Penembakan di Thailand tewaskan delapan orang – Apa yang diketahui sejauh ini?

Sumber gambar, REUTERS/Athit Perawongmetha
- Penulis, Redaksi BBC News Indonesia
- Telah diterbitkan
- Waktu membaca: 3 menit
Sedikitnya delapan orang tewas dalam insiden penembakan di Nonthaburi, Thailand, pada Jumat (07/08).
Pelaku yang diduga melakukan penembakan adalah seorang siswa laki-laki kelas 9 di Sekolah Debsirin Nonthaburi yang berusia 14 tahun. Menurut kepolisian, pelaku melepaskan tembakan ke arah guru dan rekan-rekan sesama siswa, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya.
Sejauh ini, korban tewas lainnya yang diketahui adalah lima guru di sekolah tersebut, serta kakek dan nenek pelaku di rumahnya.
Setidaknya 15 orang juga terluka dalam kejadian ini. Dua dalam keadaan kritis.
Video dari lokasi kejadian memperlihatkan staf sekolah bergegas mengevakuasi para siswa dari ruang kelas, sementara petugas kepolisian berupaya mencari pelaku penembakan.
Korban luka mendapat penanganan awal dari tim medis di lokasi sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Insiden ini terjadi setelah penembakan lain di sebuah sekolah di Thailand selatan pada Februari lalu. Peristiwa tersebut kembali memicu pertanyaan mengenai mudahnya akses terhadap senjata api di Thailand, isu yang kini diperkirakan akan kembali menjadi sorotan.
Kepolisian Kerajaan Thailand dalam sebuah pernyataan menyatakan tengah melakukan penyelidikan atas insiden penembakan tersebut untuk mengungkap penyebab kejadian dan melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa yang diketahui soal pelaku sejauh ini?
Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Polapee Suwanchawee, mengungkapkan bahwa pelaku terindikasi sangat gemar bermain gim, berdasarkan bukti yang ditemukan polisi di rumahnya.
Diketahui, pelaku selama ini tinggal bersama kakek dan neneknya.

Sumber gambar, Rungroj Yongrit/EPA/Shutterstock
Polisi menduga pelaku membunuh kedua kakek-neneknya sebelum berangkat ke sekolah.
Pistol kaliber 9 mm yang digunakan dalam aksi tersebut merupakan milik kakeknya, yang berprofesi sebagai guru, menurut keterangan polisi.
Seorang guru di sekolah tersebut mengatakan bahwa siswa itu dikenal sebagai "anak yang baik dengan prestasi akademik yang baik" serta tidak memiliki riwayat perilaku agresif.
'Saya tidak mengira itu suara tembakan'
Seorang siswa mengatakan kepada Reuters bahwa awalnya ia mengira suara tembakan saat insiden penembakan di sekolah itu adalah suara petasan atau seseorang yang sedang membenturkan sesuatu.
"Saya tidak mengira itu suara tembakan pada awalnya," katanya.
"Terdengar banyak letusan, 'dor dor dor'. Lalu suasananya hening. Setelah itu suara tembakan terdengar lagi."
Sejumlah siswa terlihat berlarian meninggalkan lokasi penembakan, sementara staf Sekolah Debsirin Nonthaburi tampak terpukul dan cemas saat menunggu di luar area sekolah.

Seorang siswi kelas 8 yang masih mengenakan seragam sekolah berbicara kepada jurnalis BBC News saat berdiri di samping ibunya, menunggu dijemput di sebuah kios makanan di seberang sekolah.
"Saya sedang berdiri di depan guru ketika beliau ditembak. Saat itu beliau sedang berbicara dengan saya ketika pelaku datang dan menembaknya," katanya.
"Saya tidak bisa melihat apa-apa selain kepulan debu. Dia berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain. Meja saya sangat dekat dengan posisi guru. Saya terpaksa memanjat pagar sekolah untuk melarikan diri bersama teman-teman lain."
Siswi tersebut tampak masih dalam kondisi syok. Sang ibu mengatakan putrinya sempat berkata kepadanya, "Saya pikir saya tidak akan pernah bisa bertemu Ibu lagi."
Artikel ini akan diperbarui secara berkala































