Relokasi pengungsi Semeru: "Mau bagaimana lagi, saya menerima karena keadaan"
Ribuan orang pengungsi masih menanti relokasi setelah tempat tinggal mereka musnah dilalap guguran awan panas Gunung Semeru pada akhir 2021 lalu.
Mereka tersebar di ratusan titik pengungsian di tiga kecamatan di Kabupaten Lumajang, dan terpaksa bertahan hidup mengandalkan bantuan sembako dan dana dari donatur.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menjanjikan relokasi untuk masyarakat sekitar Semeru, namun pemerintah setempat hingga saat ini masih belum bisa memberi kepastian jadwal relokasi.
Simak juga:
Relokasi 2.000 rumah yang terdampak langsung guguran awan panas Gunung Semeru hingga kini masih berada pada tahap awal pembangunan hunian sementara atau huntara.
Adapun hunian tetap atau huntap akan dibangun setelahnya. Namun, kepastian jadwal relokasi belum tersedia.
Ketidakpastian itu, membuat sebagian warga khawatir. Terlebih, jika bantuan logistik berhenti mengalir.
"[Saya khawatir] kemungkinan bantuan dari donatur mungkin akan selesai pada bulan ini," kata Leni, warga Lumajang.
"Relawan-relawan juga sudah pulang," tambahnya.
Berdasarkan data terkini BNPB, jumlah pengungsi mencapai 10.400 jiwa, dan tersebar di 406 titik pengungsian di tiga kecamatan di kabupaten Lumajang.
Video Produksi: Valdya Baraputri dan Haryo Wirawan
Wartawan di Lumajang Tutus Sugiarto dan Juli Rokhmad turut berkontribusi untuk video ini
