Karya seni dari ban bekas: 'Saya tidak punya penerus'

Keterangan video, Cara kreatif dari sampah ban bekas yang langka dan terancam 'punah'
Telah diterbitkan

Berawal dari niat mengolah sampah ban bekas yang menumpuk karena tidak bisa dibuang ke TPA, Supriatna menciptakan berbagai replika hewan.

Karyanya beragam, mulai dari burung berukuran kecil, hingga dinosaurus setinggi tujuh meter.

Karya Supriatna tidak hanya terpajang di rumahnya di Malang, Jawa Timur, melainkan bisa dinikmati di sejumlah destinasi wisata, termasuk Jatim Park.

Meski karyanya banyak diminati, Supriatna mengaku tidak bisa memenuhi permintaan pasar. Dia pun kerap menampik jika ada pihak yang berniat memberinya modal untuk mengolah lebih banyak ban bekas menjadi karya seni.

Simak juga:

"Lebih baik saya dimodali untuk menjadi mentor," ujarnya.

Supriatna menyebut dia tidak punya generasi penerus dan khawatir karya seni dari ban bekas yang dilakoninya akan 'punah'.

"Saya senang jika ada pesaing yang punya karya serupa," tutur Supriatna yang berharap generasi muda bisa mengikuti jejaknya.

Video produksi: Dwiki Marta dan Muhammad Irham