Miyu, penari cilik yang jadi sorotan setelah video menari hip-hop di Vietnam viral

Miyu mengikuti kompetisi menari di Vietnam agar dapat mengikuti lokakarya dan menonton para idola tarinya seperti Kinjaz Dance Crew dari AS dan Kyoka dari Jepang

Sumber gambar, Rizky Mellissa

Keterangan gambar, Miyu mengikuti kompetisi menari di Vietnam agar dapat mengikuti lokakarya dan menonton para idola tarinya seperti Kinjaz Dance Crew dari AS dan Kyoka dari Jepang
    • Penulis, Trisha Husada
    • Peranan, BBC News Indonesia
  • Telah diterbitkan

Di antara para peserta kelas menari hip-hop yang terbuka untuk semua kalangan, Miyu tampak menonjol. Meski ia paling muda di antara yang lain, semangatnya tak terkalahkan. Keahliannya dalam menari hip-hop dan freestyle bahkan setara dengan penari yang jauh lebih tua darinya.

Anak perempuan berusia sembilan tahun itu berdiri tepat di depan para penari lainnya. Ia bergerak lincah mengikuti irama, menggerakkan sendi-sendi tubuhnya dengan ulet.

Sepatu kets putihnya menghentak-hentak dan meluncur di atas lantai saat gerakan tubuhnya menyatu dengan musik. Bahkan ketika para penari lain kehabisan napas dan perlu istirahat, anak perempuan itu masih begitu berenergi.

Usai sesi latihan di sebuah studio menari di Jakarta Pusat itu, beberapa peserta mendekatinya, meminta foto bersama. Dia tersenyum kemudian berpose depan kamera ponsel mereka.

Miyu Ananthamaya Pranoto mendadak terkenal setelah videonya mengikuti kompetisi menari hip-hop di Vietnam viral di media sosial sekitar sebulan lalu.

Para penonton terkagum-kagum melihat aksi menari Miyu di atas panggung dance battle di acara Summerjam Dance Camp dan Radikal Forze Jam Camp - festival tarian hip-hop terbesar di dunia.

Miyu menjadi peserta termuda di antara delapan finalis lomba. Video orisinal yang diunggah oleh akun kreator konten dance Stance Elements saat ini sudah ditonton lebih dari 45 juta kali.

Miyu mendadak jadi sensasi baru.

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Akun Instagram-nya, @matamiyu, kini memiliki lebih dari 140.000 pengikut. Platform ini menjadi tempatnya menguggah video-video dance cover, dengan masing-masing unggahan disukai ribuan pengguna.

“Saya mulai menari serius saat saya [berusia] tujuh tahun,” kata Miyu kepada BBC News Indonesia yang menemuinya saat latihan pada Minggu (07/05).

Ia meminta agar orangtuanya mendaftarkannya kursus menari, sebagai tambahan bagi kursus menyanyi yang sudah ia ikuti.

Bahkan sebelum ia mulai belajar menari, Miyu mengaku suka menonton video tarian dari grup Korea terkenal seperti Wanna One dan BTS.

Jimin jadi anggota BTS favoritnya, karena gaya menari yang kuat dan kemampuan menari kontemporer. Ia sangat suka menonton video pertunjukkan mereka, terutama koreografi untuk lagu “Idol” oleh BTS.

Video pertunjukkan seperti itu membuka pintu bagi Miyu untuk menemukan cuplikan-cuplikan lomba menari di Korea Selatan seperti acara televisi Street Woman Fighter dan akun YouTube 1Million.

Tetapi, keinginannya untuk mendalami seni tari modern dengan lebih serius adalah acara perlombaan menari untuk anak-anak yang ia temukan di YouTube. Ia mengaku terkejut.

“Saya baru tahu ada anak-anak yang bisa menari dengan bagus sekali,” kata Miyu sambil senyum tersipu.

Mental berani untuk 'battle'

miyu

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Video Miyu (tengah) viral sekitar sebulan lalu saat ia menari di ajang lomba internasional.

Mellissa, ibu Miyu, menjelaskan bahwa awalnya mereka pergi ke Vietnam untuk mengikuti serangkaian lokakarya menari yang diselenggarakan di Summerjam Dance Camp dan Radikal Forza Jam Camp.

Kedua acara itu berisi latihan dan pertunjukkan menari yang mengundang berbagai bintang tamu dan para penari kelas kakap.

Kebetulan, kebanyakan dari para penari yang menjadi panutan Miyu juga hadir di acara tersebut.

“Dia suka banget sama Kyoka [dari Jepang], dia suka banget sama Kinjaz [Dance Crew]. Nah kebetulan karena Miyu punya Instagram sendiri jadi dia follow para dancer itu dan dia lihat kalau idola-idola dia ada semua di Summer Jam [Dance Camp],” ujar Mellissa.

Karena di akhir acara itu ada dance battle, sambung Mellissa, Miyu ingin bertanding.

“Miyu itu lebih banyak latihan di battle sebetulnya. Jadi secara mental dia berani untuk battle," kata Haris, ayah Miyu.

Sebelum mengikuti lomba menari di Vietnam, Miyu sudah mengikuti hampir semua kompetisi dance battle di Jakarta. Dia selalu berhasil masuk ke babak final dan bahkan memenangkan beberapa di antaranya.

Kini, Miyu mengikuti minimal satu kompetisi tari setiap bulan, baik di Jakarta maupun di kota-kota lain.

Baca juga:

Mimpi menjadi penari profesional

Miyu bersama pelatih freestylenya, Semmy Blank (kiri), setelah mengikuti kelas hip-hop yang diajarkan oleh Semmy
Keterangan gambar, Miyu bersama pelatih freestyle-nya, Semmy Blank (kiri), setelah mengikuti kelas hip-hop yang diajarkan oleh Semmy

Miyu menyebut gaya menarinya sebagai hip-hop dan street. Tekniknya mencakup wacking, popping, dan locking.

Teknik menari favoritnya adalah gaya bebas alias freestyle. Pada kompetisi pertamanya, dia memenangkan gelar 'Freestyler Paling Berpotensi'.

“Itu lebih bebas daripada koreografi, karena tidak terlalu banyak berpikir, itu memberi saya kebebasan.”

Pelatih dan mentor Miyu dalam freestyling, Semmy Blank, mengatakan bahwa Miyu sangat berbakat dan bersemangat.

“Tidak sulit bagi saya untuk mengajari orang seperti Miyu. Dibandingkan dengan orang dewasa, saya pikir dia benar-benar bisa lebih unggul dari mereka sebagai freestyler," katanya.

"Keterampilannya meningkat sangat cepat dalam hal fondasi, teknik, dan musikalitas.”

Selain menari, Miyu juga sangat menyukai menggambar
Keterangan gambar, Selain menari, Miyu juga sangat menyukai menggambar

Selain menari, Miyu membagi waktunya antara pergi ke sekolah dan menghadiri kursus piano, vokal, dan tari sepulang sekolah.

Meskipun suka menyanyi, Miyu tidak menganggapnya sebagai hobi melainkan sebuah bakat yang ia pelajari, seperti halnya menari.

Orangtua Miyu yang sebelumnya tidak pernah memiliki minat dalam menari, mengaku akhirnya belajar tentang dunia tari dari anak mereka. Keduanya pun mendukung penuh mimpi Miyu menjadi penari profesional.

“Impian Miyu adalah impian kami. Apapun tujuannya, itu juga tujuan hidup kami,” kata Mellissa.

Suatu hari nanti, Miyu mengatakan ingin menjadi pengajar koreografi untuk pemula dan para bintang.

“Bukan hanya siswa [mengajar], mungkin untuk para idol atau semacamnya. Dalam hal koreografi dan gaya bebas juga,” kata Miyu.