Kenya akan lakukan serangan udara sasar al-Shabab

Pesawat udara

Sumber gambar, internet

Keterangan gambar, Rencana serangan udara Kenya terhalang oleh hujan yang terus mengguyur wilayah selatan Somalia.
Telah diterbitkan

Pasukan Kenya bertekad untuk mengejar gerilyawan al-Shabab hingga ke dalam wilayah Somalia bagian selatan dengan mengandalkan serangan udara.

Kenya pada bulan Oktober lalu telah mengirim pasukannya ke wilayah Somalia untuk mengejar gerilyawan al-Shabab yang dituding telah menculik warga asing dari wilayah Kenya.

Namun tuduhan itu telah dibantah oleh kelompok yang memiliki keterkaitan dengan al-Qaeda tersebut.

Hingga saat ini pihak militer Kenya telah menempatkan pasukannya di tiga wilayah sekitar selatan Somalia.

Kebijakan pengerahan pasukan Kenya tersebut menurut sejumlah laporan telah berhasil mengurangi aksi serangan al-Shabab.

Namun Juru Bicara Militer Kenya, Kolonel Cyrus Oguna menagatakan mereka tidak akan menyerah dan menghentikan serangan hingga "Kenya merasa aman."

Sejumlah pengamat mengatakan langkah Kenya menggelar pasukan di wilayah tersebut sebagai upaya untuk mendirikan zona penyangga disepanjang perbatasan dengan Somalia.

Kuasai Somalia Selatan

Militer Kenya bahkan mengatakan mereka berniat untuk menguasai 10 kota di wilayah selatan Somalia yang dikuasai oleh al-Shabab termasuk pelabuhan Kismayo.

Namun al-Shabab melihat langkah Kenya dengan mengirimkan pasukannya ke wilayah itu sebagai sebuah pernyataan perang.

Pimpinan Kenya sejauh ini tampaknya tidak mempedulikan seruan ancaman al-Shabab.

Mereka bahkan menargetkan sejumlah kota di selatan Somalia yang akan menjadi sasaran serangan udara berikutnya seperti kota Afgoye dekat Mogadishu serta sejumlah pelabuhan di kawasan selatan.

"Kami menyasar target di wilayah Afgoye, Merka, Barawe dan kami ingin menghancurkan kawasan paling dalam yang mereka kuasai," kata Juru Bicara Militer Kenya, Kolonel Cyrus Oguna.

Dia juga mengingatkan kepada warga di daerah itu untuk menghidari lokasi tersebut. Serangan seperti ini kata Oguna tidak akan berhenti hingga al-Shabab hancur.

Namun rencana aksi serangan udara militer Kenya menurut wartawan di sana masih terhalang oleh kondisi hujan yang lebat.