Pameran dengan dua model telanjang di pintu masuk mendapat tanggapan beragam dari para pemerhati seni

Sumber gambar, DAVID PARRY/ROYAL ACADEMY OF ARTS
Para pengunjung pameran baru di Royal Academy harus berdesakan di antara dua model telanjang supaya bisa masuk.
Instalasi yang tidak biasa ini adalah bagian dari pameran kilas balik karier seniman pertunjukan asal Serbia, Marina Abramović.
Bagi pengunjung yang tidak nyaman melewati model telanjang, disediakan pintu masuk terpisah.
Pameran seni ini telah mendapat ulasan beragam dari para kritikus.
Media Inggris, Guardian, menyebutnya "vital" namun Times mengatakan pameran itu "tidak memiliki belas kasihan".
Pintu masuk yang berupa dua pemain telanjang memaksa para pembeli tiket untuk masuk ke dalam "konfrontasi antara ketelanjangan, jenis kelamin, seksualitas, dan keinginan", kata Andrea Tarsia, ketua pameran Royal Academy.
Apa pesan di balik pintu masuk dengan dua model telanjang?
Pintu masuk yang berupa dua pemain telanjang memaksa para pembeli tiket untuk masuk ke dalam "konfrontasi antara ketelanjangan, jenis kelamin, seksualitas, dan keinginan", kata Andrea Tarsia, ketua pameran Royal Academy.
Karya yang tidak biasa ini pertama kali dipentaskan pada 1977 oleh Abramović dan pasangannya dari Jerman, Ulay. Pasangan itu berdiri berdekatan di ambang pintu, guna memaksa pengunjung untuk lewat di antara mereka.
Kritikus The Telegraph Alastair Sooke mengatakan dia "terlalu sibuk berusaha tidak menginjak jari kaki mereka" untuk dapat merasakan apakah ada sensasi merinding saat dia memasuki instalasi baru di London.
"Anda tidak harus melalui gerbang telanjang itu. Ada jalan lain, tapi itu curang," tambah Laura Freeman dari Times. "Saya berdempetan, mengisap perut saya, berusaha untuk tidak menginjak jari kaki siapa pun atau menyenggol apa pun."
Siapakah Marina Abramović?
Marina Abramović adalah perempuan pertama yang memiliki pertunjukan retrospektif solo di ruang utama Royal Academy.
Pameran itu merupakan kilas balik yang mencerminkan karier setengah abad Abramović.
Ia merupakan seniman perempuan pertama yang mengadakan pameran tunggal di galeri utama Royal Academy dalam 255 tahun sejarahnya.
Ben Luke dari the Evening Standard memberinya skor empat bintang, ia menulis:
"Untuk kali ini saja, ini bukan karena viral. Saya tidak dapat membayangkan pameran yang lebih baik, terutama mengingat bahwa sebagian besar berupa dokumentasi pertunjukan [lama].

Sumber gambar, EPA
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
"Penyajian materi dalam bentuk film dan foto patut dicontoh, dan dibantu oleh empat karya langsung dari momen-momen berbeda dalam karier Abramović, yang dipentaskan ulang oleh seniman yang disetujui Marina sendiri."
Dia menambahkan: "Saya kesulitan untuk membayangkan bagaimana galeri Royal Academy yang sedemikian luas dapat diisi oleh seorang seniman yang praktiknya sebagian besar bersifat sementara, ketika mereka telah menelan dan mengurangi seniman konvensional.
”Tapi tidak ada kesan membosankan. Alurnya bagus: ada jeda di tempat yang seharusnya, sibuk dan berisik pada saat yang tepat."
Baca juga:
Tapi Sooke dari the Telegraph tidak memiliki antusiasme yang sama. Dalam ulasan bintang dua, dia berkata: "Masalahnya ada di karyanya. Apakah ada contoh yang lebih mengerikan dari seorang seniman, selama beberapa dekade, yang kehilangan arah?
"Pertunjukan-pertunjukan dari 1970-an dan 80-an, banyak yang berupa kolaborasi dengan pasangan Abramovich saat itu, seniman dari Jerman, Ulay, masih tergolong radikal dan berani.
“Dengan pesan yang mendesak untuk dikatakan tentang, misalnya, hubungan kompleks antara laki-laki dan perempuan, atau peran gender yang memaksa masyarakat untuk turut ambil bagian.”

Sumber gambar, DAVID PARRY/ ROYAL ACADEMY OF ARTS

Sumber gambar, DAVID PARRY/ ROYAL ACADEMY OF ARTS
Sooke menambahkan: "Namun seiring berjalannya waktu, Abramović menjadi kurang peduli dengan daya tahan jasmani, dan lebih tertarik untuk menguji pikirannya, dia mulai percaya dengan pencarian sensasi viral.
"Hasilnya? Seni narsis, tanpa risiko, tanpa ketangguhan yang ketat, mendalam, dan berlumuran darah seperti masa lalu.
“Ritual pembersihan, dalam bentuk menggosok tulang, adalah salah satu tema - tetapi, pada akhirnya, Abramović mensanitasi dirinya sendiri."
Pameran retrospektif yang menampilkan karya-karya lama dengan pemain baru
Tanggapan Freeman dari the Times juga suam-suam kuku terhadap pameran itu. Ia memberikan dua bintang dan mengatakan ada "dua masalah utama dengan retrospektif yang disajikan dengan penuh pesona namun tidak memuaskan ini".
"Pertama: Anda pikir seni pertunjukan buruk? Video lama seni pertunjukan dari masa lalu itu lebih buruk. Kedua: Abramović, telah membangun karier dan reputasi artistik yang menggoda, menguji, dan melanggar batas daya tahannya sendiri.
“Ia mungkin keras seperti paku tetapi dia berusia 76 tahun dan seorang akademisi Royal Academy, jadi perannya dimainkan oleh para pembantu.
Baca juga:
"Saya ingin mengatakan mereka sama beraninya dengan para penampil aslinya, tetapi tiga perempuan muda yang saya lihat dalam Imponderabilia, Nude with Skeleton dan Luminosity tampak sadar diri dan di bawah tekanan.
“Rambut tubuh dari era 70-an sudah tidak populer, pencabutan bulu ala bikini sudah menjadi tren. Itu saja lebih mencerminkan kecemasan daripada sekadar ditinggalkan. "

Sumber gambar, DAVID PARRY/ ROYAL ACADEMY OF ARTS
Tetapi Adrian Searle dari the Guardian lebih positif dalam ulasannya, Ia menyebut pertunjukan Abramović "menakutkan dan vital" dalam ulasan bintang empatnya.
"Kami melihatnya merajut, merokok, memegang lilin dan berjalan dengan kelambatan tak terbatas, membawa semangkuk susu," katanya.
"Di sini dia berbaring telanjang di bawah kerangka dalam semacam sarkofagus video, di atasnya seorang pemain telanjang meniru pose itu.secara langsung.
"Penampil lain memerankan kembali karya-karya lamanya selama kami pergi dari kamar ke kamar. Ada begitu banyak sosok Marina di sini, tetapi hanya satu Abramović, dalam semua karyanya.

Sumber gambar, EPA
Abramović "terus diragukan, tak kenal lelah, berani dan ekstrem", tulisnya.
"Saya berbicara sebagai orang yang telah tersentuh oleh daya tahan dan semangatnya saya menertawakan kecerdasannya yang mengerikan, dan juga sebagai orang yang telah menikmati beberapa lokakaryanya dan kabur dari beberapa di antaranya," imbuhnya.
"Tapi siapa yang peduli dengan omong kosong ketika yang terbaik dari karya-karyanya begitu kuat?"
































