Banjir Korea Selatan: Flat semi-bawah tanah seperti yang muncul dalam film Parasite resmi dilarang 'demi lindungi keselamatan warga miskin'

Otoritas Ibu Kota Korea Selatan, Seoul, menyatakan akan mulai melarang flat semi-bawah tanah secara bertahap. Kebijakan tersebut diambil setelah dua perempuan dan seorang remaja yang menghuni tempat tinggal semacam itu meninggal saat banjir terjadi pekan ini.
Flat kecil seperti yang ditampilkan dalam film pemenang Oscar, Parasite, biasanya disewakan kepada orang-orang berpenghasilan rendah.
Otoritas Seoul tidak akan lagi memberikan izin pembangunan flat seperti itu dan secara bertahap akan mengubah bangunan yang sudah ada.
Awal pekan ini Seoul dilanda hujan paling deras dalam 80 tahun terakhir. Banjir yang kemudian muncul berdampak pada warga kota.
Hingga Rabu (11/08), sedikitnya 11 orang dipastikan tewas atau hilang akibat banjir yang sudah berlangsung tiga hari ini.
Pada Senin malam lalu, dua perempuan berusia 40-an dan seorang gadis berusia 13 tahun ditemukan tewas di flat semi-basement mereka yang terendam banjir.
Mereka dilaporkan mencari bantuan karena rumah mereka dipenuhi air, tapi tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka.

Sumber gambar, CJENM/BBC
Tragedi itu kembali memantik perhatian pada kesenjangan pendapatan antarwarga dan bahaya tinggal di flat semi-bawah tanah. Para penyewa flat murah ini hidup dalam kondisi yang buruk.
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Para pejabat setempat mengatakan bahwa kota itu akan berkonsultasi dengan pemerintah pusat untuk merevisi regulasi bangunan. Tujuannya, seperti dilansir kantor berita Yonhap, adalah untuk sepenuhnya melarang penggunaan ruang bawah tanah atau semi-basement untuk tujuan perumahan.
Otoritas Seoul berencana memberikan waktu selama 20 tahun kepada para pemilik flat semacam itu untuk melakukan renovasi dan memanfaatkannya untuk kegiatan non-perumahan seperti gudang atau tempat parkir.
Pihak berwenang juga akan memberikan dukungan bagi penyewa banjiha yang ada untuk pindah ke perumahan umum.
"Perumahan bawah tanah dan semi-bawah tanah mengancam orang-orang yang rentan dalam semua aspek," kata Wali Kota Seoul, Oh Se-hoon, kepada Yonhap.
Film Parasite yang dirilis tahun 2019, karya sutradara Bong Joon-ho, menampilkan keluarga berpenghasilan rendah yang tinggal di banjiha, Seoul. Sejak kemunculan film ini, perhatian publik internasional terhadap para penghuni flat ini meningkat.
Menyusul kesuksesan film pemenang Oscar, pemerintah kota mengatakan akan mendukung 1.500 rumah tangga yang tinggal di apartemen semi-bawah tanah sehingga mereka dapat meningkatkan kondisi kehidupan mereka secara finansial.
Pada tahun 2020, ada sekitar 200.000 flat seperti itu di Seoul. Merujuk data resmi, jumlah itu mencapai 5% dari semua rumah tangga di ibu kota.

Sumber gambar, YONHAP/EPA-EFE/REX/SHUTTERSTOCK
Setidaknya delapan orang meninggal dunia dan 14 lainnya luka-luka setelah hujan deras dan banjir melanda ibu kota Korea Selatan.
Hujan deras yang turun pada 8 Agustus lalu mengakibatkan jalan-jalan Seoul terbenam banjir.
Air juga memasuki stasiun-stasiun kereta dan menyebabkan pemadaman listrik di seluruh kota dan area sekitarnya.
Beberapa daerah Seoul mengalami tingkat hujan tertinggi dalam 80 tahun, menurut badan meteorologi Korea.
Kantor-kantor cuaca negara tersebut memprediksi hujan deras akan terus turun selama beberapa hari ke depan.
Laporan media lokal menyebutkan tiga korban tewas tinggal di apartemen semi-rubanah atau dikenal sebagai banjiha.
Petugas penyelamat berkata mereka tidak dapat mencapai apartemen di bawah tanah itu karena di jalan-jalan, ketinggian air telah mencapai pinggang orang dewasa.

Kerusakan terlihat di seluruh Seoul pagi ini. Namun lokasi yang paling menunjukkan tragedi adalah sebuah rumah berwarna jingga, dengan jendela-jendela kecil yang retak mengintip dari muka jalanan.
Jendela-jendela ini adalah bagian dari flat rubanah (ruang bawah tanah) di mana tiga orang, terperangkap dalam banjir, dan tenggelam malam tadi. Mereka adalah kakak-beradik perempuan di usia 40an dan putri salah satunya yang berusia 13 tahun.
Pagi ini, flat itu masih dikepung genangan air dan sisa-sisa banjir semalam.
Tempat tinggal ini mirip dengan flat yang ada di film Parasite, yang diganjar Piala Oscar. Kisah nyata ini juga mirip dengan adegan pembuka film itu, di mana sebuah keluarga berusaha untuk membuang air dari rumah mereka saat hujan deras turun.
Namun kejadian semalam berakhir jauh lebih buruk.
Kunjungan Presiden Korsel Yoon ke flat tersebut di pagi ini menunjukkan bahwa kematian ini signifikan.
Ini adalah pengingat bahwa jauh dari gemerlapnya Gangnam, di mana kerusakan besar terjadi akibat banjir, ratusan warga Korea hidup di flat semi-bawah tanah yang tak aman semacam ini.

Sumber gambar, Reuters

Sejumlah wilayah Seoul, kota pelabuhan di sebelah barat Incheon, dan Provinsi Gyeonggi yang mengelilingi Seoul mencatatkan curah hujan lebih dari 10 cm per jam pada Senin malam, menurut kantor berita Yonhap.
Sementara itu, Distrik Dongjak di Seoul mencatatkan lebih dari 141,5 mm hujan per jam - ini adalah tingkat curah hujan tertinggi sejak 1942, menurut Badan Meteorologi Korea (KMA).
Foto-foto yang diterbitkan oleh Yonhap menunjukkan air banjir mengalir ke tangga-tangga stasiun kereta bawah tanah, mobil-mobil yang diparkir tenggelam hingga ke jendela, dan orang-orang mencoba berjalan mengarungi air setinggi lutut.
Pusat Penanggulangan Bencana dan Keselamatan Korea Selatan mengatakan, empat orang tewas setelah terperangkap di gedung-gedung yang terendam banjir, satu tersengat listrik, satu orang ditemukan di bawah reruntuhan halte bus, dan satu lagi tewas akibat tanah longsor.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan

Sumber gambar, YONHAP/EPA-EFE/REX/SHUTTERSTOCK
Setidaknya 163 orang di Seoul telah kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi di gedung-gedung sekolah dan fasilitas umum, menurut Yonhap.
Hujan juga mempengaruhi transportasi umum, karena rel kereta api yang kebanjiran memaksa dihentikannya layanan kereta api di Seoul dan Incheon.
KMA masih mengeluarkan peringatan hujan lebat di seluruh Seoul dan wilayah sekitarnya, dan mengatakan pihaknya memperkirakan tingginya curah hujan di bagian tengah negara itu akan berlanjut setidaknya hingga Rabu.





























