Patung 'David telanjang' karya Michelangelo dan 10 karya seni sarat skandal — dan disensor

Sumber gambar, Roberto Serra/Getty
Ketika seorang kepala sekolah di Florida, AS, terpaksa mundur dari jabatannya setelah orang tua siswa memprotes tindakannya mempertontonkan patung telanjang 'David' karya Michelangelo di hadapan murid-muridnya, BBC Culture melihat kembali sejarah penyensoran di dunia seni.
Seorang kepala sekolah di sebuah sekolah umum di Florida, AS, dipaksa mundur dari jabatannya, setelah para orang tua menuding bahwa anak-anaknya terpapar pornografi ketika mereka diperlihatkan foto-foto patung telanjang sosok yang tercatat dalam Alkitab, David, karya adiluhung seniman di zaman Renaisan, Michelangelo. Banyak orang di seluruh dunia terperangah.
Kehadiran patung David dalam kondisi telanjang itu sendiri sejak awal sudah menghebohkan.
Sejak patung marmer setinggi lima meter itu dipahat sekitar tahun 1504, mahakarya Michelangelo itu telah memicu skandal, dan kehadirannya terus mencoba bertahan melawan tuduhan bertubi-tubi karena dianggap menampilkan ketidaksenonohan.
Bahkan sebelum melewati abad ke-16, bagian dari kemaluan patung itu ditutup logam berbentuk daun ara - yang mirip cawat - demi mengurangi tuduhan itu.
Barulah pada pertengahan abad ke-20, daun itu dicabut dari selangkangan replika patung yang dipajang di Museum Victoria & Albert di London itu, atas izin Ratu Victoria pada 1857.
Bagaimanapun, keputusan kontroversial Dewan Classical School Tallahassee di Florida, AS, menekan sang kepala sekolah, Hope Carrasquilla agar mundur, menjadi amat beralasan untuk merenungkan kembali tentang sejumlah karya seni dalam sejarah modern, yang dianggap mengejutkan oleh sejumlah pengamat dan telah mengubah cara kita berpikir tentang seni.
Berikut ini adalah 10 karya yang tercipta pada tahun-tahun semenjak selubung daun ara dihilangkan dari patung David di Museum Victoria & Albert, London, yang menggemparkan di dunia kontemporer dan mendefinisikan kembali esensi seni:

Sumber gambar, Marc Quinn
1. Marc Quinn, Self, 1991
Setiap lima tahun sekali, selama lima bulan, seniman Inggris, Marc Quinn, menyedot lima liter cairan darah dari tubuhnya dan menumpahkannya dalam cetakan wajahnya sendiri yang semi-transparan dan dimasukkan ke dalam kulkas.
Dia menghasilkan serial potret diri sehingga sang perupa dapat mengklaim bahwa dia telah menuangkan lebih banyak dari dirinya sendiri, ketimbang seniman-seniman yang lebih awal darinya.
Bagi sebagian pengamat, karya Quinn berjudul Self - yang masih terus berlanjut - tak lebih dari aksi vampir haus darah yang mengerikan.
Bagi pengamat lainnya, karya tersebut mewujudkan kontribusi tajam dan berani pada tradisi representasi diri yang telah dikontribusikan oleh seniman hebat seperti Rembrandt, Van Gogh dan Cindy Sherman - salah satu yang secara mendalam menyoroti kerapuhan makhluk.
Baca juga:

Sumber gambar, Tate
2. Allen Jones, Chair, 1969
Allen Jones, seniman asal Inggris, dalam karyanya yang berjudul Chair (selain karya lainnya Hatstand dan Table), mengubah sebuah manekin perempuan berpakaian minim menjadi rangkaian furniture cabul yang dirancang secara tidak ergonomis.
Saat Hari Perempuan Internasional pada Maret 1986, karya tersebut disiram cairan pengelupas cat oleh para aktivis yang muak dengan karyanya lantaran dianggap merendahkan.
Cairan itu mengikis bagian wajah dan leher, melelehkan karyanya menjadi sebuah bentuk yang tidak jelas.

Sumber gambar, Tate
3. Piero Manzoni, Merda d'Artista, 1961
Apabila karya seniman Duchamp berupa tempat buang air kecil bekas telah ditahbiskan sebagai benda estetis, maka tidak heran ada seniman yang bereksperimen dengan fesesnya sendiri dan menyulapnya menjadi karya seni.
Pada 1961, seniman avant-garde Italia, Piero Manzoni (yang, setahun sebelumnya, membuat para pengamat terperanjat ketika dia mempersembahkan sebuah balon berisi napasnya sendiri sebagai sebuah karya seni), melakukan hal itu, yaitu menjejalkan fesesnya sendiri ke dalam 90 kaleng dengan berat total 2700 gram.
Karyanya itu dianggap sebagai respon atas cemoohan ayahnya, yang memiliki pabrik pengalengan, kepada dirinya, yang menyamakan pekerjaannya dengan kotoran.
Pada 2016, salah satu kaleng berisi feses anaknya berhasil terjual seharga £245.000 atau sekitar Rp4,5 milyar.

Sumber gambar, Wikipedia
4. Erased de Kooning, Drawing, Robert Rauschenberg, 1953
Pada 1953, tahun yang sama ketika tim kurator Museum Victoria & Albert di London yakin bahwa cara pandang modern dapat memaklumi ketelanjangan patung David karya Michelangelo, saat itulah seniman asal AS, Robert Rauschenberg, mencoba menelurkan karya yang disebut seni menanggalkan sesuatu.
Berbekal rasa ingin tahu apakah karya seni dapat diciptakan dengan menghapus tanda-tanda dari permukaan kanvas dengan sebuah penghapus, ketimbang menambahkan goresannya dengan pensil, kuas, atau alat pahat lainnya, seperti yang dilakoni para seniman konvensional. Rauschenberg meyakinkan temannya, yaitu perupa abstraksionis Belanda-Amerika, Willem de Kooning, agar mengorbankan gambarnya yang terbaru ini untuk sebuah percobaan.
Hasilnya adalah kertas kosong dan tanpa gambar apapun, yang menantang para pengamat untuk memutuskan apakah karya gambar tanpa gambar adalah sebuah gambar keseluruhan.

Sumber gambar, Judy Chicago
5. Judy Chicago, Dinner Party, 1979
Terdiri dari 39 tempat untuk memperingati kontribusi sejumlah perempuan dalam sejarah budaya (dari Sappho hingga Virginia Woolf), meja perjamuan yang dibangun dalam bentuk segitiga oleh seniman AS, Judy Chicago, telah diakui karena perspektif perintisnya dan dicemooh karena pesan vulgarnya yang mengejutkan.
Karya ini didominasi oleh hampir dua piring porselen yang dilukis dengan tangan, banyak di antaranya dihiasi dengan simbol kupu-kupu mirip vulva yang tengah mekar.
Meyakini bahwa karya tersebut memiliki "terlalu banyak vagina", seniman kontemporer Inggris, Cornelia Parker, mencemooh karya instalasi ini adalah "semua tentang ego Judy Chicago ketimbang para perempuan melarat yang seharusnya dia angkat".
"Kita semua direduksi menjadi vagina, sungguh menyedihkan," tandas Parker.
Baca juga:

Sumber gambar, Alamy
6. Richard Serra, Tilted Arc, 1981
Jauh lebih ikonik ketimbang sebuah tembok yang diruntuhkan pada 1989.
Di tengah malam pada 15 Maret, delapan bulan sebelum palu godam mulai menghantam Tembok Berlin, tim pekerja konstruksi turun ke Federal Plaza di Kota New York untuk memotong-motong dinding sepanjang 36 meter berupa barikade baja kontroversial setinggi 3,6 meter yang telah didirikan delapan tahun sebelumnya.
Diwarnai perdebatan, sebuah patung yang disebut kreasi terobosan karya seniman AS Richard Serra ini, dianggap dapat dijadikan tameng bagi teroris, hama, dan kaum vandalis, sehingga sebuah tim penilai menyimpulkan bahwa patung minimalis itu harus dipindahkan dan diangkut ke gudang.

Sumber gambar, Christo and Jeanne-Claude
7. Christo and Jeanne-Claude, Surrounded Islands, 1983
Tidak semua orang yang melihat 11 pulau di Teluk Biscayne Miami, AS, yang dibalut kain polypropylene merah muda selama dua minggu pada Mei 1983 oleh seniman Christo dan Jeanne-Claude, tergoda oleh magis dongengnya.
Para pencinta lingkungan memprotes pemasangan karya tersebut, khawatir tentang efek jangka panjang dari plastik sintetis seluas 6,5 meter persegi yang terbentang di habitat ikan duyung dan burung elang tiram yang bersarang di pepohonannya.
Dialog yang melahirkan karya-karya konstruksi, yang memaksa pejabat dan warga setempat untuk membahas tentang rapuhnya lingkungan tempat tinggal mereka, adalah salah satu tujuan para seniman.

Sumber gambar, Alamy
8. Tracey Emin, My Bed, 1998
Walau tempat tidur, sebagai objek pola dasar, telah berfungsi sebagai penyangga yang amat diperlukan dalam beberapa karya agung dari seni Barat — dari Venus of Urbino karya Titian hingga Bedroom in Arles karya Van Gogh, dari The Naked Maja karya Francisco de Goya hingga The Nightmare karya Henry Fuseli — , kecaman publik atas karya instalasi seniman Inggris, Tracey Emin, berjudul My Bed dalam Turner Prize Exhibition 1998 ini, amat sarkastis dan terus-menerus.
Ditempatkan sebagai penggambaran fase depresi dalam kehidupan sang seniman, dikelilingi puing-puing material dari jiwa yang kusut, tempat tidur yang amburadul ini dengan cepat menjadi bukti meyakinkan bagi mereka yang berpendapat bahwa seni kontemporer telah kehilangan arah.
Bagi para pembelanya, lebih dari 80 tahun setelah karya instalasi berupa urinoir karya Marcel Duchamp, merasa terkejut bahwa sebuah tempat tidur yang berantakan dapat memicu kemarahan seperti itu.

Sumber gambar, David Černý
9. David Černý, Shark, 2005
Mengacu pada seni instalasi penuh nyali The Physical Impossibility of Death in the Mind of Someone Living (1991), karya seniman Inggris Damien Hirstyang, berupa sosok hiu menganga yang digantung dalam larutan formalin, perupa Ceko David Černý membuat patung diktator Saddam Hussein dalam kondisi terikat dan mengapung di dalam kota berisi cairan.
Bagi sebagian orang, karya ini nyaris menjadikan sosok Saddam seolah-olah sebagai korban. Ada yang berpendapat patung ini digambarkan secara serampangan.
Karya kontroversial ini semula dijadwalkan digelar di sebuah museum di Middelkerke, Belgia, pada awal 2006, namun akhirnya dibatalkan.
Keputusan Wali Kota Middelkerke, Michel Landuyt, menyebutkan pembatalan itu dilandasi kekhawatiran bahwa "ada kelompok tertentu yang akan menganggap karya itu terlalu provokatif".

Sumber gambar, AFP
10. Paul McCarthy, Tree, 2014
Kadang-kadang, desakan untuk menyensor sebuah karya kontroversial muncul dari para pengamat yang merasa tersinggung ketimbang penilaian kurator yang bersikap hati-hati.
Seperti yang terjadi pada Oktober 2014, ketika balon raksasa berbentuk pohon karya seniman AS, Paul McCarthy, yang diberi judul Tree dan didirikan sebagai pajangan Natal di Place Vendôme, Paris, dirobohkan oleh vandalis dan kemudian dikempiskan.
Setelah patung itu dianggap para pengamat mirip alat peraga seks, tidak ada langkah-langkah untuk melindungi karya kolosal itu dari perusakan.
Sang seniman itu sendiri juga tak lolos tanpa cedera. Seorang warga yang murka atas pemasangan patung itu menghampiri McCarthy dan menampar wajahnya sebanyak tiga kali.
---
Artikel versi bahasa Inggris berjudul Michelangelo's David and 10 artworks that caused a scandal dapat Anda baca di BBC Culture.

































