You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Kekerasan 1965 di Aceh: Cerita kekejaman dan ikhtiar penyembuhan dari Tanah Gayo
Ribuan orang dibantai pada 1965, termasuk anak-anak, karena dicap komunis. Puluhan tahun kemudian, tragedi itu masih terus menghantui sebagian warganya
Setidaknya 500 orang dibantai di Aceh, menurut dokumen militer, namun angka ini dianggap tidak menggambarkan kenyataan, sehingga sejarawan Rusdi Sufi mensinyalir angkanya mencapai 3.000. Adapun penelitian terbaru menduga angkanya jauh lebih besar, yaitu 10.000 jiwa.
Salah satu peristiwa keji di Tanah Gayo setelah peristiwa G30S 1965 adalah peristiwa arak-arakan menenteng potongan kepala salah-seorang pimpinan Partai Komunis Indonesia, PKI, di wilayah itu.
Simak juga:
Tindakan kejam ini terus menghantui sebagian masyarakat di sana. Selama bertahun-tahun keluarga korban menutup rapat-rapat semuanya.
Sampai sejauh ini, kasus-kasus kekerasan yang terjadi di Aceh pada 1965 seperti dilupakan.
BBC Indonesia menemui mereka yang untuk pertama kalinya bicara terbuka tentang pengalaman mereka di masa gelap ini.
Ini adalah video bagian terakhir mengenai penelusuran dan pengungkapan kisah kekerasan '65 di Aceh.
Diproduksi oleh:
Reporter dan produser: Heyder Affan
Videografer dan video editor: Anindita Pradana
Ilustrasi: Heyder Affan dan tim BBC East Asia Visual Journalism