemerintah dan belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan.

Pernyataan al-Shabab

Pasukan penjaga perdamaian Persatuan Afrika sebenarnya sudah dikerahkan ke Baidoa, yang merupakan penempatan pertama di luar ibukota Mogadishu sejak pasukan penjaga perdaiaman Persatuan Afrika dibentuk lima tahun lalu dengan kekuatan 10.000 personil.

Namun situasi keamanan di Somalia masih belum bisa dikendalikan sepenuhnya.

Pekan lalu, delapan orang, termasuk dua pejabat olah raga Somalia, tewas dalam sebuah serangan bom bunuh diri oleh seorang perempuan di ibukota Mogadishu.

Perdana Menteri Somalia, Abdiweli Mohammed Ali, selamat dari bom tersebut, yang menghantam gedung teater nasional yang baru dibuka kembali.

Kelompok militan al-Shabab sudah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka yang berada di belakang serangan bom itu.

Mereka juga mengatakan bahwa penarikan mundur mundur dari Baidoa -sekitar 250 km dari Mogadishu- merupakan taktik dan mengancam akan melakukan perang gerilya.