'Saya berjuang melawan kecanduan pornografi jelang bertanding di Olimpiade'

    • Penulis, Anna Crossley
    • Peranan, Yorkshire
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 5 menit

Freddie Woodward, mantan atlet loncat indah dari tim Kerajaan Bersatu (UK), mengaku merasa "kotor" setelah kecanduan pornografi daring saat masih muda.

Woodward, yang pernah berkompetisi di Olimpiade tahun 2016, mengatakan bahwa pada puncak kecanduannya, dia mengunjungi situs-situs dewasa beberapa kali sehari.

Kini, laki-laki berusia 30 tahun ini mengadvokasi pendidikan yang lebih baik mengenai kecanduan pornografi, yang tidak didasarkan pada rasa malu, melainkan pada kejujuran dan bukti.

Woodward berharap dapat menginspirasi orang lain untuk meminta bantuan dengan membagikan kisahnya.

Juni lalu, pemerintah UK mengumumkan bahwa perusahaan teknologi seperti Apple dan Google wajib memasang perangkat lunak untuk mencegah anak-anak mengambil, mengirim, atau melihat gambar-gambar seksual di ponsel dan perangkat lain mereka.

Konsumsi sejak usia dini

Woodward berkisah,arier loncat indahnya dimulai pada usia 7 tahun, ketika pencari bakat dari sebuah klub di Sheffield mengunjungi sekolah dasar.

"Saya bahkan tidak bisa menendang bola untuk menyelamatkan hidup saya, jadi bergabung dengan klub loncat indah itu tampak sangat tepat. Saya langsung beradaptasi," katanya.

Saat menginjak sekolah menengah, Woodward sudah berkompetisi di tingkat internasional dan berlatih 20 jam seminggu di kolam renang dan gim.

Menurutnya, sekitar waktu itulah ia pertama kali menemukan pornografi di internet. Pada usia 12 tahun, ia sudah secara rutin mengakses situs-situs yang ia gambarkan sebagai "eksplisit".

"Saya termasuk generasi pertama yang memiliki akses ke pornografi melalui internet," katanya.

"Saya menyadari bahwa saya mengalami masalah dengan tugas sekolah dan ujian. Setiap kali saya duduk untuk belajar, yang ingin saya lakukan hanyalah membuka situs-situs web tersebut."

Orang tua Woodward bercerai saat ia berusia 7 tahun. Ayah dan ibunya terlibat aktif dalam pengasuhannya, tapi Woodward yakin mereka tidak menyadari sejauh mana dia mengonsumsi pornografi.

Menurut Woodward, kebanyakan orang tua menganggap remeh bahwa remaja, terutama anak laki-laki, dapat dengan mudah menemukan pornografi. Isu soal pornografi, kata dia, adalah percakapan yang sulit untuk dibicarakan.

Pada usia 20 tahun, Woodward telah meraih medali perunggu di Commonwealth Games, menjadi runner-up kejuaraan junior Eropa, dan telah mewujudkan impian masa kecilnya untuk mewakili Inggris Raya di Olimpiade Rio 2016.

Namun, seiring kariernya yang melesat, konsumsi pornografinya pun semakin meningkat.

Dia mengingat pernah mengunjungi situs-situs dewasa setiap hari, dan pada suatu kesempatan, "sepuluh kali dalam satu hari."

"Jika sesi latihanku berjalan buruk, aku selalu bisa mengandalkan itu," katanya.

Sekitar waktu yang sama, ia juga mulai membagikan video dan foto dirinya dalam keadaan telanjang kepada orang asing di platform seperti Facebook dan Instagram, karena hal itu memberinya "gairah yang lebih besar".

"Aku memang sedang melakukan sesuatu yang jelas-jelas tidak bertanggung jawab, tapi aku tidak peduli," jelasnya.

Namun, tak lama kemudian, foto-foto itu bocor di internet.

Woodward mengetahui apa yang terjadi ketika pacarnya saat itu, yang tinggal di luar UK, meneleponnya untuk mengkonfrontasinya dan mengakhiri hubungan mereka.

"Saya merasa sangat malu dan hancur. Saya benar-benar tidak tahu bagaimana menghadapinya," katanya.

"Bagian terburuknya adalah saya masih belum bisa berhenti menonton pornografi. Saya tidak bisa berhenti."

Woodward mengatakan, kecanduan tersebut mulai sangat memengaruhi kesehatan mentalnya. Dia mengibaratkannya seperti memikul "bola rasa malu yang sangat besar".

Setelah enam tahun berusaha mengatasi kecanduannya, atlet tersebut akhirnya berhasil mengatasinya tahun lalu.

Woodward menyadari bahwa dia perlu mengubah pola pikirnya: dari menjadi seseorang yang berusaha berhenti menonton pornografi menjadi "seseorang yang tidak menonton pornografi."

Freddie Woodward dan Chika Izumi bertemu dalam sebuah pelayaran tujuh tahun lalu.

Sejak pensiun dari olahraga loncat indah papan loncat, Woodward telah berkeliling dunia membuat video media sosial tentang makanan dan budaya bersama pacarnya, Chika Izumi, seorang mantan perenang artistik di tim nasional Jepang.

Pasangan ini bertemu pada 2019, dalam sebuah pelayaran kapal Royal Caribbean, di mana mereka bekerja sebagai penampil atraksi air.

Izumi, berusia 33 tahun, mengatakan bahwa Woodward secara terbuka menceritakan masalahnya dengan pornografi kepadanya beberapa bulan setelah hubungan mereka dimulai.

"Saya berpikir, 'Oke, sepertinya ada masalah,' tapi saya tidak keberatan," kenangnya.

"Saya hanya bersikap netral mengenai hal itu."

Ketika ditanya apakah dia khawatir tentang keputusan Woodward untuk membagikan kisahnya, Izumi mengatakan bahwa dia mendukung kekasihnya "100%".

"Aku sangat bangga padanya, dan aku sangat senang dia melakukannya."

"Aku tahu ini akan membantu begitu banyak anak laki-laki dan pria. Aku tak percaya betapa beraninya dia untuk bersuara kepada dunia," ujar Izumi.

Asosiasi Konseling dan Psikoterapi Inggris mencatat bahwa jumlah orang yang mencari bantuan terkait penggunaan pornografi yang tidak terkendali terus meningkat.

Dalam survei organisasi itu terhadap 3.000 anggotanya, 53% dari mereka yang menangani klien laki-laki melihat peningkatan kasus yang berkaitan dengan pornografi.

Psikoterapis Paula Hall mendirikan Laurel Centre, sebuah pusat yang mengkhususkan diri dalam kecanduan seks dan pornografi, di Leamington Spa, 15 tahun yang lalu.

"Ini adalah masalah yang berkembang secara eksponensial di masyarakat, dan kami kesulitan mencari cara untuk mengendalikannya," katanya.

Hall menyoroti bahwa salah satu tantangannya adalah keengganan masyarakat untuk membicarakan masalah ini dan mengakui kapan konsumsi pornografi berubah menjadi perilaku adiktif.

"Kita membutuhkan sumber daya untuk membantu orang-orang jika hal ini mengganggu hubungan atau studi mereka," ujarnya.

Menanggapi fenomena ini, seorang juru bicara Kementerian Kesehatan dan Perawatan Sosial UK mengatakan, "Sungguh mengkhawatirkan mendengar kisah-kisah tentang orang-orang yang kecanduan pornografi pada usia yang begitu muda."

"Hal ini memperkuat pentingnya undang-undang keamanan daring yang telah kami terapkan untuk mencegah anak-anak mengakses konten berbahaya," ujarnya.