Tragedi Jambo Keupok: 'Ayah dan adik saya dibakar hidup-hidup'
Saat Aceh dikoyak konflik bersenjata, 16 orang warga sipil di Desa Jambo Keupok, Aceh Selatan, disiksa, ditembak mati, dan dibakar hidup-hidup oleh tentara Indonesia.
Kejadiannya, Sabtu pagi, 17 Mei 2003, ketika sejumlah anggota TNI mencari anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di desa itu.
Warga diminta keluar rumah, sebagian diinterogasi, dan mereka yang dituduh anggota GAM kemudian disiksa, dibunuh dan dibakar.
Simak juga:
- Pelanggaran HAM berat di Jambo Keupok, Aceh: 'Lolongan pilu saat tentara membakar hidup-hidup belasan orang'
- Rumoh Geudong: 'Saya disetrum dan digantung dengan kaki di atas', trauma anak muda Aceh
- Kesaksian tentara Indonesia asal Aceh yang pernah ditugaskan di seputar kompleks ExxonMobil - 'Kami dijadikan tameng, setiap saat siap mati'
"Setelah kami keluar dari sekolah, berjalanlah kami, kembali ke arah rumah. Itulah kami tampak rumah kebakaran. Rupanya itu yang dibakar, 12 orang, termasuk ayah dan adik saya," ujar Yulida, keluarga korban Tragedi Jambo Keupok.
Belasan tahun kemudian, negara akhirnya mengakui peristiwa tersebut sebagai pelanggaran HAM berat bersama 11 kasus kekerasan lainnya.
Kini keluarga korban peristiwa Jambo Keupok menunggu rehabilitasi dan pemulihan yang dijanjikan pemerintah.
Video produksi: Heyder Affan dan Lesthia Kertopati