Kontroversi kematian bayi harimau Alshad Ahmad

Keterangan video, Kontroversi kematian bayi harimau Alshad Ahmad
Telah diterbitkan

Alshad Ahmad menimbulkan kehebohan di media sosial setelah mengumumkan kematian Cenora, salah satu bayi harimau Benggala yang dipeliharanya.

Warganet pun semakin berang ketika belakangan dia mengungkap bahwa sudah ada enam ekor bayi harimau yang mati dalam perawatannya.

Alshad menyebut sudah melakukan pemeliharaan sesuai prosedur dan kelima bayi harimau yang mati sebelumnya, terjadi karena kelahiran prematur dan penelantaran oleh induk.

Sementara, bayi keenam, Cenora, masih diselidiki penyebab kematiannya.

"Kita tunggu hasilnya dari lab, dan hasil diagnosa dari dokter, dan juga official statement nanti, apa yang terjadi sebenarnya. Jadi ketika hasilnya sudah ada kita baru bisa tahu dan memastikan apa yang telah terjadi," kata Alshad kepada BBC News Indonesia.

Simak juga:

Di sisi lain, aktivis perlindungan satwa menyebut apa yang dilakukan Alshad bisa meningkatkan perburuan terhadap satwa liar. Selain itu, aktivis juga mengungkap bahwa celah hukum di Indonesia menjadi salah satu faktor yang menyebabkan influencer seperti Alshad bisa memelihara satwa liar.

Adapun Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menyebut akan menurunkan tim khusus untuk menyelidiki kematian bayi harimau dalam pemeliharaan Alshad Ahmad.

Video produksi: Lesthia Kertopati dan Pijar Anugerah